Assalamu alaikum. Selamat datang di blog pribadi saya. Silakan ambil apa yang menurut anda baik dan abaikan apa yang menurut anda salah. Sebuah kebahagiaan bagi saya bila anda bersedia menulis komentar, respon, kritik dan masukan untuk perbaikan yang lebih baik. Terima kasih.

Hikmah

Thursday, December 16, 2010

Syukur Pangkal Sukses

Ditulis oleh Waidi Akbar

“Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku” (QS: Al-Baqarah ,152),

”Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barangsiapa yang kufur (tidak bersyukur), maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya (tidak membutuhkan sesuatu) lagi Mahamulia” (QS: An-Naml, 40)

Sering saya tanyakan kepada audience seminar atau training dengan sebuah pertanyaan: sukses dulu baru senang atau sebaliknya, senang dulu baru sukses? Hampir seluruh peserta memilih jawaban sukses dulu baru senang. Jawaban ini jelas keliru! Mestinya senang dulu baru sukses! Kapan senangnya bila harus nunggu sukses dulu? Boleh jadi tidak akan pernah merasa seang bila harus menunggu sukses lebih dahulu.

Saya sangat memakluminya karena paradigma mereka sukses adalah identik dengan keberhasilan materi. Yang terpikirkan baginya adalah keberhasilan itu sendiri, tanpa pernah melihat bahwa prasyarat sukses adalah kondisi pikiran yang senang terlebih dahulu. Tidak ada ceritanya orang dalam kondisi pikiran murung, sedih, depresi bisa menjadi sukses. Kesedihan hanya akan menyebabkan suluruh potensi diri tertutup, seluruh sel dan syaraf bersekutu untuk berhenti bekerja, spirit pun nyaris berhenti, segala capaian hari ini menjadi tidak ada gunanya. Apabila sudah demikian, semuanya terlihat serba salah dan putus asa.

Wednesday, December 15, 2010

Unconscious Blitz Reading, Cara Baru dalam Membaca

[- Demak, 16.15 -]

Beruntunglah kita bisa hidup di jaman yang penuh dengan kemudahan dalam mengakses informasi. Internet, dengan segala kebaikan dan keburukannya, membuat informasi mengalir tanpa batas. Ini pula yang membuat ilmu pengetahuan manusia mengalami percepatan yang luar biasa dalam beberapa dekade terakhir.

Namun, mampukah atau lebih tepatnya, siapkah kita mengimbangi fenomena tersebut ?

Satu dari sekian banyak sarana tranformasi ilmu itu adalah dengan membaca. Jutaan buku yang beredar di pasaran tentu tak akan membawa dampak apa-apa bila kita tidak membacanya. Ribuan e-book yang bisa diunduh di internet pun tak akan membuat kita melesat maju tanpa dibaca. Alhasil, kemauan dan kemampuan kita dalam membaca mutlak harus kita miliki.

Unconscious Blitz Reading, sebuah metode baru dalam membaca temuan praktisi NLP berlisensi Ronny F Ronodirdjo menawarkan sebuah solusi baru dalam membaca. Dalam e-booknya yang bisa di download gratis di sini, penulis mengenalkan sebuah metode yang layak untuk kita coba. Mungkin kita selama ini sudah terlanjur familiar dengan teori Speed Reading yang mengandalkan teknik kecepatan membacanya. Atau yang belum lama ini muncul metode Photoreading, teknik yang turut mengilhami ditemukannya Unconscious Blitz Reading ini. Namun metode ini sangat beda, dan bisa dikatakan sebuah terobosan baru.

Tuesday, December 14, 2010

SHARE AND BE HAPPY

Written by Andre Wongso

Take and Give, itulah kata yang sering kita dengar. Namun sekarang telah terjadi pergeseran, sejak dengan memberi kita akan mendapatkan kebahagiaan maka istilahnya menjadi Give and Take. Kita semua ini harus berbagi agar mendapat kesejahteraan bagi semua umat.

Namun semangat berbagi memang masih harus diperjuangkan. Berikut adalah ilustrasi cerita, yang dengannya kita bisa terinspirasi dan termotivasi untuk berbagi. Adi adalah seorang anak SD kelas lima. Dia selalu membawa bekal ke sekolah. Setiap hari Adi selalu datang pagi sekali. Teman – temannya pun belum ada yang datang. Suatu hari saat jam istrahat tiba, Adi terkejut melihat bekal yang dibawanya dari rumah berkurang separuh. 

Dia pun bertanya dalam hati, siapa kiranya yang mengambil separuh bekalnya. Ketika pulang sekolah, Adi langsung mengklarifikasi mengenai bekalnya yang hilang separuh itu kepada ibunya. Lalu Ibu Adi berkata bahwa beliau tidak pernah kurang menyiapkan bekal Adi. 

