Assalamu alaikum. Selamat datang di blog pribadi saya. Silakan ambil apa yang menurut anda baik dan abaikan apa yang menurut anda salah. Sebuah kebahagiaan bagi saya bila anda bersedia menulis komentar, respon, kritik dan masukan untuk perbaikan yang lebih baik. Terima kasih.

Hikmah

Wednesday, March 11, 2009

Susah payah menutupi bangkai ? Percuma ...

[- Demak, 11 Maret 2009, 12.45 -]

Dugaan bahwa Israel berada di balik tragedi WTC 9 September tampaknya akan menuju titik terang. Masyarakat Amerika pasti terkejut dan tak menyangka, meskipun berbagai teori yang mengarah kesana sudah diungkap oleh beberapa pengamat inteligen negeri paman sam itu.

Kabar dari inilah dot com yang bertajuk "Israel Terlibat Pemboman WTC?" patut kita simak.
Namanya saja bangkai, serapat-rapatnya ditutupi, baunya pasti akan menyebar juga.

INILAH.COM, New York - Lima orang tersangka utama peledakan World Trade Center New York dan Gedung Pentagon atau lebih dikenal dengan tragedi 9/11 menyimpan kejutan. Seorang di antaranya, Ziad Al Jarrah, ternyata pernah cukup lama bekerja untuk agen intelijen Israel Mossad. Benarkah Israel terlibat serangan itu?
Menurut sebuah artikel yang dipublikasikan media mingguan AS, American Free Press, Al Jarrah terbukti terlibat dalam peristiwa pada 11 September 2001 itu. Bersama keempat kawannya, mereka dengan bangga mengakuinya. Namun, fakta bahwa pria berkebangsaan Libanon itu mantan agen Mossad sangat mengejutkan AS.
Apalagi, Al Jarrah bukanlah agen biasa saat bekerja untuk Mossad. Menurut pengakuannya, ia pernah bekerja dalam operasi penyamaran di kelompok Palestina dan Hizbullah Libanon sejak 1983.
Keponakan otak tragedi itu termasuk salah satu dari 19 pembajak yang meratakan Menara Kembar WTC dengan tanah. Kedekatannya dengan sang paman menimbulkan spekulasi banyaknya orang Muslim yang direkrut Israel sebagai agen.
Hubungan Israel dengan tragedi 9/11, menurut harian suratkabar New York Times bisa diselidiki dengan menelusuri lima orang dancing Israeli. Ketika pesawat Flight 11 dan Flight 175 menabrak gedung, lima orang Israel terlihat menari dan bersorak-sorai di lokasi kejadian.
Kelima warga Israel yang diduga agen Mossad itu ditahan selama 71 hari sebelum akhirnya dilepas. Sejak itulah, Agen Intelijen AS (CIA) mencurigai keterlibatan Mossad dan melakukan pengawasan yang tak membuahkan hasil, hingga pengakuan teranyar ini.
“Tak ada keraguan bahwa hal itu (perintah menutup penyidikan) datang dari Gedung Putih. CIA berasumsi hal ini akan ditutupi sehingga Israel dianggap sama sekali tak terlibat dalam tragedi 9/11,” demikian kesimpulan New York Times yang dikutip Al Jazeera.
Mantan PM Italia Francesco Cossiga berpendapat, tragedi yang menewaskan hampir 3.000 orang itu tak lain rekayasa CIA-Mossad. Menurutnya, semua aktivitas intelijen Amerika dan Eropa, termasuk serangan yang kerusakannya parah, telah direncanakan oleh CIA dan Mossad.
“Mereka ingin memfitnah dunia Arab dan mengambilalih kekuasaan di kawasan itu, terutama Irak dan Afganistan,” ujarnya kepada sebuah media lokal, Corriere della Sera.
Ucapannya itu didukung fakta bahwa beredar pesan singkat (SMS) sekitar dua jam sebelum insiden 9/11 ke ponsel warga Yahudi di New York. Isinya memperingatkan agar mereka tak bekerja hari itu.
SMS itu diedarkan oleh firma telekomuinikasi Israel, Odigo, yang kantornya berjarak dua blok dari WTC New York. [vin/nuz]

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...