Assalamu alaikum. Selamat datang di blog pribadi saya. Silakan ambil apa yang menurut anda baik dan abaikan apa yang menurut anda salah. Sebuah kebahagiaan bagi saya bila anda bersedia menulis komentar, respon, kritik dan masukan untuk perbaikan yang lebih baik. Terima kasih.

Hikmah

Friday, October 29, 2010

Mbah Maridjan : Sosok Guru Ngaji Pemantau Merapi

Siapa tak mengenal Mbah Marijan. Sosok sederhana yang dikenal sebagai juru kunci gunung merapi itu kini telah tiada. Awan panas yang meluncur dari puncak merapi, Selasa petang (26/10) yang lalu, telah menjemput lelaki tangguh itu untuk menghadap Sang Khalik, pemilik Merapi sebenarnya. Kepergiannya juga telah meninggalkan pesan berharga bagi kita. Pesan kesetiaan, konsistensi, komitmen dalam tugas, kebersahajaan, dan pengabdian. Seperti halnya saya, mungkin anda belum mengenal lebih mendalam akan sosok yang terkenal dengan slogan rosa ...!! (kuat) dalam sebuah iklan minuman berenergi itu. Seorang kawan telah mengulas siapa sebenarnya Mbah Marijan. (baca selengkapnya)

Wednesday, October 20, 2010

Buah hatiku

Senangnya bisa melihat si buah hati terus tumbuh dan berkembang. Di usianya yang baru saja melewati tahun kedua, sudah banyak hal yang mulai ingin dilakukannya. Mulai mengincar tembok untuk dicorat coret, makan minum tanpa disuapi, berenang di atas pelampung, hingga mencoba belajar menggoes sepeda mininya. Semoga sehat ya nak ... Kelak kau pasti jadi anak hebat.

Menaklukkan Hawa Nafsu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Dikisahkan, sekembalinya dari sebuah pertempuran, Rasulullah SAW berkata, "Kita baru saja pulang dari jihad (perang) kecil menuju jihad terbesar (al-jihad al-akbar)." Sambil terperangah, para sahabat bertanya, "Apakah gerangan perang terbesar itu wahai Rasulullah?"  Nabi menjawab, ''Mujahadat al-Nafs" (perang menaklukkan diri sendiri). (HR Baihaqi dari Jabir).

Meskipun dipandang lemah oleh al-Albani dalam Silsilat al-Dha`if wa al-Maudhu`ah, hadis ini sesungguhnya dapat dipandang sahih ditilik dari segi maknanya (shahih fi al-ma`na). Ada beberapa hadis lain yang semakna dan derajat kualitasnya lebih tinggi. Di antaranya hadis yang menyatakan, "Petarung sejati (mujahid) adalah orang yang mampu menaklukkan dirinya sendiri. Orang yang hijrah adalah orang yang mampu meninggalkan keburukan.'' (HR Ahmad dan Baihaqi dari Fadhalah ibn `Ubaid).
 Untuk keluar sebagai pemenang dalam perang terbesar ini, kita perlu mengetahui dan melakukan beberapa hal. Pertama, mengenali musuh utama kita sendiri, yaitu hawa nafsu. Dalam Alquran, kata hawa bermakna keinginan atau kecenderungan kepada sesuaatu yang buruk atau sesuatu yang melawan kebenaran dan kebaikan.

Disebut hawa, menurut pakar bahasa al-Ishfahani, karena keinginan itu membikin manusia lalai (wahiyah) di dunia dan menjerumuskannya ke dalam neraka (hawiyah) di akhirat. "Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikit pun." (QS Qashash (28): 50).

Kedua, mengelola dan mengendalikan nafsu dengan menggunakan kekuatan dan kecerdasan akal. Menurut filosof Muslim Ibnu Masykawaih, akal bukan hanya alat berpikir, melainkan juga alat kontrol dan pengendali (tadbir) kecederungan-kecenderungan yang bersifat destruktif dalam diri. Jadi, akal harus kendalikan nafsu.

