Assalamu alaikum. Selamat datang di blog pribadi saya. Silakan ambil apa yang menurut anda baik dan abaikan apa yang menurut anda salah. Sebuah kebahagiaan bagi saya bila anda bersedia menulis komentar, respon, kritik dan masukan untuk perbaikan yang lebih baik. Terima kasih.

Hikmah

Thursday, February 24, 2011

Pekan Panutan Penyampaian SPT PPh Tahunan KPP Pratama Demak

[- Demak, 16.00 -]

Dalam rangka mendorong masyarakat Demak untuk menyampaikan SPT PPh Tahunan tahun 2010, Kantor Pelayanan Pajak Pratama Demak menghelat sebuah acara yang bertajuk Pekan Panutan Penyampaian SPT PPh Tahunan Tahun 2010 pada hari Kamis, 24 Februari 2011 di Kantor Pelayanaan Pajak Pratama Demak, Jl. Sultan Patah No. 9 Demak.

Acara yang dihadiri oleh Kakanwil Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah I Sakli Anggoro, segenap jajaran Muspida Kabupaten Demak dan beberapa perwakilan wajib pajak di Kabupaten Demak itu diharapkan mampu mendorong masyarakat Demak untuk semakin sadar akan kewajibannya dalam melaporkan SPT PPh Tahunan.

Antara Keinginan dan Kebahagiaan

[- Demak, 14.50 -]
Sudah menjadi tabiat manusia ketika melihat sesuatu yang indah dan disenangi, terbersit dalam benak ini untuk memiliki. Itulah yang dinamakan keinginan. Jika keinginan hanya berujung pada apresiasi dan kesadaran diri, tentu tidak akan menjadi soal. Namun jika terus berlanjut pada hasrat yang menggebu tanpa pertimbangan atas kemampuan diri, tentu ini akan menjadi bumerang bagi kita.

Cepatnya arus informasi membuat kita dipaksa berhadapan dengan berbagai macam materi yang seolah berlomba merebut perhatian kita. Semuanya berseliweran di atas kepala kita. Bagi sebagian di antara kita, keinginan-keinginan itu bisa jadi berbenturan dengan daya beli kita yang sangat minim. Sehingga hasrat itu akan berhenti dengan sendirinya. Namun bagi orang yang tak memiliki masalah dengan daya beli, kemampuan mengendalikan diri dari nafsu konsumerisme menjadi hal yang harus diperhatikan.

Bagaimana tidak. Setiap hari, bisa dipastikan ada produk baru di pasaran yang bisa kita lihat di etalase toko maupun wall jejaring sosial kita. Mulai dari varian hasil pengembangan produk sebelumnya, sampai dengan produk yang benar-benar baru yang sebelumnya belum pernah ada. Sebut saja gadget. Tidak sedikit di antara kita yang menggilai piranti ini. Selain karena kebutuhan, faktor prestis tentu tak bisa dipungkiri ikut mendominasi alasan mengapa kita membelinya.

Yang sering kita lupakan adalah terkadang kita terlalu larut dalam kesenangan dan kebanggaan saat menggunakan sebuah produk tertentu. Tanpa melihat apakah produk tersebut mampu memberikan kebahagiaan hidup kita atau tidak. Ada sebuah keluarga kecil yang baru beberapa minggu memiliki sebuah laptop lengkap dengan modem dan layanan internet unlimitednya. Setiap malam, sepulang dari kantor sang ayah bergegas menyalakan laptop dan langsung browsing hingga larut malam. Dan ini terjadi hampir tiap malam. Kegilaannya terhadap internet sempat mendapat komplain dari sang istri. Bahkan bosnya pun berulangkali menegurnya karena beberapa kali terlambat masuk kantor.

Contoh kecil ini dapat menjadi bukti bahwa si pengguna belum menemukan kebahagiaan dari sebuah laptop yang baru saja dia beli. Maksud hati ingin selalu on line dan terdepan dalam akses informasi, namun yang terjadi malah terbengkalainya sisi-sisi kehidupannya yang lain. Ironis memang. Namun inilah gambaran sebagian masyarakat kita yang masih belum mampu menemukan kebahagiaan yang sebenarnya. Mungkin bagi mereka, dengan memenuhi segala apa yang menjadi keinginannya, mereka akan mendapatkan kebahagiaan.
Wallahu A'lm.

Tuesday, February 22, 2011

PPh Final Atas Bunga Simpanan Koperasi

[- www.dudiwahyudi.com -]
Bunga simpanan yang dibayarkan koperasi merupakan salah satu jenis penghasilan yang merupakan objek Pajak Penghasilan yang juga merupakan objek pemotongan Pajak Penghasilan. Khusus bunga simpanan koperasi yang dibayarkan kepada Wajib Pajak orang pribadi, penghasilan ini diatur khusus dan dikenakan PPh Final. Dalam UU Pajak Penghasilan lama, penghasilan ini menjadi objek PPh Pasal 23 dengan perlakuan khusus berupa sifat pemotongan final. Sejalan dengan berlakunya UU Nomor 36 Tahun 2008, penghasilan ini tidak lagi menjadi objek PPh Pasal 23, tetapi dipindah menjadi objek pemotongan PPh Final Pasal 4 ayat (2), walaupun substansi pengenaannya sama saja.

