Assalamu alaikum. Selamat datang di blog pribadi saya. Silakan ambil apa yang menurut anda baik dan abaikan apa yang menurut anda salah. Sebuah kebahagiaan bagi saya bila anda bersedia menulis komentar, respon, kritik dan masukan untuk perbaikan yang lebih baik. Terima kasih.

Hikmah

Tuesday, September 13, 2011

"Abi jangan takut. Allah pasti akan menjaga kita"

Baru kali ini saya naik ke atas plafon rumah. Fuih, terlihat berantakan. Debu dan sawang menghiasi setiap sudut. Kabel-kabel berserakan tak beraturan. Pengap.

Saya berhenti sejenak sambil berpegangan pada kayu reng yang menyangga genting. Mengatur napas yang masih tersengal. Sambil berpikir, bagaimana cara yang aman untuk memasang kawat untuk lampu gantung kamar anakku.

"Bi ...bi ... abii .... Abi di atas ngapain" suara Aisya membuyarkan konsentrasiku.
"Bentar bentar nak, Aisya disitu aja ya. Jangan kmana-mana ?"

Maklum, hanya saya dan Aisya yang ada di rumah siang itu. Mbak rewang masih mudik. Istri harus ngantor karena cutinya habis. Kontan, cuti dua hari ini, saya mengambil alih semua tugas pembantu. Kalau bukan karena anak, males saya naik-naik ke atas plafon. Penuh resiko.

Dua hari yang lalu Aisya di beri angpau lebaran oleh neneknya. Setelah ditanya, buat apa uangnya nak ? Dia meminta dibelikan lampu gantung berbentuk bunga. Entah terinspirasi dari mana dia. Tapi yang membuat saya memenuhi permintaannya, dia janji mau bobo sendiri di kamar depan, kalau lampunya dipasang.


"Abiii di situ banyak tikusnya nggak ?" teriakan itu lagi.
"Nggak ada nak, ini kan siang. Tikus kan keluarnya malam-malam "jawab saya sambil sedikit memberi pelajaran tentang kebiasaan hidup seekor tikus. (semacem Biology for Kids lah)

"Abi takut nggak ?" dia memang anak cerewet, mirip ... (siapa ya he he he)

Saya sengaja diam. Mencoba fokus pada masalah, ketinggian dan kegelapan. Dua hal itu yang sering ditakutkan banyak orang.

"Abi ... masih di atas ? Abi jangan diam to ?"

"Aduh, abi di gigit tikus nih, aduh ... aduh. Aaaaaa ...." jawabku iseng.

"Lho abi, ini kan siang. Katanya kalo siang ngga ada tikus ?"
"Abi jangan takut, kan ada Awwoh (Allah) yang akan menolong kita."
"Kata abi, Awwoh pasti membantu kita"

Cerocosannya dengan logat khas anak usia 3 tahun yang kontan membuat saya ketawa terpingkal-pingkal. Berbaur dengan rasa haru yang mbrebes mili dari lubuk hati.

Owalah nduk ...nduk ... kowe kok pinter men to to ...

Lewat cerita ini saya ingin mengungkapkan, betapa mudahnya mengajarkan sesuatu pada anak-anak di usia emas (golden age). Karena memang di usia itu, otak anak berkembang begitu cepatnya.

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...