Ketiga, melawan dan menolak kecenderungan nafsu, yakni tidak menuruti dan mengikuti kemauannya. Kalau Anda ingin menemukan kebenaran, demikian disarankan oleh orang bijak, maka perhatikanlah keinginan dan kecenderungan Anda, lalu ambillah sesuatu yang bertolak belakang dengan keinginan itu. Itulah kebenaran dan itulah yang dinamakan "Mukhalafat al-Hawa".

Keempat, menaklukkan nafsu dan menguasai sepenuh-penuhnya. Menurut Ghazali, perang dan pertarungan melawan nafsu berlangsung setiap saat. Dalam pertarungan ini, kita bisa menang pada suatu waktu, tetapi kalah pada waktu yang lain. Begitulah seterusnya, menang dan kalah silih berganti.

Namun, bagi orang-orang tertentu, yang terpelajar dan terlatih, serta mendapat pertolongan dari Allah, mereka mampu menaklukkannya dan keluar sebagai pemenang. Mereka itulah yang dinamakan petarung sejati. Allah SWT menjanjikan kemuliaan dan surga kepada mereka. "Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal-(nya)." (QS al-Nazi`at (79):40-41). Wallahu a`lam

Red: Budi Raharjo
Rep: Dr A lyas Ismail MA

Sumber : Republika Online Rabu, 20 Oktober 2010, 10:00 WIB

AS Masih Ragu Rangkul Keuangan Syariah

REPUBLIKA.CO.ID,
JAKARTA--Keuangan syariah berhasil mencuri perhatian dunia. Dari Inggris, Australia, hingga Prancis semua mendukung pertumbuhan sektor keuangan syariah. Padahal, di Prancis, misalnya, muncul gonjang-ganjing soal pelarangan cadar.

Bagaimana dengan Amerika Serikat? Ada kisah berbeda dari negeri Paman Sam ini. Semangat untuk merangkul keuangan syariah terganjal oleh kondisi politik dalam negeri. Akibatnya, bisa diramalkan: pertumbuhan keuangan syariah melambat dan kucuran investasi dari negara-negara Teluk yang kaya raya pun akan berpaling ke negara lain. Meski tak semua, namun warga AS masih memandang sinis kepada sistem keuangan syariah.

Mereka menduga, industri ini adalah pintu bagi kucuran dana kepada para teroris atau rencana umat Islam untuk menyebarkan ajarannya-termasuk larangan soal riba. Padahal, jika ingin dirunut, larangan riba juga berlaku pada ajaran Kristen dan Yahudi.  

The Center for Security Policy, yaitu sebuah think tank AS, September lalu merilis laporan bertajuk Shariah: The Threat to America (Syariah: Ancaman bagi Amerika). Isinya menyebutkan, praktik mendorong syariah “tidak sejalan dengan konstitusi” dan harus “dilarang”.

Laporan ini bahkan dipaparkan di Capital Hill tempat para anggota dewan legislatif AS berkantor. Sejumlah anggota parlemen asal Republik mendukung paparan ini. Salah satunya adalah mantan ketua House of Representative, Newt Gingrich. Menurut Gingrich, seharusnya ada undang-undang federal yang memastikan bahwa segala yang berbau syariah-termasuk sistem keuangannya-tidak diakui oleh pengadilan manapun di AS.

Terpaksa beralih
“Seandainya ada pilihan dan imbalan serta analisis risikonya bisa diterima, namun jika di satu tempat menyambut kehadiran Muslim sedang di politisi di suatu negara lain bertindak sebaliknya, tentu Muslim lebih baik mendatangi jurisdiksi yang bersikap terbuka kepada mereka,” kata Jawad Ali, managing partner and deputy global head untuk keuangan syariah di King & Spalding.

