Assalamu alaikum. Selamat datang di blog pribadi saya. Silakan ambil apa yang menurut anda baik dan abaikan apa yang menurut anda salah. Sebuah kebahagiaan bagi saya bila anda bersedia menulis komentar, respon, kritik dan masukan untuk perbaikan yang lebih baik. Terima kasih.

Hikmah

Friday, November 7, 2008

Bahagia yang seperti apa ?

[- Demak, 7 Nopember 2008, 09.45 -]

Bagaimana kabar anda hari ini ? Semoga kebahagiaan selalu menyertai anda. Kebahagiaan yang mampu membuat anda tersenyum. Kebahagiaan yang menginspirasi. Kebahagiaan yang tak berujung duka. Itulah kebahagiaan haqiqi.

Bahagia banyak ragamnya. Sensasi atas rasa bahagia itu pun bermacam-macam. Tergantung apa penyebabnya. Seorang anak yang mendapat hadiah dari ayahnya bahagia. Seorang karyawan yang naik gajinya bahagia. Beli mobil baru sesuai kemampuan dan keinginan bahagia. Mampu membeli rumah bahagia. Mendapatkan anugerah seorang anak setelah menunggu sekian lama bahagia. Bagi anda yang pernah merasakan kebahagiaan di atas, tentu masih ingat betul sensasinya.

Coba bandingkan dengan jenis bahagia yang ini. Saat melihat senyuman bahagia seorang sahabat yang senang akan kehadiran kita. Ketika mendengar luapan kebahagiaan seorang teman yang sangat berterima kasih atas bantuan tulus kita. Atau saat-saat kita dipeluk erat dengan penuh haru oleh orang yang telah kita tolong dengan ikhlas. Meski apa yang kita berikan tak seberapa di banding kemampuan kita untuk memberinya lebih. Sensasi apa yang anda rasakan ?

Sekarang mari kita bandingkan dua kelompok contoh di atas. Kebahagiaan karena kita mendapatkan sesuatu biasanya tak bertahan lama. Dan kita bisa saja merasa bosan dan jenuh setelahnya. Atau tak ada yang bisa menjamin, apa yang kita dapatkan itu tidak menimbulkan petaka atau musibah nantinya

Namun lain halnya kala kita bahagia saat mampu membuat orang lain bahagia. Kebahagiaan itu bisa kita rasakan lebih lama. Karena ada simpul-simpul yang terajut erat antara kita dan orang tersebut. Dan simpul inilah yang akan mengikat hati. Membuat orang selalu ingat, dan serasa tak ingin dipisahkan. Karena itulah mengapa nabi sangat menganjurkan untuk saling memberi hadiah untuk mengikat hati satu sama lain. Memberi hadiah saja mampu mengikat hati, apalagi memberi bantuan kepada orang yang sangat membutuhkan.

Di samping itu, jenis bahagia ini akan memberikan multiple effect kepada kita. Yaitu kita akan menddapatkan kebahagiaan-kebahagiaan lain yang akan mengikuti sesudahnya. Apa sebab ? Pertama karena doa orang yang telah kita bahagiakan. Kedua karena janji Allah yang akan membalas setiap kebaikan dengan kebaikan.

Kebahagiaan ini juga bisa menjadi sumber inspirasi bagi kita. Saat kita terjatuh dan berkubang dalam rasa rendah diri yang hebat. Atau saat diri ini merasa mandul dalam "produksi" kebaikan. Ingatlah senyuman orang-orang yang bahagia karena ketulusan yang pernah kita berikan. Niscaya, kepercayaan diri dan produktifitas kebaikan kita akan bangkit kembali.

Jadi mana yang lebih bermakna, lebih tahan lama, dan lebih menginspirasi? Bahagia karena kita bahagia atau Bahagia karena membuat orang lain bahagia?


No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...