Assalamu alaikum. Selamat datang di blog pribadi saya. Silakan ambil apa yang menurut anda baik dan abaikan apa yang menurut anda salah. Sebuah kebahagiaan bagi saya bila anda bersedia menulis komentar, respon, kritik dan masukan untuk perbaikan yang lebih baik. Terima kasih.

Hikmah

Friday, February 27, 2009

Nunggu jam pulang ...

[- Demak, 27 Februari 2009, 16.50 -]

Masih di kantor, lagi nunggu jam pulang.

Nggak terasa ya, waktu itu berjalan. Tahu-tahu jumat ...
Padahal rasa-rasanya baru kemaren weekend. Eeee ... besok weekend lagi.

Yah, memang itulah karakter sang waktu. Berjalan mengendap-endap, diam-diam menggerogoti usia kita. Hingga banyak yang tak sadar kalau kita sudah sampai pada titik ini.

Terpenting, kita masih punya tujuan, mau dibawa kemana hidup ini ...

OK ? Semangat ... !!!

Berkunjung ke Wonoagung


[- Demak, 27 Februari 2009, 10.30 -]

Desa Wonoagung, satu dari sekian banyak desa di Kabupaten Demak yang bisa dikatakan terpencil. Kemarin siang, dalam rangka tugas, saya dan tim berkesempatan mengunjungi desa yang hanya berjarak belasan kilo meter dari desa Tambak Bulusan yang telah saya kunjungi pada Juni tahun lalu.





Demi mencari alamat seseorang yang telah mengajukan permohonan pencabutan NPWP. Sesuai prosedur, harus ada proses pemeriksaan lapangan untuk menjawab layak atau tidaknya permohonan tersebut dikabulkan.

Karena sering terjadi kasus, alasan yang disampaikan bertolak belakang dengan keadaan yang sebenarnya. Seperti mengaku sudah tak mempunyai kegiatan usaha, namun ketika disurvei diketahui usahanya masih banyak.


Inilah satu-satunya jalan desa termulus yang bisa kami lalui. Hanya cukup untuk dua roda kiri dan kanan. Tengahnya ?


Seorang nenek buru-buru meminggirkan kambing-kambingnya. Alamaaak ....!!

Motor pun terpaksa minggir, naik ke semak-semak

Di sebuah mesjid kami shalat dzuhur sambil melepas lelah. Dari pusat kota Demak, butuh waktu dua jam lebih.



Zzz ..zz ...zz...



Pukul satu siang. Tak ada warung makan disepanjang jalan. Lapeeerr ...

Alhasil, dalam keadaan kosong, perut serasa dikocok-kocok saat melalui jalan bergelombang



Di penghujung jalan makadam, kami menemukan sebuah perkampungan. Lihat, anak-anak bersorak sorai melihat kedatangan kami ...

Melihat langsung anak-anak mandi di sungai jadi inget Si Bolang ...


Wednesday, February 25, 2009

Eh, tahu nggak ? Ternyata menulis itu ...

[- Demak, 25 Februari 2009, 15.45 -]

Anda senang menulis diary ? Posting puisi karangan sendiri, syair, atau curhatan via blog ? Beruntunglah, karena ternyata aktivitas ini terbukti mampu menstabilkan emosi anda. Tak percaya ?

Barusan saja saya mampir ke republika online. Dan tak sengaja menemukan artikel menarik tentang hasil sebuah penelitian.

KALIFORNIA--Jika anda menyenangi puisi dan suka menulis, tahukah anda, kebiasaan tersebut ternyata mempengaruhi perkembangan mental dan psikologi diri anda. Demikian hasil peneilitian yang dilakukan lembaga Masyarakat Ilmu Pengetahuan Amerika Serikat, AAAS baru-baru ini.
Menaruh pulpen di atas kertas membantu otak mengatur emosi dan mengurangi perasaan takut dan marah. Peneliti menyatakan,menulis pengalamam pribadi memiliki efek "pencuci perut" karena sebagian otak terhubung dengan pemicu emosi dan aktivitas di sekitar wilayah otak yang berhubungan dengan kontrol diri.
Kualitas dari lirik atau prosa yang dibuat tidak berpengaruh terhadap penulis. Berdasarkan fakta, ilmuwan menduga jika tulisan sedikit membeberkan kesan hidup dan pengalaman akan berpengaruh baik. Sekarang para peneliti berharap mengembang suatu terapi yang mendasarkan penemuan mereka, yang kemudian bisa digunakan untuk menghilangkan ketakutan sosial atau fobia.
Ahli Saraf Universitas California, Dr. matthew Lieberman kemudian memberi nama penemuan AAAS dengan sebutan "menaruh perasaan ke dalam tulisan". Dia menuturkan,mengekpresikan diri lewat tulisan merupakan "pengaturan emosi yang tak disengaja"."Hal tersebut terlihat untuk mengatur kita dalam keadaan sulit," ujarnya. Masyarakat,dinilainya,meremehkan aturan untuk duduk ketika emosi padahal dibaliknya terdapat manfaat. "Saya pikir, penemuan mengungkapkan alasan mengapa masyarakat menulis diari atau menulis lirik buruk pada lagu, sesuatu yang tidak akan pernah dimainkan di radio," ujarnya.

Dr Lieberman membuktikan keampuhan terapi menulis dengan membaca sekilas 30 otak individu saat mereka menguraikan gambar-gambar menyusahkan. Dia menemukan, menulis akan mengurangi aktivitas amygala, bagian otak yang terhubung dengan emosi dan ketakutan dan meningkatkan aktivitas bagian depan korteks, pengatur pikiran. Dia menduga, lebih banyak menulis mengenai emosi jiwa akan menurunkan tekanan pada otak dan membangun keseimbangan mental.

Meskipun Lieberman tidak begitu mengerti efek dari terapi menulis namun hal itu telah dibuktikan. "Jika anda bertanya kepada masyarakat kemudian mereka tidak berpikir, menulis akan mempengaruhi pengaturan emosi, tetapi ketika anda melihat otak, baru anda dapat melihat apa yang sedang terjadi," ujarnya. "Semakin kita menggunakan otak depan, semakin kecil respon Amydala. Terlihat adanya efek dilihat-dan melihat" tambahnya. Dipercobaan lain, menulis dapat digunakan untuk mengawali terapi bagi masyarakat yang takut terhadap laba-laba.

Dengan menulis ketakutan yang mereka miliki akan memiliki hasil berbeda bila dibandingkan dengan masyarakat yang tidak menulis ketakutan mereka. "Kami tidak berpikir bahwa ini merupakan bagian dari aplikasi klinis," ujar Lieberman.

