Assalamu alaikum. Selamat datang di blog pribadi saya. Silakan ambil apa yang menurut anda baik dan abaikan apa yang menurut anda salah. Sebuah kebahagiaan bagi saya bila anda bersedia menulis komentar, respon, kritik dan masukan untuk perbaikan yang lebih baik. Terima kasih.

Hikmah

Wednesday, November 17, 2010

Bersepeda, yuk !

[- Semarang, 09.00 -]
Ini adalah cerita tentang sepeda yang saya beli sekitar enam bulan yang lalu. Awalnya, saya butuh sekali sarana transportasi yang hemat BBM dan nggak berisik untuk sekedar shalat shubuh di mesjid yang jaraknya lumayan tanggung di luar komplek. Maklum di rumah nggak ada motor, karena motor satu satunya harus selalu standby di rumah mertua untuk berangkat ke kantor. Sedangkan kalau pakai mobil pastinya kurang praktis.

Setelah "proposal" persetujuan di "teken" istri, akhirnya perburuan pun dimulai. Jujur, saya awam sekali soal sepeda. Saya cuman tahu merek sepeda itu ada tiga, Polygon, Wim Cycle, dan Federal. Polygon saya kenal dari iklan di TV, Wim saya tahu karena pabriknya di Gresik, kota pertama tempat saya bekerja. Yang terakhir saya tahu karena merek ini begitu familiar sewaktu saya kecil.  Dan bayangan saya dalam kisaran harga sejuta dua jutaan lah. Tapi begitu saya masuk ke beberapa toko, baru saya tahu kalau banyak sepeda impor yang harganya puluhan juta. Jujur saja saya setengah ngga percaya waktu itu, masak sepeda sama motor mahalan sepeda yak ?  

Dengan pertimbangan manfaat yang diperoleh dan harga yang pas, akhirnya pilihan saya jatuh pada Polygon Heist 4.0 (Ups, harusnya ngga boleh nyebut merek ya). Salah satu tipe hybrid yang mantap di jalur aspal.


Olah raga bersepeda sebenarnya hobi lama yang akhir-akhir ini cukup populer di masyarakat perkotaan. Isu-isu lingkungan dan pemanasan global turut andil dalam meningkatkan tren bersepeda. Dan akhirnya turut pula membumikan itilah-istilah yang sering kita dengar seperti Bike to Work, Bike to Campus, Go Green, Global Warming dll. Imbasnya, muncul klub maupun komunitas bersepeda di hampir setiap segmen masyarakat. Mulai karyawan, mahasiswa, bahkan anak-anak Bahkan di Tembalang, tempat saya tinggal ada tempat persewaan sepeda yang tarifnya cukup murah meriah, Rp 3.000,- / jam.

Untuk club atau komunitas sepeda, biasanya mereka mempunyai segmen anggotanya masing, bergantung pada kedekatan lokasi atau area. Dan setahu saya, untuk Semarang atas (Tembalang, Banyumanik dan sekitarnya) ada Rosatan, Rombongan Semarang Atas. Yang unik dari komunitas ini adalah, ada apresiasi khusus bagi anggotanya yang mampu menaklukkan tanjakan gombel. Sedangkan untuk Semarang bawah, setiap ahad pagi ada rombongan sepeda yang kumpul di seputaran simpang lima. Even-even fun bike pun hampir ada setiap bulannya. Bahkan bulan ini hampir ada tiap pekan. Bagi yang ingin goes malam hari pun, ada even rutin setiap jumat pekan keempat.

Seiring berjalannya waktu, kebiasaan nggoes di pagi hari ditambah sedikit provokasi teman-teman di kantor maupun tetangga komplek, membuat saya lebih bergairah untuk bersepeda. Meskipun hanya sepekan sekali bersepeda mengelilingi komplek. Apalagi si kecil Aisya tak pernah menolak menjadi partner bersepeda saya.  


 Posted by ShoZu

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...