Assalamu alaikum. Selamat datang di blog pribadi saya. Silakan ambil apa yang menurut anda baik dan abaikan apa yang menurut anda salah. Sebuah kebahagiaan bagi saya bila anda bersedia menulis komentar, respon, kritik dan masukan untuk perbaikan yang lebih baik. Terima kasih.

Hikmah

Friday, November 26, 2010

Ayo buat target harian ibadah kita

[- Demak, 17.00 -]
Beberapa hari yang lalu saya membaca berita melalui sebuah media online tentang gaya kepemimpinan JK (Jusuf Kalla) di tubuh PMI. Dikabarkan bahwa dalam mengelola lembaga yang berlambang palang berwarna merah itu, JK tetap menampakkan karakternya sebagai seorang pengusaha.

Lalu bagaimana sepak terjangnya ? Apakah langsung melakukan komersialisasi PMI ? Tentu tidak. Namun JK menekankan jajarannya untuk selalu bekerja dalam target. Sikap ini pula yang membuatnya terlihat mampu bergerak lebih cepat kala masih duduk di kursi birokrasi.

Apa yang dilakukan JK sebagaimana bisnisman lainnya patut untuk kita contoh. Sebagai individu, apapun profesi kita, tentu kita seharusnya mempunyai target dalam menapaki jalan hidup. Hal apa saja yang seharusnya kita buat targetnya ? Menurut saya, apa pun yang kita yakini dan kita anggap benar, harus kita susun target.
 
Dalam sisi spiritual, sebagai seorang muslim, apabila kita benar-benar telah meyakini bahwa amalan sunnah yang diutamakan (seperti qiyamullail, shaum (puasa), tilawah al quran, dll) mampu meningkatkan kualitas hidup kita, kita pun harus menyusun targetnya. Agar apa yang kita yakini benar, benar-benar merasuk dalam diri kita. Sedangkan untuk amalan wajib, saya pikir kita sudah cukup dewasa untuk tidak meninggalkannya sehingga tidak perlu disusun targetnya.



Namun sayangnya, terkadang tidak banyak di antara kita yang mau menyusun target untuk hal-hal menunjang spiritualitas kita. Apalagi berupaya berkomitmen terhadap apa yang ditargetkan. Tentu dengan tidak meninggalkan faktor keikhlasan dalam beramal.

Mungkin ini terlalu sepele. Atau mungkin belum pernah terpikirkan sebelumnya. Banyak di antara kita sepertinya lebih tertarik untuk menyusun target dalam capaian bisnis dan pekerjaan. Karena menganggap lebih realistis dan masuk di akal.

Di dunia bisnis, amalan ibadah bisa kita analogkan sebagai proyek-proyek bisnis yang harus kita rawat agar membuahkan hasil. Dan sebagaimana sebuah proyek bisnis, capaian pelaksanaannya pasti akan mengalami pasang dan surut. Dengan target yang jelas dan terukur, kita akan tahu dimana posisi capaian bisnis kita, apakah untung, rugi, atau impas. Sebagaimana kita sadar bagaimana kondisi ruhiyah kita, apakah kita dalam posisi "on fire" semangat yang membara, atau kah malas-malasan.

Dalam praktiknya, kita bisa menyusun target dalam format tabel yang bisa ditempel di dinding kamar kita. Dan agar tambah seru, ajak istri dan anak-anak kita untuk membuat target sesuai kemampuannya masing-masing, sebagai sarana berfastabiqul khairat. Jangan lupa juga rencanakan reward and punishment sesuai kesepakatan bersama.

Akhirnya, semoga kita bisa menjaga keistiqomahan amalan kita.
Download Contoh Rencana dan Capaian Amalan Ibadah Harian DISINI

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...