Assalamu alaikum. Selamat datang di blog pribadi saya. Silakan ambil apa yang menurut anda baik dan abaikan apa yang menurut anda salah. Sebuah kebahagiaan bagi saya bila anda bersedia menulis komentar, respon, kritik dan masukan untuk perbaikan yang lebih baik. Terima kasih.

Hikmah

Friday, January 20, 2012

Kisah si Anak Katak dan Induknya

Kembali sebuah kisah inspiratif saya dengar dari sebuah radio idola saya. Cukup untuk memulai hari ini dengan sebuah gairah. Kisah itu saya tulis ulang sesuai dengan apa saya dengar dan saya tangkap dengan beberapa improv tentunya. Begini kisahnya ...

Di bawah sebuah batu berlumut di tepian sungai, tinggallah seekor katak bersama anaknya yang masih sangat kecil. Mereka hidup damai di dalamnya.

Hingga suatu hari, tiba-tiba langit berubah menjadi gelap. Si katak kecil tampak ketakutan sambil berangsut merapatkan tubuhnya ke pelukan sang induk.

"Ibu, ada apa ini. Aku takut ibu ..." kata si katak kecil itu kepada ibunya.

Sambil mengusap kepala anaknya, sang induk berkata, "Tenang lah anakku, jangan takut. Langit yang gelap pertanda akan ada kabar gembira sebentar lagi."

Si katak kecil hanya mengangguk, dan merasa lebih tenang.

Tak lama setelah langit menghitam, angin berhembus dengan kencangnya. Pohon-pohon yang ada disekeliling berayun-ayun seperti mau roboh.


Si katak kecil kembali panik, "Ibu, ada apa lagi ini, kenapa angin bertiup kencang, Takut ibu ..."
"Anakku, jangan takut. Itu juga pertanda bagus. Akan ada kabar gembira untuk kita sebentar lagi." sambil tersenyum sang induk kembali menenangkan anaknya.

Belum hilang rasa penasaran si katak kecil, tiba-tiba kilatan petir menyambar bersahutan. Gellegaaaarrrr ...!!!
"Ibu, ibu aku takut sekali... aku takut ibu ...." si katak kecil memeluk erat sang induk.

"Ketahuilah anakku, langit yang gelap, angin yang berhembus kencang, dan petir yang menyambar adalah tanda dari Tuhan, bahwa sebentar lagi akan ada kabar gembira untuk kita .... percayalah nak .. percayalah pada ibu.."

Tak lama kemudian, hujan pun turun dengan derasnya. Membasahi rekahan-rekahan tanah di tepian sungai yang telah lama mengering. Sejurus kemudian, si katak kecil melompat dengan girangnya.

"Horeeee.... hujan...hujan telah datang ... Ibu... hujan datang ibu ...."

Sang ibu hanya tersenyum melihat anaknya berlari di bawah butiran-butiran air dari langit itu. Bibirnya bergumam, "Alhamdulillah Ya Allah, akhirnya Engkau turun kan hujan setelah sekian lama kami tunggu ..."

******

 Apa yang dirasakan si katak kecil adalah cerminan kita dalam menghadapai sebuah ujian dan cobaan hidup. Kita acapkali merasa khawatir, cemas, dan takut pada saat menghadapinya. Kita seringkali terlalu larut dalam ketakutan, hingga tak mampu melihat sebuah ujian dalam perspektif yang lebih luas. Akhirnya itu yang membuat kita lari dari kenyataan dan bahkan ada sebagian dari kita yang memilih untuk mengakhiri hidup. Naudzubillah.

Jika kita bersikap demikian, lalu apa bedanya kita dengan seekor katak kecil tadi ?

Dalam beberapa hal, memang kita diharuskan fokus dalam menghadapi sebuah masalah. Fokus untuk menghadirkan solusi tentunya. Namun jika fokusnya kita pada persepsi negatif yang tiba-tiba muncul, kita harus berusaha melepaskan diri beberapa saat. Keluarlah dari diri kita, dan terbanglah ke atas. Pandangi diri kita dan apa yang kita hadapi dari perspektif yang lebih luas.

Kita akan melihat "Oooh, itu ada seseorang yang sedang hanyut dalam kesedihan. Kasihan sekali, dia tidak tahu, padahal akan ada sebuah berita gembira sebentar lagi."

Setidaknya, itu akan menghibur diri kita dan mencegah kita semakin larut dalam persepsi negatif yang menggelayuti pikiran kita. Efeknya, akan lahir sikap-sikap positif dan solutif. Karena kita yakin, ada 'kabar gembira' yang sudah menanti di depan kita.

Seperti itu pula yang dilakukan oleh sang induk katak. Dengan pengalaman dan kedewasaanya, dia mampu membaca setiap momen dengan penuh keyakinan. Hingga tak ada sedikit pun rasa cemas dan takut terbersit dari pikirannya, seperti yang dialami si katak kecil.

"Bersamaan dengan kesulitan, akan ada kemudahan, bersamaan dengan kesulitan, ada kemudahan." 

Sebuah statemen berulang telah dituliskan Tuhan untuk kita.

Lalu masihkan kita cengeng seperti si katak kecil ?

Wallahu A'lam bish Showab

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...