Namun, menurutnya, efek akan menjadi negatif jika menulis terlalu gamblang atau detail karena akan mengingatkan mereka terhadap trauma yang dilalui. " Anda menulis untuk melupakan bukan untuk mengingat," katanya.

Maka dapat diketahui mengapa kadang penulis ditemukan memiliki masalah kejiwaan, karena menulis memungkinkan mereka tetap bereaksi terhadap beberapa masalah emosi."Saya sangat yakin itu juga merupakan bagian motivasi mereka untuk menulis," tukasnya. "Anda bisa bayangkan akan jadi apa, mereka tanpa menulis," pungkasnya.telegraph/cr2/itz

Sumber : Republika online

Melewati Satu Fase Kehidupan

[- Demak, 25 Februari 2009, 12.30 -]

Hari ini, dua tahun yang lalu, saya berhasil melalui salah satu fase terpenting dalam hidup saya. Menikah. Setelah melewati lika-liku yang melelahkan dan nyaris membuat saya terjatuh, akhirnya Allah menyelamatkan hamba-Nya yang hina ini.
Sungguh, saat itu saya benar-benar melihat bagaimana tangan Allah bermain dan mengatur semuanya. Kemudahan demi kemudahan mengalir begitu saja. Dan ... kun fa yakuun.
"Jadilah, maka jadilah apa yang Allah kehendaki."

Kata Allah, "... Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (Al Baqarah 216). Dan Allah pun maha tahu apa dan mana yang terbaik untuk masing-masing hamba-Nya.
Dua tahun adalah waktu yang masih jauh dari cukup untuk belajar saling mengerti dan memahami. Pertanyaan-pertanyaan yang tak pernah diajarkan di sekolah atau kampus seperti mengapa istri lebih suka didengarkan dan mengapa suami cenderung to the point. Apa saja yang membuat istri tersentuh hatinya dan bagaimana mendorong suami agar lebih peka, sepertinya harus segera dicarikan jawabannya sesegera mungkin. Sepele, tapi imbasnya bisa bikin berabe.
Kehadiran sang bunga hati ditengah-tengah kami semakin menambah indah taman surga yang baru saja kami bangun. Mengiringi kesibukan baru di lingkungan yang baru, seperti rapat RT, silaturahim ke tetangga, tilik bayi setiap ada anak tetangga yang baru lahir, kendurian dan seabrek aktivitas yang lainnya. Pokoknya dijamin "seru" ... !!!
'Ala kulli hal, itulah salah satu fase kehidupan. Yang pasti akan dilalui setiap orang dengan kekhasannya masing-masing. Melaluinya dengan mengurangi jatah usia kita adalah sebuah kepastian. Tapi melaluinya dengan ikhlas dan selalu berharap pada Allah, itu adalah pilihan.

Monday, February 23, 2009

Inspirasi hari ini :

Dari Abdullah bin Mas`ud t berkata, Rasulullah bersabda : "Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al Qur`an) maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan akan dilipat gandakan dengan sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan "Alif lam mim" itu satu huruf, tetapi "Alif" itu satu huruf, "Lam" itu satu huruf dan "Mim" itu satu huruf."
H.R. At Tirmidzi dan berkata : "Hadits hasan shahih".
So ... tunggu apa lagi ? Ayo baca Qur an ...


Dan perang pun dimulai ...


Ahad sore kemarin, saya dan beberapa teman remaja masjid berkesempatan mencoba permainan paint ball di kawasan hutan Tinjomoyo Semarang. Permainan yang difasilitasi oleh tim Trustco Semarang ini membuat saya merasa seolah berada di dalam medan pertempuran sebenarnya. Dengan kostum serdadu lengkap plus rompi anti peluru dan pelindung kepala, serta senjata berpeluru karet sebesar kelereng berisi cat warna kuning.


Sebelum dimulai, instruktur menjelaskan terlebih dahulu aturan mainnya. Peserta dibagi menjadi dua regu yang saling barhadapan. Masing-masing terdiri dari empat orang. Misinya satu, siapa yang bisa mengambil topi instruktur yang telah dipasang di tengah-tengah, dan mengangkatnya selama sepuluh detik tanpa terkena tembakan, regu dialah yang menang.
Sebelum peluit tanda permainan dimulai, masing-masing regu diberi kesempatan untuk mengatur strategi. Sebagai komandan, saya hanya menginstruksikan anggota agar berusaha sebisa mungkin jangan terkena tembak.
Dan perang pun dimulai.
Setelah mendapat posisi berlindung yang aman, saya mulai mengincar sasaran. Ahaa ... itu dia si gendut Septian. Terlihat dia hanya berlindung di balik pohon dengan jarak kurang lebih 15 meter di depan saya. He .. he.. tapi sayang, pohon sama badannya gedean badannya. Tanpa ba bi bu saya berikan tembakan pertama. Yah meleset. Tembakan kedua, kena pohonnya. Keempat, kelima, keenam masih saja kena pohonnya. Baru setelah tembakan ketujuh, saya berhasil menembak kepalanya. Dia pun langsung ditarik mundur oleh instruktur.
Setelah berhasil "membunuh" satu musuh, saya pun merangsek maju. Tapi sayang, ternyata saya bernasib sama dengan Septian. Ada musuh yang mengincar saya. Saya tak tahu dimana posisi si penembaknya. Selain karena hari yang sudah mulai gelap, warna kostum yang menyerupai dedaunan membuat mata saya tak bisa melihat dengan jelas dimana posisi lawan. Mungkin ada tiga tembakan yang hanya mengenai pohon tempat saya berlindung. Dan baru tembakan keempat yang mengenai pinggul saya. Yaaah kenaa deh..
Beberapa menit kemudian akhirnya kami kalah.
Di ronde kedua kami pun berganti tempat. Setelah mendapat pengalaman berharga di ronde pertama, kini kami harus lebih berhati-hati lagi. Setelah peluit berbunyi, sebisa mungkin saya langsung menuju pohon yang paling dekat dengan posisi topi instruktur. Dan saya diam saja di situ, tanpa melepaskan tembakan sama sekali. Itung-itung hemat peluru he.. he...
Setelah terdengar sepi saya lari ke depan lagi. Menuju tumpukan ban yang ada di depan saya. Di balik tumpukan ban itu saya terpaksa tiarap sembari mengincar lawan yang berada tepat di arah jam dua belas. Setelah saya berondong beberapa kali tembakan akhirnya ... kena juga dia ...
Merasa yakin bisa mengambil topi instruktur, saya pun lari ke depan, dan ... wuss.. wuss ... wusss. Akibat tindakan nekat itu, semua lawan langsung mengincar saya. Ada beberapa peluru yang nyaris mengenai. Tapi saya tetap berlari ... berlari ... hingga akhirnya
sebuah peluru mengenai betis. Dua lagi menyusul mengenai dada dan kepala. Aaaahhhhh... Allahu Akbar maati aku ....
Dan permainan pun usai. Lagi-lagi kami kalah.
Sambil istirahat, kami pun berkelakar. Ada dua orang regu lawan yang mengaku telah menembak dada saya. Seorang lagi mengklaim menembak kepala saya. Terakhir, si Ari, anggota saya sendiri mengaku khilaf menembak betis saya. Waduh .... lha komandane dhewe kok ditembak ki piye to ...
Si gendut Septian dan tiga anggota saya (Ari, Niam, Wahyu)
Jangan bergerak ...!!!
Anggota Brigade Al Qassam, Ehem ...

