Assalamu alaikum. Selamat datang di blog pribadi saya. Silakan ambil apa yang menurut anda baik dan abaikan apa yang menurut anda salah. Sebuah kebahagiaan bagi saya bila anda bersedia menulis komentar, respon, kritik dan masukan untuk perbaikan yang lebih baik. Terima kasih.

Hikmah

Friday, October 2, 2009

Duka dari tanah Minang

[- Demak, 2 Oktober 2009, 15.35 -]
Hati siapa yang tak ngilu mendengar kabar dari tanah minang. Ratusan bangunan hancur, hotel, mall, rumah sakit, bandara, bahkan mesjid rusak tak berbentuk. Ribuan korban luka yang sebagian besar wanita dan anak-anak memenuhi setiap rumah sakit di kota Padang. Belum lagi korban tewas yang jumlahnya terus merangkah naik. Rabu, 30 September 2009, tepat pukul 17.16 WIB, gempa berskala 7.6 richter yang berpusat di kota Pariaman, membangunkan kita dari lamunan.

Tangisan seorang ibu beserta kedua anaknya yang masih balita di metrotv membuat saya miris. Melihat raut muka mereka yang ketakutan, ratusan orang berlarian karena panik, membuat bulu kuduk ini ikut merinding. Dosa siapa yang telah membuat anak-anak tak berdosa dan orang-orang yang beriman ikut merasakan azab dari Tuhannya.

Mendengarkan taujih dari Ustd Arifin Ilham dalam acara penggalangan dana di Tvone semalam sedikit membuka mata hati ini. Beliau menyampaikan firman Allah Surat ke 17 ayat 16. Kombinasi angka yang munjukkan waktu terjadinya gempa, 17.16 WIB.

Allah berfirman :
Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.

Allahu Akbar...

Ayat itu seolah menampar kita semua. Semuanya. Bukan hanya orang minang. Bukan hanya para korban yang merintih karena terhimpit reruntuhan.

Ayat itu memaksa kita untuk bangun dari buaian kealpaan. Turun dari puncak-puncak keangkuhan. Menanggalkan semua mahkota kesombongan. Sampai kita mau dengan sadar mengakui kebesaran Allah semata.

Monday, September 28, 2009

Lebaran

Lebaran telah berlalu. Tentu banyak sekali kenangan indah mengiringi. Siapa tak bahagia melihat orang tua, saudara, kerabat, guru yang berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun lamanya tak bersua.

Kebahagiaan itu juga saya rasakan. Melihat bapak, mamah, dan ketiga adik-adik saya kembali. Terlebih saat saya bertemu dengan orang-orang yang ikut andil mengenalkan saya pada Tuhan dan kebesaran-Nya.

Sowan ke Pak Sam dan istrinya yang hafidh Quran itu, yang kali pertama saya belajar Quran dari mereka. Ingat sekali saat itu liburan kenaikan kelas sebulan penuh, saya yang kala itu masih duduk di bangku SD kelas 1, dititipkan mbah kepada mereka. Kebetulan masih ada hubungan famili dengan mbah di Ponorogo, dan kebetulan pula rumahnya berdampingan dengan rumah mbah. Hanya dipisahkan sepetak ladang. Meski cuman sebulan dan tak cukup waktu untuk membuat saya bisa membaca Al Qur'an dengan lancar, namun dari merekalah aku mengenal rangkaian huruf-huruf arab, bacaan niyat shalat, niyat wudlu, shalawat, dan sedikit seni rebana.

Di Madiun saya juga sempat sowan ke Bu Siti dan Mbak Mumun, salah satu putrinya. Dari keluarga mereka lah saya belajar Quran dengan metode IQRO, dari jilid1 sampai 6, dan alhamdulillah sampai lancar membaca Quran. Hampir 10 tahun saya tak bertemu dengannya. Dan, Subhanallah, kini semuanya telah berubah. Mushola Al Huda di samping rumahnya, pekarangan di belakangnya, kini tertata rapi.

Sebenarnya ada satu lagi ustadz yang akan saya kunjungi, namun rumahnya tutup seperti sedang bepergian. Mas Gin, begitulah saya dulu memanggilnya. Ustad muda yang pernah mengenalkan saya dengan metode pembelajaran ala pesantren salaf. Mengkaji beberapa kitab populer, silaturahim ke banyak kyai dan pondok, jualan sabun keliling kampung, nyari rumput buat makan kelinci, hingga sering diundang tampil hadrah di berbagai acara walimah atau syukuran warga.

Mengingat mereka merupakan kebahagiaan tersendiri. Saya tak bisa membayangkan apa jadinya saya tanpa mereka dulu. Terlebih doa-doa mereka .... bisa jadi itu yang meringankan langkah-langkah ini dalam menyusuri hidup.

Bersyukur saya masih bisa bertemu mereka lebaran ini, entah lebaran esok .

Thursday, September 17, 2009

Mudik


[- Demak, 18 September 2008 -]

Lebaran tinggal 2 hari lagi insya Allah. Berbagai fenomena yang menyertainya menarik untuk kita cermati. Di antaranya adalah, mudik. Ya, ritual yang satu ini menurut saya terbilang unik. Bayangkan saja, jutaan manusia melakukan perjalanan dalam waktu yang hampir bersamaan menuju tanah kelahirannya. Untuk satu tujuan mulia, bersilaturahim.

Di sepanjang perjalanan menuju kantor tadi, saya sempat melihat deretan mobil berplat luar kota. Di antaranya berplat nomor B, D, E BA, G dll. Namun yang sering terlihat adalah mobil berplat B dari arah Jakarta menuju Surabaya. Dari tampilannya, saya bisa memastikan mereka adalah pemudik yang memanfaatkan jalun pantura.

Seolah tak mau kalah, pengendara sepeda motor pun tampak meramaikan lalu lintas ruas Semarang-Demak ini. Meskipun tak sebanyak pengendara mobil.

Pemandangan ini hanyalah satu dari sekian banyak dampak yang ditimbulkan dari ritual mudik. Lainnya, ongkos bus naik, antrian tiket dimana2, posko2 mudik bermunculan, spanduk2 bertebaran, dan masih banyak lagi.

Dari segi persiapannya pun kita melihat fenomena yang menarik, banyak mal-mal penuh sesak, pakaian, sepatu, dan atribut lainnya laris manis, tingkat penjualan mobil naik, bahkan prinsip lebaran harus berbaju baru sepertinya tak bisa ditawar lagi. (padahal sunnahnya kan yang terbaik, bukan yang terbaru). Sampai-sampai ada yang malu sama famili di kampung, masak baju lebaran kemaren dipake lagi.

Dan ironisnya hingar bingar ini justru nampak beberapa hari menjelang lebaran, di saat sebagian yang lain mengencangkan ikat pinggang berburu malam lailatul qadar.

Melihat fenomena yang terkesan jor-joran itu, saya khawatir, akan muncul niyatan lain selain niyat mulia dari silaturahim. Momen mudik digunakan sebagai ajang pamer sukses para perantau di kampungnya. Sehingga apapun diupayakan.



Thursday, August 20, 2009

Besok puasa Bro ...

Bismillah, akhirnya posting juga. Setelah sekian lama jemari ini enggan menari di atas keyboard - meski cuman sekedar say hai, curhat, atau apalah - hari ini saya memaksa untuk "kembali".

Sampai tak ingat kapan terakhir kali saya menulis. Memang benar kata pepatah, mempertahankan jauh lebih sulit dari pada memulai. Apalagi mempertahankan sesuatu yang kita anggap baik. Pastinya banyak sekali rintangannya.

Oh ya, sekedar mengingatkan nih, insya Allah besok udah mulai puasa Ramadhan. Dan kalau boleh jujur, menjelang H-1 ini saya baru sempat "manasin mesin". Itungannya telat sih. Tapi nggak apa lah. Daripada nggak sama sekali. Paling cuman baca-baca referensi Ramadhan yang pastinya suka luping (lupa2 ingat) - biar semangat gitu. Ngaji Qur'annya nambah porsi. Dan yang pasti nganterin mbok wedok beli makanan kering buat tambahan makan sahur, sama bersihin magic jar yang udah lama nggak kepake. Maklumlah, pejabat BPPM (Berangkat Pagi Pulang Malam), so nggak sempat masak.

Ngomongin Ramadhan emang nggak ada habisnya. Tapi yang terpenting bagaimana kita bisa melaluinya dengan upaya maksimal. Maksimal min awwaluhu ila akhiruhu (nahwunya asal). Dan biasanya tuh - ini berdasarkan survei lo ya, orang2 semangatnya cuman di awal-awal doang. Selebihnya loyo. Loyo emang karena males atao loyo karena sibuk shoping nyiapin lebaran.


Maka dari itu sobat, Naek ambulan di seberang jalan, Jalannya layang belom diresmikan. Ini bulan bukan sembarang bulan. Sayang eh sayang kalau dilewatkan.
Uang seratus susah nyarinya, kalo ditodong nyawa taruhannya. Yang nulis status banyak salahnya, mohon dong keikhlasannya.

Tuesday, June 23, 2009

Aisya usia 11 bulan


Type your summary here

Type rest of the post here

Monday, June 15, 2009

Berkah di bulan Juni

[- Demak, Selasa, 16 Juni 2009, 15.00 -]

Lagi, kemurahan-Nya hadir dalam hidup saya. Kehadirannya yang berulang telah mematri kata yakin di hati ini, bahwa memang Allah benar-benar Maha Pemurah. Meski demikian, sampai kini pun saya masih belum yakin 100 %, kalau semua kemurahan itu datang, karena doa yang selama ini saya hadirkan untuk-Nya.

Saya masih punya dua orangtua yang minimal seminggu sekali - meski hanya lewat telfon - selalu saya pastikan mereka masih sudi berdoa untuk saya. Dan setiap mendengar permintaan itu, mama selalu berujar, "Wong tuwa mung isa urun donga" (Orang tua cuman bisa ngasih doa). Saya juga masih punya dua mertua yang setiap selesai shalat magrib hampir tak pernah meninggalkan wirid dan doa panjang. Bahkan lantunan lantang ayat Quran dari Bapak mertua kerap menghiasi suasana ba'da subuh di rumahnya. Mungkin dari bibir mereka lah semua ini berawal. Doa orang - orang yang telah ditakdirkan mustajab. Karena ridha Allah senantiasa menanti ridha mereka.