Secara tradisional, AS menjadi daerah tujuan investasi yang menjadi pilihan para investor Timur Tengah. Bahkan, menurut Ali, ada sejumlah alasan lainnya yang cukup menggiurkan. Misalnya saja, peraturan perpajakan di AS dinilai kondusif bagi pertumbuhan keuangan syariah.

Alasan lainnya adalah sebagian besar mata uang di negara Teluk masih terikat pada dolar AS. Bahkan, minyak bumi produksi mereka pun dihargai dalam dolar AS. Namun, angin politik yang berhembus di AS bisa saja mengalihkan atau menunda pertumbuhan bisnis ini.

“Para investor memang belum lari dari AS. Namun, saya sudah melihat ada sejumlah investor potensial dari Timur Tengah yang menimbang kembali investasi sesuai syariah yang akan mereka kucurkan. Mereka khawatir dengan iklim (politik),” kata seorang bankir syariah yang berkantor di Teluk.

Kabar baiknya, meski retorika negatif merebak di AS, perekonomian Timur Tengah tak ikut goyah karenanya. Perusahaan AS masih aktif berinvestasi di kawasan tersebut. Jika mereka diminta untuk menjalankan bisnis sesuai prinsip syariah, mereka pun tak segan untuk menyetujuinya.

Kenyataan memang menunjukkan, prospek pemulihan ekonomi di AS dan Eropa masih belum jelas. Tak heran jika perusahaan dan lembaga keuangan Barat masih mencari keuntungan lebih dari pasar-pasar yang kian berkembang-termasuk kawasan Teluk.
Kalaupun ada sisi negatif dari sentimen negatif ini adalah AS akan tertinggal di sektor keuangan syariah. Padahal, di negeri ini ada sekitar lima juta hingga tujuh juta Muslim.

Berdasarkan penelitian oleh Pew Research Study, 41 persen Muslim Amerika berpenghasilan 50 ribu dolar AS lebih per tahun. Memang, ada sekitar 20 lembaga keuangan AS yang menawarkan produk syariahnya. Namun, belum ada satu pun bank umum syariah di negeri ini. Di Inggris, orang dapat memilih layanan jasa Islamic Bank of Britain.

“Banyak orang yang tidak mengerti apa-apa tentang Islam dan negara Muslim, tidak banyak berbuat untuk mendidik rakyat Amerika,” James Abourezk, mantan senator yang menjadi senator AS keturunan Arab pertama. Lantas, bagaimana dengan sikap lembaga Pemerintah AS? Ternyata, Bank Sentral AS telah meluncurkan penelitian tentang keuangan syariah.

Saat ini mereka sibuk mencari konsultan dalam industri keuangan syariah.
Bahkan, Kementerian Keuangan AS telah meluncurkan program bertajuk Islamic Finance 101 pada 1995. Tujuannya adalah mengajarkan bisnis berprinsip syariah kepada aparat pemerintah.

Program ini bekerja sama dengan proyek keuangan syariah dari Harvard. Tujuan program ini adalah mempelajari keuangan syariah dari sudut pandang hukum dan menjalin kerja sama antarilmuwan dari dalam dan luar dunia Islam.

Terkesan mulus? Ah, tidak juga. Inisiatif inipun tercemar politisasi. Sebuah kolom di harian Washington Times menerbitkan kartun Elena Kagan, salah satu hakim agung di Mahkamah Agung AS, dengan sorban di kepala. Kagan dituding “membolehkan masuknya syariah ke pasar modal”. Pasalnya, Kaganlah yang mendukung proyek keuangan syariah saat ia menjadi dekan sekolah hukum Harvard.
Red: Budi Raharjo
Rep: Yeyen Rostiyani/Reuters/Gulf Times

Sumber : Republika Online Rabu, 20 Oktober 2010, 13:29 WIB

Percayakah, Mengepalkan Tangan Mampu Tingkatkan Pengendalian Diri



REPUBLIKA.CO.ID, LONDON-Berdasarkan penelitian, mengepalkan tangan selama beberapa saat bisa meningkatkan kontrol diri dan tekad anda saat mengalami masa tidak menyenangkan. Orang yang menghadapi tugas tidak menyenangkan mulai dari minum obat sampai mengatasi kabar buruk bisa mengurangi masa-masa menyakitkan ini dengan menegangkan otot mereka.