Friday, February 20, 2009

Sssst ... ada yang mau lewat nih ...



Mmmm ... respon para politisi kira2 gimana ya ? apa bakalan seheboh iklan sebelumnya (satu bendera)itu. Kalu responnya sepi-sepi aja dan nggak ada yang protes, berarti isi iklan ini "ember" dong. Emmangg Benerrrr maksudnya...he ..he..

Wednesday, February 18, 2009

Lindungi Mata dari Radiasi Komputer!

Dewi Widya Ningrum - detikInet

Mata merupakan salah satu aset yang paling berharga sehingga harus dijaga benar kesehatannya. Keseringan melototin monitor komputer bisa membuat mata menjadi lelah.

Tahukah Anda bahwa radiasi gelombang elektromagnetik yang ditimbulkan komputer bisa mengganggu kesehatan? Studi yang dilakukan American Optometric Association
(AOA) mencetuskan bahwa radiasi komputer dapat menyebabkan kelelahan mata dan gangguan mata lainnya


Kebanyakan gejala yang dikeluhkan responden adalah soal kelelahan mata, pandangan menjadi kabur dan mata kering. Masalah visual lainnya yang timbul adalah soal gangguan sakit kepala dan sakit leher atau bahu.

Nah bagi Anda yang sering nongkrong di depan komputer, lindungi dan rawatlah mata Anda dari radiasi yang ditimbulkannya. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menghindarinya.

1. Pakai pelindung layar komputer (filter) untuk mengurangi radiasi yang ditimbulkan komputer.

2. Pilih layar komputer yang radiasinya rendah, seperti layar LCD (liquid crystal display).

3. Jagalah jarak pandangan mata dengan monitor. Idealnya, jarak minimum antara mata dengan monitor komputer adalah 45 cm.

4. Sesuaikan posisi layar komputer dengan mata, jangan ketinggian dan jangan terlalu rendah karena bisa menyebabkan sakit leher. Selain itu, jika monitor terlalu tinggi dari pandangan mata maka akan menggangu pasokan udara yang disuplai ke otak. Sebaiknya layar monitor diposisikan sejajar dengan pandangan mata.

Menurut American Optometric Association (AOA), seperti dilansir Rctimes, untuk mencegah kelelahan mata sebaiknya tempatkan monitor dengan posisi yang ergonomis. Monitor harus ditempatkan pada posisi 16-30 inci dari mata, tergantung seberapa besar layar. Umumnya posisi yang nyaman untuk menatap monitor adalah 20 hingga 26 inci.

5. Sesuaikan pencahayaan monitor dengan intensitas kenyamanan mata. Brightness yang terlalu terang atau terlalu buram tidak baik bagi kesehatan mata. Pencahayaan yang terlalu terang akan membuat mata menjadi silau, sedangkan pencahayaan yang terlalu buram hanya dan membuat mata bekerja lebih keras untuk melihat. Hal ini akan membuat mata menjadi cepat lelah. Untuk itu, cobalah sesuaikan brightness dan contrast monitor hingga mata Anda bisa melihat dengan nyaman. Jangan lupa juga untuk menyesuaikan resolusi dengan karakter di monitor agar dokumen-dokumen mudah dibaca mata.

6. Istirahatkan mata sejenak. Jangan terus-terusan melototin layar komputer.
Usahakan sediakan waktu beberapa menit untuk mengendorkan dan mengistirahatkan mata Anda. Ini akan mengurangi kepenatan mata dan otot. Segarkan mata dengan cara memandang ke ruangan lain atau memandang indahnya langit biru atau tanaman hijau.

7. Seringlah mengedipkan mata demi menghindari mata menjadi kering.
Jarang mengedipkan mata akan membuat mata menjadi kering. Karena itu sering-seringlah mengedipkan mata, karena dengan berkedip maka mata akan mengeluarkan air mata yang akan menyebar ke seluruh permukaan kornea untuk menjaga mata tetap lembab dan jernih.

8. Pakailah kacamata dengan lensa khusus untuk komputer. Seperti pernah diberitakan, ahli masalah mata (Optometrist) Dr. Jay Schlanger mengatakan beberapa perusahaan kini mulai membuat lensa yang bagian atasnya dirancang untuk melihat komputer, dan bagian bawahnya untuk membaca.

Pengguna lensa kontak juga punya solusi, yaitu dengan mengganti lensa kontak generasi baru yang terbuat dari silikon hydrogel. "Silikon jenis ini memungkinkan daya transmisi oksigen yang lebih tinggi dibanding jenis lain," ungkap Schlanger.

9. Perbanyak konsumsi vitamin A agar mata tetap dalam kondisi baik.

10. Jika merasa mata mengalami gangguan, segera pergi ke dokter mata untuk meyakinkan bahwa mata Anda benar-benar sehat. (dwn/dwn)

Ngopi dari detikInet

Jangan kemana-mana, kita akan kembali setelah "iklan" berikut ini ...



Type rest of the post here

Tuesday, February 17, 2009

Makan bareng setan ? Capek deeehh ...

[- Demak, 17 Februari 2009, 16.20 -]

Ada sebuah pertanyaan, mengapa Nabi menganjurkan kita untuk membaca "bismillah" setiap mengawali segala sesuatu. Atau, mengapa harus ada doa sebelum makan dan sesudahnya, sebelum ke kamar mandi dan sesudahnya, sebelum bepergian dan sepulanganya, sebelum tidur dan saat bangun, doa bercermin, bahkan doa sebelum berhubungan suami istri ... mengapa semua tuntunan itu ada dalam Islam ?

