Assalamu alaikum. Selamat datang di blog pribadi saya. Silakan ambil apa yang menurut anda baik dan abaikan apa yang menurut anda salah. Sebuah kebahagiaan bagi saya bila anda bersedia menulis komentar, respon, kritik dan masukan untuk perbaikan yang lebih baik. Terima kasih.

Hikmah

Wednesday, March 4, 2009

Berkunjung ke Kampung Nelayan Purworejo

[- Demak, 4 Maret 2009, 11.15 -]

Designer bumi ini memang luar biasa. Di setiap sudut belahan bumi manapun, selalu memunculkan sebuah pola kehidupan.
Baru saja saya datang dari kampung Purworejo. Sebuah kampung nelayan yang masuk dalam wilayah kecamatan Bonang, Demak.

Hanya butuh waktu kurang lebih satu jam jika ditempuh dengan mobil dari pusat kota Demak.

Melihat setiap sudut perkampungan ini, saya jadi teringat Gresik. Suasananya mirip sekali. Mengare. Ya, kampung ini tak jauh beda dengan kampung nelayan di Mengare Gresik. Hanya bedanya, masyarakat di sini tak terlihat memakai sarung dalam keseharian mereka seperti halnya di Mengare.

Seperti kampung-kampung nelayan lainnya, aroma amis langsung menyengat begitu kami menyusuri jalan beton di pinggiran sungai yang muaranya sudah bisa kami lihat di depan. Deretan ikan asin dan peralatan nelayan dipajang di pinggiran jalan. Sebuah etalase yang seolah ingin mengatakan, "Selamat Datang di Kampung Nelayan".

Setelah jeprat sana jepret sini, saya sempatkan ngobrol dengan salah seorang nelayan yang terlihat duduk di depan rumah sederhananya.

Dari nelayan itu saya mendapatkan informasi, kalau nelayan di sini ternyata mempunyai cara mengais rejeki yang cukup beragam.

Ada nelayan yang menggunakan branjang, sejenis jala berukuran raksasa yang mengambang di atas perahu. Orang sini menyebutnya branjang prau, karena untuk membawanya ke tengah laut harus ditarik dengan perahu. Biasanya kelompok nelayan yang menggunakan piranti ini melaut sekitar jam 3 sore dan pulang keesokan paginya. Saya sempat ditawari ikut, karena biasanya ada juga yang ikut untuk menyalurkan hobi mancingnya.

Branjang Prau

Ada juga nelayan yang menggunakan branjang "gembes" (kalau tidak salah dengar). Seperti branjang prau hanya tak bisa dipindah-pindah karena posisinya permanen. Di atas nya ada sebuah jala yang bisa ditarik naik turun.

Branjang Gembes

Bapak yang saya ajak ngobrol tadi lain lagi. Dia fokus ke tambak yang juga sempat saya lihat di sepanjang jalan yang tadi saya lewati. Biasanya masyarakat sini mengandalkan udang dan bandeng sebagai hasil tambak utamanya.

Anak-anak terlihat bermain di atas perahu

Selain itu masih banyak lagi. Ada tukang reparasi kapal, pengeringan ikan, pedagang ikan dll. Semuanya mencari sumber penghidupannya masing-masing.

Kalau dipikir-pikir semuanya berawal dari satu, yaitu ikan. Dan dari situlah kemudian tercipta berbagai cara dan perilaku manusia yang unik dalam mengais rejeki. Membuat manusia hidup, berkembang dan akhirnya terciptalah kehidupan. Itulah mengapa saya mengatakan di awal tulisan ini, "Designer bumi ini memang luar biasa".













No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...