Penemuan itu berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di Journal of Consumer Research, seperti dikutip Daily Mail. Penelitian dilakukan oleh Iris Huang dari National University of Singapore dan Aparna Labroo dari University of Chicago.

Mereka menempatkan sekumpulan relawan melalui serangkaian dilema yang melibatkan penerimaan rasa sakit jangka panjang selama pencapaian jangka panjang. Aktivitas itu termasuk meletakkan tangan dalam air dingin, minum cuka encer, menonton amal dan pantang makanan tidak sehat.

Para penulis menemukan para partisipan yang memperketat otot pada saat menghadapi pergulatan di dalam lebih mampu menahan rasa sakit atau kegelisahan dan menolak makanan yang menggiurkan.

"Para partisipan yang diinstruksikan mengencangkan otot-otot mereka, tanpa memperhatikan otot mana yang mereka kencangkan, tangan, jari, betis atau bisep, saat berusaha mengerahkan pengendalian diri menunjukkan kemampuan lebih besar untuk menahan rasa sakit, mengonsumsi obat-obatan yang tak menyenangkan atau menghadapi makanan menggoda," tulis mereka.

Saat relawan terlalu lama tegang sebelumnya mereka merasa lelah saat mereka harus membuat pilihan.
Pengaruhnya juga bergantung pada pilihan yang selaras dengan tujuan para partisipan. Jadi para partisipan minum cuka yang tak menyenangkan lebih banyak bila mereka sudah mengatakan mereka menginginkan gaya hidup lebih sehat.

"Pikiran dan jiwa juga terikat bersama secara dekat, hanya mengepalkan otot-otot bisa menghidupkan tekad. Jadi hanya terlibat dalam tindakan-tindakan tubuh, bisa berfungsi sebagai sumber tanpa kesadaran untuk memicu kemauan," demikian kesimpulan para peneliti.
Red: Budi Raharjo
Rep: Antara
Sumber : Republika Online

Tuesday, October 19, 2010

Menurunkan Berat Badan dengan Air Putih

Merry Wahyuningsih - detikHealth Jakarta, Diet dengan hanya minum air putih dipercaya sebagai cara terbaik untuk menurunkan berat badan dengan cepat sekaligus membuang racun dari dalam tubuh. Bagaimana cara diet dengan air putih?

Orang yang sedang menjalani diet dengan hanya minum air putih sebaiknya menghindari semua makanan padat dan banyak minum air ketika menjalani diet ini.

Tanpa makanan padat tubuh masih bisa bertahan. Karena tubuh memiliki cadangan yang memadai untuk dapat bertahan selama beberapa hari tanpa makanan. Ahli gizi umumya merekomendasikan diet dengan minum air putih selama 10 hari bagi orang dengan kondisi fisik baik. Proses ini juga dapat membantu meningkatkan proses detokfisikasi.

Dilansir dari Buzzle, Selasa (19/10/2010), orang yang menjalani diet air putih, diharapkan minum 7-10 gelas air suling atau air minum yang dimurnikan setiap hari. Dengan diet ini, penurunan berat rata-rata sekitar 1-2 kilogram per hari.

Selain minum air, orang yang sedang menjalani diet air putih masih bisa mengonsumsi makanan yang berbentuk cair, seperti sup bening, jus buah tanpa ampas, kaldu sayuran, teh atau kopi tanpa gula dan krim atau buah-buahan yang mengandung banyak air.

Tapi tidak semua orang dapat menjalankan cara diet seperti ini. Karena orang dengan penyakit jantung, diabetes dan penyakit tertentu lainnya tidak boleh melakukan pola diet seperti ini.