Setahun yang lalu, istri saya pernah bercerita tentang sahabat dekatnya dulu sewaktu kuliah. Sebut saja namanya Ajeng. Dia mempunyai kebiasaan yang membuat istri saya terinspirasi karenanya. Ketika akan makan, Ajeng jarang sekali meninggalkan doa sebelum makan. Nyaris tak pernah malah. Dan dia selalu melafalkannya dengan suara yang agak sedikit terdengar oleh yang lain, termasuk istri saya tentunya. Seolah-olah mengisyaratkan agar kita melakukan hal yang sama. Dan benar saja, begitu mendengar suara Ajeng melafalkan doa makan, yang lain pun langsung mengiringi. Uniknya kebiasaan ini tak hanya diamalkan saat makan di kos-kosan saja. Bahkan di warung bakso yang ramai orang pun, Ajeng selalu melakukannya. Setelah ditanya oleh istri saya perihal kebiasaanya, Ajeng hanya tersenyum.

Entah apa latar belakangnya, namun faktanya, kebiasaan itu kini telah menjangkiti istri saya. Kalau ditanya kenapa, dia hanya menjawab, "Kan, syiar ..." atau "Biar yang dengar nggak lupa baca doa... ". Atau suatu saat ketika kami makan bareng, dia berseloroh, "Emang, siapa yang mau bersuamikan orang yang suka makan bareng sama setan ..." (GUBRAAKKK ...!!). Merujuk pada hadist bahwa setan akan ikut makan jika kita memulainya tanpa basmallah.

Kembali pada pertanyaan di awal tulisan ini. Tak hanya makan, masih banyak aktivitas lainnya yang telah diatur sedemikian rupa di dalam Islam. Bahkan nyaris tak ada aktivitas tanpa tuntunan. Lalu apa rahasia dibaliknya ?

Banyak disiplin ilmu yang seharusnya bisa menguaknya. Salah satu di antaranya adalah ilmu yang berhubungan dengan pikiran manusia yaitu NLP (Neuro-linguistic Program.) Dalam NLP, ada istilah Anchor (;jangkar). Anchor bisa diartikan dengan kata atau serangkaian kata, yang apabila diucapkan bisa memanggil rasa, suasana, semangat, dan gairah tertentu yang berfungsi sebagai self-motivation. Kata-kata itu dipilih, diolah, dan dilatih dengan teknik sedemikian rupa sehingga mampu megarahkan kita pada suasana atau mud yang kita inginkan.

Misalnya saat sedang dirundung masalah. Ada beberapa orang yang hanya dengan mengucapkan "Aku Bisa !!", akan membuatnya mampu mengatasi permasalahannya. Demikian juga dengan doa. Doa yang kita selipkan dalam setiap aktifitas kita bisa menjadi Anchor bagi diri kita. Sehingga setiap kita melafalkannya, ada keyakinan yang tiba-tiba muncul. Sebuah keyakinan yang menyiratkan bahwa ada kekuatan besar yang akan melindungi kita, menjaga kita, mengarahkan kita, dan mencukupi semua kebutuhan kita. Dan keyakinan inilah yang akan membawa diri kita selalu dan selalu dalam posisi "nyaman".

Tak percaya ? Coba saja ...

Monday, February 16, 2009

SPA; Semarang Pesona Asia; Semarang Penuh Air





Banjir yang melanda Semarang dalam seminggu ini termasuk parah. Daerah langganan banjir seperti Pasar Johar, Kota Lama, stasiun Tawang, terkena dampaknya. Bahkan pihak bandara terpaksa menunda jadwal penerbangan karena landasan pesawat tergenang air. Hari minggu 8/2 pagi saya sempat tak bisa lewat pasar johar, karena keburu di stop oleh "polisi" kagetan. "Banjir mas, ora iso liwat !" kata mereka.

Keesokan paginya, senin 9/2 saya tak bisa berangkat ngantor. Beberapa teman yang terlanjur berangkat terjebak berjam-jam di daerah Kaligawe. Jalur alternatif Mranggen yang biasa saya lewati pun macet. Beruntung ada teman yang memberi kabar sebelum saya berangkat. Beruntung pula, ada dispensasi absen pagi itu. Jadi nggak ada potongan karena tak absen pagi.

Memang susah mengatasi problem banjir di Semarang. Ada yang bilang, secara historis geografis, sebagian wilayah Semarang bawah dulunya adalah pesisir yang ditinggikan. Makanya rob (luapan air laut) yang sering "kambuh", menggenangi beberapa ruas jala dan perkampungan, menjadi masalah terbesar kedua setelah banjir.

Semoga pemegang kebijakan berikutnya, diisi oleh orang-orang yang lebih bersih, lebih peduli, dan lebih profesional dalam mengatasi problem rob dan banjir yang sudah turun temurun menjadi langganan kota Semarang.

Saatnya Bermain ...


Type your summary here

Type rest of the post here

Friday, February 13, 2009

Tersungkur dalam Kesyukuran

[- Demak, 13 Februari 2009, 09.05 -]

Sebuah kecelakaan terjadi kemarin sore di jalur Demak-Semarang. Jalur yang masih dalam proses pengerasan itu memang dikenal rawan kecelakaan. Kejadiannya begitu cepat. Seorang laki-laki pengendara suzuki shogun menabrak seorang perempuan pengendara yamaha mio yang berjalan searah di depannya. Kejadiannya bermula ketika

ada sebuah truk yang nyelonong dengan tiba-tiba dari arah kanan. Mungkin kaget, perempuan pengendara mio pun langsung banting stir ke kiri. Akibatnya, pengendara shogun yang berada di belakangnya yang tengah melaju dengan kecepatan sekitar 70 km/jam tak sempat mengerem. Dan tabrakan pun terjadi. Keduanya terlihat jatuh tersungkur di atas aspal yang belum kering.

Tak ada korban tewas dari kejadian itu. Beruntung, si pengendara shogun mengenakan helm full face yang ter-klik dan sepatu boot di kakinya. Tak ada luka serius. Hanya lecet di telapak tangan dan lutut karena tergores aspal. Namun terlihat spionnya patah dan foot stepnya penyok. Kondisi si pengendara mio pun tak jauh berbeda. Hanya luka lecet di kaki.

Jujur saja, kejadian itu langsung membuat saya sedikit shock. Bukan hanya karena melihat langsung kejadiannya. Namun lebih dari itu, saya ikut terlibat langsung di dalamnya. Lho ? Kok ?

