Assalamu alaikum. Selamat datang di blog pribadi saya. Silakan ambil apa yang menurut anda baik dan abaikan apa yang menurut anda salah. Sebuah kebahagiaan bagi saya bila anda bersedia menulis komentar, respon, kritik dan masukan untuk perbaikan yang lebih baik. Terima kasih.

Hikmah

Thursday, February 2, 2012

Aisya di tahun ke-3

Ini kisah tentang saya dan Aisya, anak pertama saya. Saat ini, usianya menginjak tahun ke-3. Ada yang ingin saya ceritakan kepada anda tentang Aisya.

Xixixi ...Bibir saya mulai meyungging senyum saat memulai tulisan ini. Mengingatkan kembali akan ocehan dan senyuman centilnya. Terlebih sejak istri saya hamil di bulan ke-3 nya. Praktis intensitas kebersamaan saya dengan Aisya begitu sering.

Tak seperti kehamilan pertamanya, bunda- begitu kami menyapa istri saya-sangat sensitif sekali terhadap aroma atau bau-bauan. Mulai dari sabun mandi, parfum mobil, sampai bau khas suami bahkan anaknya sendiri. Praktis kini saya dan Aisya tidur terpisah dari bundanya.

Sejak itu lah saya benar-benar menjadi wonder-man nya Aisya terutama saat saya ada di rumah. Mulai pipis, BAB, nyuapin, mandiin, sampai menemani ritual sebelum tidurnya.

Tapi saya tetap mencoba bersyukur akan situasi ini. Meskipun kadang kalau lagi tegangan tinggi saya suka mecucu, begitu istilah istri saya kalau melihat saya lagi cemberut. Hikmahnya, Aisya jadi benar-benar lengket seperti perangko.


Berikut saya rangkumkan kebiasaan Aisya, setidaknya sampai tulisan ini diposting. Agar kelak, dia dapat membacanya dan berpikir tentang transformasi dirinya.

Kura-kura bertelur

Baru dua hari ini saya menemukan istilah itu. Berawal dari pusing mikirin cara agar Aisya mau makan banyak. Tak sengaja, saya menemukan cetakan agar-agar berbentuk kura-kura yang saya coba gunakan untuk mencetak nasi hangat. Disajikan di atas piring kecil favoritnya dengan alas telur dadar plus kornet kesukaannya. Jadilah "Kura-kura bertelur". Alhasil, makannya langsung lahap... haha ..

Ritual sebelum tidur : Pijitin, Dongengin, Doa ...

Hampir setiap mau tidur, dia selalu minta pijit dan didongengin. Meski saya lagi capek dan ngantuk sekalipun. Sambil berbisik ke teling saya, dia bilang, "Bi ... Pijitin..." Selesai di pijat, saya kadang pura-pura tidur. Namun lagi-lagi dia berbisik " Bi... Dongengin" .... Yaaa... gubrakkk. Jadi lah dongeng Negeri Utara Selatan alias dongeng ngalor ngidul ngga jelas jluntrungannya.



 Menyanyi dan Menari
Saya akui, Aisya gemar sekali menari dan menyanyi. Hampir semua lagu anak semua hafal. Untuk soal menari, di lebih suka berimprovisasi. Beberapa kali dia minta diambil gambarnya saat menari dan menyanyi melalui kamera HP. Iseng juga saya pernah mangajarinya teknik kuda-kuda dan pukulan sederhana. Ternyata kemampuan meniru gerakannya lumayan juga.



 Pemalu
Ini terjadi saat dia bertemu dengan orang asing atau masuk dalam lingkungan yang baru. Seperti kehilangan karakter aslinya, dia biasanya langsung menundukkan muka. Bahkan sekedar senyum dan salaman pun enggan. Beberapa kali saya berupaya memberikan pengertian lewat dongeng yang saya karang sendiri. Seperti cerita tentang anak yang punya banyak teman karena suka menyapa. Namun masih belum terlihat hasilnya.

Bahkan di awal-awal masuk play group, gurunya pernah menanyakan hal ini kepada istri. Selidik punya selidik, sepertinya itu karakter bawaan yang saya turunkan. Konon kata ibu saya, waktu duduk di bangku TK saya susah sekali bergaul. Cenderung pendiam dan pasif . Kok bisa ya ? Saya sendiri suka heran kalau mengingat itu.

Namun setelah beberapa hari kami berkonsultasi dengan pihak sekolah untuk mencari solusinya, Aisya kini sudah berani bercerita di depan kelas.

Suka warna Pink
"Aisya suka warna apa ?" tanya saya saat membelikan sepatu untuknya.
Sambil menunduk, dia menjawab lirih, "Pink.."
Mulai dari sepatu, baju, kaos kaki, hingga sepeda, semua serba pink ... pink ...pink

Suka pakai Rok Panjang.
Suatu ketika, saat akan menghadiri acara pernikahan kerabat, dia saya kenakan stelan baju lengan panjang dan rok yang agak sedikit di atas mata kakinya. Kebetulan sangat serasi dengan kerudung ungunya.

Selama berlangsungnya acara, saya perhatikan Aisya selalu menarik roknya ke bawah hingga menutup sepatu. Saat ditegur, dia selalu bilang kalau dia suka rok yang panjang. Telisik punya telisik, ternyata dia terinspirasi dari buku dongeng Putri Shabira miliknya. Beberapa kali dia juga minta dibelikan gaun panjang. Bahkan terakhir dia minta dibelikan mahkota ala putri kerajaan. Hadeeehhhh ...

Penggemar berat Dora
"Abi ... apa abi butuh bantuan ...?" tanya Aisya saat saya nggethu memperbaiki pipa kran yang bocor.
Atau saat dia kami ajak keluar, kadang dia bertanya, "Bunda, Mau kemana kita ? " Dan kami pun langsung menjawab, "Rumah pohonn...."

Benar-benar tak hanya Aisya yang terkena sindrom Dora. Saya dan istri pun ikut terkontaminasi.

Pernah waktu di mobil saya bingung mencari alamat yang akan saya tuju. Sambil berbisik (dia memang suka sekali berbisik) dia bilang "Abi, kita tanyakan peta saja" Hiyaaaaa ...

Yah, sementara itu dulu sodara ceritanya. Dan buat Aisya, kalo suatu saat kau membaca tulisan ini, banyak-banyaklah bersyukur atas segala anugerah Allah. Ingat selalu bahawa Allah telah menciptakanmu dengan sebaik-baik penciptaan. "Laqad kholaqnal insaana fii ahsani taqwiim " Maka dari itu galilah terus potensi dirimu, dan temukan mutiara-mutiara itu dari dalamnya. 
 


No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...