Ada beberapa syarat yang perlu diperhatikan, antara lain:

  1. Orang yang diet air putih harus mengatur aktivitasnya, jangan sampai yang membutuhkan banyak tenaga dan mengeluarkan banyak keringat.
  2. Sebelum memilih diet air putih, Anda harus berkonsultasi dengan dokter. Orang dengan penyakit jantung, diabetes dan penyakit tertentu lainnya tidak boleh melakukan pola diet seperti ini.
  3. Bila Anda diet air putih lebih dari 1 minggu dan tidak dapat meninggalkan kegiatan rutin, maka Anda harus menyertakan jus buah sebagai tambahan gizi.
  4. Tidak disarankan untuk menggunakan air keran atau air mineral. Untuk melakukan diet air putih, sebaiknya gunakan air suling yang memiliki sifat magnetik untuk meningkatkan proses detoksifikasi.
  5. 8-10 hari sebelum diet air putih, Anda harus mulai makan banyak buah-buahan mentah dan sayuran, minum jus buah segar dan sayur jus. Hal ini akan membantu mempersiapkan tubuh untuk puasa dan detoksifikasi selama diet.
  6. Ketika sedang diet air, kemungkinan Anda mengalami pusing atau berkunang-kunang ketika tiba-tiba berdiri. Jadi selalu hati-hati ketika akan berdiri, tarik napas dalam-dalam baru kemudian berdiri. Tarik napas dalam-dalam dapat meningkatkan proses oksigenasi dan meningkatkan sirkulasi.
  7. Hindari makanan berat (makanan kaya lemak), berminyak, makanan pedas. Demikian pula, makan berlebihan juga harus dihindari. Jika Anda tidak mengubah kebiasaan makan setelah diet, Anda cenderung mendapatkan berat badan yang cepat.

(mer/ir) 


Sumber : Detik Health

Menjauhi Penyakit Hati

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Suatu hari, seorang laki-laki menemui Nabi Muhammad SAW, "Wahai Rasulullah, berwasiatlah kepadaku." Lalu Rasulullah bersabda, "Janganlah kamu marah!" Beliau mengulanginya berkali-kali, lalu bersabda, "Janganlah kamu marah." (HR Bukhari)

Hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah RA di atas berisi wasiat Rasulullah kepada umatnya agar menjauhi berbagai penyakit hati, seperti marah, dendam, iri, serta dengki kepada sesama. Ada dua jenis penyakit yang senantiasa melekat pada tubuh manusia, yaitu penyakit fisik dan penyakit hati.

Penyakit fisik terkadang mendapat perhatian lebih ketimbang penyakit hati. Padahal, penyakit hati pun berpotensi menimbulkan efek yang luar biasa.  Banyak yang tak menyadari bahwa penyakit hati merupakan sesuatu yang berbahaya.

Berbeda dengan penyakit fisik yang kasat mata dan dapat dirasakan, penyakit hati justru tersembunyi. Meski tak terlihat, penyakit hati akan melahirkan gangguan psikologis yang berpengaruh pada kesehatan fisik.  Salah satu penyakit hati yang sering kali muncul pada seorang manusia adalah dendam.

Dendam merupakan kumpulan marah dan amarah yang bisa menggerogoti kebersihan hati. Seorang yang menyemai dendam dalam hatinya, tak akan mengalami ketidaktenangan diri, sebelum kemarahannya terlampiaskan. Sering kali orang mengabaikan penyakit hati ini. Padahal, tidak sedikit masalah yang besar lahir justru berawal dari penyakit hati ini.

Ada dua dampak yang akan dialami oleh orang-orang yang memiliki penyakit hati. Pertama, orang yang memiliki penyakit hati, ketika menguasai ilmu, maka ilmunya tidak bermanfaat dan tidak menjadikannya lebih dekat kepada Allah SWT. Kedua, tidak bisa fokus atau khusyuk dalam beraktivitas. Dalam menjalankan ibadah, misalnya, tidak bisa mengkhusyukkan hatinya sehingga tidak bisa menikmati keajaiban amalan ibadah yang dilakukannya.