Ya ... karena sebenarnya, saya lah laki-laki pengendara shogun itu.

*****

Sambil meringis menahan perih dan terus bersyukur ... bersyukur ... dan bersyukur, saya pun melanjutkan perjalanan pulang dari kantor yang masih menyisakan kurang lebih 30 km lagi.

Sesampai di rumah, langsung saya peluk bidadari kecil yang telah lama menunggu. Dan saya bisikkan ke telinganya, "Alhamdulillah, aku masih bisa melihat senyumanmu, Nak !!"

Sahabat, seberat apapun kejadian yang telah menimpa kita, sungguh ... itulah yang terbaik untuk kita. Karena itu jangan sedih ... dan tersenyumlah :)


Thursday, February 12, 2009

Berbekal Rp 500 Ribu, Meraup Rp25 Juta ?



Waryono, seorang office boy di bilangan Jakarta, dengan hanya bermodal Rp 500 ribu mampu membangun bisnisnya. Bagaimana dengan Anda ? Ayo kita tumbuhkan semangat wirausaha ... !!

Wednesday, February 11, 2009

Si Pipi Bakpao

Calon dokter yang hafal Qur'an 30 juz
(Amiin)

Friday, February 6, 2009

Nobody's Perfect

[- Demak, 6 Februari 2009, 08.55 -]

Mencuatnya pemberitaan sinis di media masa tentang tertangkapnya salah seorang kader partai berslogan bersih, peduli, dan profesional di salah sati panti pijat tradisional, agaknya menarik untuk kita cermati. Faktanya jelas. Yang bersangkutan memang mengaku pijat karena capek sehabis bermain bulutangkis. Dan tempat pijatnya pun dikenal bersih dari praktek mesum. Namun apa lacur, meskipun prosedur penanganan partai telah diterapkan, dan bahkan yang bersangkutan telah mengundurkan diri dari pencalonan anggota dewan, sepertinya media tak habis-habisnya menyudutkan partai yang terkenal disiplin dalam menjunjung nilai-nilai religiusitas itu.

Mengapa ini terjadi ? menurut saya,
Pertama, banyak pihak, terutama lawan politiknya, yang tak suka melihat perkembangan pesat yang ditunjukkan partai ini dari waktu ke waktu. Sehingga sedikit saja muncul kesalahan, mereka langsung menghajar habis-habisan melalui media yang menjadi afiliasinya. Dan saya pikir ini wajar di negara demokratis seperti Indonesia.

Kedua, sudah menjadi keyakinan publik, bahwa partai ini dikenal disiplin dalam menjunjung tinggi nilai-nilai religiusitas. Sejarah mencatat, partai ini menduduki peringkat teratas dalam pengembalian gratifikasi. Dibanding partai-partai besar lainnya, selama ini nyaris tak pernah mencuat pemberitaan tentang tabiat buruk anggotanya yang duduk di kursi dewan. Sehingga begitu ada isu negatif, sekecil apapun, pasti akan cepat menyebar.

Kalau boleh saya beranalogi, sebelum kasus ini mencuat, partai ini ibarat sehelai kain putih bersih tanpa noda. Sedikit saja ada noda yang menempel, pasti langsung terlihat. Sehingga ini memudahkan pemiliknya untuk segera mencucinya. Dan kain pun akan kembali bersih. Lain halnya jika kain itu memang sudah lusuh dan menghitam. Pasti sulit untuk membedakan, mana noda dan mana warna aslinya.

Ketiga, banyak pihak yang terlalu over estimate terhadap keberadaan partai berlambang setangkai padi diapit dua bulan sabit ini. Mereka menganggap partai ini berisi sekumpulan malaikat yang tak pernah berbuat salah. Banyak yang lupa, bahwa selama masih ada darah, daging serta ruh, selama itu pula mereka tak akan luput dari salah dan dosa. Nobody's perfect.

'Ala kulli hal, mari ini kita jadikan sebuah pelajaran. Jangan tergiur nikmatnya dunia, selalu hati-hati dan waspada, jangan terlalu over estimate pada seseorang, dan bersihkan setiap kesalahan dengan taubat dan kebaikan.

Wallahu a'lam.





Thursday, February 5, 2009

Mana yang Statis, Mana yang Dinamis

[- Demak, 5 Februari 2009, 08.45 -]

Dalam perjalanan menuju kantor tadi, secara tak sengaja, di dalam mobil saya mendengarkan sebuah cerita motivasi dari seorang motivator salah satu radio bisnis di Semarang. Saya lupa nama motivatornya. Dia memaparkan ada sebuah penelitian yang dilakukan terhadap dua kelompok mahasiswa yang baru saja menyelesaikan program studinya. Setiap kelompok terdiri dari 30 mahasiswa. Seorang fasilitator memberikan setiap peserta dua buah pas foto dengan pose yang berbeda dari setiap peserta yang bersangkutan.

Lalu dia menginstruksikan kepada kelompok pertama untuk memilih salah satu di antaranya agar foto tersebut bisa ditampilkan di web site. Dengan catatan, foto yang telah dipasang bersifat permanen, dan tidak bisa diganti lagi. Hal yang sama juga diinstruksikan kepada kelompok kedua. Hanya bedanya, mereka masih diberi kesempatan untuk mengganti fotonya sebulan setelah dipublikasikan.


Dua minggu setelah web site di-launching, sang fasilitator mewawancarai setiap mahasiswa yang ada di kelompok pertama. Dia menanyakan cukup puaskah mereka atas foto mereka yang telah dipublikasikan? Jawabannya hampir semuanya menyatakan puas. Pertanyaan yang sama juga disampaikan pada kelompok mashasiswa kedua. Dan jawabannnya, lebih dari 60 % tidak puas dan berniat mengganti setelah sebulan dipublikasikan.

Apa yang disimpulkan motivator dari penelitian di atas ? Sayang saya tak bisa menyimaknya sampai selesai karena keburu nyampe kantor. Tapi menurut saya, sebuah pelajaran bisa diambil, bahwa seseorang akan cenderung ragu dengan apa yang ada, dan selalu ingin mencoba yang lain jika sebuah kesempatan diberikan kepadanya. Di dunia nyata, orang-orang yang diberi kesempatan, dia akan berpikir lebih dinamis dan selalu yakin perubahan bisa dilakukan. Inilah yang menyebabkannya ragu, bahkan tidak puas dengan apa yang ada pada dirinya. Sehingga dia akan terus dan terus mencari sampai tujuannya tercapai.