Monday, December 13, 2010

Formulir SPT Masa PPN 1111

[- Demak, 14.00 -]

Bagi anda pengusaha kena pajak yang selama ini rutin melaporkan SPT masa PPN baik dalam format hard copy maupun data elektronik (e-spt maupun e-filing), mulai masa Januari 2011, Direktorat Jenderal Pajak akan mewajibkan penggunaan SPT PPN format baru.

Bila selama ini kita mengenal formulir 1107, 1107 PUT, 1108, maka per 1 Januari 2011, kita hanya mengenal SPT Masa PPN 1111 (baca: satu satu sebelas), SPT Masa PPN 1111 DM bagi PKP yang menggunakan Pedoman Penghitungan Pengkreditan Pajak Masukan, dan SPT Masa PPN 1107 PUT bagi PKP Pemungut.

Perubahan tersebut diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor : PER-44/PJ/2010 tentang Bentuk, Isi, dan tata Cara Pengisian serta Penyampaian Surat Pemberitahuan Masa PPN (SPT Masa PPN). Dan PER-45/PJ/2010 tentang Bentuk, Isi, dan tata Cara Pengisian serta Penyampaian Surat Pemberitahuan Masa PPN (SPT Masa PPN) Bagi PKP yang menggunakan Pedoman Penghitungan Pengkreditan Pajak Masukan.

Perubahan tersebut dilakukan dengan pertimbangan :
  1. Mengakomodir ketentuan-ketentuan dalam UU PPN dan KUP yang baru
  2. Mengurangi jenis SPT Masa PPN yang berlaku (SPT Masa PPN 1111 merupakan pengganti SPT Masa PPN1107 & SPT Masa PPN 1108)
  3. Sudah dalam format scanning, sehingga tidak ada lagi pembedaan format scanning dan non scanning sebagaimana yang diatur sebelumnya.

Friday, December 3, 2010

Waspadai penyakit stroke

[- Demak 13.30 -]

Berdasarkan catatan, stroke adalah penyakit penyebab kematian ketiga setelah jantung dan kanker. Dan berdasarkan survey, 60 % penderitanya adalah penduduk negara berkembang, termasuk Indonesia.

Kurangnya informasi mengenai penyakit ini berikut cara-cara pencegahannya membuat kebanyakan pasien datang ke rumah sakit dalam kondisi yang sudah parah. Ingin tahu lebih jauh tentang penyakit stroke ? Berikut sebuah artikel dari www. jendelaolahraga.com patut anda simak

Selamat Jalan, Pak Rawuh

Rawuh Makaryo namanya. Kawan yang sejak beberapa hari yang lalu tergolek koma itu kini telah tiada. Kemarin siang saya sempat melihat kondisinya di Ruang ICU RSU Karyadi. Ditemani dua teman sekantor, kami mendengarkan penjelasan dari istrinya di ruang tunggu.

Dari mimik mukanya, dia terlihat tabah menerima kondisi laki-laki tercinta yang telah dikenalnya sejak kuliah di STAN itu. Namun matanya yang sembab tak bisa disembunyikan. Saya sangat mengerti apa yang dia rasakan waktu itu. Meskipun saya belum pernah merasakan berada dalam posisi yang sama sebelumnya.

Kedua orang tuanya turut menemani kami. Dari penuturan sang ayah, kami mendengar nada optimis dari suaranya. Beberapa kali dia mengungkapkan hal-hal baik perihal kondisi menantunya. Entah demikian adanya, atau sekedar untuk menjaga perasaan dan emosi anaknya saya tidak tahu.

Beberapa obrolan kami juga sempat menyinggung beberapa kawan yang pernah mengalami hal yang sama, namun berhasil melewati dan kini menjalani kehidupan keduanya. Sebagaimana yang pernah ditayangkan di acara Kick Andy beberapa waktu yang lalu tentang bagaimana orang-orang yang beruntung bisa memulai hidupnya kembali.

Namun rasanya harapan itu tinggal lah harapan. Saat main bulutangkis tadi pagi, terdengar kabar beliau telah dipanggil Allah SWT.

Selamat jalan Pak Rawuh. Semoga bahagia disana di bawah naungan cinta-Nya.

Thursday, December 2, 2010

Mari bersiap sebelum sakit

[- Demak, 11.30 -]

Terdengar kabar ada salah seorang kawan yang sedang terbaring koma di rumah sakit. Stroke, katanya. Sosok yang hobi banget sama fotografi itu pernah satu kelas dengan saya di sebuah diklat dua tahun yang lalu. Meski belum sempat ngobrol secara intens waktu itu, tapi saya masih inget betul orangnya. Kalau tidak salah hitung, mungkin usianya sudah lewat empat puluh tahun.

Pikiran saya langsung membayangkan bagaimana kondisinya sekarang. Di ruang ICU yang steril dan dingin. Dengan selang infus atau apalah, yang menjulur di tangan. Atau mungkin juga lubang hidungnya. Berbagai piranti penyelamatan siaga di sekitar tempat tidurnya. Dan bebrapa perawat dengan pena dan selembar kertas di tangan, terlihat mencatat kondisinya dengan seksama.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...