Ketika hati sudah sakit dan rusak, maka sangat sulit bagi seseorang untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sang Khalik menciptakan hati pada diri manusia sebagai tempat bersemayam diri-Nya. "Langit dan bumi tidak dapat meliputi-Ku, hanya hati yang dapat meliputi-Ku,'' demikian bunyi salah satu Hadis Qudsi.

Hadis itu menunjukkan betapa hati memiliki fungsi yang penting  untuk mengenal, mencintai, dan menemui Allah SWT. Hati yang berpenyakit ditandai dengan tertutupnya mata batin dari penglihatan-penglihatan ruhaniah. Manusia tak akan menemukan kepuasan dan kebahagiaan puncak, jika hatinya tertutup berbagai penyakit hati.

Hanya dengan selalu bertobat, berzikir, dan mengerjakan berbagai amalan ibadah dan aktivitas yang sesuai syariat-Nya, hati ini akan bersih.  Sesungguhnya hati ini adalah taman yang harus senantiasa dibersihkan dan ditata.

"Hai anak Adam, Aku telah menciptakan taman bagimu, dan sebelum kamu bisa masuk ke taman ciptaan-Ku, Aku usir setan dari dalamnya. Dan dalam dirimu ada hati, yang seharusnya menjadi taman yang engkau sediakan bagi-Ku." (Hadis Qudsi).

Sumber : Republika Online Selasa, 19 Oktober 2010, 09:32 WIB

Pembiayaan Rumah secara Syariah Lebih Menggiurkan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Bank-bank umum syariah kini tengah berlomba merebut pasar pembiayaan perumahan. Sejumlah terobosan lengkap dengan iming-iming kemudahan serta beragam keuntungan pun digelontorkan guna menarik calon nasabah.

Tengok saja Bank BNI Syariah. Dengan produk BNI iB Griya atau Griya Hasanah, bank syariah yang 99 persen sahamnya dikuasai PT Bank BNI Tbk tersebut telah mengeluarkan paket murah pembiayaan rumah.

General Manager Divisi Produk dan Prosedur Pembiayaan BNI Syariah, Edwin Fitrianto, memaparkan, untuk mengejar target ekspansi mencapai Rp 200 miliar dalam tiga bulan ke depan, pihaknya siap memanjakan calon nasabah dengan penyesuaian margin menggiurkan.

Bila diibaratkan dengan bank konvensional yang mematok bunga sampai 15 persen untuk pembiayaan rumah dengan jangka waktu 15 tahun, BNI Syariah siap bertransaksi dengan akad pembiayaan yang ekuivalen dengan bunga 10,5 persen.

“Penyesuaian margin tarif karena kita ingin menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat dan juga menciptakan persaingan yang baik,” kata Edwin kepada Republika, di Jakarta, Senin (18/10).

Edwin melanjutkan, pada setiap pembiayaan rumah dengan jangka waktu tertentu, BNI Syariah menyediakan margin tarif yang menggiurkan. Semakin pendek jangka waktu pengembalian pembiayaan, maka semakin menggiurkan margin tarif yang ditawarkan.

Kecuali menurunkan margin tarif, BNI Syariah juga menyediakan pembiayaan dengan nominal tak terbatas. Bahkan pembiayaan bisa dilakukan untuk rumah second onkompleks/real estate. Keuntungan lainnya adalah luasnya jaringan kerja sama BNI Syariah dengan pengembang perumahan.

“Sehingga pilihan masyarakat banyak dan kita pun memudahkan persyaratan pembiayaan,” kata Edwin.
Red: Siwi Tri Puji B
Rep: EH Ismail

Sumber : Republika Online Senin, 18 Oktober 2010, 16:05 WIB 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...