Assalamu alaikum. Selamat datang di blog pribadi saya. Silakan ambil apa yang menurut anda baik dan abaikan apa yang menurut anda salah. Sebuah kebahagiaan bagi saya bila anda bersedia menulis komentar, respon, kritik dan masukan untuk perbaikan yang lebih baik. Terima kasih.

Hikmah

Monday, September 12, 2011

Kasih sayang Allah terhadap hamba-Nya

Di pelataran sebuah kantor swasta, tampak seorang laki-laki paruh baya berjalan meninggalkan pintu kantor menuju halte di seberang jalan. Rona kepenatan tergurat jelas di wajahnya. Belum jauh melangkah, dia mendengar ada suara memanggilnya.
"Pak ...pak !"
"Ada apa, Pak Somad ?" laki-laki itu menoleh ke arah sumber suara yang diyakininya Pak Somad.
"Mmmm ... nganu .... Maap pak, saya mau ngrepotin bapak."
"Yaa, kalau saya bisa bantu .. ya saya bantu. Ada apa to ?"
"Saya butuh pinjaman uang pak. Lusa saya kembalikan. Janji." kata Pak Somad meyakinkan.
"Ya udah, ini kebetulan saya ada uang THR di amplop. Butuh berapa to?"
"Saya butuhnya 4 juta e, pak. Buat bayar kuliah anak saya dulu. Sebenarnya besok saya dapat kiriman hasil jual kambing di kampung pak. Tapi ini cuman buat jaga-jaga kalo kirimannya telat "
"Ya udah ini ambil aja, tapi di dalam cuman ada 3,9 juta. Gmn?"
"Wah ndak papa pak, sisanya akan saya usahakan. Terimakasih banyak lo pak" jawab Pak Somad dengan senyum mengembang.

Laki-laki itu kembali melangkah. Matanya tajam menatap. Hatinya sedang berjuang keras untuk ikhlas. Melawan bersitan hati yang berusaha memunculkan keraguan,

"Apa Pak Somad benar-benar akan menepati janjinya ? Jangan-jangan ..."

********

Di sebuah bus kota yang sarat penumpang, mata laki-laki itu menerawang. Di saat dia belum mampu mengendalikan detak jantungnya masih berdegup kencang, bibirnya tak henti-henti mengucap kata syukur pada-Nya. Andai saja tak ada pak Somad di pelataran kantor sore tadi, pasti nasibnya sama dengan belasan penumpang bus kota yang dia naiki. Andai aja dia tidak memberi kepercayaan pada Pak Somad.

"Ah, entahlah ..." pikirnya.

Ya, baru saja segerombolan preman bersenjata tajam, menodong dan menggeledah isi tas penumpang satu per satu. Beruntung, hanya selembar uang sepuluh  ribuan yang di ambil oleh preman dari dalam dompetnya.  Menilik permohonan Pak Somad, bisa saja dia beralasan tak ada uang, atau ATMnya ketinggalan, atau apa lah.

Namun yang pasti, mungkin itulah cara Allah melindungi hartanya.

********

"Pak ..pak !" laki-laki itu mendengar suara yang sama, di tempat yang sama di mana dia berdiri kemarin sore.
"Pak, ini uangnya yang kemarin sore saya kembalikan. Baru saja saya terima kiriman uang dari kampung. Makasih ya Pak "

Lelaki itu terdiam tanpa kata. Matanya tiba-tiba nanar. Dalam hati dia berucap.

"Saya yang sebenarnya yang harus berterima kasih, Pak Somad"


No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...