Awal juni ini saya lulus ujian skripsi setelah sekian lama terkatung-katung. Dan insya Allah besok pagi saya wisuda. Atas ijin-Nya pula bulan ini saya bisa memulai usaha rental mobil kecil-kecilan. Meski hanya sampingan - dengan memanfaatkan jaringan yang ada - saya optimis dengan bisnis ini.

Dua berkah itulah yang saya terima di bulan ini. Semoga menyusul dengan keberkahan-keberkahan yang lain. Dan untuk kalian, bapak, mama, juga bapak dan ibu mertua, jangan pernah tinggalkan kami dalam doa-doa kalian.


Monday, April 27, 2009

April yang Melelahkan

[- Demak, 27 April 2009, 09.00 -]

April ini saya rasakan begitu ''crowded ''. Belum hilang hingar bingar pemilu yang sempat mencuri perhatian saya - karena memang isu politik masuk dalam daftar isu favorit saya- dua agenda besar, yaitu pernikahan adik kandung di Madiun serta adik ipar di Semarang turut meramaikan suasana April ini. Belum cukup sampai disitu, selama lima hari, saya sempat direpotkan dengan kepergian istri karena urusan dinas ke Jogja.
Namun ... di tengah hiruk pikuk itu semua, masih ada satu momen lagi yang justru memotivasi saya. 20 April, milad saya yang ke 28. Ucapan selamat disertai rangkaian doa, baik via sms maupun FB mampu menambah "kekuatan" diri dalam meniti hari-hari yang lumayan melelahkan ini.

Seolah mencari kambing hitam, itu semua yang membuat jari ini tak sempat menyentuh keyboard, hanya sekedar bercerita dan berbagi via Blogger dan Facebook.
Dan rasanya ingin sekali setelah ini, saya menulis tentang pengalaman "ngeban" tengah malam saat perjalanan menuju Madiun, bercerita tentang jalannya prosesi pernikahan Hendra dan Kiki di Madiun, mengungkap fenomena Kartini, tentang prosesi akad nikah Ulfa dan Mas Budi di Semarang, curhat lima hari kesepian tanpa istri, bercerita tentang kisah Pepeng yang menginspirasi ( yang kemaren malam saya lihat di acara Kick Andy) dan semua kejadian demi kejadian yang siapa tahu ada setitik manfaat yang bisa di bagi, Insya Allah.

Wednesday, April 15, 2009

Bersitan Hati

"Apa yang membuat kita tertawa, suatu saat, itu yang membuat kita menangis. Apa yang membuat kita bersyukur, setiiap saat, itu yang membuat kita bahagia. "

Belajar Merangkak








Selalu saja ada yang ingin diceritakan dari Aisya. Saat makan, saat belajar berdiri, saat menangis, saat tidur. Dan kini saatnya kita lihat bagaimana dia belajar merangkak ...

Mengeksplorasi jeruk




Di usianya yang sudah 9 bulan ini, dia semakin aktif. Meskipun hingga kini belum ada nyali untuk merangkak. Hanya sampai pada tahap mengangkat panggulnya beberapa senti. Selebihnya menyerah.
Soal makan, sepertinya harus disediakan makanan tambahan yang bisa dieksplor. Seperti jeruk, pepaya, biskuit. Dan meskipun belepotan tak karuan di lantai dan sekujur tubuhnya, tapi dia sangat menikmatinya. Lihat saja.

Monday, March 30, 2009

Menjalani hari-hari tanpa khadimat (baca; rewang)

[- Demak, 30 Maret 2009, 10.15 -]

"Hwaaaa ... ho .. ho ... hwaaaaaa ......" tangisan Aisya memecah obrolan kami.

Dengan tangan berlumpur gara-gara nyabutin rumput di belakang rumah, saya hanya bisa terpaku. Istri saya yang sedari tadi khusuk nyupir (nyuci piring), buru-buru membilas tangannya dengan handsoap dan lari ke kamar sejurus kemudian.
Biasa lah, Aisya pasti nangis kalau melihat tak ada orang kala terbangun.

Itulah sepenggal kisah rutin kami di saat weekend. Seolah sudah menjadi pakem, hari Sabtu adalah hari keenam kami "bekerja". Bedanya kami tak perlu jauh-jauh ke kantor. Cukup di rumah saja. Pengen tahu "bisnis rumahan" baru kami ? Nyupak (nyuci pakaian), nyupir (nyuci piring), nyantai (nyapu lanyai), ngepel, nyumob (nyuci mobil), nyarum (nyabutin rumput), lipet-lipet baju, setrika, walah-walaaaah. Baru ahad nya kami bisa istirahat, itupun kalau tak ada acara di lingkungan atau perkumpulan.

Bisanya, setelah jalan-jalan pagi keliling komplek, istri saya langsung memandikan Aisya, nyarapin, ngelonin, sampai bisa dipastikan dia tertidur lelap. Usai itu, tak berarti usai semuanya. Justru "pertunjukan" baru akan dimulai. Berdua kami bergumul dengan seabreg aktivitas rumahan hingga menjelang Dzuhur.

Dengan kondisi istri bekerja, ribet rasanya kalau semuanya dikerjakan tanpa bantuan khadimat atau rewang atau pembantu. Apalagi anak masih kecil. Masih harus ditemani. Meskipun sebenarnya bisa-bisa saja kami menjalaninya. Asalkan tiap hari bangun jam tiga pagi, langsung nyuci baju harian, siapin sarapan dan bekal siangnya. Karena jam enam pagi kami harus sudah cabut dari rumah menuju rumah mertua untuk nitipin Aisya sekalian berangkat ngantor. Pulangnya, sekitar jam 8 malam. Dengan tenaga sisa, nyupir dulu, ngrendem cucian buat besok paginya, sebelum akhirnya "tewas terkapar". Belum lagi aktivitas tambahan di lingkungan, organisasi, perkumpulan, yang rata-rata minta disisihkan waktu pada malam hari.

Kata orang cari rewang yang cocok memang susah. Kalau lewat makelar, biasanya harus ngasih biaya administrasi, belum lagi berdasarkan pengalaman tak bertahan lama. Bisa karena kitanya tak cocok, bisa juga karena sudah "diatur" sama si makelar. Disuruh berulah biar dipulangkan. Jalan satu-satunya, ya harus mau blusukan ke kampung-kampung, nemuin langsung orang tuanya. Harus sabar memang.

Sampai saat ini sudah dua rewang yang pernah ikut kami. Pertama minta pulang karena punya sakit maag akut. Padahal kitanya sudah cocok, anaknya sopan, berkerudung pula. Yang kedua sering mengecewakan istri, berHP tanpa melihat waktu, susah dibangunin kalau subuh. Akhirnya terpaksa kami memulangkan ke orang tuanya.

Ala kulli hal, itulah serunya hidup berumah tangga di tahun-tahun awal pernikahan kami. Hal-hal kecil yang kelihatan sepele, ternyata harus segera dicarikan solusinya.

Monday, March 23, 2009

Bikin nasi tim

[- Demak, 23 Maret 2009, 09.10 -]


Sabtu kemarin, bisa jadi adalah hari bersejarah bagi Aisya, anak saya. Hari dimana kali pertama baginya maem nasi tim.

Sejak enam bulan masa asiExclusive berakhir - meskipun hingga kini masih tetep ngASI - kami mulai memperkenalkan bubur buatan sendiri kepadanya. Selain karena zonder bahan pengawet, kita jadi bisa bebas memilih bahan-bahan yang lebih berkualitas tentunya (dari jenis organik misalnya). Dan kini saatnya mengenalkannya dengan aneka nasi tim.

Ada satu resep yang sebenarnya sudah jamak. Namun kerena ini kali pertama kami mencobanya, seru aja jadinya.
Namanya tim brobay war (brokoli bayam wortel) ... Begini kami membuatnya ...


Wortel, brokoli, bayam dicuci bersih. Rajang ampe halus.


Untuk sekali makan masukkan satu atau dua sendok nasi ke dalam panci, tambahkan air dua gelas dan sayuran yang sudah halus. Aduk terus sampai airnya menyusut. Masukkan kaldu dan daun salam secukupnya. Agar lebih alami, kaldu sebaiknya buatan sendiri. Praktisnya, simpan kaldu yang sudah matang di ice tray dan dibekukan. Setiap mau memasak, masukkan satu blok ke dalam panci.

Setelah wortel empuk, haluskan dengan saringan stainles steel


Siap dihidangkan ...

Kalau dipikir-pikir, ribet juga ya. Dan butuh waktu paling tidak lima belas menit untuk menyiapkannya. (Atau kalau ingin lebih praktis lagi, masak dengan mini magic jar).

Demi memberikan yang terbaik untuk si buah hati, kenapa tidak ?


Friday, March 20, 2009

Perjuangan belumlah usai

[- Demak, 20 Maret 2009, 10.30 -]

Pernahkah kita, entah sengaja atau tidak, bertemu dengan teman SMA, SMP, atau bahkan teman SD kita dulu ? Lalu apa yang ada di dalam benak kita ketika kita melihat mereka - dalam segi apapun - berada dalam keadaan yang diluar dugaan kita ?

Beberapa waktu yang lalu, di sela-sela jam kerja, saya ngobrol dengan beberapa teman satu ruangan. Dan entah siapa yang memulai, arah obrolan kami menyinggung tentang pengalaman kami bertemu dengan teman-teman lama.

Seorang di antara teman saya bilang kalau dia pernah ketemu dengan teman SMPnya (kalo tak salah ingat) di dalam bus kota. Setelah diamati betul-betul, ternyata kondektur yang baru saja menagih ongkos itu adalah temannya dulu waktu di SMP. Di tengah hiruk pikuk penumpang yang berjubel, sebenarnya dia ingin menyapa. Tapi melihat bahasa tubuh sang kondektur yang sepertinya ingin menghindar, dia pun mengurungkan niyatnya. Dalam hati, mungkin dia malu.

Teman saya yang lain berkisah, saat secara tak sengaja, dia bertemu dengan teman SMAnya di halaman kampus STAN.

"Loh, lu kuliah disini juga ternyata ?" sergahnya setengah tak percaya.

"Kagak. Gua cuman nganter dosen lu ..." jawab teman SMAnya sambil tersenyum.

Setelah ngobrol sana sini, dia baru ngeh kalau teman lamanya itu adalah sopir dosennya.
Pengalaman lain, dia geleng-geleng kepala setelah memergoki kawan lamanya yang lain dengan penampilan ala punk. Rambut jingkrak, baju lusuh, dan sepatu kumel.

