Assalamu alaikum. Selamat datang di blog pribadi saya. Silakan ambil apa yang menurut anda baik dan abaikan apa yang menurut anda salah. Sebuah kebahagiaan bagi saya bila anda bersedia menulis komentar, respon, kritik dan masukan untuk perbaikan yang lebih baik. Terima kasih.

Hikmah

Thursday, March 6, 2008

Islamofobia: Apartheid Gaya Baru

Bukanlah suatu kebetulan jika Islam dimusuhi di mana-mana. Ada "proyek yang terencana" oleh musuh-musuh Islam dan pejuang aparteit dalam rangka memadamkan cahaya Islam.

Islamofobia adalah model terbaru dari apartheid dan diskriminasi. Untuk mengetahui sejauh mana hal itu terjadi di Eropa, kita tidak perlu menelaah berbagai laporan berbagai komisi Eropa, sebab setiap saat datanya bertambah, sehingga tidak perlu lagi dilakukan berbagai infestigasi dan sensus.

Salah satu alasan untuk melenyapkan Islam dari dunia Barat adalah anggapan bahwa Muslim fundamentalis atau ekstrim (begitu istilah Barat) semakin berkembang dan jumlahnya terus bertambah. Anggapan itu diperkuat dengan "tuduhan" lain, bahwa kaum muslimin tidak mendukung konsep demokrasi.

Satu hal yang perlu dipertanyakan, bahwa kaum Muslim yang hidup di Barat yang memiliki loyalitas dan kepatuhan pada aturan dan perundangan yang berlaku layak dianggap ekstrim, sementara mereka sendiri yang melakukan berbagai tindakan tidak logis tidak dianggap ekstrim?

Sebagian kaum orintalis yang memang tidak memahami Islam secara benar atau bahkan sebagiannya adalah memang anti Islam selalu menyebarkan isu dan ide demikian ke tengah masyarakat dunia sehingga kaum Muslimin dimana saja berada selalu dibatasi ruang gerak dan kekuasaannya.

Babak Baru Barat vs Islam

Baru-baru ini, sejumlah cendekiawan Musli seperti; Urhon Behesyti, anggota Yayasan Ats tsaqalain, Belanda dan mantan dosen di Universitas Routerdam, Sayyid Dzahirul Hasan Naqawiy, Imam Masjid Pusat Kajian Islam dan Masjid Ar Rasul, San Khozeh, Amerika, Abdul Halim Musa, Imam Jumat di Mesjid Washington juga Harun Yahya, seorang intelektual dari Turki, Ahmad Bahrainiy, Ketua Pusat Kajian Islam di Washington, Naqi Hasan Kirmani, seorang intelektual dan peneliti ilmu-ilmu Islam dan dosen Universitas London serta Ir. Ashghar Ali, intelektual ternama di India, memberikan keterangannya tentang 'tsunami Barat' terhadap ini.

Abdul Alim Musa mengatakan, setiap tindakan yang melecehkan kesucian Nabi besar Muhammad saw akan memberikan dampak dan konsekunsi negatif. Namun pada saat yang sama juga menjadi faktor pendukung perkembangan dan pesatnya Islam di Barat.

Imam Jumat di Masjid Washington itu menegaskan, bawha Bush dan Zionisme-Israel berkali-kali melakukan penyerangan dan pelecehan terhadap kesucian Islam, namun apa yang mereka lakukan itu bukan hanya tidak memberikan faedah apa-apa kepada mereka sendiri bahkan menjadi pendorong agar Islam lebih dikenal di tengah masyarakat Barat.

Sementara itu, Urhon Behesytiy anggota Yayasan Ats tsaqalain, Belanda mengatakan, diantara hal yang perlu mendapatkan perhatian kita adalah, bahwa Barat dengan menggunakan berbagai cara dan fasilitas serta rekayasa dan tipu daya, diantaranya media massa telah melakukan berbagai penyerangan dan pelecehan atas budaya Islam yang kaya.

Sebaliknya, Semakin banyak yang menyerang Islam, semakin banyak orang yang ingin mengenal Islam dan memeluk agama Islam, ujar Ahmad Bahrainiy, Ketua Pusat Kajian Islam di Washington.

