Assalamu alaikum. Selamat datang di blog pribadi saya. Silakan ambil apa yang menurut anda baik dan abaikan apa yang menurut anda salah. Sebuah kebahagiaan bagi saya bila anda bersedia menulis komentar, respon, kritik dan masukan untuk perbaikan yang lebih baik. Terima kasih.

Hikmah

Friday, April 1, 2011

Filosofi Batu

[- Demak, 1 April 2011, 13.30 -]

Di sebuah sesi perkuliahan, seorang profesor mengeluarkan sebuah kotak kosong di hadapan para mahasiswanya. Dia juga mengeluarkan segenggam batu, segenggam kerikil, dan segenggam pasir. Sejurus kemudian, sang profesor memasukkan segenggam pasir ke dalam kotak. Selanjutnya kerikil, dan terakhir batu. 

Lalu dia  berdiri sambil menunjukkan kotak itu kepada para mahasiswa, dan berkata. "Lihatlah, kotak ini tak bisa ditutup dengan sempurna, karena batu-batu ini menyembul keluar.". 

Kemudian di tumpahkannya kembali isi kotak itu ke dalam sebuah wadah hingga kembali kosong. Dia mengulangi lagi upayanya. Namun kali ini, sang profesor meletakkan batu di posisi paling dasar, diikuti kerikil di atasnya, dan diakhiri pasir yang mengisi sela-sela batu dan kerikil. Apa yang terjadi ? Sang profesor itu berkata, "Wow, lihat ! kotak ini telah penuh, dan bisa ditutup dengan sempurna." Para mahasiswa hanya bisa saling memandang satu sama lain, karena tahu apa maksud sang profesor dan "eksperimennya". 

Untuk menjawab keingintahuan mereka, sang profesor itu lalu berujar. "Kotak ini ibarat kehidupan. Hidup saya, dan juga hidup kalian. Kalau kita selalu mendahulukan hal-hal yang kecil, sepele, remeh dan mengakhirkan urusan-urusan besar, maka kita kelak tak akan bisa menutup kehidupan ini dengan sempurna. 

Batu mewakili hal-hal besar, mewakili juga prinsip hidup, visi, keyakinan, nilai. Sedangkan pasir dan kerikil mewakili hal-hal kecil yang tetap kita perlukan untuk mewarnai hidup kita. Seperti kinginan, kesenangan, kecenderungan, dan sebagainya.". Mendengar itu para mahasiswa pun mengangguk tanda setuju.

Apa yang dikatakan profesor dalam kisah di atas, memang benar adanya. Kehidupan ini terlalu singkat. Sangat singkat. Kita harus pandai-pandai menentukan apa saja yang harus kita utamakan. Tujuan hidup, prinsip, tekad, keyakinan, dan semangat yang kita miliki harus menjadi batu dalam kotak kehidupan kita. Dan dari batu yang kita miliki itu, kita bisa membuat kerikil dan pasir sekehendak kita. Hingga tak ada lagi celah yang kosong dalam hidup kita. Wallahu A'lam.

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...