Assalamu alaikum. Selamat datang di blog pribadi saya. Silakan ambil apa yang menurut anda baik dan abaikan apa yang menurut anda salah. Sebuah kebahagiaan bagi saya bila anda bersedia menulis komentar, respon, kritik dan masukan untuk perbaikan yang lebih baik. Terima kasih.

Hikmah

Thursday, February 5, 2009

Mana yang Statis, Mana yang Dinamis

[- Demak, 5 Februari 2009, 08.45 -]

Dalam perjalanan menuju kantor tadi, secara tak sengaja, di dalam mobil saya mendengarkan sebuah cerita motivasi dari seorang motivator salah satu radio bisnis di Semarang. Saya lupa nama motivatornya. Dia memaparkan ada sebuah penelitian yang dilakukan terhadap dua kelompok mahasiswa yang baru saja menyelesaikan program studinya. Setiap kelompok terdiri dari 30 mahasiswa. Seorang fasilitator memberikan setiap peserta dua buah pas foto dengan pose yang berbeda dari setiap peserta yang bersangkutan.

Lalu dia menginstruksikan kepada kelompok pertama untuk memilih salah satu di antaranya agar foto tersebut bisa ditampilkan di web site. Dengan catatan, foto yang telah dipasang bersifat permanen, dan tidak bisa diganti lagi. Hal yang sama juga diinstruksikan kepada kelompok kedua. Hanya bedanya, mereka masih diberi kesempatan untuk mengganti fotonya sebulan setelah dipublikasikan.


Dua minggu setelah web site di-launching, sang fasilitator mewawancarai setiap mahasiswa yang ada di kelompok pertama. Dia menanyakan cukup puaskah mereka atas foto mereka yang telah dipublikasikan? Jawabannya hampir semuanya menyatakan puas. Pertanyaan yang sama juga disampaikan pada kelompok mashasiswa kedua. Dan jawabannnya, lebih dari 60 % tidak puas dan berniat mengganti setelah sebulan dipublikasikan.

Apa yang disimpulkan motivator dari penelitian di atas ? Sayang saya tak bisa menyimaknya sampai selesai karena keburu nyampe kantor. Tapi menurut saya, sebuah pelajaran bisa diambil, bahwa seseorang akan cenderung ragu dengan apa yang ada, dan selalu ingin mencoba yang lain jika sebuah kesempatan diberikan kepadanya. Di dunia nyata, orang-orang yang diberi kesempatan, dia akan berpikir lebih dinamis dan selalu yakin perubahan bisa dilakukan. Inilah yang menyebabkannya ragu, bahkan tidak puas dengan apa yang ada pada dirinya. Sehingga dia akan terus dan terus mencari sampai tujuannya tercapai.

Sedangkan orang yang tak diberikan kesempatan untuk berubah, dia kan cenderung berpikiran statis. Dan inilah yang membuatnya lebih bisa menerima apa yang ada pada dirinya.

Dalam konteks spiritualitas, sikap nrimo atau qona'ah dengan kadar tertentu tentu sangat dianjurkan. Karena lebih bisa mendatangkan ketenangan dan kedamaian. Namun dalam dunia bisnis yang menuntut kerja keras dan prestasi, sikap ingin maju dan menjadi lebih baik, tentu harus selalu dikembangkan.

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...