Assalamu alaikum. Selamat datang di blog pribadi saya. Silakan ambil apa yang menurut anda baik dan abaikan apa yang menurut anda salah. Sebuah kebahagiaan bagi saya bila anda bersedia menulis komentar, respon, kritik dan masukan untuk perbaikan yang lebih baik. Terima kasih.

Hikmah

Monday, January 12, 2009

Nonton Pak Mario di MetroTV

[- Demak, 12 Januari 2009, 11.15 -]
Secara tak sengaja, semalam saya nonton Golden Ways-nya Pak Mario Teguh di Metro TV. Tema yang diangkat adalah Tombo Ati. Dari kata pembuka yang disampaikan oleh mas Coky Sitohang, sepertinya program ini dikemas dalam rangka menyambut momen tahun baru. Acara semalam terlihat spesial dengan kostum serba putih yang dikenakan baik oleh Pak Mario, Mas Coky, maupun penonton di studio. Meski diawali dengan lagu tombo ati-nya Opick yang dibawakan dengan sempurna oleh Hedi Yunus, namun pembahasan Pak Mario sama sekali tak menyentuh isi lirik lagu tombo ati yang lima itu. Titik tekannya hanya pada, bahwa hati, sebenarnya mempunyai cara tersendiri untuk mengobati dirinya.
Banyak nilai yang bisa saya petik dari paparan teori Pak Mario. Salah satunya, teori beliau tentang sifat Allah yang selalu membawa hambanya kepada kebaikan(:dalam bahasa saya). Sekalipun Allah telah menakdirkan keburukan. Dengan teori Benar-Salah yang beliau gambarkan melalui tablet PC, beliau menjelaskan bahwa apapun yang telah digariskan oleh Allah


untuk kita, baik kebaikan (B) atau Keburukan (S), ternyata Allah selalu ingin mengarahkan kita kepada kebaikan dengan cara memberi kesempatan kepada kita untuk memilih kembali antara kebaikan (B) atau keburukan (S). Saya contohkan meskipun seseorang ditakdirkan mengalami kesialan (S), Allah masih memberikan kesempatan kepada dirinya untuk memilih B atau S. Jika dia ternyata memilih (B) yaitu bersabar dan mengambil hikmah dari kesialan itu, berarti orang itu menghendaki kebaikan dan Allah pun akan menunjukkan jalan-Nya. Namun jika ternyata sebaliknya, ia memilih keburukan (S); mengutuk, menyalahkan, merasa tidak bisa terima, lagi-lagi Allah masih memberi kesempatan kepadanya untuk memilih kembali. Itulah kemurahan Allah yang selalu memberinya jalan menuju kebaikan.

Dalam teorinya yang lain Pak Mario menyebutkan bahwa sebesar apapun seseorang, atau sekecil apapun seseorang, yang menentukan adalah hatinya. Berapa banyak orang-orang kecil mampu memimpin orang-orang besar. Karena dia mampu membesarkan hatinya. Bagaimana bisa seseorang yang tinggi besar, gagah fisiknya, tapi takut sama kecoa. Intinya di hati, begitu beliau bilang.


Teori beliau lainnya adalah, hati adalah target yang bergerak. Oleh karena itu kita harus selalu mengarahkan bidikan kita setiap saat. Beliau mengilustrasikan hati itu cenderung fluktuatif. Pagi senang, bersemangat, siang bisa saja menjadi tersinggung. Sore kurang bergairah, tapi malamnya menyala-nyala. Oleh karena itu seharusnya kita punya waktu untuk meletakkan posisi hati kita pada jalur yang benar.
Secara umum acara ini cukup inspiratif meskipun dikemas dengan gaya universal. Salut buat Pak Mario ...

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...