Assalamu alaikum. Selamat datang di blog pribadi saya. Silakan ambil apa yang menurut anda baik dan abaikan apa yang menurut anda salah. Sebuah kebahagiaan bagi saya bila anda bersedia menulis komentar, respon, kritik dan masukan untuk perbaikan yang lebih baik. Terima kasih.

Hikmah

Thursday, March 10, 2011

Mengingat Mati

[- Demak, 10 Maret 2011, 08.35 -]

Lagi-lagi saya diingatkan akan kematian. Ibunda kawan saya, bapak Irmawan Vitono, telah kembali kedalam pelukan rahmat-Nya kemarin. Dan rencananya hari ini akan dimakamkan di TPU Bergota Semarang. Semoga Allah memberikan tempat yang terbaik baginya. Dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran, serta yang terpenting, hikmah dari kematian itu sendiri.

Saya jadi teringat peristiwa sekitar 17 tahun yang lalu. Kala itu saya masih duduk dibangku kelas 1 SMP. Secara tiba-tiba perut saya terasa melilit. Awalnya saya kira diare biasa, namun setelah dibawa ke dokter, saya divonis kena infeksi apendix (usus buntu) yang harus segera dioperasi.
Menit-menit menjelang operasi itu lah saat-saat yang tak bisa saya lupakan. Perasaan takut mati tiba-tiba bergelayut dalam pikiran saya. Bahkan bayang-bayang ketika memasuki alam kubur pun, selalu terngiang dalam angan. Sampai-sampai, tak henti-hentinya saya menghafal kembali dengan seksama, jawaban dari setiap pertanyaan yang saya tahu akan ditanyakan oleh malaikat sang penjaga kubur. Belum lagi saat saya berhitung, berapa banyak amal saya selama ini. Mampukah ia melibihi amalan buruk saya saat ditimbang nanti. Masya Allah, benar-benar perasaan yang mencekam pada waktu itu.

Seringkali kita mendengar kisah orang-orang yang diberi kesempatan merasakan "kehidupan keduanya". Dan sebagian besar dari mereka, memaknai setiap jengkal sisa hidupnya dengan penuh syukur dan selalu dalam kebermaknaan. Apa yang saya alami bisa jadi hanya karena ketakutan seorang anak yang menurut saya sangat wajar, dan mungkin sedikit agak berlebihan. Mengingat resiko dari operasi yang saya jalani waktu itu sangat lah kecil dan ditangani pada saat yang belum terlambat. Namun demikian, bukan berarti saya bisa melupakan peristiwa itu begitu saja. Mungkin itulah cara Allah memberi peringatan kepada saya. Dan mungkin Allah punya cara lain untuk mengingatkan setiap hamba-Nya.

Bukan mati yang saya takutkan, namun ketidaksiapan saat menyambut kematian itulah yang sangat sangat saya takutkan.

Rabbi, selalu dan selalu ingatkanlah hamba-Mu ini dikala menyimpang dari jalan-Mu. Agar kelak aku bisa menghadap-Mu dengan tersenyum.

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...