Assalamu alaikum. Selamat datang di blog pribadi saya. Silakan ambil apa yang menurut anda baik dan abaikan apa yang menurut anda salah. Sebuah kebahagiaan bagi saya bila anda bersedia menulis komentar, respon, kritik dan masukan untuk perbaikan yang lebih baik. Terima kasih.

Hikmah

Thursday, June 12, 2008

Sisi Kekanak-kanakan

[- Demak, 12 Juni 2008, 08.30 -]

Pernahkah anda iseng bertingkah konyol di depan istri, teman, atau orang yang dekat dengan anda? Kalau jawaban anda "pernah", berarti anda masih punya sisi kekanak-kanakan. Dan ini bukan berarti anda tidak normal atau masa kecil anda kurang bahagia. Justru sebaliknya, anda sangat sangat normal. Namun jika anda melakukannya di depan orang-orang yang masih asing bagi anda, berarti anda "luar biasa". "Luar biasa" tak punya malu maksudnya.

Setiap orang dewasa pasti punya sisi kekanak-kanakan. Sisi dari diri kita yang jarang terekspose orang lain. Seperti memasang mimik muka aneh di depan cermin. Menirukan suara binatang, berlenggak-lenggok seperti badut, bicara dengan suara aneh, dll. Biasanya kita melakukannya bukan untuk ingin menghibur orang lain. Namun untuk menghibur diri sendiri.

Dulu waktu masih SMA, saya suka sekali menirukan suara binatang. Ayam dan kucing adalah favorit saya. Suatu sore, saya iseng menirukan suara ayam betina (ptok..ptoook...ptoookkk) di belakang rumah sambil menjemur pakaian yang habis dicuci. Saking "khusuknya" hingga saya tak menyadari kalau ada tetangga yang sedang ngobrol dengan Ibu di teras depan. Padahal suara saya nggak kencang-kencang amat loh. Si tetangga itu pun nyeletuk, "Bu..bu ...pitike njenengan ngendhog niku.."(Bu..bu ayamnya lagi bertelur tuh..) . Waktu itu ayam Bapak memang masih banyak di belakang. Ibu pun terpingkal-pingkal sambil mengklarifikasi, kalau itu saya, bukan ayam beneran.
"Woalaah.. Meneng meneng Mas Satria yo iso ndagel jebule.." (Woalaah, diem-diem Mas Satria bisa ngelucu juga ya..). Kata si tetangga.
Mendengar itu saya muualu sejadi-jadinya.

Tapi belakangan saya baru sadar kalau itu ada manfaatnya. Pernah dulu waktu kuliah, saya diminta bikin rekaman dialog sebuah drama musikal yang akan dipentaskan di depan anak-anak TPQ. Judulnya "Salman Al Farisi VS Monster TV" Berbekal sedikit bakat dan banyak nekat, saya megisi suara Salman yang berwibawa, si Monster TV yang bersuara aneh, dan dua pengawal konyolnya Si Ariel dan Sharon.

Sesekali boleh lah kita iseng, asal ada manfaatnya...

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...