Assalamu alaikum. Selamat datang di blog pribadi saya. Silakan ambil apa yang menurut anda baik dan abaikan apa yang menurut anda salah. Sebuah kebahagiaan bagi saya bila anda bersedia menulis komentar, respon, kritik dan masukan untuk perbaikan yang lebih baik. Terima kasih.

Hikmah

Tuesday, September 16, 2008

Waktunya imunisasi ....

[- Demak, 16 Ramadhan 1429 H, 09.15 -]

"Mas, jangan pake helm ya. Lagian cuman deket" kata istriku sembari merapikan gendongannya
"Mangnya napa, Dek?" tanyaku heran.
"Nggak enak sama tetangga, masak malam-malam ngajak bayi keluar. Pake motor lagi."
"Lho hubungannya sama helm ?"
"Yaa, kalo nggak pake helm kan biar dikira perginya deket."
"He..he.he, masak segitunya. Ya kalo nanti ada yang nanya, jawab aja mau imunisasi."

Begitulah wanita. Pakenya perasaan terus. Memang beda ya sama Pria. Lha siapa yang bilang sama .

Hari ini tanggal 15 September. Jadwalnya Aisya imunisasi DPT dan Polio tahap I. Kebetulan di kampung sebelah komplek kami ada bidan. Bu Suprihatiningsih namanya. Jadi kami tak perlu jauh-jauh ke Roemani hanya untuk imunisasi. Dua minggu yang lalu bu Supri bilang ada jadwal Posyandu di RW kami Jumat kemarin. Tapi karena aku tak bisa mengantar, terpaksa malam ini kami langsung datang ke rumahnya.
*************************************************

"Silahkan masuk, Bu" sambut bu Supri ramah.

Kami pun bergegas memasuki ruangan berukuran kira-kira tiga kali sepuluh meter yang terhubung langsung dengan rumah bu Supri. Di sebelah kiri, tampak terhampar empat bed pasien yang terpisah dengan tirai putih. Deretan piagam penghargaan terpasang rapi di dinding belakang tempat duduk bu Supri. Di sebelah kanan, sebuah kalender yang bertuliskan rumah sakit Bethesda tampak mentereng. Bu Supri non muslim? pikirku. Wallahu a'lam. Kalau pun iya, nggak ada salahnya. Bukankah dalam hal bermuamalah nabi tak pernah membatasi? Bu Supri orangnya baik. Setiap ngasih obat atau vaksin, selalu dilihatkan tanggal kadaluarsanya.

"Di timbang dulu ya bu?" suara bu Supri membuyarkan lamunanku. Istriku pun segera melepaskan gendongannya. Sontak Aisya terbangun. Matanya mengernyit. Tangannya menggeliat.
"Ayo..Aisya di timbang dulu ya...berapa kilo ya beratnya...?" kata istriku sambil meletakkan Aisya di atas bak timbangan.

"Enam koma enam. Wah, gendut banget ya..."
"Normalnya berapa, Bu? " tanya ku menimpali.
"Ya.. kalau usia dua bulan, sekitar lima sampai enam kilo. Berarti ini termasuk gendut lho, Pak? Tapi nggak papa kok. Yang penting sehat ya, Dek..."

*****************************************************

Alhamdulillah. Kata Bu Supri bayiku sehat. Bersyukurlah pada Allah, Nak. Berterima kasih lah pada-Nya. Ingatlah selalu ayat-ayat berulang di surat Ar Rahman.
"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan ?"

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...