Assalamu alaikum. Selamat datang di blog pribadi saya. Silakan ambil apa yang menurut anda baik dan abaikan apa yang menurut anda salah. Sebuah kebahagiaan bagi saya bila anda bersedia menulis komentar, respon, kritik dan masukan untuk perbaikan yang lebih baik. Terima kasih.

Hikmah

Wednesday, December 31, 2008

Arti Sebuah Nyawa Sang Buah Hati


Andai foto di atas adalah foto putra terkasih anda ...
Bagaimana reaksi anda ???
Marah? Frustasi? shock? ....
Dia adalah satu dari ratusan bahkan ribuan bayi tak berdosa yang menjadi korban kebiadaban Israel
Para orang tua di sana sudah terbiasa kehilangan anak-anak terkasih mereka
Bahkan banyak para ibu yang bangga putranya menjemput kesyahidan
Berdasarkan data, tingkat kelahiran bayi di sana justru meningkat di tengah
hingar-bingar perang
Alasannya satu,
Agar lahir para mujahid/mujahidah yang akan menegakkan kehormatan tanah kelahiran, agama, dan bangsanya
Lalu bagaimana dengan Anda ?

TOP 9 (Nine) Karunia Allah di tahun 2008

Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaaha illallahu wallahu akbar. Berikut ini 9 karunia Allah yang telah kami terima sepanjang tahun 2008. Semoga Allah SWT memelihara dari sifat riya dan ujub. Hanya sekedar berbagi syukur, betapa besar nikmat Allah atas hambanya yang hina ini.

#1. Pertengahan April, sebuah rumah berukuran mungil (LT:120M2, LB:45M2) telah diserahkan secara resmi dari pihak pengembang kepada kami. Kami sangat bersyukur bisa hidup lebih mandiri. Meski kami tak bisa membelinya secara tunai. (http://ksatriapembelajar.blogspot.com/2008/01/legenda-rumah-mungil.html)

#2. Pertengahan Juni, istri secara resmi mengambil cuti hamil. Inilah pertama kalinya saya ditemani istri di rumah baru. Tak lagi sendirian.

#3. Tanggal 10 Juli 2008, "malaikat kecil" kami telah lahir dengan persalinan normal. Sehat dan cantik. (http://ksatriapembelajar.blogspot.com/2008/07/detik-detik-menjelang-kelahiran-anak_62.html)

#4. Tanggal 18 Juli 2008, Allah memampukan kami untuk menunaikan amanah-Nya, mengaqiqahkan putri kami, sekaligus memberinya nama "Farihana Aisya Putri"
(http://ksatriapembelajar.blogspot.com/2008/07/farihana-aisya-putri.html)

#5. Tanggal 3 Oktober 2008, Allah memberi kesempatan kami untuk bersilaturahmi dengan orang tua dan keluarga di Madiun. Sekaligus memperkenalkan putri pertama kami kepada mereka. Betapa bahagianya saya waku itu.

#6. Pertengahan Nopember 2008, Allah mengijinkan kami untuk membeli sebuah mobil bekas. Isuzu Panther hisporty 1996. Sesuai dengan kemampuan kami tentunya. Di kemudian hari, kendaraan inilah yang menjadi andalan perjalanan rutin kami antara Tembalang-Pedurungan. (http://ksatriapembelajar.blogspot.com/2008/11/my-driving-partner_17.html )

#7. Akhir Nopember 2008, Allah memberi kesempatan kami untuk membantu meringankan beban saudara kami. (http://ksatriapembelajar.blogspot.com/2008/11/bahagia-yang-seperti-apa.html)

#8. Akhir Nopember 2008, setelah sekian lama menunggu, permohonan pindah kantor istri dariGresik ke Semarang dikabulkan. Sejak itulah, (entah sampai kapan), kami tak lagi berjauhan. (http://ksatriapembelajar.blogspot.com/2008/11/syukurku-pada-mu-ya-allah-terima-kasih.html)

#9. Tanggal 8 Desember 2008, sebagai ungkapan syukur atas segala limpahan nikmat yang Allah berikan kepada keluarga kami, untuk kali pertamanya kami bisa berqurban dengan seekor kambing.

Kesembilan nikmat Allah di atas belum termasuk nikmat-nikmat yang lain yang tak bisa saya tuliskan satu per satu.

Sahabat, mari menghitung nikmat Allah selama ini. Meskipun akhirnya kita tak mampu menghitungnya.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan ?