Sedangkan orang yang tak diberikan kesempatan untuk berubah, dia kan cenderung berpikiran statis. Dan inilah yang membuatnya lebih bisa menerima apa yang ada pada dirinya.

Dalam konteks spiritualitas, sikap nrimo atau qona'ah dengan kadar tertentu tentu sangat dianjurkan. Karena lebih bisa mendatangkan ketenangan dan kedamaian. Namun dalam dunia bisnis yang menuntut kerja keras dan prestasi, sikap ingin maju dan menjadi lebih baik, tentu harus selalu dikembangkan.

Wednesday, February 4, 2009

Seri NLP : Garis Imajiner; Teknik Gampang Pindah State

“Bagaimana mengolah pikiran, agar saat kita meninggalkan kantor, persoalan kantor tertinggal di kantor. Sehingga saya jadi fresh saat tiba di rumah. Demikian pula sebaliknya…”

Demikian pertanyaan yang cukup sering (bahkan agak banyak) muncul pada acara seminar Parenting yang kami lakukan selama tahun 2007 lalu. Menurut saya sih gampang-gampang saja, dan selama ini sangat efektif. Terutama saat saya masih bekerja sebagai IT Manager di sebuah perusahaan sampai akhir tahun 2001 lalu.

Ini yang saya lakukan dan setelah belajar NLP, teknik sederhana dan gampang ini ternyata NLP banget, bok! Tapi saya dapatkan ide ini dari sebuah buku yang saya lupa namanya, kalau tidak salah karya Shakti Gwain tentang Kekuatan Visualisasi.

Karena kantor di lantai 3, jadi saya membuat Garis Imajiner di pintu masuk lantai dasar. Caranya saya membayangkan menyoret garis di lantai dari titik A ke titik B. Bayangkan saja persis seperti kita membuat garis di lantai dengan menggunakan kapur barus berwarna putih.
Setelah garis dibuat, sepakati yang mana bagian diluar kantor dan yang mana bagian didalam kantor. Ada area yang menyatakan sebelum dan sesudah. Sebut saja: Bagian Luar Kantor (Baluk) dan Bagian Dalam Kantor (Badak).

Beritahu ke Unconscious bahwa kita akan membuat program ini, nah kalau bagian ini adalah tambahan baru yang saya dapatkan idenya dari training NLP Design Human Engineering di Orlando, Maret lalu. Beritahu bahwa kita akan berpindah STATE dari bagian Baluk ke badak dengan cara melewati garis tersebut. Cukup kayak ngomong dalam hati saja, kok. Mudah-mudah sajalah…

Setelah itu, lakukan perpindahkan STATE dengan melibatkan semua alat indra V.A.K. Ada beberapa ide untuk ini dan pilih yang Anda rasa pas untuk Anda:

Kaki kiri tetap di Baluk, kaki kanan di Badak, artinya kita mau meninggalkan semua perasaan yang ada dalam diri ini di area Baluk. Kapan? Saat mengangkat kaki kiri melangkahi garis imajiner menuju ke Badak. Saat melatih bagian ini, rasakan semua perasaan tertinggal di area Baluk.

Buang nafas sebanyak mungkin saat masih di Baluk, tinggalkan semua perasaan yang ada dalam diri ini di area Baluk. Lalu, sambil kaki melangkahi garis imajiner dan saat masuk ke area Badak, tarik nafas yang dalam dan rasakan kesegarannya.

Hentakkan kaki (boleh kiri atau kanan) di area Baluk sebagai pesan ke Unconscious untuk meninggalkan segala perasaan yang mungkin “mengganggu” dan pindah ke Peak State di area Badak.

Di area Baluk, mata Anda menghadap ke bawah, saat pindah ke area Badak, mata Anda mendelik ke atas setinggi mungkin.

Anda boleh memilih salah satu ide di nomor 4 atau boleh juga mengkombinasikannya.
Lakukan sebaliknya saat pulang dari kantor menuju ke rumah, boleh di garis imajiner yang sama (sebaiknya demikian). Hanya melakukannya terbalik.

Latih, latih dan latih sampai Anda terbiasa…

Sedikit catatan:

Garis Imajiner ini juga bisa Anda buat di rumah, seperti di pintu garasi rumah sebagai tanda batas bahwa urusan rumah adalah di rumah, jangan dibawa keluar. Dan, urusan luar adalah urusan luar, jangan dibawah ke rumah.

Cara kerja Teknik Garis Imajiner persis sama dengan teknik yang ada di NLP yakni Circle of Influence. Jadi bagi Anda yang sudah memahami Circle of Influence, dapat membuat Garis Imajiner lebih mantap lagi.

Jika Anda menguasai teknik Trancing-In dan Trancing-Out, sungguh sangat baik Anda memprogram area A ke B dengan teknik ini dalam kondisi trance, karena hanya butuh sekali program saja, tanpa perlu pengulangan lain.

Teknik ini juga selalu saya gunakan saat pindah state dari sebelum bicara di panggung, naik ke panggung dan berada di panggung. Banyak orang mengamati bahwa saya (tepatnya “state” saya) sangatlah berbeda jika berada di atas panggung sebagai pembicara, dibandingkan saya saat di kehidupan biasa dibawah panggung, menjadi orang biasa saja yang sederhana… Iyalah, yauuu…

Selamat berlatih dan ingat! Dalam latihan, tidak ada kata “gagal”, Anda hanya belum terbiasa saja…

Krishnamurti

NB: Artikel ini saya tulis di komputer Bandara Cengkareng sambil nunggu panggilan naik pesawat dan sempat ketemu dan ngobrol dengan Motivator No. 1 Indonesia yakni Bpk Andrie Wongso, bahkan sempat sebelahan duduk dan buka internet bareng…

Diambil dari : http://www.portalnlp.com/

Sebuah Nasihat di Penghujung Malam

Pukul tiga lebih seperempat pagi tadi saya terbangun oleh suara dering dari HP saya. Om Tono mengabarkan bahwa beliau sudah sampai di terminal Banyumanik. Saatnya saya menjemput. Memang semalam sudah ada kabar kalau Om Tono mau ke Semarang. Pak Dhe nya yang tinggal di Bintoro Raya meninggal dunia jam lima sore kemarin. Saya pun segera berangkat. Kasihan kalau menunggu lama. Apalagi di luar masih gelap.

