Assalamu alaikum. Selamat datang di blog pribadi saya. Silakan ambil apa yang menurut anda baik dan abaikan apa yang menurut anda salah. Sebuah kebahagiaan bagi saya bila anda bersedia menulis komentar, respon, kritik dan masukan untuk perbaikan yang lebih baik. Terima kasih.

Hikmah

Tuesday, August 5, 2008

Insya Allah 28 hari lagi Ramadhan. Are You Ready......!!!

[- Demak, Selasa, 5 Agustus 2008, 15.30 -]

Insya Allah 28 hari lagi Ramadhan menjelang. Akankah kita bisa menyapanya? Wallahu A'lam. Setidaknya kita masih bisa berharap dan berdoa, agar tarikan nafas ini tak terhenti di tengah jalan. Sebelum saya lanjutkan lebih jauh tulisan ini. Mari kita bertanya dalam hati kita masing-masing. Sampai detik ini, bagaimana respon hati kita tatkala mendengar kata Ramadhan disebut? Tertekan - karena membayangkan perihnya menahan lapar, masa bodoh- karena menganggap Ramadhan tak ada bedanya dengan bulan lainnya, ataukah terhenyak- karena setelah sekian lama menanti akhirnya datang juga ? Mari kita jawab dengan hati yang jujur.

Dan sekarang mari kita coba mengingat kembali Ramadhan kita tahun lalu. Dua tahun, tiga tahun, bahkan belasan tahun yang lalu. Bagaimana kualitasnya? Apakah cukup membanggakan? Bagaimana pun itu, saya mengajak saya dan anda untuk membuang jauh-jauh memori itu dari ingatan kita.

Dan sekarang bayangkan, anda adalah seorang terpidana mati yang siap menunggu eksekusi dua bulan lagi. Lebih tepatnya tanggal 1 Oktober 2008 (hari pertama Idhul Fitri) nanti, regu tembak akan menjemput anda.

Saya kira tidak sulit untuk melakukannya. Anda tinggal buka koran hari ini. Baca berita tentang Rio Alex Bulo (terpidana mati yang tinggal menghitung hari menjelang eksekusi) yang akhirnya bertemu dengan istrinya sebagaimana permintaan terakhirnya. Coba kita lihat kira-kira apa yang ia rasakan sekarang...

Atau mungkin kita bisa mengeksplorasi dari media bagaimana ketakutan-ketakutan yang dialami oleh Rian "Si Jagal dari Jombang" yang kabarnya menjadi penyebab gagalnya upaya penyidik saat menguji fakta melalui Lie Detector.

Sekali lagi, seandainya kita adalah mereka, apa yang akan kita perbuat selama kurang lebih dua bulan ini?
Dan seandainya kita yakin seyakin-yakinnya bahwa Ramadhan adalah sebaik-baik momen bertaubat.
Apa rencana kita untuk Ramadhan?

Sebelum memasuki garis start, seorang Valentino Rossi pastinya tak akan pernah menyia-nyiakan waktu untuk memanasi mesin motornya. Anda pun pasti tahu apa sebabnya. Begitulah seharusnya kita dalam menjemput Ramadhan ini. Memasuki bulan Sya'ban, kita harus memanasi "mesin" kita. Bahkan belum cukup sampai di situ. "Ramadhankan" bulan Sya'ban anda. Artinya, kerahkan semua potensi anda untuk memulai membiasakan amalan-amalan Ramadhan di bulan Sya'ban ini. Tambahlah porsi tilawah Al Quran anda menjadi satu juz per hari, agar saat Ramadhan nanti bisa meningkat menjadi dua juz sehari. Bangunlah setiap malam dan tunaikan Qiyamullail setiap hari, agar tak kaget dengan Tarawih. Perbanyaklah shaum, agar lambung cepat beradaptasi.

Insya Allah, "mesin" kita akan lebih siap di "garis start", melaju dengan "top speed" di sepanjang lap, dan menjadi "jawara" di akhir Ramadhan. Berani mencoba?

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...