Cerita istri saya lain lagi. Tadi pagi, dalam perjalanan menuju rumah mertua untuk menitipkan si kecil, di depan sebuah sekolah, istri saya melihat teman satu madrasahnya dulu terlihat berjualan makanan kecil di depan pagar. Istri saya tak sangsi lagi kalau itu adalah temannya. Dulu dia terbilang pandai, jadi semua pasti kenal termasuk istri saya.

Saya pribadi pun pernah mengalami hal yang sama. Tapi dengan kondisi yang berbeda. Namanya Bagio. Dia teman satu SD sekaligus SMP. Saya ingat betul ketika salah satu guru SD saya memvonis mbelis (mbeling banget) si Bagio. Tiga tahun SMA saya mendengar dia aktif di mushala di kampungnya. Tiga tahun kuliah di Jakarta, saya tak pernah menangar kabarnya. Setahun kemudian, ketika liburan lebaran, saya merasa setengah tak percaya. Bagio menjadi imam dan penceramah shalat tarawih di mushala kampung saya. Subhanallah ...

Kita boleh-boleh saja merasa terhenyak melihat kondisi mereka. Dan mereka sah-sah saja merasa malu atau kurang pede jika kondisinya diketahui oleh orang-orang yang pernah dikenalnya yang kini mereka anggap lebih "beruntung". Sampai-sampai, ini yang menjadi alasan mereka enggan menghadiri undangan reuni alumni.

Namun kawan, bukankah rizki itu sudah punya alamatnya masing-masing ? Bukankah iman itu berfluktuasi ? Dan bukankah takdir itu bisa dirubah ?

Bisa saja suatu saat keadaan berbalik. Kita bisa "jatuh" jika kita tak bersyukur dan menyia-nyiakan nikmat. Mereka pun bisa "sukses" jika mau terus berharap dan berupaya.

Pada titik ini akhirnya kita tersadar. Bahwa sebenarnya, apa yang telah kita capai saat ini, tak ada yang perlu kita banggakan. Karena "pertandingan" belumlah usai. Dan kesempatan untuk berjuang pun masih membentang di hadapan.


Wednesday, March 18, 2009

Bernostalgia lewat facebook

[- Demak, 18 Maret 2009, 09.20 -]

Lama saya tak menulis. Rasanya ada sesuatu yang hilang. Bad mood yang menyerang seminggu yang lalu, secara efektif telah menggerus motivasi saya untuk menulis. Tak cukup di situ, flu yang bikin hidung sentrap-sentrup karena ada sesuatu yang meler, turut berkontribusi dalam keterpurukan ini. Al hasil, yaa gitu deehh... Males aja bawaannya.

Fenomena facebook yang bikin gempar menjalar juga ke teman-teman sekantor, wa bil khusus teman-teman seruangan. Awalnya saya tak begitu tertarik. Toh saya sudah punya blog yang selama ini dengan setia menerima curahan hati-meskipun sekarang lagi males posting. Namun ternyata godaan itu begitu kuat. Hingga akhirnya tak mampu diri ini menahan rasa penasaran yang bergolak.

Dan akhirnya, saya pun bergabung. Hanya dalam waktu kurang dari tiga jam sejak saya teregistrasi, saya sudah terhubung dengan wajah-wajah lama yang membuat bibir ini tak bisa menahan senyum. Ada si Ibnu teman satu kos waktu kuliah. Kini sudah berbuntut tiga. Si Yayat, si Maman, Si Bayu teman sekampung, Fadhli ...


Melihat mereka gairah ini serasa terpancing. Menerawang angan ini ke masa lampau. Teringat kembali kenangan-kenangan yang sudah lama tak hinggap dalam benak ini.

Yah ... begitulah tingkah sang waktu. Yang telah berlalu menghadirkan kenangan, dan berbahagialan orang yang mampu menjadikannya hikmah. Yang akan menjelang menampakkan misteri, dan berbahagialah orang yang melihatnya dengan harapan.


Thursday, March 12, 2009

My sweet canary


[- Demak, 12 Maret 2009, 15.30 -]

Hampir sepekan ini "kenari" ku tak bisa "bernyanyi" lepas. Awalnya hanya batuk dan hidung meler. Namun belakangan kulitnya kembali bermasalah. Kata dokter, kulit Aisya sensitif dan rentan bakteri. Jadi harus benar-benar dijaga dalam keadaan bersih.

Terakhir, di pahanya muncul benjolan berisi air mirip cacar. Hanya saja tak menyebar. Waktu diperiksakan, dokter memecah untuk mengeluarkan airnya. Duh... pasti perih sekali ...
Ayah mana yang rela melihat buah hatinya merana ...

Merekah indah bunga melati
Di atas puri sepi nan sunyi
Alangkah gundah rasa di hati
Kala kenari enggan bernyanyi

Banyak yang bilang jenang Magelang
Bentuknya bundar untuk sajian
Gundah hilang tenang menjelang
Asal kitanya sadar itu ujian

Wednesday, March 11, 2009

Susah payah menutupi bangkai ? Percuma ...

[- Demak, 11 Maret 2009, 12.45 -]

Dugaan bahwa Israel berada di balik tragedi WTC 9 September tampaknya akan menuju titik terang. Masyarakat Amerika pasti terkejut dan tak menyangka, meskipun berbagai teori yang mengarah kesana sudah diungkap oleh beberapa pengamat inteligen negeri paman sam itu.

Kabar dari inilah dot com yang bertajuk "Israel Terlibat Pemboman WTC?" patut kita simak.
Namanya saja bangkai, serapat-rapatnya ditutupi, baunya pasti akan menyebar juga.

INILAH.COM, New York - Lima orang tersangka utama peledakan World Trade Center New York dan Gedung Pentagon atau lebih dikenal dengan tragedi 9/11 menyimpan kejutan. Seorang di antaranya, Ziad Al Jarrah, ternyata pernah cukup lama bekerja untuk agen intelijen Israel Mossad. Benarkah Israel terlibat serangan itu?
Menurut sebuah artikel yang dipublikasikan media mingguan AS, American Free Press, Al Jarrah terbukti terlibat dalam peristiwa pada 11 September 2001 itu. Bersama keempat kawannya, mereka dengan bangga mengakuinya. Namun, fakta bahwa pria berkebangsaan Libanon itu mantan agen Mossad sangat mengejutkan AS.
Apalagi, Al Jarrah bukanlah agen biasa saat bekerja untuk Mossad. Menurut pengakuannya, ia pernah bekerja dalam operasi penyamaran di kelompok Palestina dan Hizbullah Libanon sejak 1983.
Keponakan otak tragedi itu termasuk salah satu dari 19 pembajak yang meratakan Menara Kembar WTC dengan tanah. Kedekatannya dengan sang paman menimbulkan spekulasi banyaknya orang Muslim yang direkrut Israel sebagai agen.
Hubungan Israel dengan tragedi 9/11, menurut harian suratkabar New York Times bisa diselidiki dengan menelusuri lima orang dancing Israeli. Ketika pesawat Flight 11 dan Flight 175 menabrak gedung, lima orang Israel terlihat menari dan bersorak-sorai di lokasi kejadian.
Kelima warga Israel yang diduga agen Mossad itu ditahan selama 71 hari sebelum akhirnya dilepas. Sejak itulah, Agen Intelijen AS (CIA) mencurigai keterlibatan Mossad dan melakukan pengawasan yang tak membuahkan hasil, hingga pengakuan teranyar ini.
“Tak ada keraguan bahwa hal itu (perintah menutup penyidikan) datang dari Gedung Putih. CIA berasumsi hal ini akan ditutupi sehingga Israel dianggap sama sekali tak terlibat dalam tragedi 9/11,” demikian kesimpulan New York Times yang dikutip Al Jazeera.
Mantan PM Italia Francesco Cossiga berpendapat, tragedi yang menewaskan hampir 3.000 orang itu tak lain rekayasa CIA-Mossad. Menurutnya, semua aktivitas intelijen Amerika dan Eropa, termasuk serangan yang kerusakannya parah, telah direncanakan oleh CIA dan Mossad.
“Mereka ingin memfitnah dunia Arab dan mengambilalih kekuasaan di kawasan itu, terutama Irak dan Afganistan,” ujarnya kepada sebuah media lokal, Corriere della Sera.
Ucapannya itu didukung fakta bahwa beredar pesan singkat (SMS) sekitar dua jam sebelum insiden 9/11 ke ponsel warga Yahudi di New York. Isinya memperingatkan agar mereka tak bekerja hari itu.
SMS itu diedarkan oleh firma telekomuinikasi Israel, Odigo, yang kantornya berjarak dua blok dari WTC New York. [vin/nuz]

Madain Saleh: Sisa Kehancuran Kaum Tsamud

[- Demak, 11 Maret 2009, 09.15 -]

Membaca artikel ini saya jadi teringat dengan sebuah buku cerita bergambar yang pernah saya baca dulu ketika masih duduk di bangku SD. "Kisah Nabi Shaleh", judulnya.

Meski lupa buku itu saya dapat dari mana dan siapa penerbitnya, namun saya masih ingat betul rangkaian gambar yang menceritakan sebuah kisah. Gambar saat Nabi Shaleh menyeru ummatnya, saat seekor unta keluar dari balik bukit, gambar saat seorang pemuda membunuh unta itu, hingga bagaimana kaum Tsamud mati bergelimpangan karena diazab oleh Allah dengan suara yang menggelegar.

Semua gambaran itu masih jelas sekali dalam ingatan saya. Padahal sudah berjalan lebih dari dua puluh tahun. Makanya kalau ingin anak kita hafal sesuatu, gambar berwarna yang menarik akan membantu menguatkan daya ingatnya.

Dalam Alquran banyak sekali dijelaskan tentang kehancuran bangsa-bangsa (kaum) yang tidak mau beriman kepada Allah SWT. Di antaranya, bangsa 'Ad (umat Nabi Hud), kaum Tsamud (umat Nabi Saleh), bangsa Madyan (umat Nabi Syu'aib), kaum Nabi Ibrahim, serta kaum Nabi Nuh.

Seperti umat lainnya, umat Nabi Saleh, yaitu kaum Tsamud, juga dihancurkan karena mereka tidak mau beriman kepada Allah SWT dan tidak mengakui Saleh sebagai seorang Nabi. Mereka dihancurkan oleh Allah SWT dengan petir yang menggelegar sehingga meruntuhkan bangunan tempat tinggal mereka.

''Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di tempat tinggal mereka, seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tshamud.'' (QS Hud ayat 67-68).

