Assalamu alaikum. Selamat datang di blog pribadi saya. Silakan ambil apa yang menurut anda baik dan abaikan apa yang menurut anda salah. Sebuah kebahagiaan bagi saya bila anda bersedia menulis komentar, respon, kritik dan masukan untuk perbaikan yang lebih baik. Terima kasih.

Hikmah

Tuesday, February 17, 2009

Makan bareng setan ? Capek deeehh ...

[- Demak, 17 Februari 2009, 16.20 -]

Ada sebuah pertanyaan, mengapa Nabi menganjurkan kita untuk membaca "bismillah" setiap mengawali segala sesuatu. Atau, mengapa harus ada doa sebelum makan dan sesudahnya, sebelum ke kamar mandi dan sesudahnya, sebelum bepergian dan sepulanganya, sebelum tidur dan saat bangun, doa bercermin, bahkan doa sebelum berhubungan suami istri ... mengapa semua tuntunan itu ada dalam Islam ?

Setahun yang lalu, istri saya pernah bercerita tentang sahabat dekatnya dulu sewaktu kuliah. Sebut saja namanya Ajeng. Dia mempunyai kebiasaan yang membuat istri saya terinspirasi karenanya. Ketika akan makan, Ajeng jarang sekali meninggalkan doa sebelum makan. Nyaris tak pernah malah. Dan dia selalu melafalkannya dengan suara yang agak sedikit terdengar oleh yang lain, termasuk istri saya tentunya. Seolah-olah mengisyaratkan agar kita melakukan hal yang sama. Dan benar saja, begitu mendengar suara Ajeng melafalkan doa makan, yang lain pun langsung mengiringi. Uniknya kebiasaan ini tak hanya diamalkan saat makan di kos-kosan saja. Bahkan di warung bakso yang ramai orang pun, Ajeng selalu melakukannya. Setelah ditanya oleh istri saya perihal kebiasaanya, Ajeng hanya tersenyum.

Entah apa latar belakangnya, namun faktanya, kebiasaan itu kini telah menjangkiti istri saya. Kalau ditanya kenapa, dia hanya menjawab, "Kan, syiar ..." atau "Biar yang dengar nggak lupa baca doa... ". Atau suatu saat ketika kami makan bareng, dia berseloroh, "Emang, siapa yang mau bersuamikan orang yang suka makan bareng sama setan ..." (GUBRAAKKK ...!!). Merujuk pada hadist bahwa setan akan ikut makan jika kita memulainya tanpa basmallah.

Kembali pada pertanyaan di awal tulisan ini. Tak hanya makan, masih banyak aktivitas lainnya yang telah diatur sedemikian rupa di dalam Islam. Bahkan nyaris tak ada aktivitas tanpa tuntunan. Lalu apa rahasia dibaliknya ?

Banyak disiplin ilmu yang seharusnya bisa menguaknya. Salah satu di antaranya adalah ilmu yang berhubungan dengan pikiran manusia yaitu NLP (Neuro-linguistic Program.) Dalam NLP, ada istilah Anchor (;jangkar). Anchor bisa diartikan dengan kata atau serangkaian kata, yang apabila diucapkan bisa memanggil rasa, suasana, semangat, dan gairah tertentu yang berfungsi sebagai self-motivation. Kata-kata itu dipilih, diolah, dan dilatih dengan teknik sedemikian rupa sehingga mampu megarahkan kita pada suasana atau mud yang kita inginkan.

Misalnya saat sedang dirundung masalah. Ada beberapa orang yang hanya dengan mengucapkan "Aku Bisa !!", akan membuatnya mampu mengatasi permasalahannya. Demikian juga dengan doa. Doa yang kita selipkan dalam setiap aktifitas kita bisa menjadi Anchor bagi diri kita. Sehingga setiap kita melafalkannya, ada keyakinan yang tiba-tiba muncul. Sebuah keyakinan yang menyiratkan bahwa ada kekuatan besar yang akan melindungi kita, menjaga kita, mengarahkan kita, dan mencukupi semua kebutuhan kita. Dan keyakinan inilah yang akan membawa diri kita selalu dan selalu dalam posisi "nyaman".

Tak percaya ? Coba saja ...

1 comment:

Mr. SEAC said...

Jadi terinspirasi.............
Gamaulagi ah makan ditemeni setan ih serem ...... denger cerita setan aja takut apalagi makan baren.....

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...