Faktanya, ujar Sayyid Dzahirul Hasan Naqawi, di Amerika, pasca tragedi 11 September Islam meskik semua media menggambarkan wajah Islam yang menyeramkan, namun banyak dari kaum muda Amerika dan non-Amerika justru mempelajari Islam.
Sementara itu, cendekiawan Muslim Turki, Harun Yahya mengatakan, "Barat haruslah dibagi pada dua kelompok, sekelompok kafir dan materialisme dan kelompok beragama. Kelompok pertama inilah yang memiliki permusuhan tidak hanya pada pemeluk agama Islam, namun dengan seluruh nilaii keagamaan meanapun. Mereka menginginkan agar masyarakat kosong dari berbagai nilai-nilai keagamaan dan hal ini akan menjadi pasar yang baik untuk memasarkan keinginan mereka mengumpulkan berbagai kekayaan materi." [iqna/www.hidayatullah.com]



Sumber: www.hidayatullah.com , 6 Maret 2008

Arief Rachman: Pendidikan Ideal Dapat Membentuk Generasi Bertaqwa

Sistem pendidikan Indonesia lebih menonjolkan aspek keilmuan, dan tidak memberikan pengajaran yang seimbang dalam pembentukan akhlaq mulia (akhlaqul karimah), padahal tujuan pendidikan yang ideal adalah membentuk anak-anak didik menjadi insan yang bertaqwa.

"Pendidikan itu berfungsi membentuk generasi yang berakhlaq mulia, berbudi pekerti luhur, yang cerdas, yang demokratis, dan bertanggung jawab, tetapi dari unsur-unsur itu yang paling banyak dihabiskan hanyalah berkaitan dengan ilmu, memikirkan rangking satu, ikut olimpiade fisika, matematika, tidak memberikan pelayanan yang cukup dalam pengembangan akhlaq mulia, " ujar Pakar Pendidikan Prof.DR. Arief Rachman M.Pd di sela-sela talk show Ukhuwah Membangun Kemandirian Umat dalam Pendidikan, di Area Pameran Buku Islam 2008, Istora Senayan, Jakarta, Rabu(5/2).

Menurutnya, membiasakan anak untuk hidup berakhlaq, berbudi pekerti serta bertaqwa penting dilakukan, misalnya dengan mengajarkan mereka untuk menerapkan 'lima S', yakni senyum, salam, sapa, sabar dan syukur. Apabila hal kecil itu bisa diterapkan akan tumbuh generasi yang memiliki kepribadian yang stabil, optimis, pantang mengeluh, dan selalu bersyukur.

Mengenai keluhan mahalnya biaya pendidikan, Arief mengakui, untuk mendapatkan pendidikan yang kualitasnya baik, memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit, tetapi bagi mereka yang miskin harus diprioritaskan untuk tidak membayar, dan menjadi tanggung jawab negara.

"Pendidikan harus mahal, tapi untuk orang miskin harus gratis, yang membayar biar negara, lewat pajak yang, ataupun bantuan melalui perusahaan besar, serta subsidi silang, " jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Sekolah dan pengajar Lab School itu juga berpesan agar, pendidikan tidak perlu disekulerkan, dan pendidikan harus dapat melahirkan generasi yang bertaqwa dan mengagungkan kebesaran Allah.

Sementara itu, mengenai usulan mata pelajaran Agama Islam masuk dalam ujian nasional, Arief menegaskan, hal itu terus diperjuangkannya.
"Belum berhasil ya namanya juga berjuang, kita harus terus berusaha. Dulu saja waktu saya memperjuangkan jilbab harus melalui waktu enam tahun, enam bulan, enam hari, saya sampai masuk penjara berhari-hari, tapi kan akhirnya jilbab dibolehkan di ijazah, "pungkas Ketua Pelaksana Harian Komisi Nasional Indonesia untuk Unesco itu.

Tentang prokontra ujian nasional, Arief menambahkan, bahwa dirinya sudah meminta Menteri Pendidikan Nasional untuk memperbaiki rumusan dan mencari formula yang tepat.(novel)



Sumber: www.eramuslim.com , 6 Maret 2008

Wednesday, March 5, 2008

Sikap Abstain Indonesia di DK PBB Jadi Kejutan

Langkah yang diambil oleh Indonesia memilih sikap abstain saat voting di DK PBB, untuk mengeluarkan resolusi tahap ketiga bagi Iran merupakan hal yang mengejutkan banyak pihak, sebab selama ini Indonesia memiliki kecenderungan mengikuti AS.

"Apalagi semua anggota Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), baik yang tetap maupun tidak tetap, menyetujui resolusi itu, " ungkap Anggota Komisi I DPR Mutammimul Ula, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu(5/2).