Sebelum mereka dihancurkan dengan suara petir yang menggelegar, bangsa Tsamud ini diperintahkan untuk menyembah Allah dan mengikuti ajakan Nabi Saleh. Namun, mereka enggan melakukannya. Bahkan, ajakan itu justru dianggap menghina kaum Tsamud. Lalu, ketika diuji dengan diberikan seekor unta betina, mereka pun membunuhnya. Kemudian, Nabi Saleh memperingatkan umatnya. Cerita ini terdapat dalam surah Hud ayat 61-62 dan 65-68, Ibrahim ayat 9, Al-A'raf ayat 75-77, An-Naml ayat 47-50, Al-Qamar ayat 23-26, dan Asy-Syu'araa' 141-158.

Karena sikap sombong dan angkuh itu, mereka pun harus menerima akibat dan dihancurkan oleh Allah SWT sebagaimana telah dilakukan pada kaum 'Ad, umatnya Nabi Hud.Berdasarkan hasil studi arkeologi dan sejarah terkini mengenai kehidupan dan peninggalan bangsa Tsamud ini, para peneliti arekologi berhasil menemukan dan mengungkapkan keberadaan kaum Tsamud di antara Yaman selatan dan utara Madinah yang disebut dengan nama Madain Saleh. Alquran menyebutkan, kaum Tsamud membuat rumah atau bangunan sesuai dengan gaya hidup mereka. Tsamud, seperti disebutkan dalam Alquran, merupakan fakta sejarah yang dibenarkan oleh banyak temuan arkeologis saat ini.

Menurut penjelasan Alquran, kaum Tsamud merupakan anak cucu dari kaum 'Ad. Hal ini dibuktikan dengan temuan-temuan arkeologis tentang keberadaan dan kehidupan mereka. Dijelaskan, akar kaum Tsamud dulunya hidup di utara Semenanjung Arab yang berasal dari selatan Arabia, tempat kaum 'Ad pernah hidup.

Sumber-sumber sejarah mengungkapkan, sekelompok orang yang disebut dengan Tsamud benar-benar pernah ada. Masyarakat al-Hijr (batu) sebagaimana disebutkan dalam Alquran adalah sama dengan kaum Tsamud. Nama lain dari Tsamud adalah Ashab al-Hijr. Kata 'Tsamud' adalah nama dari suatu kaum, sedangkan kata al-Hijr adalah salah satu di antara beberapa kota yang dibangun oleh orang tersebut. (Lihat Ensiklopedia Islam).

Seperti umat Nabi Hud yaitu kaum 'Ad, ahli geografi Yunani yang bernama Pliny menggambarkan bahwa Domatha dan Hegra adalah lokasi tempat tinggal kaum Tsamud. Tempat tersebut hingga kini dikenal dengan nama Kota Al-Hijr.Sumber tertua yang berkaitan dengan kaum Tsamud adalah hikayat kemenangan Raja Babilonia Sargon II (abad ke-8 SM) yang mengalahkan orang-orang ini dalam pertempuran di Arabia selatan. Bangsa Yunani juga menghubungkan kaum ini sebagai 'Tamudaei', yakni 'Tsamud' sebagaimana ditulis Aristoteles, Ptolomeus, dan Pliny. Kaum Tsamud ini diperkirakan hidup pada abad ke-8 Sebelum Masehi, sekitar tahun 800-an SM.Dalam Alquran, kaum 'Ad dan Tsamud disebutkan secara bersamaan.

Menurut para ahli tafsir, terdapat sebuah hubungan antara kedua kaum ini. Dan, kaum 'Ad pernah menjadi bagian dari sejarah kaum Tsamud.Nabi Saleh memerintahkan umatnya untuk mengambil peringatan dari kejadian yang pernah menimpa umat Nabi Hud (kaum 'Ad). Sementara itu, kaum 'Ad ditunjukkan contoh dari kaum Nabi Nuh yang pernah hidup sebelum mereka. Kaum 'Ad mempunyai kaitan penting dengan kaum Nabi Nuh. Ketiga kaum ini mempunyai hubungan sejarah yang saling berkaitan.

Menurut Alquran, kaum yang pertama kali dihancurkan adalah kaum Nuh. Selanjutnya, kaum Nabi Luth yang melakukan hubungan sejenis (homoseksual). Kemudian berturut-turut, kaum Nabi Musa (penenggelaman Firaun), kaum Nabi Syu'aib (Madyan), kaum Nabi Hud ('Ad), dan kaum Nabi Saleh (Tsamud). Menurut Harun Yahya dalam situsnya, umat Nabi Nuh dihancurkan pada 3000-2500 SM, kaum Ibrahim dan Luth awal tahun 2000 SM, umat Musa tahun 1300 SM, umat Hud ('Ad) 1300 SM, dan umat Nabi Saleh (Tsamud) sekitar tahun 800 SM.

Menurut beberapa sumber, urutan tersebut di atas belum sepenuhnya tepat. Namun, dari data itu, akan dihasilkan sebuah rangkaian yang sangat runtut (tertib), baik menurut Alquran maupun data-data sejarah.

Pahatan Batu
Dari beberapa keterangan yang ada, Britannica Micropedia menyebutkan: Di Arabia Kuno, suku atau sekelompok suku tampaknya telah memiliki keunggulan sejak sekitar abad 4 SM sampai pertengahan awal abad 7 M. Meskipun kaum Tsamud kemungkinan asal-usulnya dari Arabia selatan, sebuah kelompok besar rupanya pindah ke utara pada awal-awal tahun, secara tradisional berdiam di lereng gunung (Jaba) Athlab. Penelitian arkeologi terakhir mengungkapkan, sejumlah besar batu bertulis dan gambar-gambar kaum Tsamud tidak hanya ada di Jabal Athlab, tetapi juga di seluruh Arabia tengah. (Britannica Micropedia, vol 11, hlm 672).

Pada sekitar 2000 tahun yang lampau, kaum Tsamud telah mendirikan sebuah kerajaan bersama bangsa arab yang lain, yaitu Nabataeans. Saat ini, di Lembah Rum yang juga disebut dengan Lembah Petra di Jordania, dapat dilihat berbagai contoh karya pahat batu yang terbaik dari kaum ini. Sebagaimana disebutkan dalam Alquran, kaum Tsamud ini memiliki kemahiran dan keahlian dalam bidang pertukangan (ukiran dan pahat memahat).

''Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanah yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah, maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan.'' (QS al-A'raf: 74)

Menurut Brian Doe, seorang peneliti arkeologi tentang keberadaan kaum Nabi Hud dan kaum Tsamud di Arabia selatan, kaum Tsamud ini dikenali melalui tulisan dan pahatan-pahatan yang mereka buat di dinding-dinding batu. Tulisan yang secara grafis itu sangat mirip dengan huruf-huruf Smaitic (yang disebut Thamudic) dan banyak ditemukan di Arabia selatan sampai ke Hijaz. (Brian Doe, Southern Arabia, Thames and Hudson, 1971, hlm 21-22)

Tulisan yang pertama ditemukan di daerah utara Yaman tengah yang dikenal sebagai Tsamud, ini dibawa ke utara oleh Rub'ah Khali ke selatan dan Hadramaut serta oleh Shabwah ke barat.

Seperti halnya kaum 'Ad, peninggalan kaum Tsamud banyak ditemukan di daerah sekitar Hadramaut, Yaman. Walaupun telah dihancurkan oleh Allah SWT selama ribuan tahun lalu, namun hingga kini sisa-sisa peninggalan mereka (berupa bangunan dan karya seni) masih dapat ditemukan di sekitar Hadramaut dan di Kota Madain Saleh, sebelah utara Madinah. sya/berbagai sumber
Warisan Dunia
Kota bekas peninggalan umat Nabi Saleh, yaitu kaum Tsamud di Al-Hijr (Madain Saleh), kini menjadi salah satu kota warisan dunia. Badan PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO), pada awal Juli 2008 lalu, telah mengesahkan kota tua Madain Saleh yang terletak di utara Madinah, sebagai salah satu situs warisan dunia (World Heritage Site).

Kaum Tsamud dan Nabatea yang menetap di Madain Saleh adalah situs bersejarah yang memiliki 132 kamar dan kuburan. Tempat ini terletak sekitar 440 km di sebelah utara Madinah. Umat ini diperkirakan hidup pada 200 SM hingga abad 200 Masehi (abad ke-2). Peninggalan yang masih bisa dilihat di sini adalah ukiran dan pahatan pada tembok, menara, serta sejumlah saluran air dan bak-bak air.

Selain itu, para arkeolog juga menemukan batu bata rumah warga yang dianggap sebagai sisa peninggalan umat Nabi Saleh di Nabatea yang terpelihara dengan baik setelah Petra, dan berlokasi sekitar 440 km arah utara Madinah yang berbatasan dengan Yordania. Kota Madain Saleh menjadi situs warisan dunia yang pertama diperoleh Arab Saudi. sya/iina
Kaum Tsamud, Entrepreneur Ulung
Kaum Tsamud, umat Nabi Saleh, dikenal sebagai entrepreneur ulung di masanya. Berbagai karya seni pahat, ukiran, dan pertukangan adalah contoh keahlian dan kemahiran mereka.

''Dan, ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikan kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum 'Ad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah, maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan.'' (QS al-A'raf: 74)
Para arkeolog berhasil menemukan sejumlah batu karang dari hasil budaya kaum Tsamud di gunung-gunung maupun di lembah-lembah sekitar Arabia selatan dan tengah. Misalnya di Jabal Athlab, ditemukan tembikar dan lainnya.
Karena keahlian dan kepandaiannya itu, hasil ukiran yang mereka buat dijadikan sebagai barang dagangan dengan komunitas lainnya. Sebagian lagi dibuat hiasan di rumah-rumah mereka.

Produk utama kaum Tsamud adalah barang pecah belah (tembikar) yang unik dan memiliki nilai seni yang berkualitas tinggi. Sedangkan, produk lainnya yang diperdagangkan adalah kemenyan dan rempah-rempah. Dari hasil perdagangan tersebut, didapatkan kekayaan sehingga memungkinkan mereka membangun istana, rumah yang dipahat, dan makam pada batu karang. Kota tersebut berada 347 km di sebelah utara Madinah.