Di terminal, saya melihat beliau bersama seorang kakaknya. Setelah menyapa dan menyalami keduanya, kami pun segera meluncur ke alamat yang sebenarnya saya belum paham betul dimana daerah Bintoro Raya itu. Mereka pun terakhir kali ke Semarang dulu waktu masih SMA. Jadi wajar kalau lupa. Setelah tanya sana sini akhirnya kami sampai. Tepat pukul setengah empat.

Namanya Soeparlan. Laki-laki usia 76 tahun itu kini terbaring tak berdaya di atas dipan di ruang tamu. Tubuhnya tertutup rapat oleh kain putih. Suasana tiba-tiba menjadi hening saat istrinya membuka kain yang menutupi wajah laki-laki yang telah pergi untuk selamanya itu. Terlihat raut mukanya bersih, meskipun banyak kerutan-kerutan di wajahnya. Aroma wewangian menyeruak meski tak terlihat taburan bunga di atas jenazahnya. Sang istri pun bertutur, mengisahkan saat-saat terakhir menjelang kepergian suaminya. Tuturan kata-katanya menjelma menjadi nasihat kaya makna yang mengiringi kepergian malam.

Subhanallah. Allah memberi pelajaran berharga di penghujung malam ini.

Meskipun saya tak mengenal sama sekali dengan laki-laki itu, namun peristiwa pagi tadi seakan mengingatkan saya dan juga anda. Bahwa mati adalah keniscayaan. Tapi memperisapkan kematian, itu adalah pilihan. Dan pilihan itu sekarang ada di depan kita. Akan kah kita segera mempersiapkannya, ataukah sebaliknya.

Tuesday, February 3, 2009

Sedan Versus Kereta




Sekitar pukul 17.30 kemarin sore, saat perjalanan pulang kantor, saya melihat kerumunan masa di perlintasan kereta Brumbung, Mranggen. Agar tak penasaran, saya pun turun untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi. Dan, Allahu Akbar. Terlihat sebuah sedan, mungkin starlet lama, sedang di tarik truk dari dasar sungai. Kondisinya ringsek. Kata orang yang berdiri di sebelah saya, yang nyetir perempuan. Selamat. Hanya lecet-lecet biasa. Mobil ditabrak kereta dari arah Surabaya karena mogok di tengah-tengah.

Apa yang dialami oleh si pemilik mobil ini bisa saja suatu saat akan menimpa kita. Ada yang bilang itu karena ada medan magnet di atas rel yang bisa menyebabkan mesin mobil mati. Terlepas benar atau tidak, kita harus selalu waspada setiap melintasi rel tanpa palang pintu. Ada beberapa tips yang bisa kita lakukan :

1. Sebelum melintas di atas rel, pastikan ada jarak yang cukup lapang di depan anda.
2. Tengok kiri kanan untuk memastikan tak ada kereta yang lewat.
3. Matikan piranti audio yang bisa menghalangi pendengaran anda dari luar
4. Apabila mobil mati mendadak jangan panik. Tarik napas dan lakukan apa yang seharusnya dilakukan sambil tetap waspada
5. Bila mobil masih tak mau menyala, masukkan gigi netral, segera keluar dan berteriaklah minta tolong orang-orang untuk mendorong mobil

Semoga Bermanfaat

Monday, February 2, 2009

Senyum Syuhada Gaza


Alangkah agungnya seorang yang syahid… Di akhirat ia memperoleh kebesaran luar biasa. Dia tidak meninggalkan dunia ini kecuali dengan barisan yang mulia. Manusia menangis, sedangkan syahid tersenyum…

Kegembiraan melihat tempat tinggalnya di surga menyunggingkan senyum di bibir sang syahid, seperti yang kita lihat para Syuhada Gaza berikut ini :





Si Mata Bundar





Seminggu lagi, usianya genap 7 bulan. Alhamdulillah hingga saat ini istri saya masih memberinya ASI dan belum pernah diberikan susu formula. Makanan padatnya bubur beras merah alami, bubur kacang hijau alami, buah pisang, dan biskuit bayi merek Mil**. Alhamdulillah sejauh ini dia tak pernah sakit serius. Hanya kulitnya kadang merah-merah seperti gatal.
Dia sudah bisa duduk tegak. Kakinya terlihat sudah kuat menumpu badannya. Hanya saja keseimbangannya belum sempurna. Kemampuan verbalnya baru sebatas menjerit dan mengoceh tak beraturan. Giginya belum tumbuh. Dia lebih tertarik plastik yang bergemerisik dari pada benda-benda lainnya.

Gelisah karena Tak Punya Uang ? Capek Deeeh ...

[- Demak, 2 Februari 2009, 10.00 -]

Subhanallah, benar-benar ajaib. Mungkin anda tak percaya dengan apa yang kami sekeluarga alami. Dan tulisan ini saya buat hanya sekedar untuk berbagi rasa dan pengalaman kepada anda. Semoga Allah senantiasa meluruskan niyat ini.

Artikel "Gelisah di tanggal tua ?" yang saya tulis dalam blog ini tiga atau empat hari yang lalu itu sebenarnya hanyalah cara saya untuk kembali menguatkan hati. Betapa tidak. Kami kehabisan uang waktu itu. Padahal Januari masih menyisakan tujuh hari lagi. Apa nggak pusing ?
Ini terjadi karena ada pengeluaran mendadak yang telah menguras hampir setengah dari gaji saya bulan ini.

Jumat malam, 23 Januari, saya berhitung bersama istri. Ada berapa dana kas dan tabungan yang tersisa. Ternyata masih ada Rp 350 ribu. Padahal kami sudah berencana untuk membeli breast pump (pemeras ASI) yang sudah tak berfungsi lagi, karena salah satu bagiannya (seal pelindungnya) hilang. Harganya Rp 325 ribu. Jadi prediksi kami, akan masih ada sisa uang Rp 25 ribu untuk satu minggu. Ini kami lakukan karena merasa sayang kalau Aisya harus terputus ASInya.
Sabtu malam, Mamah (eyangnya Aisya) telpon. Hari selasa Pengen ke Semarang karena udah kangen Aisya. Rencananya berangkat dari Surabaya, sehabis mengantar Hendra ke Juanda. Jujur saja saya senang mendengarnya, meski agak bingung (maklum tanggal tua He.. he.. ).

Senin malam, mamah telpon lagi. Katanya nggak jadi ke Semarang, ambeien bapak kambuh. Mungkin ini skenario Allah, pikirku.