Ia menilai, sebagai anggota tidak DK PBB, sikap yang diambil pemerintah Indonesia melalu delegasinya di New York cukup berani, hal ini memperlihatkan keinginan pemerintah untuk lebih progressif dalam menjalankan diplomasi politik yang bebas aktif.

Seperti diberitakan sebelumnya, sanksi terhadap Iran ini dijatuhkan untuk ketiga kalinya terkait aktivitas pengembangan energi nuklir.

Lebih lanjut Tammin mengatakan, dalam kaitan ini, terlihat Indonesia mengamati kasus pengayaaan nuklir Iran dengan lebih jernih, di mana sesuai dengan fakta, Iran tidak memproduksi senjata massal dan tidak ditemukan penyimpangan yang mengarah kepada kepentingan militer.

"Iran telah bersikap transparan. Dan Resolusi 1803 ini hanya akan menimbulkan sikap kontraproduktif bagi penyelesaian krisis nuklir Iran, karena Iran bukan tipe negara yang gampang menyerah dan dikhawatirkan akan memunculkan ketegangan baru di Timur Tengah, " tandasnya.

Seperti diketahui, apa yang dilakukan Pemerintah RI kali ini sangat bertolak belakang dengan sikapnya pada Sidang DK PBB tahun 2007. Ketika itu, RI bersama Amerika Serikat sama-sama memilih setuju atas resolusi yang menjatuhkan sanksi lebih berat terhadap Iran, terkait pengembangan energi nuklir. (novel)

Sumber: www.eramuslim.com , 5 Maret 2008

Serangan Militer Israel Tidak Dapat Bungkam Hamas

Eskalasi baru di Timur Tengah, setelah dilancarkannya serangan militer besar-besaran Israel ke Jalur Gaza membuaut banyak pers asing ambil bagian dalam beberapa tanggapan.

Harian konservatif Austria Die Presse yang terbit di Wina dalam tajuknya mengatakan, "Hamas memicu dilema bagi Israel. Aksi militer Israel menjadi tidak bisa ditolerir, karena menimbulkan cukup banyak korban tewas di kalangan penduduk sipil Palestina, " katanya.

Selain itu, Die Presse juga mengatakan, serangan Israel tetap tak akan pernah bisa menghancurkan Hamas atau membubarkannya. Bahkan cara-cara Israel "mencekik" Jalur Gaza seperti itu tak aka ada gunanya. Sebab kelompok pejuang itu akan tetap hidup selamanya.

"Israel tidak dapat mengacuhkan Hamas, tapi juga tidak bisa membubarkannya. Pendudukan kembali Jalur Gaza bukan opsi yang tepat. Juga dilanjutkannya politik mencekik Jalur Gaza dengan menghentikan pemasokan listrik dan bahan pangan, tidak akan ada gunanya. Pokoknya, kelompok militan itu akan tetap hidup, selama Israel terus melancarkan operasi militernya," tulis Die Presse.

Sementara itu, Harian Inggris The Guardian yang terbit di London juga menulis secara khusus dalam tajuknya. Menurut The Guardian, Israel sering mengambil langkah bodoh. Diantaranya kesepakatan damai sering tidak terlaksana selama wakil Jalur Gaza, yakni Hamas tidak dilibatkan.

"Sudah sering disebutkan, sebuah kesepakatan perdamaian mustahil tercapai, selama Jalur Gaza tidak dilibatkan. Tapi jika kita mengambil ilustrasi menyangkut tindakan bodoh, yang mana Israel hanya mencoba berunding dengan separuh warga Palestina, hal itu ditunjukkan dalam peristiwa yang terjadi di hari-hari belakangan ini. Israel sudah menyatakan, aksi militernya tidak akan dapat menghentikan konflik. Untuk mencapai perdamaian diperlukan gencatan senjata. Dan untuk itu harus dilakukan perundingan dengan Hamas. Tapi pimpinan di Israel menolaknya. Karenanya tidak ada pilihan lain bagi Israel, kecuali melancarkan serangan militer. Sasarannya, untuk menduduki lagi sebagian Jalur Gaza atau membunuhi para pemimpin Hamas. Kedua tindakan itu sudah dicoba di masa-masa sebelumnya, dan terbukti gagal."