Pada sekitar 200 SM, kaum Nabasia menggantikan kaum Tsamud menguasai Kota Dedan (Al-Ula) sampai Al-Hijr (Madain Saleh). Situs arkeologi penting ditemukan di Kota Al-Ula yang telah dihuni sampai 1970, yang merupakan sebuah percontohan Kota Islam yang dikenali kembali pada abad ke-11 Masehi. Khuraibah merupakan sebuah situs Kerajaan Lihyanite, yang terdapat sejumlah besar makam. Ditemukan pula, Ikmah yang merupakan sebuah sungai (wadi) pada batunya memuat prasasti Lihyanite dan Minea. sya/berbagai sumber/kem

Sumber : http://www.republikaonline.co.id/


Tuesday, March 10, 2009

Lagi Bad Mood


Taruh payung di atas punggung
Ke Pasar Sayung jualan anglung
Aduh buyung hatiku bingung
Badan terhuyung pikiran linglung

Beli bakwan dimakan luwak
Beli yoyo digigit marmut
Duhai kawan tolonglah awak
Hati loyo terjangkit bad mood


Beli pepaya yang masih basah
Diangkut rakit ke puncak bukit
Susah payah mengusir resah
Ungkat ungkit mencoba bangkit



Wednesday, March 4, 2009

Berkunjung ke Kampung Nelayan Purworejo

[- Demak, 4 Maret 2009, 11.15 -]

Designer bumi ini memang luar biasa. Di setiap sudut belahan bumi manapun, selalu memunculkan sebuah pola kehidupan.
Baru saja saya datang dari kampung Purworejo. Sebuah kampung nelayan yang masuk dalam wilayah kecamatan Bonang, Demak.

Hanya butuh waktu kurang lebih satu jam jika ditempuh dengan mobil dari pusat kota Demak.

Melihat setiap sudut perkampungan ini, saya jadi teringat Gresik. Suasananya mirip sekali. Mengare. Ya, kampung ini tak jauh beda dengan kampung nelayan di Mengare Gresik. Hanya bedanya, masyarakat di sini tak terlihat memakai sarung dalam keseharian mereka seperti halnya di Mengare.

Seperti kampung-kampung nelayan lainnya, aroma amis langsung menyengat begitu kami menyusuri jalan beton di pinggiran sungai yang muaranya sudah bisa kami lihat di depan. Deretan ikan asin dan peralatan nelayan dipajang di pinggiran jalan. Sebuah etalase yang seolah ingin mengatakan, "Selamat Datang di Kampung Nelayan".

Setelah jeprat sana jepret sini, saya sempatkan ngobrol dengan salah seorang nelayan yang terlihat duduk di depan rumah sederhananya.

Dari nelayan itu saya mendapatkan informasi, kalau nelayan di sini ternyata mempunyai cara mengais rejeki yang cukup beragam.

Ada nelayan yang menggunakan branjang, sejenis jala berukuran raksasa yang mengambang di atas perahu. Orang sini menyebutnya branjang prau, karena untuk membawanya ke tengah laut harus ditarik dengan perahu. Biasanya kelompok nelayan yang menggunakan piranti ini melaut sekitar jam 3 sore dan pulang keesokan paginya. Saya sempat ditawari ikut, karena biasanya ada juga yang ikut untuk menyalurkan hobi mancingnya.

Branjang Prau

Ada juga nelayan yang menggunakan branjang "gembes" (kalau tidak salah dengar). Seperti branjang prau hanya tak bisa dipindah-pindah karena posisinya permanen. Di atas nya ada sebuah jala yang bisa ditarik naik turun.

Branjang Gembes

Bapak yang saya ajak ngobrol tadi lain lagi. Dia fokus ke tambak yang juga sempat saya lihat di sepanjang jalan yang tadi saya lewati. Biasanya masyarakat sini mengandalkan udang dan bandeng sebagai hasil tambak utamanya.

Anak-anak terlihat bermain di atas perahu

Selain itu masih banyak lagi. Ada tukang reparasi kapal, pengeringan ikan, pedagang ikan dll. Semuanya mencari sumber penghidupannya masing-masing.

Kalau dipikir-pikir semuanya berawal dari satu, yaitu ikan. Dan dari situlah kemudian tercipta berbagai cara dan perilaku manusia yang unik dalam mengais rejeki. Membuat manusia hidup, berkembang dan akhirnya terciptalah kehidupan. Itulah mengapa saya mengatakan di awal tulisan ini, "Designer bumi ini memang luar biasa".













Tuesday, March 3, 2009

Urip Kuwi Mung kaya Mampir Ngombe

[- Demak, 3 Maret 2009, 15.15 -]

"Urip iku mung kaya mampir ngombe". Dulur mesthi wis tahu krungu sanepan iku. Yen durung ya kebangeten, to. Kaya ora tahu ngrungoake ceramah wae.

Yen dipikir-pikir ya pancene bener. Jenenge wae mampir, ya mesthi bakale mulih menyang asale. Lak iya to ? Lha opo arep nginep nang kono ? Opo pengen disemprot karo sing nduwe omah ? Wis diwenehi ngombe, njaluk liyane. Kuwi jenenge " diwenehi ati, ngrogoh rempelo".

Ya kaya ngono iku kahanane manungsa. Pengene urip teruuuus nang donya. Cara berpikir sing kaya ngene iki uga sing nyebabake manungsa lali karo asale. Sing nduwe jabatan, gumedhene ora karuan. Sing sugih, kikire ora jamak. Sing bagus lan ayu, padha kemlelet melat melet. Rak ya rusak to ?
Ora percaya ? Lha kae delengen nang tipi, e salah, tivi. Wis pirang gundhul anggota dewan sing di krangkeng gara-gara korupsi. Kabar terakhir, ana anggota dewan ketangkep KPK gara-gara nrima gratifikasi soal bandara lan dermaga nang Indonesia Timur. Jumlahe ora sithik, 90 ewu US dollar. Jajal itungen pirang rupiah iku ? Padahal ora suwe para pimpinan partai nandatangani komitmen anti korupsi. Jebule ... nggedabussss .... Kecuali siji partai sing ora tahu gelem nampa. Yen kapeksa nampa ya mesthi langsung disetorke KPK. Total 1,9 M dibalekake. Apa ora huueebat ....? Partai opo kuwi, yo rahasia to, mengko dikira kampanye. PNS, je ...

Ya iku sing diarani keblinger ...

Mangka saka iku dulur, nang ngendi enggon, sing jenenge banda, wanita, tahta iku nyamari yen ora ati-ati. Iku ngono kaya banyu omben sing kudu diombe salumrahe. Ora kena akeh. Yen akeh-akeh, iso plempoken wetenge. Tur ngono iku banyu njaluk.

Dhawuhe Gusti Pangeran nang Quran surat Ali Imran 14 sing artine, "Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)."
Wadhuh, dadi kelingan singire mbiyen jamane ngaji nang kampung,
Pirang tahun lawase nang ndonya iki
Elingana yen sira bakale mati
Sangu mati dudu emas raja brana
Nanging iman serta amal kang utama
Agama Islam agama suci
ora bisa ngaji awake rugi
Rugi ndonya ora dadi apa
Rugi akhirat bakal cilaka
Muga manfaat. Amin.

Monday, March 2, 2009

Ngaji ... ngaji ...

Burung kutilang bersiul pelan
Sambil menari di atas sawah
Sungguh malang itu si fulan
Habiskan hari tanpa tilawah

****************************

Menyang Demak nang makam sunan
Bareng mas Bowo karo mas Darmaji
Ooalah mak lha kok melas tenan
Awak wis tuwa lha kok males ngaji

Anak siapa berkerudung belang
Anak pak haji itu lah pasti
Hati siapa dirundung malang
Dengan mengaji hati terobati

9 Mitos Menyusui dan Faktanya

Bagi kebanyakan pasangan yang baru saja menyambut kehadiran si buah hati, beragam saran dan masukan dari orang tua, tetangga, dan teman kerja adalah hal yang lumrah. Niat baik mereka tentu haruslah kita respon dengan baik pula.

Namun yang terkadang malah membuat pusing adalah, banyak saran yang saling bertentangan. Mana yang benar ?

Di sinilah pasangan harus jeli dan selektif dalam memilah dan memilih saran yang akan dipakai. Apalagi untuk hal-hal yang sifatnya vital, seperti seputar ASI. Kasihan si buah hati kalau salah menerapkan.

Jadi ingat iklannya cap lang, "Buat anak kok coba-coba ..."
Ini ada artikel bagus tentang ASI dari nakita, semoga bermanfaat.


Katanya ASI bisa kurang kalau si bayi rakus.
Bagaimana faktanya? Dr. Rudy Firmansjah B. Rivai, Sp.A dari Rumah Sakit Anak dan Bersalin (RSAB) HarapanKita Jakarta menjelaskannya kepada kita.

1. ASI BELUM KELUAR PADA HARI PERTAMA SEHINGGA PERLU DITAMBAH CAIRAN LAIN
Salah.
Memang, banyak ibu yang mengalami kesulitan menyusui di hari pertama dan mengeluhkan ASI-nya tidak bisa keluar. Namun tak perlu cemas karena dihari pertama, selain bayi belum memerlukan cairan tambahan, di dalamtubuhnya pun masih ada cadangan cairan yang cukup.ASI sendiri terdiri atas 88% air. Jadi, kebiasaan memberi cairan seperti susu formula, air putih, teh manis kepada bayi baru lahir tentu kurangtepat. Di banyak negara tindakan ini sudah menjadi kebiasaan dengan alasanagar bayi tidak rewel atau sekadar menghilangkan hausnya. Ditambah lagi, bila cairan itu diberikan dengan dot, selain refleks mengisap bayi jaditidak terasah, ia juga berisiko bingung puting.

2. ASI TIDAK BISA MEMUASKAN BAYI "RAKUS"
Salah.
ASI bisa mencukupi semua kebutuhan asupan makanan dan minuman bayi hingga bayi berusia 6 bulan. Rata-rata kebutuhan cairan bayi pada minggupertama sekitar 80-100 ml/kg per hari, dan meningkat menjadi 140-160 ml/kgpada usia 3-6 bulan. Semua itu cukup dipenuhi hanya dengan ASI. Bahkan bagi bayi superrakus sekalipun.Sebuah penelitian menyebutkan, 98 ribu dari 100 ribu ibu yang mengatakanproduksi ASI-nya kurang, ternyata memiliki cukup ASI. ASI tidak bisaberproduksi secara optimal karena manajemen laktasi yang kurang baik.

Misalnya, tidak tahu posisi menyusui yang tepat, stres, terpengaruhmitos-mitos menyusui, kurang istirahat, dan lain-lain.ASI yang dikeluarkan, baik dari payudara kanan maupun kiri, sama-samamengandung foremilk dan hindmilk atau dengan kata lain memiliki komposisi yang sama. Jadi, salah kalau ada yang menganggap payudara kanan mengandungmakanan dan yang kiri minuman. Puaskan bayi pada satu payudara selamakira-kira 15 menit. Bila masih belum puas, barulah pindahkan lagi ke payudara pertama.