Selasa siang, kami hunting breast pump di toko-toko perlengkapan bayi. Namun hasilnya nihil. Semua beralasan kehabisan stok. Akhirnya terpaksa saya belikan merek lain. Harganya cuman Rp 100 ribuan. Subhanallah, lagi-lagi Allah memberikan rencana baik bagi kami. Dengan begitu, berarti masih ada sisa uang 250 untuk 5 hari.

Kamis, 29 Januari. Uang menyusut tinggal Rp 50 ribu. Itulah mengapa saya mencoba menghibur diri dengan menulis di blog. Siapa tahu ini bisa mengusir kegelisahan dan menguatkan keyakinan.

Jumat malam, kami berhitung kembali. Cuma ada Rp. 28 ribu. Ini jujur lho. Padahal masih ada 3 hari lagi sebelum gajian. Kami putuskan. Sabtu-ahad, kita full dirumah saja. Jangan kemana-mana. Kebetulan persediaan sembako masih cukup. Yakin saja Allah pasti membantu.

Sabtu pagi, iseng kami ke ATM, siapa tahu ada sisa dana yang masih bisa diambil. Istri bilang Mandiri-nya kayaknya masih ada 70 ribu. Siapa tahu yang 50 bisa diambil. Deg-degan kami memasuki bilik ATM. Ternyata, ... maaf, saldo anda tidak mencukupi ... Yah. mungkin ini yang terbaik.

Sebelum beranjak keluar, iseng pula istri memasukkan Muamalatnya. Meski setahu dia, sudah lama kartu itu kosong. Terakhir ngecek waktu dia hamil.

Setelah beberapa detik, kami kaget bukan main, ternyata masih ada saldo satu juta dua ratus ribu an. Subhanallah ... Entah dari mana asalnya. Istri saya pun tak merasa setor sebanyak itu. Kalaupun ada orang lain yang transfer, sejauh ini tak ada konfirmasi kepada istri saya. Di sepanjang perjalanan pulang, tak henti bibir ini bertasbih sambil bertanya-tanya. Uang dari mana ya ?

Tapi bagaimana pun, peristiwa ini semakin membuat kami yakin. Bahwa Allah akan selalu bersama kami. Sebagaimana peristiwa-peristiwa serupa yang juga pernah kami alami dulu. Ini juga menunjukkan, alangkah ruginya orang-orang yang menghambakan dirinya pada uang. Seolah-olah uanglah yang membuatnya bahagia. Uang pula yang membuatnya sengsara. Tak heran banyak jutawan yang gantung diri, hanya gara-gara harga sahamnya terjun bebas. Tak sedikit ibu-ibu yang membakar diri dan anaknya, gara-gara tak sanggup miskin. Hanya karena mereka tak yakin akan kasih sayang dan pertolongan Allah.

Sahabat, yakinlah... intanshurullaha yan shurkum wayutsabbit aqdaamakum... Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (QS. Muhammad 7).

Tidur Ampuh Tangkis Flu

CHICAGO-- Jika Anda merasa hidung mulai mampet dan tubuh demam sebagai gejala flu, maka siapkan bantal dan selimut untuk tidur. Mengistirahatkan tubuh dengan tidur memang merupakan salah satu cara ampuh menangkis flu.Dalam sebuah penelitian di Chicago, Amerika Serikat, para sukarelawan dibayar 800 dolar AS untuk disemprotkan virus flu di sekitar hidung dan menginap di hotel selama lima hari untuk mengetahui apakah mereka benar-benar menjadi sakit.
Terbukti para sukarelawan yang terbiasa tidur selama delapan jam lebih sedikit yang benar-benar sakit dibandingkan yang tidur kurang dari tujuh jam atau gelisah saat tidur.Dosen Universitas Pitsburgh Carnagie Mellon yang mempelajari pengaruh stres, Sheldon Cohen mengatakan selama tidur cukup tubuh akan terasa fit dan itu cukup untuk terhindar dari flu.
Sementara itu, Peneliti Universitas California Dr. Michael Irwin mengatakan, penelitian sebelumnya menyatakan tidur yang cukup akan memantapkan sistem kekebalan tubuh. Hasil penelitian itu merupakan yang pertama kali mengaitkan antara kualitas tidur dengan risiko terhadap penyakit."Pesan yang terkandung mencoba mengingatkan kembali untuk tidur dengan jam normal,karena itu merupakan hal yang sangat penting untuk kesehatan," ujar Irwin.
Selama musim flu, hendaknya Anda menjauhi diri dari bersin orang lain dan penyebab lain. Sebuah studi di arsip internal kesehatan menyatakan, hal-hal tersebut penyebab utama pembawa virus flu dan kebanyakan menjadi terinfeksi. Akan tetap setiap orang tidak mendapat gejala flu.Bagi masyarakat yang tidur kurang dari tujuh jam semalam dalam seminggu, akan lebih rentan 3 kali terkena virus flu ketimbang yang tidur selama delapan jam atau lebih dalam semalam.
Untuk menemukan penyebab flu,peneliti merekrut 78 pria dan 75 wanita, yang kondisi tubuhnya sehat dan masing-masing akan melawan virus.Pertama, kebiasaan tidur mereka akan dimonitor selama dua minggu. Setiap malam, peneliti menwawancarai mereka lewat telepon sebelum mereka tidur. Pertanyaan yang diajukan seputar apa yang mereka lalukan ketika akan pergi tidur, dan kapan mereka bangun dan berapa lama waktu yang mereka habiskan ketika mereka bangun tengah malam dan jika beristirahat ketika pagi hari.
Kemudian mereka akan dibawa ke Hotel, saat virus disebarkan. Setelah lima hari,virus telah bekerja dengan baik menginfeksi 135 dari 153 sukarelawan. Tetapi hanya 54 orang yang sakit.Selain itu, para peneliti juga mencoba melakukan percobaan dengan menggunakan tisu yang ditaruh virus, yang ditujukan kepada orang-orang yang memiliki kelebihan jam tidur. Dari situ bisa diketahui orang yang 8% kelebihan jam tidur dapat terkena flu lima kali lipat daripada orang yang kelebihan jam tidur sekitar 2%.
Menurut Cohen, tidur merupakan cara terbaik untuk meningkatkan respon kekebalan pada tubuh.
Sementara itu,peneliti masalah tidur asal Universitas Pitsburgh, Daniel Buysee dalam studinyamengatakan, terlalu banyak menghabiskan waktu ditempat tidur juga akan menggangu kualitas tidur. "Anda akan memperoleh manfaat jika tidur secukupnya,"ujarnya. (reuters/cr2/ri)
(www.republika.co.id)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...