Assalamu alaikum. Selamat datang di blog pribadi saya. Silakan ambil apa yang menurut anda baik dan abaikan apa yang menurut anda salah. Sebuah kebahagiaan bagi saya bila anda bersedia menulis komentar, respon, kritik dan masukan untuk perbaikan yang lebih baik. Terima kasih.

Hikmah

Monday, August 25, 2008

Merdeka ...!!!

[- Demak, Selasa, 19 Agustus 2008, 08.30 -]

Mulai beberapa hari yang lalu bahkan mungkin hingga saat ini, di mal-mal hingga lapak-lapak penjual CD/VCD bajakan, di alun-alun kota hingga pelosok kampung, deretan lagu-lagu perjuangan terdengar akrab di telinga kita. Itu pula yang mengingatkan saya akan syair-syair perjuangan yang saat masih di bangku SD begitu familiar di telinga saya. Mulai dari Sorak-sorak Bergembira, Maju Tak Gentar, Hari Merdeka, hingga Rayuan Pulau Kelapa. Maklum saja, hampir setiap hari lagu-lagu itu kami nyanyikan di pelataran sekolah kala itu.

Dan mulai saat itulah spirit perjuangan secara perlahan terbentuk. Rasa bangga menjadi bangsa Indonesia meluap-luap. Bahkan mungkin cenderung berlebihan. Pernah suatu ketika, dan ini masih saya ingat betul. Kalau tidak salah, saat itu usia saya masih 4-5 tahunan. Saya menangis dan merasakan kerisauan yang amat sangat lantaran bendera merah putih yang ada di depan rumah kami terjatuh karena di tiup angin. Hingga membuat saya merasa harus membangunkan "paksa" ibu yang sedang tidur siang waktu itu. Pernah juga waktu liburan di rumah nenek. Saya menggambar sebuah bendera di atas kertas kecil dengan pensil. Lalu gambar itu saya gunting sedemikian rupa dan saya tempelkan di sepeda paman. Saya pun membawanya berkeliling kampung. Dan saya masih ingat betul saat paman berkomentar, "Wih....bbeendeera...indoonessiia...merdekkaa" sambil membaca tulisan di bawah gambar yang saya buat.

Kini, kebersikapan saya terhadap Kemerdekaan telah berubah. Merdeka tidak lagi saya luapkan dengan fanatisme simbol. Merdeka tidak juga saya artikan "BEBAS, BEBAS BEREKSPRESI" sebagaimana pendapat seorang artis saat diwawancarai wartawan beberapa waktu yang lalu. Namun bagi saya, Merdeka adalah saat kita BERSYUKUR. Bersyukur karena berkat kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu bangsa, saya bisa menikmati manisnya hidangan Iman dalam ber-Islam. Dan dengan dasar Spirit ber-Islam secara kaaffah, hati ini tergerak untuk berupaya maksimal menjadi anfa'ahum linnaas, bermanfaat bagi orang lain untuk mengisi kemerdekaan ini. Merdeka ...!!!

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...