Assalamu alaikum. Selamat datang di blog pribadi saya. Silakan ambil apa yang menurut anda baik dan abaikan apa yang menurut anda salah. Sebuah kebahagiaan bagi saya bila anda bersedia menulis komentar, respon, kritik dan masukan untuk perbaikan yang lebih baik. Terima kasih.

Hikmah

Friday, January 13, 2012

Kijang yang (kurang) Bijak

Demak, 13.30

Ada kisah menarik yang saya dengar dari radio di perjalanan menuju kantor tadi. Begitu menginspirasi. Dikisahkan ada seekor kijang yang dikenal bijak oleh kawanannya. Ia dikenal pandai dan lihai saat menghadapi hewan pemangsa. Salah satu teknik andalannya adalah diam tak bergerak ketika si pemangsa mendekat. Teknik ini telah terbukti dengan pengalamannya yang berhasil lolos berkali-kali dari santapan pemangsa. Kabar kelihaian sang kijang terbawa angin ke penjuru hutan. Al hasil, dia pun menjadi rujukan para kijang yang ingin belajar bagaimana menghadapi ganasnya belantara hutan. Hingga mereka pun menganggap sang kijang bijak itu sebagai guru. 

Suatu hari sang guru berjalan terlalu jauh dari komunitasnya. Sampai tak terasa dia telah berdiri di atas sebuah jalan raya. Belum hilang rasa herannya saat kakinya menginjak aspal, dia melihat sesuatu yang besar mendekat dengan kecepatan tingga. Insting sang guru pun mengatakan itu adalah hewan pemangsa yang sedang mendekat. Diapun diam mematung dengan yakinnya. Namun kini keyakinannya salah. Bukannya menjauh, si pemangsa itu malah mendekat semakin cepat. Dan ia pun mati tergilas roda-roda sebuah truk besar.


Itulah kisah tentang kijang yang mati secara mengenaskan karena tak mampu mengenali lingkungan dan perubahan dengan cepat. Mungkin juga kisah tentang kita yang tergilas roda perubahan karena mencoba bertahan. 

Sampai alinea ini saya jadi teringat curhat istri saya tentang seorang rekannya di kantor yang masih berpikiran lawas. Memandang sebuah pekerjaan dengan paradigma lama. Namun kini tersudutkan dengan kehadiran orang-orang baru dengan paradigma baru.

Kisah tentang kematian kijang yang bijak membuat kita sadar, bahwa semakin kita menganggap tahu segalanya, semakin membungkam insting keingin tahuan kita. Efeknya, kita tak bisa berpikir cepat untuk belajar tentang sesuatu.

Kisah ini juga memberi pelajaran, betapa kita harus mampu melihat perubahan dan cepat menyesuaikan diri dengan keadaan. Dengan kata lain, kita tak bisa merubah arah angin, namun kita hanya bisa mengatur layarnya agar kapal kita tetap berjalan lurus.

"We can not change the wind, but we can adjust the sails"

Wallahu A'lam

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...