3. PAYUDARA KENDUR GARA-GARA MENYUSUI
Tidak ada hubungannya
. Kendur tidaknya payudara tidak ada hubungannyadengan pemberian ASI. Biang keladi perubahan payudara adalah kehamilan itu sendiri. Saat hamil hormon-hormon membuat payudara penuh berisi ASI. Ukuranpayudara pun terlihat lebih besar dari biasanya. Nah, pascamenyusui, ukuranpayudara kembali normal. Akibatnya, otot-ototnya pun mengendur dan membuat payudara sedikit kendur.Hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Lewat pijat atau senam payudarakeindahan bentuk payudara bisa dipertahankan. Pilih juga bra yang tepatagar bisa membuat bentuk payudara tidak kendur. Selain itu, menyusui juga bisa memproteksi payudara dari serangan kanker payudara. Penelitianmembuktikan, risiko terkena kanker mengecil jika ibu menyusui anaknya.

4. SULIT TURUNKAN BB JIKA MENYUSUI
Salah.
Konon, menyusui membuat nafsu makan ibu bertambah lahap, sehingga sulit mengatur berat badan. Ini tidaklah tepat. Sebuah penelitianmenyebutkan, menyusui dapat membantu ibu menurunkan berat badan lebihcepat. Kala menyusui timbunan lemak yang terjadi pada waktu hamil diubahmenjadi energi. Sebaliknya, timbunan lemak ini sulit disingkirkan jika ibutidak menyusui.

5. UKURAN PAYUDARA TENTUKAN BANYAKNYA ASI
Salah
. Banyak tidaknya ASI tidak ditentukan oleh besar kecilnya payudara, tapi tergantung seberapa banyak kelenjar pembentuk air susu. Payudaraberukuran besar kanan bergizi yang cukup dan seimbang.Bahkan menyusui bisa memberi perlindungan terhadap zat kimia beracuntertentu. Pada kecelakaan kebocoran reaktor di Chernobyl, didapat fakta bahwa kadar zat radio aktif dalam ASI jauh lebih sedikit daripada dalamtubuh ibu. Para ahli pun berkesimpulan, ada mekanisme tubuh tertentu yangmenyaring racun sehingga konsentrasinya dalam ASI sangat rendah.

7. BANYAK BERISTIRAHAT BISA MENAMBAH PRODUKSI ASI
Kurang tepat.
Mitosnya saat istirahat produksi ASI akan berjalan lancar.Ini tidak sepenuhnya benar. Yang betul makin sering ASI diberikan, makinbanyak pula ASI dihasilkan. Produksi ASI meningkat seiring dengan gerakan mengisap. Sebaliknya, jika dihentikan maka lambat laun produksi ASI punberkurang. Itulah mengapa, berikan ASI atau pompalah secara teratur. Janganlupa untuk merawat dan memijat payudara agar produksi ASI tetap lancar.

8. TIDUR BAYI LEBIH LELAP JIKA MINUM SUSU FORMULA
Tidak tepat.
Memang, bayi-bayi yang diberikan susu formula cenderung tidurlama. Penyebabnya, susu formula umumnya tidak dapat dicerna dengan cepat,sehingga efek rasa kenyangnya lebih lama dan tidurnya pun terkesan lebih lama. Tapi kuantitas tidak menjamin kualitas. Jadi, tidak ada perbedaankualitas tidur antara bayi peminum ASI dan susu formula.


9. MENYUSUI TANGKAL KEHAMILAN
Tidak sepenuhnya salah
. Sebuah riset mengemukakan, menyusui bisa menurunkan kesuburan. Pada ibu yang tidak menyusui, kesuburan biasanya muncul kembalidalam 4-6 minggu pascapersalinan. Pada ibu menyusui, rentangnya bisa lebihlama, karena proses ovulasi terhambat.Saat menyusui produksi hormon prolaktin meningkat. Hormon ini cukup efektif menghambat ovulasi, menstruasi pun menjadi tertunda. Itulah mengapa, kalamenyusui, tubuh tak mampu menghasilkan sel telur matang.


Walhasil, sperma yang masuk tidak akan menemukan "pasangan"nya. Kehamilan pun tidak akan terjadi atau disebut KB alami, yang sering diistilahkan LAM (LactationAmenorrhoe Methode).Meskipun efektivitasnya mencapai 98%, menyusui tidak menjamin ibu tidakhamil. Karena persyaratan menyusui sebagai KB alami sangat ketat, di antaranya ASI harus diberikan secara eksklusif. Frekuensi pemberiannyaharus diatur, 10 kali dalam satu hari, disamping banyak syarat lain yangharus dipenuhi. Risiko kehamilan tetap besar jika ibu tidak bisa mematuhi syarat-syarat tersebut.

sumber : http://www.tabloid-nakita.com/


Friday, February 27, 2009

Nunggu jam pulang ...

[- Demak, 27 Februari 2009, 16.50 -]

Masih di kantor, lagi nunggu jam pulang.

Nggak terasa ya, waktu itu berjalan. Tahu-tahu jumat ...
Padahal rasa-rasanya baru kemaren weekend. Eeee ... besok weekend lagi.

Yah, memang itulah karakter sang waktu. Berjalan mengendap-endap, diam-diam menggerogoti usia kita. Hingga banyak yang tak sadar kalau kita sudah sampai pada titik ini.

Terpenting, kita masih punya tujuan, mau dibawa kemana hidup ini ...

OK ? Semangat ... !!!

Berkunjung ke Wonoagung


[- Demak, 27 Februari 2009, 10.30 -]

Desa Wonoagung, satu dari sekian banyak desa di Kabupaten Demak yang bisa dikatakan terpencil. Kemarin siang, dalam rangka tugas, saya dan tim berkesempatan mengunjungi desa yang hanya berjarak belasan kilo meter dari desa Tambak Bulusan yang telah saya kunjungi pada Juni tahun lalu.





Demi mencari alamat seseorang yang telah mengajukan permohonan pencabutan NPWP. Sesuai prosedur, harus ada proses pemeriksaan lapangan untuk menjawab layak atau tidaknya permohonan tersebut dikabulkan.

Karena sering terjadi kasus, alasan yang disampaikan bertolak belakang dengan keadaan yang sebenarnya. Seperti mengaku sudah tak mempunyai kegiatan usaha, namun ketika disurvei diketahui usahanya masih banyak.


Inilah satu-satunya jalan desa termulus yang bisa kami lalui. Hanya cukup untuk dua roda kiri dan kanan. Tengahnya ?


Seorang nenek buru-buru meminggirkan kambing-kambingnya. Alamaaak ....!!

Motor pun terpaksa minggir, naik ke semak-semak

Di sebuah mesjid kami shalat dzuhur sambil melepas lelah. Dari pusat kota Demak, butuh waktu dua jam lebih.



Zzz ..zz ...zz...



Pukul satu siang. Tak ada warung makan disepanjang jalan. Lapeeerr ...

Alhasil, dalam keadaan kosong, perut serasa dikocok-kocok saat melalui jalan bergelombang



Di penghujung jalan makadam, kami menemukan sebuah perkampungan. Lihat, anak-anak bersorak sorai melihat kedatangan kami ...

Melihat langsung anak-anak mandi di sungai jadi inget Si Bolang ...


Wednesday, February 25, 2009

Eh, tahu nggak ? Ternyata menulis itu ...

[- Demak, 25 Februari 2009, 15.45 -]

Anda senang menulis diary ? Posting puisi karangan sendiri, syair, atau curhatan via blog ? Beruntunglah, karena ternyata aktivitas ini terbukti mampu menstabilkan emosi anda. Tak percaya ?

Barusan saja saya mampir ke republika online. Dan tak sengaja menemukan artikel menarik tentang hasil sebuah penelitian.

KALIFORNIA--Jika anda menyenangi puisi dan suka menulis, tahukah anda, kebiasaan tersebut ternyata mempengaruhi perkembangan mental dan psikologi diri anda. Demikian hasil peneilitian yang dilakukan lembaga Masyarakat Ilmu Pengetahuan Amerika Serikat, AAAS baru-baru ini.
Menaruh pulpen di atas kertas membantu otak mengatur emosi dan mengurangi perasaan takut dan marah. Peneliti menyatakan,menulis pengalamam pribadi memiliki efek "pencuci perut" karena sebagian otak terhubung dengan pemicu emosi dan aktivitas di sekitar wilayah otak yang berhubungan dengan kontrol diri.
Kualitas dari lirik atau prosa yang dibuat tidak berpengaruh terhadap penulis. Berdasarkan fakta, ilmuwan menduga jika tulisan sedikit membeberkan kesan hidup dan pengalaman akan berpengaruh baik. Sekarang para peneliti berharap mengembang suatu terapi yang mendasarkan penemuan mereka, yang kemudian bisa digunakan untuk menghilangkan ketakutan sosial atau fobia.
Ahli Saraf Universitas California, Dr. matthew Lieberman kemudian memberi nama penemuan AAAS dengan sebutan "menaruh perasaan ke dalam tulisan". Dia menuturkan,mengekpresikan diri lewat tulisan merupakan "pengaturan emosi yang tak disengaja"."Hal tersebut terlihat untuk mengatur kita dalam keadaan sulit," ujarnya. Masyarakat,dinilainya,meremehkan aturan untuk duduk ketika emosi padahal dibaliknya terdapat manfaat. "Saya pikir, penemuan mengungkapkan alasan mengapa masyarakat menulis diari atau menulis lirik buruk pada lagu, sesuatu yang tidak akan pernah dimainkan di radio," ujarnya.

Dr Lieberman membuktikan keampuhan terapi menulis dengan membaca sekilas 30 otak individu saat mereka menguraikan gambar-gambar menyusahkan. Dia menemukan, menulis akan mengurangi aktivitas amygala, bagian otak yang terhubung dengan emosi dan ketakutan dan meningkatkan aktivitas bagian depan korteks, pengatur pikiran. Dia menduga, lebih banyak menulis mengenai emosi jiwa akan menurunkan tekanan pada otak dan membangun keseimbangan mental.