Tuesday, December 30, 2008

Surat Terbuka bagi Petinggi Israel dan Amerika









HARI INI PALESTINAKU TERBAKAR ...

DETIK INI SATU PER SATU SAUDARAKU TERKAPAR ...



SAKIT HATI INI ...


HARI INI, KALIAN BOLEH TERTAWA, WAHAI (:maaf) SERIGALA ISRAEL ...

DETIK INI KALIAN BOLEH TERSENYUM, WAHAI (:maaf) ANJING AMERIKA ...


TAPI DUNIA AKAN MENYAKSIKAN ...

PEMILIK DUNIA INI PUN AKAN MENYAKSIKAN ...


JIWA-JIWA YANG TAK TAKUT MATI ...

JIWA-JIWA YANG JUSTRU MENJEMPUT MATI ...


MEREKALAH YANG AKAN MEMBUNGKAM KEPONGAHAN KALIAN

MEREKA PULA YANG AKAN MENENGGELAMKAN KECONGKAKAN KALIAN



ATAS IJIN ALLAH SWT




































Wahai .. Para Raja, Presiden, dan Pemimpin Arab!

Di mana hati nuramimu?
Ketika engkau melihat umat Islam di Gaza sudah sekarat, bertahun-tahun menderita, akibat embargo Israel. Engkau tetap menutup pintu perbatasanmu. Tak mau berbelas kasihan terhadap saudaramu. Meskipun, sudah banyak diantara mereka yang mati, akibat sakit dan kelaparan. Bahkan, ketika mereka kelaparan dan mencoba masuk ke wilayah perbatasanmu, engkau usir. Engka menjadi seakan orang-orang yang sudah kehilangan hati nurani dan kecintaan terhadap saudaramu, yang malang muslim Palestina. Engkau lebih mementingkan memelihara hubungan dengan Israel, Amerika, dan Uni Eropa, dibandingkan dengan menyelamatkan saudaramu sesama muslim.
Engkau menyaksikan dengan mata telanjang, ketika pesawat F.16 dan Apache, Israel, menyerang kota-kota Gaza. Engkau melihat bangunan-bangunan luluh-lantak, mayat-mayat berserayakan, bagaikan sampah, dan ada di mana-mana, dan darah mengalir dari setiap tubuh mayat, serta menjadi pemandangan di sudut-sudut kota Gaza, masihkah hati nuranimu tak juga tersentuh? Engkau melihat ratusan muslim Palestina, yang mengerang kesakitan dengan luka-luka di tubuh mereka, dan masihkah engkau berdiam diri? Mengapa wahai Presiden Hosni Mubarak, engkau bertemu dan berjabat tangan Menteri Luar Negeri Israel, Tzipi Livni, sehari sebelum rejim Zionis-Israel melumatkan kota Gaza?
Engkau menyaksikan setiap hari peristiwa kematian yang dialami muslim Palestina. Engkau setiap hari melihat muslim Palestina yang tak berdaya, dan dihancurkan kehidupan mereka oleh rejim Zionis-Israel. Tapi, engkau malah berkomplot dengan kaum laknat itu, ikut menghancurkan muslim Palestina. Engkau melihat bangunan-bangunan, rumah-rumah, sarana-sarana hidup, dan tanah ladang, kebun, ikut dihancurkan para penjajah, yang biadab, tapi engakau malah tertawa-tawa, sambil menerima utusan pemerintahan rejim Zionis-israel, dan berunding. Engkau melihat kekejaman-kekejaman yang diluar batas perikemanusiaan, dan yang tak pernah dapat tertanggungkan oleh manusia, dan dialami oleh muslim Palestina, yang dilakukan rejim Zionis-Israel, tapi engkau malah membuat perjanjian rahasia dengan musuh kemanusia itu? Di mana hati nuranimu?
Wahai Para Raja , Presiden, Pemimpin Arab!
Kematian akan datang. Kematian akan dialami oleh muslim Palestina, di Gaza. Mereka semuanya akan menyongsong kematian,yang paling terhormat. Mereka akan menghadapi mesin perang rejim Zionis-Israel dengan gagah. Mereka tak akan mundur. Mereka akan menghadapi dengan teguh. Mesin prang yang sudah meluluh-lantakkan kota Gaza itu, pasti akan mereka hadapi. Apa artinya kehidupan dan kemuliaan, bila harus dibawah kekuasaan dan penjajahan Israel? Mereka lebih mencintai kematian, dan tak akan berdamai dengan para musuh Allah Azza Wa Jalla, yaitu Zionis-Israel.
Apa artinya kekuasaan dan kekuatan yang engkau miliki? Bila kekuasaan dan kekuatan itu tak dapat menghapus kemungkaran dan kedzaliman? Apa artinya kekuasaan dan kekuatan yang engkau miliki bila tak mampu menghapus kejahatan yang dilakukan oleh rejim Zionis-Israel. Lebih mulia, mereka yang sudah mati – mati syahid melawan penjajah, dibandingkan dengan kekuasaan dan kekuatan yang engkau miliki, tapi tak mampu membebaskan saudaramu muslim di Gaza.
Selamat berjuang saudaraku muslim di Gaza, jangan mengharapkan pertolongan dari manapun, kecuali dari Allah Rabul Aziz. Semoga engkau mendapatkan kemuliaan dari Allah Azza Wa Jalla. (Mi)/www.eramuslim.com

