Assalamu alaikum. Selamat datang di blog pribadi saya. Silakan ambil apa yang menurut anda baik dan abaikan apa yang menurut anda salah. Sebuah kebahagiaan bagi saya bila anda bersedia menulis komentar, respon, kritik dan masukan untuk perbaikan yang lebih baik. Terima kasih.

Hikmah

Monday, February 2, 2009

Gelisah karena Tak Punya Uang ? Capek Deeeh ...

[- Demak, 2 Februari 2009, 10.00 -]

Subhanallah, benar-benar ajaib. Mungkin anda tak percaya dengan apa yang kami sekeluarga alami. Dan tulisan ini saya buat hanya sekedar untuk berbagi rasa dan pengalaman kepada anda. Semoga Allah senantiasa meluruskan niyat ini.

Artikel "Gelisah di tanggal tua ?" yang saya tulis dalam blog ini tiga atau empat hari yang lalu itu sebenarnya hanyalah cara saya untuk kembali menguatkan hati. Betapa tidak. Kami kehabisan uang waktu itu. Padahal Januari masih menyisakan tujuh hari lagi. Apa nggak pusing ?
Ini terjadi karena ada pengeluaran mendadak yang telah menguras hampir setengah dari gaji saya bulan ini.

Jumat malam, 23 Januari, saya berhitung bersama istri. Ada berapa dana kas dan tabungan yang tersisa. Ternyata masih ada Rp 350 ribu. Padahal kami sudah berencana untuk membeli breast pump (pemeras ASI) yang sudah tak berfungsi lagi, karena salah satu bagiannya (seal pelindungnya) hilang. Harganya Rp 325 ribu. Jadi prediksi kami, akan masih ada sisa uang Rp 25 ribu untuk satu minggu. Ini kami lakukan karena merasa sayang kalau Aisya harus terputus ASInya.
Sabtu malam, Mamah (eyangnya Aisya) telpon. Hari selasa Pengen ke Semarang karena udah kangen Aisya. Rencananya berangkat dari Surabaya, sehabis mengantar Hendra ke Juanda. Jujur saja saya senang mendengarnya, meski agak bingung (maklum tanggal tua He.. he.. ).

Senin malam, mamah telpon lagi. Katanya nggak jadi ke Semarang, ambeien bapak kambuh. Mungkin ini skenario Allah, pikirku.

Selasa siang, kami hunting breast pump di toko-toko perlengkapan bayi. Namun hasilnya nihil. Semua beralasan kehabisan stok. Akhirnya terpaksa saya belikan merek lain. Harganya cuman Rp 100 ribuan. Subhanallah, lagi-lagi Allah memberikan rencana baik bagi kami. Dengan begitu, berarti masih ada sisa uang 250 untuk 5 hari.

Kamis, 29 Januari. Uang menyusut tinggal Rp 50 ribu. Itulah mengapa saya mencoba menghibur diri dengan menulis di blog. Siapa tahu ini bisa mengusir kegelisahan dan menguatkan keyakinan.

Jumat malam, kami berhitung kembali. Cuma ada Rp. 28 ribu. Ini jujur lho. Padahal masih ada 3 hari lagi sebelum gajian. Kami putuskan. Sabtu-ahad, kita full dirumah saja. Jangan kemana-mana. Kebetulan persediaan sembako masih cukup. Yakin saja Allah pasti membantu.

Sabtu pagi, iseng kami ke ATM, siapa tahu ada sisa dana yang masih bisa diambil. Istri bilang Mandiri-nya kayaknya masih ada 70 ribu. Siapa tahu yang 50 bisa diambil. Deg-degan kami memasuki bilik ATM. Ternyata, ... maaf, saldo anda tidak mencukupi ... Yah. mungkin ini yang terbaik.

Sebelum beranjak keluar, iseng pula istri memasukkan Muamalatnya. Meski setahu dia, sudah lama kartu itu kosong. Terakhir ngecek waktu dia hamil.

Setelah beberapa detik, kami kaget bukan main, ternyata masih ada saldo satu juta dua ratus ribu an. Subhanallah ... Entah dari mana asalnya. Istri saya pun tak merasa setor sebanyak itu. Kalaupun ada orang lain yang transfer, sejauh ini tak ada konfirmasi kepada istri saya. Di sepanjang perjalanan pulang, tak henti bibir ini bertasbih sambil bertanya-tanya. Uang dari mana ya ?

Tapi bagaimana pun, peristiwa ini semakin membuat kami yakin. Bahwa Allah akan selalu bersama kami. Sebagaimana peristiwa-peristiwa serupa yang juga pernah kami alami dulu. Ini juga menunjukkan, alangkah ruginya orang-orang yang menghambakan dirinya pada uang. Seolah-olah uanglah yang membuatnya bahagia. Uang pula yang membuatnya sengsara. Tak heran banyak jutawan yang gantung diri, hanya gara-gara harga sahamnya terjun bebas. Tak sedikit ibu-ibu yang membakar diri dan anaknya, gara-gara tak sanggup miskin. Hanya karena mereka tak yakin akan kasih sayang dan pertolongan Allah.

Sahabat, yakinlah... intanshurullaha yan shurkum wayutsabbit aqdaamakum... Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (QS. Muhammad 7).

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...