Meskipun Lieberman tidak begitu mengerti efek dari terapi menulis namun hal itu telah dibuktikan. "Jika anda bertanya kepada masyarakat kemudian mereka tidak berpikir, menulis akan mempengaruhi pengaturan emosi, tetapi ketika anda melihat otak, baru anda dapat melihat apa yang sedang terjadi," ujarnya. "Semakin kita menggunakan otak depan, semakin kecil respon Amydala. Terlihat adanya efek dilihat-dan melihat" tambahnya. Dipercobaan lain, menulis dapat digunakan untuk mengawali terapi bagi masyarakat yang takut terhadap laba-laba.

Dengan menulis ketakutan yang mereka miliki akan memiliki hasil berbeda bila dibandingkan dengan masyarakat yang tidak menulis ketakutan mereka. "Kami tidak berpikir bahwa ini merupakan bagian dari aplikasi klinis," ujar Lieberman.

Namun, menurutnya, efek akan menjadi negatif jika menulis terlalu gamblang atau detail karena akan mengingatkan mereka terhadap trauma yang dilalui. " Anda menulis untuk melupakan bukan untuk mengingat," katanya.

Maka dapat diketahui mengapa kadang penulis ditemukan memiliki masalah kejiwaan, karena menulis memungkinkan mereka tetap bereaksi terhadap beberapa masalah emosi."Saya sangat yakin itu juga merupakan bagian motivasi mereka untuk menulis," tukasnya. "Anda bisa bayangkan akan jadi apa, mereka tanpa menulis," pungkasnya.telegraph/cr2/itz

Sumber : Republika online

Melewati Satu Fase Kehidupan

[- Demak, 25 Februari 2009, 12.30 -]

Hari ini, dua tahun yang lalu, saya berhasil melalui salah satu fase terpenting dalam hidup saya. Menikah. Setelah melewati lika-liku yang melelahkan dan nyaris membuat saya terjatuh, akhirnya Allah menyelamatkan hamba-Nya yang hina ini.
Sungguh, saat itu saya benar-benar melihat bagaimana tangan Allah bermain dan mengatur semuanya. Kemudahan demi kemudahan mengalir begitu saja. Dan ... kun fa yakuun.
"Jadilah, maka jadilah apa yang Allah kehendaki."

Kata Allah, "... Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (Al Baqarah 216). Dan Allah pun maha tahu apa dan mana yang terbaik untuk masing-masing hamba-Nya.
Dua tahun adalah waktu yang masih jauh dari cukup untuk belajar saling mengerti dan memahami. Pertanyaan-pertanyaan yang tak pernah diajarkan di sekolah atau kampus seperti mengapa istri lebih suka didengarkan dan mengapa suami cenderung to the point. Apa saja yang membuat istri tersentuh hatinya dan bagaimana mendorong suami agar lebih peka, sepertinya harus segera dicarikan jawabannya sesegera mungkin. Sepele, tapi imbasnya bisa bikin berabe.
Kehadiran sang bunga hati ditengah-tengah kami semakin menambah indah taman surga yang baru saja kami bangun. Mengiringi kesibukan baru di lingkungan yang baru, seperti rapat RT, silaturahim ke tetangga, tilik bayi setiap ada anak tetangga yang baru lahir, kendurian dan seabrek aktivitas yang lainnya. Pokoknya dijamin "seru" ... !!!
'Ala kulli hal, itulah salah satu fase kehidupan. Yang pasti akan dilalui setiap orang dengan kekhasannya masing-masing. Melaluinya dengan mengurangi jatah usia kita adalah sebuah kepastian. Tapi melaluinya dengan ikhlas dan selalu berharap pada Allah, itu adalah pilihan.

Monday, February 23, 2009

Inspirasi hari ini :

Dari Abdullah bin Mas`ud t berkata, Rasulullah bersabda : "Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al Qur`an) maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan akan dilipat gandakan dengan sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan "Alif lam mim" itu satu huruf, tetapi "Alif" itu satu huruf, "Lam" itu satu huruf dan "Mim" itu satu huruf."
H.R. At Tirmidzi dan berkata : "Hadits hasan shahih".
So ... tunggu apa lagi ? Ayo baca Qur an ...


Dan perang pun dimulai ...


Ahad sore kemarin, saya dan beberapa teman remaja masjid berkesempatan mencoba permainan paint ball di kawasan hutan Tinjomoyo Semarang. Permainan yang difasilitasi oleh tim Trustco Semarang ini membuat saya merasa seolah berada di dalam medan pertempuran sebenarnya. Dengan kostum serdadu lengkap plus rompi anti peluru dan pelindung kepala, serta senjata berpeluru karet sebesar kelereng berisi cat warna kuning.


Sebelum dimulai, instruktur menjelaskan terlebih dahulu aturan mainnya. Peserta dibagi menjadi dua regu yang saling barhadapan. Masing-masing terdiri dari empat orang. Misinya satu, siapa yang bisa mengambil topi instruktur yang telah dipasang di tengah-tengah, dan mengangkatnya selama sepuluh detik tanpa terkena tembakan, regu dialah yang menang.
Sebelum peluit tanda permainan dimulai, masing-masing regu diberi kesempatan untuk mengatur strategi. Sebagai komandan, saya hanya menginstruksikan anggota agar berusaha sebisa mungkin jangan terkena tembak.
Dan perang pun dimulai.
Setelah mendapat posisi berlindung yang aman, saya mulai mengincar sasaran. Ahaa ... itu dia si gendut Septian. Terlihat dia hanya berlindung di balik pohon dengan jarak kurang lebih 15 meter di depan saya. He .. he.. tapi sayang, pohon sama badannya gedean badannya. Tanpa ba bi bu saya berikan tembakan pertama. Yah meleset. Tembakan kedua, kena pohonnya. Keempat, kelima, keenam masih saja kena pohonnya. Baru setelah tembakan ketujuh, saya berhasil menembak kepalanya. Dia pun langsung ditarik mundur oleh instruktur.
Setelah berhasil "membunuh" satu musuh, saya pun merangsek maju. Tapi sayang, ternyata saya bernasib sama dengan Septian. Ada musuh yang mengincar saya. Saya tak tahu dimana posisi si penembaknya. Selain karena hari yang sudah mulai gelap, warna kostum yang menyerupai dedaunan membuat mata saya tak bisa melihat dengan jelas dimana posisi lawan. Mungkin ada tiga tembakan yang hanya mengenai pohon tempat saya berlindung. Dan baru tembakan keempat yang mengenai pinggul saya. Yaaah kenaa deh..
Beberapa menit kemudian akhirnya kami kalah.
Di ronde kedua kami pun berganti tempat. Setelah mendapat pengalaman berharga di ronde pertama, kini kami harus lebih berhati-hati lagi. Setelah peluit berbunyi, sebisa mungkin saya langsung menuju pohon yang paling dekat dengan posisi topi instruktur. Dan saya diam saja di situ, tanpa melepaskan tembakan sama sekali. Itung-itung hemat peluru he.. he...
Setelah terdengar sepi saya lari ke depan lagi. Menuju tumpukan ban yang ada di depan saya. Di balik tumpukan ban itu saya terpaksa tiarap sembari mengincar lawan yang berada tepat di arah jam dua belas. Setelah saya berondong beberapa kali tembakan akhirnya ... kena juga dia ...
Merasa yakin bisa mengambil topi instruktur, saya pun lari ke depan, dan ... wuss.. wuss ... wusss. Akibat tindakan nekat itu, semua lawan langsung mengincar saya. Ada beberapa peluru yang nyaris mengenai. Tapi saya tetap berlari ... berlari ... hingga akhirnya
sebuah peluru mengenai betis. Dua lagi menyusul mengenai dada dan kepala. Aaaahhhhh... Allahu Akbar maati aku ....
Dan permainan pun usai. Lagi-lagi kami kalah.
Sambil istirahat, kami pun berkelakar. Ada dua orang regu lawan yang mengaku telah menembak dada saya. Seorang lagi mengklaim menembak kepala saya. Terakhir, si Ari, anggota saya sendiri mengaku khilaf menembak betis saya. Waduh .... lha komandane dhewe kok ditembak ki piye to ...
Si gendut Septian dan tiga anggota saya (Ari, Niam, Wahyu)
Jangan bergerak ...!!!
Anggota Brigade Al Qassam, Ehem ...

Friday, February 20, 2009

Sssst ... ada yang mau lewat nih ...



Mmmm ... respon para politisi kira2 gimana ya ? apa bakalan seheboh iklan sebelumnya (satu bendera)itu. Kalu responnya sepi-sepi aja dan nggak ada yang protes, berarti isi iklan ini "ember" dong. Emmangg Benerrrr maksudnya...he ..he..

Wednesday, February 18, 2009

Lindungi Mata dari Radiasi Komputer!

Dewi Widya Ningrum - detikInet

Mata merupakan salah satu aset yang paling berharga sehingga harus dijaga benar kesehatannya. Keseringan melototin monitor komputer bisa membuat mata menjadi lelah.

Tahukah Anda bahwa radiasi gelombang elektromagnetik yang ditimbulkan komputer bisa mengganggu kesehatan? Studi yang dilakukan American Optometric Association
(AOA) mencetuskan bahwa radiasi komputer dapat menyebabkan kelelahan mata dan gangguan mata lainnya


Kebanyakan gejala yang dikeluhkan responden adalah soal kelelahan mata, pandangan menjadi kabur dan mata kering. Masalah visual lainnya yang timbul adalah soal gangguan sakit kepala dan sakit leher atau bahu.

Nah bagi Anda yang sering nongkrong di depan komputer, lindungi dan rawatlah mata Anda dari radiasi yang ditimbulkannya. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menghindarinya.

1. Pakai pelindung layar komputer (filter) untuk mengurangi radiasi yang ditimbulkan komputer.

2. Pilih layar komputer yang radiasinya rendah, seperti layar LCD (liquid crystal display).

3. Jagalah jarak pandangan mata dengan monitor. Idealnya, jarak minimum antara mata dengan monitor komputer adalah 45 cm.

4. Sesuaikan posisi layar komputer dengan mata, jangan ketinggian dan jangan terlalu rendah karena bisa menyebabkan sakit leher. Selain itu, jika monitor terlalu tinggi dari pandangan mata maka akan menggangu pasokan udara yang disuplai ke otak. Sebaiknya layar monitor diposisikan sejajar dengan pandangan mata.

Menurut American Optometric Association (AOA), seperti dilansir Rctimes, untuk mencegah kelelahan mata sebaiknya tempatkan monitor dengan posisi yang ergonomis. Monitor harus ditempatkan pada posisi 16-30 inci dari mata, tergantung seberapa besar layar. Umumnya posisi yang nyaman untuk menatap monitor adalah 20 hingga 26 inci.