Hiks...hiks...hiks...

Ikal mayang rambut penari
Jatuh ke pipi terlihat indah
Sungguh malang hatiku ini
Dilanda sepi diterpa gundah

Duduk termenung seorang diri
Di dalam gua untuk bertapa
Aduh bingung diriku ini
Sang mawar diam enggan menyapa

Perahu cadik membawa peti
Si gembala pergi ke tanah lapang
Kalaulah adik relakan hati
Maafkanlah kesalahan abang

Bulu bergidik mikirin hutang
Selepas isya mencari uban
Kalaulah adik menghukum abang
Jangan aisya yang jadi korban

Pergi mudik ke kampung Maling
Pagi-pagi terbang ke Bandar
Kalau lah adik kini berpaling
Kemana lagi abang bersandar




Pagi Yang Cerah








Pagi Yang Cerah
Album : Dari Jakarta Ke Kuala LumpurMunsyid : Snadahttp://liriknasyid.com
[00:16.45]Dengarlah
[00:19.09]kicau burung - burung bernyanyi
[00:22.26]Menyambut mentari pagi
[00:25.60]indah dan berseri
[00:31.66]Sebagai tanda
[00:34.13]puji pada yang kuasa
[00:38.26]Atas nikmat alam raya
[00:41.36]Untuk kita semua
[00:47.37]Syukurku
[00:49.78]Penuh pasrah kupanjatkan
[00:53.85]doa penuh kuhaturkan
[00:57.42]Hanya kepadaMu Tuhan
[01:01.50]Ya Illahi Rabbi
[01:05.22]Tuntun dan bimbinglah kami
[01:09.29]Agar dapat menikmati indah Alam ini


Pengen Maem




[- Demak, 30 Desember 2008, 09.00 -]
Tak terasa usianya kini sudah lima bulan lebih. Tepatnya dua belas hari menuju enam bulan. Ini adalah saat-saat injury time ASI Eksklusif. Alhamdulillah hingga saat ini komitmen kami untuk (hanya) memberikan ASI selama enam bulan penuh tetap terjaga. Meski ujian datang bertubi-tubi. Mulai dari saran dan rayuan teman-teman sekantor istri (agar bayi diberi susu formula saja), bahkan dari orang tua dan mertua. Sampai ribetnya menerapkan managemen ASI bagi ibu kantoran. Mulai memerah, mengemas, menyimpan, sampai menyuapin ASI melalui sendok. Alhamdulillah Allah memudahkan semuanya.
Kini mendekati bulan ke enam, dia mulai tertarik untuk memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya. Bahkan kalau melihat orang lain makan atau minum, tangannya langsung menjulur seperti mau meminta apa yang dimakan/minum. Semua mainan kini tak laku. Hanya satu yang jadi primadonanya sekarang. Sendok. Mengemut sendok kini menjadi hobi barunya. Igauannya(nggremeng) saat kepala sendok berada di mulutnya, terdengar seperti mbah dukun yang sedang mengucapkan mantra. "Aoooah eoooaoo...pfft...pfftt "


Sunday, December 14, 2008

Allahu Akbar ....!!! Merdeka...!!!


Ayo Abi ...tetap cemangat yaaa...!!!!