Dengan demikian, payung hukum pengenaan PPh atas bunga simpanan koperasi yang diterima oleh anggota koperasi orang pribadi, adalah Pasal 4 ayat (2) UU PPh. Sebagai peraturan pelaksanaannya adalah Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2009 dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor  112/PMK.03/2010. Tulisan sederhana di bawah ini didasarkan pada ketentuan di atas yang pelaksanaannya mulai berlaku tanggal 14 Juni 2010.

Sakit itu Cinta

[- Demak 08.30 -]
Ini hari kelima saya merasakan kondisi tubuh yang tidak sehat. Radang tenggorokan yang disertai demam benar-benar membuat saya tersiksa. Berawal dari perjalanan tengah malam menuju kampung halaman di Madiun. Saya kira hanya masuk angin biasa. Namun demam di sore hari dan nyeri-nyeri di sekujur otot cukup mengganggu kemesraan kami bersama orang tua dan adik-adik saya tercinta. Nyaris satu minggu saya tinggal di rumah tempat saya menghabiskan masa kecil dulu dalam kondisi yang kurang fit. Alhamdulillah kini sedang menuju pulih.

Benar kata orang. Sehat itu bagaikan mahkota yang hanya bisa dilihat oleh si sakit. Saya sempat iri dan sedikit menyesali, mengapa di momen-momen langka ini Allah menghadirkan cinta-Nya yang berupa sakit. Mengapa tidak lalu-lalu saja, atau nanti saat kembali ke Semarang.

Namun ternyata, yang terjadi kemudian, saya tidak melihat apa yang saya sesali menjadi benar-benar saya sesali. Justru saya melihat cinta di mana-mana. Bahkan hingga saat ini, saat saya sudah kembali beraktivitas di Semarang. Mungkin ini kali petama saya mengalami sakit yang agak berat sejak saya menikah. Dan ini kali pertama saya melihat bagaimana istri saya memerlakukan saya di saat sakit. Bagaimana dia memberi semangat, selalu mengingatkan agar obat tidak lupa dibawa ke kantor, menyuapin saat sarapan, memasak air panas buat mandi. Dan subhanallah, mungkin inilah cara Allah untuk menguatkan kembali cinta kami.

Berawal dari sakit, berujung pada cinta. Subhanallah ...

Monday, February 21, 2011

Ketenangan

[- Demak, 16.00 -]
Ketenangan, itulah fitrah manusia. Sebuah kondisi jiwa yang pasti akan dicari oleh siapapun yang masih menganggap dirinya manusia. Seberapa pun tinggi derajatnya.

Entah, apa yang berkecamuk dalam diri mantan presiden Mesir Husni Mubarak sekarang. Saat kehadirannya tak diinginkan lagi oleh sebagian besar rakyatnya. Apa pula yang sedang bergemuruh di dalam dada mantan presiden Tunisia Ben Ali, yang terusir dari negerinya sendiri. Meskipun saya tak bisa memastikan, anda pun mungkin setuju, bahwa mereka mungkin diliputi oleh kegelisahan dan jauh dari ketenangan. Ketenangan lah yang telah pergi meninggalkan mereka. Seperti perginya kepercayaan rakyat kepadanya, seperti perginya harta yang bertumpuk yang selama ini mereka kumpulkan.

Apakah kita pernah merasakan apa yang saat ini mereka berdua rasakan ? Jauh dari ketenangan ? mungkin belum. Suatu saat, siapa yang tahu. Namun dalam skala kecil, sebenarnya kita sering mengalami sebuah kondisi, dimana ketenangan bisa datang dan pergi begitu saja. Terkadang ketenangan itu pergi dengan perlahan, sampai-sampai kita tak menyadari kepergiannya. Dan kita pun ditinggal sendirian dalam kegelisahan dan kehilangan makna.

Lalu mengapa ketenangan pergi dari benak kita ?
Karena ada kewajiban yang belum kita tunaikan. Sekecil apa pun itu.
Dan kewajiban itu equivalen dengan peran kita. Sebagai hamba Allah, sebagai suami, sebagai ayah, sebagai karyawan. Semua memiliki haknya masing-masing. Sekecil apapun kewajiban itu kita abaikan, sekecil itulah kita menanam kegelisahan dalam hati kita.

Dengan hati yang bersih, kita akan selalu tahu kapan ketenangan bergerak meninggalkan kita, agar kita dapat merenggutnya kembali untuk jiwa kita.

Wallahu alm.

