Assalamu alaikum. Selamat datang di blog pribadi saya. Silakan ambil apa yang menurut anda baik dan abaikan apa yang menurut anda salah. Sebuah kebahagiaan bagi saya bila anda bersedia menulis komentar, respon, kritik dan masukan untuk perbaikan yang lebih baik. Terima kasih.

Hikmah

Thursday, January 12, 2012

Mengakses State "Selalu Ingat kepada Allah"

Demak, 13.30

"Menanglah, sukseslah, orang-orang yang senantiasa mengingat Allah dengan berzikir kepadanya". Penggalan kalimat tersebut sering saya dengar dari kaset Nasyid dan Tausiyahnya Ustaz M. Arifin Ilham. Kata-kata itu lah yang kadang membuat saya berpikir, bagaimana seorang Arifin Ilham memanage hidupnya agar mampu melaksanakan apa yang selalu beliau nasihatkan. Melalui hari-harinya dengan dzikir, dzikir, dan dzikir...

Terlepas dari fakta bahwa kesalahan dan kehilafan niscaya dimiliki setiap manusia, tentu dalam bayangan saya, wajar saja beliau mampu. Mungkin karena kondisi lingkungannya selalu mendukung, selalu berada di antara para ustadz dan guru. Jadwal dzikir dan tausiyahnya yang padat yang semakin menghiasi hari-harinya dengan zikir. Pasti tak ada waktu sedikitpun untuk terlena dari mengingat Allah.

Berkaca pada itu semua, mari kita melihat kondisi diri kita sekarang. Lingkungan kita, tempat kita menghabiskan hari-hari hingga tak ada lagi hari untuk kita kelak. Lalu kita bandingkan dengan harapan akan kemenangan dan kesuksesan di mata Sang Maha Melihat. Lalu muncullah sebuah pertanyaan, mampukah kita bisa menikmati lezatnya dzikrullah seperti apa yang beliau nikmati ? Bayangkan, hati kita selalu damai, bibir kita selalu tersenyum, kinerja kita maksimal, tak ada gundah, tak ada resah. Siapa yang tak mau berada pada kondisi kejiwaan seperti itu ?

Mengelola dan Mempertahankan State


Selalu mengingat Allah adalah sebuah state yang secara efektif terbukti mampu mengendalikan pikiran dan tingkah laku kita agar selalu berada pada jalur yang positif. Dalam Neuro linguistic Program (NLP), state diartikan sebagai sebuah kondisi pikiran dan perasaan yang tepat dan ideal untuk memunculkan perilaku yang diinginkan. State ini harus kita munculkan, lalu kita pertahankan.

Yang menjadi masalah adalah, pikiran kita, yang menjadi tempat bernaungnya sebuah state, ibarat semesta luas yang tak ada batasnya. Setiap detik ia bergerak sangat cepat dan sulit dikendalikan. Karena sesuai tabiatnya, state sangat dinamis. Dari state ikhlas, bisa masuk ke state riya, bahkan sombong. Dengan kata lain dalam rentang waktu yang singkat dengan mudahnya kita bisa beralih kesadaran. Itulah mengapa ada sebuah hadits yang mengatakan, bisa jadi di pagi hari kita menjadi mukmin yang sangat taat, namun sorenya maksiat dan bahkan murtad. Nauzubillah.


Untuk itu diperlukan sebuah ketrampilan untuk memanage pikiran kita. Dengan kata lain kita harus mencapai state "Taat dan selalu ingat kepada Allah" lalu berusaha mempertahankannya.

Ada sebuah teknik sederhana dalam mengelola state dari yang saya pelajari dari NLP.. Salah satunya dengan mengevaluasi representasi internal kita. Representasi internal adalah sebuah map atau gambaran yang muncul secara otomatis dalam pikiran kita, saat kita menghadapi atau akan melakukan sesuatu. Gambaran ini diperoleh dari informasi yang diserap indera pada masa yang lalu dari waktu ke waktu. Melalui pengalaman, gambar ini pun ter-update. Ada bagian yang ditambah, dan ada bagian yang dihapus. Dengan kata lain representasi internal adalah persepsi terkini kita terhadap sesuatu berdasarkan pengalaman-pengalaman di masa yang lampau.

Nah, ketika kita mencoba mengakses state "Selalu ingat kepada Allah", representasi internal seperti video secara otomatis muncul di pikiran kita. Dengar dan lihat lah video itu dengan seksama. Perhatikan, jika yang kita lihat dan dengar adalah gambaran zikir itu membuat hati damai, tenang, mencerahkan, menghidupkan jiwa, meningkatkan gairah kerja maka segeralah memperbesar suaranya, dan perjelas gambarnya. Sebaliknya, jika kemudian yang muncul gambaran zikir itu berat, membosankan, mendekati bidah, menghambat produktivitas, maka delet gambarnya dan segeralah mengecilkan volumenya sampai tak terdengar lagi.

Prinsipnya, ambil yang positif, dan enyahkan yang negatif. Karena jika gambaran negatif dibiarkan muncul, bisa jadi kita keluar dari state "Eling marang Gusti", dan melompat ke state negatif.  Editing atas representasi internal ini akan menghasilkan sikap dan perilaku sesuai dengan state yang kita harapkan secara kontinyu.

Wallahu Alam. Selamat mencoba.

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...