Assalamu alaikum. Selamat datang di blog pribadi saya. Silakan ambil apa yang menurut anda baik dan abaikan apa yang menurut anda salah. Sebuah kebahagiaan bagi saya bila anda bersedia menulis komentar, respon, kritik dan masukan untuk perbaikan yang lebih baik. Terima kasih.

Hikmah

Wednesday, February 4, 2009

Seri NLP : Garis Imajiner; Teknik Gampang Pindah State

“Bagaimana mengolah pikiran, agar saat kita meninggalkan kantor, persoalan kantor tertinggal di kantor. Sehingga saya jadi fresh saat tiba di rumah. Demikian pula sebaliknya…”

Demikian pertanyaan yang cukup sering (bahkan agak banyak) muncul pada acara seminar Parenting yang kami lakukan selama tahun 2007 lalu. Menurut saya sih gampang-gampang saja, dan selama ini sangat efektif. Terutama saat saya masih bekerja sebagai IT Manager di sebuah perusahaan sampai akhir tahun 2001 lalu.

Ini yang saya lakukan dan setelah belajar NLP, teknik sederhana dan gampang ini ternyata NLP banget, bok! Tapi saya dapatkan ide ini dari sebuah buku yang saya lupa namanya, kalau tidak salah karya Shakti Gwain tentang Kekuatan Visualisasi.

Karena kantor di lantai 3, jadi saya membuat Garis Imajiner di pintu masuk lantai dasar. Caranya saya membayangkan menyoret garis di lantai dari titik A ke titik B. Bayangkan saja persis seperti kita membuat garis di lantai dengan menggunakan kapur barus berwarna putih.
Setelah garis dibuat, sepakati yang mana bagian diluar kantor dan yang mana bagian didalam kantor. Ada area yang menyatakan sebelum dan sesudah. Sebut saja: Bagian Luar Kantor (Baluk) dan Bagian Dalam Kantor (Badak).

Beritahu ke Unconscious bahwa kita akan membuat program ini, nah kalau bagian ini adalah tambahan baru yang saya dapatkan idenya dari training NLP Design Human Engineering di Orlando, Maret lalu. Beritahu bahwa kita akan berpindah STATE dari bagian Baluk ke badak dengan cara melewati garis tersebut. Cukup kayak ngomong dalam hati saja, kok. Mudah-mudah sajalah…

Setelah itu, lakukan perpindahkan STATE dengan melibatkan semua alat indra V.A.K. Ada beberapa ide untuk ini dan pilih yang Anda rasa pas untuk Anda:

Kaki kiri tetap di Baluk, kaki kanan di Badak, artinya kita mau meninggalkan semua perasaan yang ada dalam diri ini di area Baluk. Kapan? Saat mengangkat kaki kiri melangkahi garis imajiner menuju ke Badak. Saat melatih bagian ini, rasakan semua perasaan tertinggal di area Baluk.

Buang nafas sebanyak mungkin saat masih di Baluk, tinggalkan semua perasaan yang ada dalam diri ini di area Baluk. Lalu, sambil kaki melangkahi garis imajiner dan saat masuk ke area Badak, tarik nafas yang dalam dan rasakan kesegarannya.

Hentakkan kaki (boleh kiri atau kanan) di area Baluk sebagai pesan ke Unconscious untuk meninggalkan segala perasaan yang mungkin “mengganggu” dan pindah ke Peak State di area Badak.

Di area Baluk, mata Anda menghadap ke bawah, saat pindah ke area Badak, mata Anda mendelik ke atas setinggi mungkin.

Anda boleh memilih salah satu ide di nomor 4 atau boleh juga mengkombinasikannya.
Lakukan sebaliknya saat pulang dari kantor menuju ke rumah, boleh di garis imajiner yang sama (sebaiknya demikian). Hanya melakukannya terbalik.

Latih, latih dan latih sampai Anda terbiasa…

Sedikit catatan:

Garis Imajiner ini juga bisa Anda buat di rumah, seperti di pintu garasi rumah sebagai tanda batas bahwa urusan rumah adalah di rumah, jangan dibawa keluar. Dan, urusan luar adalah urusan luar, jangan dibawah ke rumah.

Cara kerja Teknik Garis Imajiner persis sama dengan teknik yang ada di NLP yakni Circle of Influence. Jadi bagi Anda yang sudah memahami Circle of Influence, dapat membuat Garis Imajiner lebih mantap lagi.

Jika Anda menguasai teknik Trancing-In dan Trancing-Out, sungguh sangat baik Anda memprogram area A ke B dengan teknik ini dalam kondisi trance, karena hanya butuh sekali program saja, tanpa perlu pengulangan lain.

Teknik ini juga selalu saya gunakan saat pindah state dari sebelum bicara di panggung, naik ke panggung dan berada di panggung. Banyak orang mengamati bahwa saya (tepatnya “state” saya) sangatlah berbeda jika berada di atas panggung sebagai pembicara, dibandingkan saya saat di kehidupan biasa dibawah panggung, menjadi orang biasa saja yang sederhana… Iyalah, yauuu…

Selamat berlatih dan ingat! Dalam latihan, tidak ada kata “gagal”, Anda hanya belum terbiasa saja…

Krishnamurti

NB: Artikel ini saya tulis di komputer Bandara Cengkareng sambil nunggu panggilan naik pesawat dan sempat ketemu dan ngobrol dengan Motivator No. 1 Indonesia yakni Bpk Andrie Wongso, bahkan sempat sebelahan duduk dan buka internet bareng…

Diambil dari : http://www.portalnlp.com/

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...