Assalamu alaikum. Selamat datang di blog pribadi saya. Silakan ambil apa yang menurut anda baik dan abaikan apa yang menurut anda salah. Sebuah kebahagiaan bagi saya bila anda bersedia menulis komentar, respon, kritik dan masukan untuk perbaikan yang lebih baik. Terima kasih.

Hikmah

Monday, February 6, 2012

The Power of Kepepet

ilustrasi : http://kavitamutijania.blogspot.com
Tersebutlah kisah. Seorang konglomerat kaya raya ingin mencarikan pendamping bagi putri semata wayangnya. Tidak tanggung-tanggung, dia mengundang seluruh bangsawan nan tampan untuk hadir di sebuah acara jamuan. Bukan hanya karena kecantikan, harta warisan yang tak akan habis tujuh turunan juga menjadi motivasi utama para bangsawan untuk hadir dalam acara itu.

Tibalah hari yang dinantikan itu. Jamuan terlezat telah terhidang. Iringan musik menghangatkan suasana. Warna -warni bunga menghiasi tepian kolam yang membentang di halaman belakang. Seperti yang diduga, ratusan bangsawan muda turut hadir dalam cara malam itu. Benar-benar pesta yang meriah.

Menjelang acara usai, sang konglomerat berdiri di atas balkon. Semuanya diam. Menunggu sepatah dua patah kata sang konglomerat yang sudah ditunggu dari tadi. Belum sempat mendengar sambutan dari sang konglomerat, mereka yang hadir dikejutkan oleh kehadiran buaya-buaya yang tiba-tiba masuk ke dalam kolam melalui sebuah pintu rahasia di dasarnya. Semua terperangah. Betapa tidak, buaya itu tak hanya satu, tapi belasan. Dan dari gerak geriknya terlihat kalau buaya buaya itu sengaja tidak diberi makan dalam waktu yang lama.


"Saya menantang siapapun yang berani menyeberangi kolam ini, akan saya nikahkan dengan anak saya satu-satunya. Dan berhak atas semua warisan kekayaan yang saya miliki." suara sang konglomerat menjawab rasa penasaran mereka. Lagi lagi semua masih terdiam. Pikir mereka, ini benar-benar gila. Siapapun tak akan mau mati konyol di mangsa buaya. ada ada saja. Pasti tak ada satu pun yang berani. Namun tiba-tiba, "Byuurrrrrr" terlihat seorang laki-laki melompat ke dalam kolam.

Seperti yang mereka bayangkan. Buaya-buaya yang lapar itu langsung mengerumuni. Namun laki-laki itu sepertinya tak mau mati begitu saja. Dia melawan, menendang dan memukul. Sambil sesekali tangannya mengayuh bagai dayung, mencoba berenang sebisanya. Pergumulan pun tak terelakkan. Entah darah siapa, kolam itu kini mulai memerah, membuat semua yang hadir tak lagi bisa melihat dengan jelas suasana di dasar kolam.

Tak ada yang tahu siapa bangsawan nekat itu. Namun penasaran itu terjawab sudah setelah laki-laki itu terlihat muncul di ujung kolam. Spontan semua bersorak riuh. Menyambut bangsawan tak dikenal masih berlumuran darah itu.

Sang konglomerat pun menyambut calon menantunya dengan suka cita. Dia mempersilakan laki-laki itu untuk menyampaikan sambutan.

Dengan bibir bergetar, laki-laki itu berujar, "Mmm.. sebenarnya saya bukan siapa-siapa ... saya hanyalah ...Oh, hei ... siapa yang tadi mendorongku masuk ke dalam kolam. Saya akan membuat perhitungan denganmu nanti .... "

Kisah diatas memberi pelajaran bagi kita. Bahwa terkadang kita harus "didorong" untuk bisa maju dan meraih sukses. Bukan hanya dorongan semangat agar kita berbuat sesuatu. Namun juga "dorongan" yang membuat posisi kita terjepit hingga memaksa kita untuk mengeluarkan segala upaya maksimal. Karena pada saat kita dalam posisi terjepit (baca: kepepet), biasanya kita memiliki kekuatan yang jauh lebih besar daripada keadaan normal.








No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...