Tuesday, February 15, 2011

Yakinlah! Yakinlah Kepada-Nya

dakwatuna.com – Kunci tauhid itu satu: YAKIN.
YAKIN bahwa hanya Allah yang Maha Kuasa terhadap apa yang terjadi di dunia ini
YAKIN bahwa apapun yang terjadi pada diri kita, itu semua dikehendaki oleh Allah
YAKIN bahwa Allah menghendaki kebaikan dan keburukan yang menimpa diri kita dengan suatu tujuan
YAKIN bahwa dalam setiap kejadian yang menimpa kita, itulah keputusan terbaik dari-NYA setelah ikhtiar terbaik yang kita lakukan
YAKIN bahwa doa maupun jeritan hati kita didengar oleh Allah karena DIA begitu dekat
YAKIN bahwa doa adalah senjata ampuh kaum mukmin

Setelah mengikuti acara UI Bertauhid yang diisi oleh KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) sebagai kontemplasi akhir tahun Masehi, yang diadakan pada Selasa, 28 Desember 2010, di Masjid Ukhuwah Islamiyah, Universitas Indonesia, Depok, aku menjadi semakin yakin bahwa memang keyakinan terhadap Rabb itulah yang membuat hidup seseorang menjadi tenang. Jika mendapatkan ujian kesulitan, bersabarlah sedangkan jika mendapatkan ujian kenikmatan maka bersyukurlah. Ya! Memang seharusnya dua hal itulah yang dilakukan kaum mukmin dalam menjalani roda kehidupan ini: bersabar dan bersyukur. Apapun yang terjadi pada diri kita, semua itu dikehendaki oleh Allah. So, jangan pernah takut menjalani hidup, ada Allah Yang Maha Besar dan Maha Kuasa. Mintalah padaNYA niscaya DIA akan mendengarkan segala pinta.

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (QS. Al-Ankabut: 2-3)

Monday, February 14, 2011

Menjaga Prasangka

Oleh: Siti Zuhrotun Nisa'

dakwatuna.com – Adakah peristiwa yang berlangsung lebih dari sepuluh tahun lalu dan masih senantiasa membekas di benak Anda? Bisa ya bisa pula tidak. Bagi saya, ada suatu kisah yang masih membekas karena hikmahnya ternyata belum begitu lama mampu benar-benar saya pahami…

Alkisah, saya sedang menonton pawai tujuh belasan waktu itu. Lokasinya di dekat perlintasan kereta api, sebuah pertigaan, yang salah satu arahnya adalah arah menuju RSUD Wates. Penonton yang berjubel otomatis menutup jalan utama yang menuju rumah sakit tersebut.

Di tengah ramainya suasana, sebuah mini van berusaha menyeruak kerumunan. Karuan saja pak polisi bertindak dan terjadilah suatu dialog dengan sang pengemudi mobil. Karena posisi saya cukup jauh untuk mendengarkan, jadilah saya hanya menilai alangkah ngaconya mobil yang hendak meminta jalan tersebut. Namun sejurus kemudian saya juga terkejut melihat seorang wanita yang duduk di sebelah pengemudi mobil itu. Di tangannya tampak seorang anak yang rapat terbalut kain dan direngkuh dengan gemetaran sepertinya. Ketika lebih jelas saya amati pun, raut kedua orang tersebut tampak cemas dan terburu-buru. Tak berapa lama, mobil tersebut dibiarkan lewat dan meluncur cepat ke arah rumah sakit.

Khadijah Mengajarkan Cinta Kepada Kita

Oleh: Ulis Tofa, Lc 

Dakwatuna.com - Diriwayatkan dalam sahih Bukhari dengan sanadnya, dari Ibnu Syihab dari Urwah bin Az Zubair dari Aisyah, ummul mukminin menceritakan hadits tentang pemulaan turunnya wahyu, yaitu ketika Malaikat Jibril turun menemui Muhammad di gua Hira’ dan memintanya membaca ” iqra’ ” tiga kali.
Tiga kali juga Muhammad saw. menjawab“Maa ana biqari’ “, menegaskan bahwa beliau tidak bisa membaca. Kata “maa” merupakan penafian atau pengingkaran bahwa memang beliau tidak sanggup membaca sama sekali. Kemudian Jibril mendekapnya dengan kuat. Peristiwa tiba-tiba itu membuat Muhammad saw. takut dan khawatir terhadap dirinya.

Muhammad saw. segera pulang menemui Khadijah binti Khuwailid ra seraya berkata, “Selimuti aku, selimuti aku.” Dengan sigap Khadijah menyelimutinya, perlahan rasa takut mulai menghilang. Setelah merasa tenang, Muhammad saw. menceritakan kejadian yang dialaminya. “Sungguh saya takut terhadap diriku.” pungkas Muhammad saw.

“فقالت خديجة: كلا والله ما يخزيك الله أبدا إنك لتصل الرحم ، وتحمل الكل، وتُكسب المعدوم، وتُقرى الضيف، وتُعين على نوائب الحق”

Dengan sigap dan mantap Khadijah menjawab, “Tidak, sekali-kali tidak, Demi Allah, Allah tidak akan menghinakan engkau selamanya, karena engkau penyambung silaturahim, membantu yang memerlukan, meringankan orang yang tidak berpunya, memulyakan tamu dan menolong untuk kebenaran.”

****

Yang menarik untuk disebut dari periwayatan ini adalah, bahwa Aisyah istri Rasulullah saw. sangat cemburu dengan Khadijah , namun demikian, Aisyah secara amanah meriwayatkan kisah ini apa adanya, tidak dikurangi sedikit pun. Subhanallah!

****
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...