Wednesday, December 10, 2008

Jalan terjal menuju Kampung Pidodo



Beberapa hari yang lalu saya berkesempatan mengunjungi desa Pidodo, Karangtengah, Demak. Cukup terpencil. Jalan yang menghubungkan desa itu pun belum teraspal dan terlihat sudah banyak yang berlubang. Padahal jarak tempuhnya lumayan panjang. Kurang lebih tiga sampai lima kiloan. Di sepanjang perjalanan, tak banyak kendaraan lain yang lewat. Hanya beberapa gerobak kayu yang ditarik kuda. Sisanya sepi. Hanya hamparan sawah luas dan beberapa kelompok petani yang sedang menyiapkan pupuk.


Namun begitu memasuki jalan desa, sebuah jalan beton dengan lebar tak lebih dari 3 meter sedikit melegakan kami. Minimal tak lagi ajrut-ajrutan. Meskipun panther kami hanya menyisakan celah setengah meter untuk sepeda motor yang berpapasan atau menyalip. Untunglah tak ada mobil lain dari depan.



Aisya Usia 4 bulan




"Zxzccvxc xvzxfsgs cxvsg...xzszsssdsf..sasa..xsdga....????"
Om..Tante..udah baca buku lom hali ini? Kalo belum, Ayo..baca ... baca...
Aicah udah lhooo...

Wednesday, December 3, 2008

Folosofi Hidup


Hidup tak boleh sendirian. Harus berjamaah. Karena serigala akan memakan domba yang sendirian .


Beramal tak cukup hanya dengan tangan kosong. Butuh sarana. Kita harus jeli dalam memilih sarana yang tepat dan efektif dalam beramal.


Allah sendiri telah menyediakan banyak sekali sarana beramal di dunia ini. Tinggal sejauh mana kita mau menggalinya.




Berhati-hatilah dalam setiap amalan. Agar tak sia-sia




Jangan pernah bosan dalam beramal. Jangan pernah jenuh dan bersabarlah. Karena Allah akan melihat kesungguhan dan kontinyuitas amal kita.







Sebuah kebahagiaan tersendiri saat kita mampu menghasilkan sebuah amal kebaikan. Meski kita tak pernah tahu apakah Allah berkenan menerimanya.





Terkadang kita mendapatkan sesuatu dari hasil amal kebaikan yang telah kita lakukan. Terimalah ia sebagai anugerah yang harus disyukuri



Jangan lupa, berbagilah dengan yang lain.

Berikan sisanya untuk si kucing.








(Kenangan saat berkunjung ke pemancingan Brubus, Demak.

Meski terakhir kali mancing dulu saat saya masih SD, tapi saya dapat dua. Gurami dan nila.)

Tuesday, December 2, 2008

Bekal (hari esok)


Alhamdulillaahi ath'aamana wa saqaana wa ja'alanaa minal muslimiin
Menu bekal hari ini :
Nasi pecel, bakwan jagung, plus rempeyek teri.
Uenak tenaaaaan ...


Ayo berdoa

[- Demak, 2 Desember 2008, 07.45 -]

Sudah sering kita mendengar nasihat, ceramah atau kajian-kajian yang membahas masalah doa. Bisa jadi sesering kemalasan kita untuk mengamalkannya. Atau minimal kita tidak bisa istiqomah dalam berdoa. Berdoa hanya saat dirundung malang. Begitu malang berganti senang, doa pun lewat. Seolah habis manis sepah dibuang. Kita saja kecewa atau mungkin marah kalau diperlakukan demikian. Apalagi Yang telah menghidupi kita, Yang telah memberi kita rizki, nikmat, kebahagiaan, kedamaian.

Tapi Allah lain dengan kita. Sangat lain. Sayang Allah pada kita, jauh melebihi rasa penghargaan kita kepada orang lain. Bahkan kepada orang yang paling kita cintai sekalipun. Allah malah senang jika kita meminta kepada-Nya. Bahkan Allah lah yang meminta kita untuk hanya meminta kepada-Nya. Dan Dia pun akan menjamin akan memenuhinya. Kurang apa lagi coba ?

Saudaraku, mari kita jadikan doa sebagai kebiasaan baru kita. Saat susah, kita minta kepada Allah untuk menghilangkan kesusahan kita. Saat kita senang, kita minta agar kesenangan itu tak melupakan kita pada yang memberi kesenangan. Mari rubah setiap kata-kata umpatan, keluhan, dan bahkan igauan dengan kata-kata doa yang secara reflek keluar dari mulut kita.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...