Harian Spanyol La Vanguardia yang terbit di Barcelona lain lagi. Ia mengatakan, dengan aksi berdarah Israel ini, maka, inisiatif perdamaian Annapolis bikinan AS sudah terkubur di reruntuhan bangunan Jalur Gaza.
"Seluruh dunia, dari PBB, AS, Uni Eropa sampai Vatikan terguncang dengan serangan militer Israel ke Jalur Gaza. Dalam konflik Timur Tengah selalu terulang, jika harapan perdamaian sudah di depan mata, akan dilancarkan agresi baru yang memicu aksi kekerasan lebih hebat lagi. Dengan itu harapan perdamaian paling redup sekalipun akan dihancurkan. Tepat inilah yang terjadi saat ini. Serangan militer terbaru dari Israel merupakan yang paling berdarah sejak dilancarkannya Intifada tahun 2000. Dengan begitu, inisiatif perdamaian Annapolis, dari presiden AS George W. Bush, praktis sudah terkubur di bawah puing reruntuhan bangunan di Jalur Gaza," tulisnya.

Sementara harian Italia La Repubblica agak sedikit "melecehkan" Amerika Serikat (AS) dalam tajuk, Koran yang terbit di Roma ini menulis, "Amerika Serikat tidak memiliki kekuatan diplomatis maupun moral untuk dapat menghentikan gempa bumi baru di Timur Tengah. Pernyataan juru bicara Gedung Putih bagaikan doa keputus asaan yang terbang ke langit kosong, sama halnya dengan politik Timur Tengah yang cuma alakadarnya dari presiden Bush. Pertemuan puncak Annapolis ibaratnya hanyalah obat placebo yang diracik amat terlambat. Memang tidak ada negara lainnya yang memiliki kekuatan untuk dapat menggantikan peranan AS sebagai juru penengah. Tapi kini Amerika Serikat kelihatan amat tidak berdaya menghadapi eskalasi konflik terbaru di Timur Tengah." [dwwd/www.hidayatullah.com]



Sumber: www.hidayatullah.com , 5 Maret 2008

Muhammad Sayyid Sabiq: Al Albani ikut Merekomendasi Fikih Sunnah

Tak ada perselisihan antara Syeikh Sayyid Sabiq dengan Syeikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani menyangkut Kitab Fikih Sunnah. Pernyataan ini disampaikan putra almarhum Sayyid Sabiq Selasa (4/3) siang kepada www.hidayatullah.com

Tak sekedar itu, semasa hidup, almarhum Syeikh Al Albani bahkan merekomendasikan kitab Fikih Sunnah. "Bahkan Syeikh Al Albani menyatakan bahwa buku tersebut bagus, dan beliau merekomendasikan, agar buku ini banyak dibaca," ujar Muhammad Sayyid Sabiq, putra almarhum Syeikh Sayyid Sabiq.

Selasa (4/3), Muhammad, putra ulama Mesir, Syeikh Sayyid Sabiq, yang juga penulis kitab Fikih Sunnah, berkunjung ke Surabaya. Kedatangan Muhammad Sayyid Sabiq ke Surabaya di sela-sela kehadirannya di Islamic Book Fair di Jakarta. Dalam diskusi di toko buku Halim, Surabaya siang ini, Muhammad Sayyid Sabiq menjelaskan seputar Kitab Fikih Sunnah yang selama ini banyak disalah tafsirkan beberapa pihak.

Menurut Muhammad, almarhum Syeikh Sayyid Sabiq memilih judul Fikih Sunnah untuk karya beliau justru untuk menggabungkan antara fikih dan sunnah.

"Sayyid Sabiq ingin menggabungkan antara fikih dan sunnah, dan mengambil kesimpulan hukum merujuk kepada Al-Quran dan Sunnah," ujarnya kepada www.hidayatullah.com.

Sebagaikan orang menganggap ada perselisihan antara almarhum Syeikh Sayyid Sabiq dengan almarhum Syeikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani menyangkut Kitab Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq. Namun pendapat itu tidak dibenarkan oleh putranya. Sebab meski Syeikh Albani mengkritik, beliau juga merekomendasikan untuk membacanya, sebagaimana dikutip Syeikh Al bani dalam Muqadimah Kitab Tamaamul Minnah Bitta'liq 'ala Fiqhissunnah.

Ketika para peserta mempertanyakan madzhab fikih yang dianut oleh almarhum Sayyid Sabiq dalam penyusunan Fikih Sunnah. Putranya Muhammad mengatakan, bahwa sang ayah memiliki kecenderungan terhadap madzhab Syafi'i. Meski demikian, beliau tak terlalu fanatik.

