Assalamu alaikum. Selamat datang di blog pribadi saya. Silakan ambil apa yang menurut anda baik dan abaikan apa yang menurut anda salah. Sebuah kebahagiaan bagi saya bila anda bersedia menulis komentar, respon, kritik dan masukan untuk perbaikan yang lebih baik. Terima kasih.

Hikmah

Wednesday, March 5, 2008

Serangan Militer Israel Tidak Dapat Bungkam Hamas

Eskalasi baru di Timur Tengah, setelah dilancarkannya serangan militer besar-besaran Israel ke Jalur Gaza membuaut banyak pers asing ambil bagian dalam beberapa tanggapan.

Harian konservatif Austria Die Presse yang terbit di Wina dalam tajuknya mengatakan, "Hamas memicu dilema bagi Israel. Aksi militer Israel menjadi tidak bisa ditolerir, karena menimbulkan cukup banyak korban tewas di kalangan penduduk sipil Palestina, " katanya.

Selain itu, Die Presse juga mengatakan, serangan Israel tetap tak akan pernah bisa menghancurkan Hamas atau membubarkannya. Bahkan cara-cara Israel "mencekik" Jalur Gaza seperti itu tak aka ada gunanya. Sebab kelompok pejuang itu akan tetap hidup selamanya.

"Israel tidak dapat mengacuhkan Hamas, tapi juga tidak bisa membubarkannya. Pendudukan kembali Jalur Gaza bukan opsi yang tepat. Juga dilanjutkannya politik mencekik Jalur Gaza dengan menghentikan pemasokan listrik dan bahan pangan, tidak akan ada gunanya. Pokoknya, kelompok militan itu akan tetap hidup, selama Israel terus melancarkan operasi militernya," tulis Die Presse.

Sementara itu, Harian Inggris The Guardian yang terbit di London juga menulis secara khusus dalam tajuknya. Menurut The Guardian, Israel sering mengambil langkah bodoh. Diantaranya kesepakatan damai sering tidak terlaksana selama wakil Jalur Gaza, yakni Hamas tidak dilibatkan.

"Sudah sering disebutkan, sebuah kesepakatan perdamaian mustahil tercapai, selama Jalur Gaza tidak dilibatkan. Tapi jika kita mengambil ilustrasi menyangkut tindakan bodoh, yang mana Israel hanya mencoba berunding dengan separuh warga Palestina, hal itu ditunjukkan dalam peristiwa yang terjadi di hari-hari belakangan ini. Israel sudah menyatakan, aksi militernya tidak akan dapat menghentikan konflik. Untuk mencapai perdamaian diperlukan gencatan senjata. Dan untuk itu harus dilakukan perundingan dengan Hamas. Tapi pimpinan di Israel menolaknya. Karenanya tidak ada pilihan lain bagi Israel, kecuali melancarkan serangan militer. Sasarannya, untuk menduduki lagi sebagian Jalur Gaza atau membunuhi para pemimpin Hamas. Kedua tindakan itu sudah dicoba di masa-masa sebelumnya, dan terbukti gagal."

Harian Spanyol La Vanguardia yang terbit di Barcelona lain lagi. Ia mengatakan, dengan aksi berdarah Israel ini, maka, inisiatif perdamaian Annapolis bikinan AS sudah terkubur di reruntuhan bangunan Jalur Gaza.
"Seluruh dunia, dari PBB, AS, Uni Eropa sampai Vatikan terguncang dengan serangan militer Israel ke Jalur Gaza. Dalam konflik Timur Tengah selalu terulang, jika harapan perdamaian sudah di depan mata, akan dilancarkan agresi baru yang memicu aksi kekerasan lebih hebat lagi. Dengan itu harapan perdamaian paling redup sekalipun akan dihancurkan. Tepat inilah yang terjadi saat ini. Serangan militer terbaru dari Israel merupakan yang paling berdarah sejak dilancarkannya Intifada tahun 2000. Dengan begitu, inisiatif perdamaian Annapolis, dari presiden AS George W. Bush, praktis sudah terkubur di bawah puing reruntuhan bangunan di Jalur Gaza," tulisnya.

Sementara harian Italia La Repubblica agak sedikit "melecehkan" Amerika Serikat (AS) dalam tajuk, Koran yang terbit di Roma ini menulis, "Amerika Serikat tidak memiliki kekuatan diplomatis maupun moral untuk dapat menghentikan gempa bumi baru di Timur Tengah. Pernyataan juru bicara Gedung Putih bagaikan doa keputus asaan yang terbang ke langit kosong, sama halnya dengan politik Timur Tengah yang cuma alakadarnya dari presiden Bush. Pertemuan puncak Annapolis ibaratnya hanyalah obat placebo yang diracik amat terlambat. Memang tidak ada negara lainnya yang memiliki kekuatan untuk dapat menggantikan peranan AS sebagai juru penengah. Tapi kini Amerika Serikat kelihatan amat tidak berdaya menghadapi eskalasi konflik terbaru di Timur Tengah." [dwwd/www.hidayatullah.com]



Sumber: www.hidayatullah.com , 5 Maret 2008

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...