5. Sesuaikan pencahayaan monitor dengan intensitas kenyamanan mata. Brightness yang terlalu terang atau terlalu buram tidak baik bagi kesehatan mata. Pencahayaan yang terlalu terang akan membuat mata menjadi silau, sedangkan pencahayaan yang terlalu buram hanya dan membuat mata bekerja lebih keras untuk melihat. Hal ini akan membuat mata menjadi cepat lelah. Untuk itu, cobalah sesuaikan brightness dan contrast monitor hingga mata Anda bisa melihat dengan nyaman. Jangan lupa juga untuk menyesuaikan resolusi dengan karakter di monitor agar dokumen-dokumen mudah dibaca mata.

6. Istirahatkan mata sejenak. Jangan terus-terusan melototin layar komputer.
Usahakan sediakan waktu beberapa menit untuk mengendorkan dan mengistirahatkan mata Anda. Ini akan mengurangi kepenatan mata dan otot. Segarkan mata dengan cara memandang ke ruangan lain atau memandang indahnya langit biru atau tanaman hijau.

7. Seringlah mengedipkan mata demi menghindari mata menjadi kering.
Jarang mengedipkan mata akan membuat mata menjadi kering. Karena itu sering-seringlah mengedipkan mata, karena dengan berkedip maka mata akan mengeluarkan air mata yang akan menyebar ke seluruh permukaan kornea untuk menjaga mata tetap lembab dan jernih.

8. Pakailah kacamata dengan lensa khusus untuk komputer. Seperti pernah diberitakan, ahli masalah mata (Optometrist) Dr. Jay Schlanger mengatakan beberapa perusahaan kini mulai membuat lensa yang bagian atasnya dirancang untuk melihat komputer, dan bagian bawahnya untuk membaca.

Pengguna lensa kontak juga punya solusi, yaitu dengan mengganti lensa kontak generasi baru yang terbuat dari silikon hydrogel. "Silikon jenis ini memungkinkan daya transmisi oksigen yang lebih tinggi dibanding jenis lain," ungkap Schlanger.

9. Perbanyak konsumsi vitamin A agar mata tetap dalam kondisi baik.

10. Jika merasa mata mengalami gangguan, segera pergi ke dokter mata untuk meyakinkan bahwa mata Anda benar-benar sehat. (dwn/dwn)

Ngopi dari detikInet

Jangan kemana-mana, kita akan kembali setelah "iklan" berikut ini ...



Type rest of the post here

Tuesday, February 17, 2009

Makan bareng setan ? Capek deeehh ...

[- Demak, 17 Februari 2009, 16.20 -]

Ada sebuah pertanyaan, mengapa Nabi menganjurkan kita untuk membaca "bismillah" setiap mengawali segala sesuatu. Atau, mengapa harus ada doa sebelum makan dan sesudahnya, sebelum ke kamar mandi dan sesudahnya, sebelum bepergian dan sepulanganya, sebelum tidur dan saat bangun, doa bercermin, bahkan doa sebelum berhubungan suami istri ... mengapa semua tuntunan itu ada dalam Islam ?

Setahun yang lalu, istri saya pernah bercerita tentang sahabat dekatnya dulu sewaktu kuliah. Sebut saja namanya Ajeng. Dia mempunyai kebiasaan yang membuat istri saya terinspirasi karenanya. Ketika akan makan, Ajeng jarang sekali meninggalkan doa sebelum makan. Nyaris tak pernah malah. Dan dia selalu melafalkannya dengan suara yang agak sedikit terdengar oleh yang lain, termasuk istri saya tentunya. Seolah-olah mengisyaratkan agar kita melakukan hal yang sama. Dan benar saja, begitu mendengar suara Ajeng melafalkan doa makan, yang lain pun langsung mengiringi. Uniknya kebiasaan ini tak hanya diamalkan saat makan di kos-kosan saja. Bahkan di warung bakso yang ramai orang pun, Ajeng selalu melakukannya. Setelah ditanya oleh istri saya perihal kebiasaanya, Ajeng hanya tersenyum.

Entah apa latar belakangnya, namun faktanya, kebiasaan itu kini telah menjangkiti istri saya. Kalau ditanya kenapa, dia hanya menjawab, "Kan, syiar ..." atau "Biar yang dengar nggak lupa baca doa... ". Atau suatu saat ketika kami makan bareng, dia berseloroh, "Emang, siapa yang mau bersuamikan orang yang suka makan bareng sama setan ..." (GUBRAAKKK ...!!). Merujuk pada hadist bahwa setan akan ikut makan jika kita memulainya tanpa basmallah.

Kembali pada pertanyaan di awal tulisan ini. Tak hanya makan, masih banyak aktivitas lainnya yang telah diatur sedemikian rupa di dalam Islam. Bahkan nyaris tak ada aktivitas tanpa tuntunan. Lalu apa rahasia dibaliknya ?

Banyak disiplin ilmu yang seharusnya bisa menguaknya. Salah satu di antaranya adalah ilmu yang berhubungan dengan pikiran manusia yaitu NLP (Neuro-linguistic Program.) Dalam NLP, ada istilah Anchor (;jangkar). Anchor bisa diartikan dengan kata atau serangkaian kata, yang apabila diucapkan bisa memanggil rasa, suasana, semangat, dan gairah tertentu yang berfungsi sebagai self-motivation. Kata-kata itu dipilih, diolah, dan dilatih dengan teknik sedemikian rupa sehingga mampu megarahkan kita pada suasana atau mud yang kita inginkan.

Misalnya saat sedang dirundung masalah. Ada beberapa orang yang hanya dengan mengucapkan "Aku Bisa !!", akan membuatnya mampu mengatasi permasalahannya. Demikian juga dengan doa. Doa yang kita selipkan dalam setiap aktifitas kita bisa menjadi Anchor bagi diri kita. Sehingga setiap kita melafalkannya, ada keyakinan yang tiba-tiba muncul. Sebuah keyakinan yang menyiratkan bahwa ada kekuatan besar yang akan melindungi kita, menjaga kita, mengarahkan kita, dan mencukupi semua kebutuhan kita. Dan keyakinan inilah yang akan membawa diri kita selalu dan selalu dalam posisi "nyaman".

Tak percaya ? Coba saja ...

Monday, February 16, 2009

SPA; Semarang Pesona Asia; Semarang Penuh Air





Banjir yang melanda Semarang dalam seminggu ini termasuk parah. Daerah langganan banjir seperti Pasar Johar, Kota Lama, stasiun Tawang, terkena dampaknya. Bahkan pihak bandara terpaksa menunda jadwal penerbangan karena landasan pesawat tergenang air. Hari minggu 8/2 pagi saya sempat tak bisa lewat pasar johar, karena keburu di stop oleh "polisi" kagetan. "Banjir mas, ora iso liwat !" kata mereka.

Keesokan paginya, senin 9/2 saya tak bisa berangkat ngantor. Beberapa teman yang terlanjur berangkat terjebak berjam-jam di daerah Kaligawe. Jalur alternatif Mranggen yang biasa saya lewati pun macet. Beruntung ada teman yang memberi kabar sebelum saya berangkat. Beruntung pula, ada dispensasi absen pagi itu. Jadi nggak ada potongan karena tak absen pagi.

Memang susah mengatasi problem banjir di Semarang. Ada yang bilang, secara historis geografis, sebagian wilayah Semarang bawah dulunya adalah pesisir yang ditinggikan. Makanya rob (luapan air laut) yang sering "kambuh", menggenangi beberapa ruas jala dan perkampungan, menjadi masalah terbesar kedua setelah banjir.

Semoga pemegang kebijakan berikutnya, diisi oleh orang-orang yang lebih bersih, lebih peduli, dan lebih profesional dalam mengatasi problem rob dan banjir yang sudah turun temurun menjadi langganan kota Semarang.

Saatnya Bermain ...


Type your summary here

Type rest of the post here

Friday, February 13, 2009

Tersungkur dalam Kesyukuran

[- Demak, 13 Februari 2009, 09.05 -]

Sebuah kecelakaan terjadi kemarin sore di jalur Demak-Semarang. Jalur yang masih dalam proses pengerasan itu memang dikenal rawan kecelakaan. Kejadiannya begitu cepat. Seorang laki-laki pengendara suzuki shogun menabrak seorang perempuan pengendara yamaha mio yang berjalan searah di depannya. Kejadiannya bermula ketika

ada sebuah truk yang nyelonong dengan tiba-tiba dari arah kanan. Mungkin kaget, perempuan pengendara mio pun langsung banting stir ke kiri. Akibatnya, pengendara shogun yang berada di belakangnya yang tengah melaju dengan kecepatan sekitar 70 km/jam tak sempat mengerem. Dan tabrakan pun terjadi. Keduanya terlihat jatuh tersungkur di atas aspal yang belum kering.

Tak ada korban tewas dari kejadian itu. Beruntung, si pengendara shogun mengenakan helm full face yang ter-klik dan sepatu boot di kakinya. Tak ada luka serius. Hanya lecet di telapak tangan dan lutut karena tergores aspal. Namun terlihat spionnya patah dan foot stepnya penyok. Kondisi si pengendara mio pun tak jauh berbeda. Hanya luka lecet di kaki.

Jujur saja, kejadian itu langsung membuat saya sedikit shock. Bukan hanya karena melihat langsung kejadiannya. Namun lebih dari itu, saya ikut terlibat langsung di dalamnya. Lho ? Kok ?

Ya ... karena sebenarnya, saya lah laki-laki pengendara shogun itu.

*****

Sambil meringis menahan perih dan terus bersyukur ... bersyukur ... dan bersyukur, saya pun melanjutkan perjalanan pulang dari kantor yang masih menyisakan kurang lebih 30 km lagi.

Sesampai di rumah, langsung saya peluk bidadari kecil yang telah lama menunggu. Dan saya bisikkan ke telinganya, "Alhamdulillah, aku masih bisa melihat senyumanmu, Nak !!"

Sahabat, seberat apapun kejadian yang telah menimpa kita, sungguh ... itulah yang terbaik untuk kita. Karena itu jangan sedih ... dan tersenyumlah :)


Thursday, February 12, 2009

Berbekal Rp 500 Ribu, Meraup Rp25 Juta ?



Waryono, seorang office boy di bilangan Jakarta, dengan hanya bermodal Rp 500 ribu mampu membangun bisnisnya. Bagaimana dengan Anda ? Ayo kita tumbuhkan semangat wirausaha ... !!

Wednesday, February 11, 2009

Si Pipi Bakpao

Calon dokter yang hafal Qur'an 30 juz
(Amiin)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...