"Akan tetapi beliau, tidak fanatik terhadap mazhab tersebut, sehingga Fikih Sunnah tidak hanya merujuk madzhab Syafi'i saja," demikian ujar Muhammad.

Menurut putranya yang juga lulusan Al Azhar ini, bahwa pendapat yang ada dalam Fikih Sunnah tidak menyelisihi madzhab empat. Beliau juga menjelasakan bahwa Fikih Sunnah memang disusun sesederhana mungkin, dan menghindari pembahasan yang amat terperinci dan mendetail, hingga tidak semua madzhab fikih dicantumkan pendapatnya, karena tujuan ditulisnya buku tersebut untuk membantu kaum awan, supaya lebih mudah memahami masalah hukum.

Oleh sebab itulah, kata Muhammad, bahasa yang digunakan dalam buku itu dalah bahasa yang amat jelas dan sederhana. Sehingga beberapa ulama termasuk Syeikh Sya'rawi yang berasal dari Mesir menyebutkan bahwa buku ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Ikhwanul Muslimin

Sebagaimana diketahui, almarhum Syeikh Sayyid Sabiq dikenal di Indonesia dengan Kitabnya Fikih Sunnah. Syeikh Sayyid Sabiq lahirkan tahun 1915 H di Mesir dan meninggal dunia tahun 2000 M. Ia merupakan salah seorang ulama al-Azhar yang menyelesaikan kuliahnya di fakultas syari'ah.

Almarhum memulai menekuni dunia tulis-menulis melalui beberapa majalah termasuk majalah mingguan milik gerakan al-Ikhwan al-Muslimun. Di majalah ini, ia menulis artikel ringkas mengenai Fiqih Thaharah. Dalam penyajiannya beliau berpedoman pada buku-buku fiqih hadits yang menitikberatkan pada masalah hukum seperti kitab Subulussalam karya ash-Shan'ani, Syarah Bulughul Maram karya Ibn Hajar dan Nailul Awthar karya asy-Syaukani.

Juz pertama Fikih Sunnah diterbitkan pada tahun 40-an dan pada muqaddimah nya diberi sambutan oleh pemimpin al Ikhwan al Muslimun, Syeikh Hasan al-Banna. Mulanya, Fikih Sunnah sebagai buku panduan kader al Ikhwan al Muslimun saja. Namun, hingga kini kitab itu banyak dicetak dan dibaca orang di seluruh dunia.

Syeikh Sayyid Sabiq lahirkan tahun 1915. Pada 1948, beliau bersama-sama al-Ikhwan al-Muslimun menyertai perang di Palestina guna melawan penjajah Israel. Akibatnya, beliau dipenjarakan di bawah tanah pada tahun 1949-1950.

Semenjak aktiv di gerakan Ikhwan, beliau pernah menjadi orang kepercayaan Hasan al-Banna, Mursyidul 'Am al-Ikhwan al-Muslimun.

Tahun 1951, beliau memulai kerja di Kementrian Awqaf Mesir. Beliau dinaikkan pangkat menjadi Wakil Kementrian Awqaf Mesir. Pada 1964, beliau pindah ke Yaman dan kemudiannya di Arab Saudi untuk menjadi pengajar di Kuliah Dakwah dan Ushuluddin, Universitas Ummul-Qura selama lebih 20 tahun. Salah satu muridnya yang kini menjadi ulama dan banyak dikenal orang adalah Dr. Syeikh Yusuf Qaradhawi. [thoriq/bul/www.hidayatullah.com]


Sumber: www.hidayatullah.com , 5 Maret 2008

Tuesday, March 4, 2008

Terungkap, Proyek Rahasia Bush untuk Singkirkan Hamas dari Ghaza

Dugaan ada nyacampur tangan AS dalam penggulingan pemerintahan Hamas yang sah di Palestina, ternyata benar adanya. Setelah pemerintahan Hamas tumbang dan menyingkir ke Ghaza, pemerintahan AS ternyata masih belum puas juga. Presiden AS George W. Bush rupanya telah merancang proyek rahasia untuk mengakhiri penguasaan Hamas atas Ghaza.

Proyek rahasia itu diungkap majalah Vanity Fair berdasarkan sejumlah dokumen-dokumen rahasia yang berhasil mereka dapatkan. Dari dokumen-dokumen itu diketahui bahwa Bush dan Menlu Condoleezza Rice telah menandatangani sebuah rencana membantu Presiden Palestina Mahmud Abbas untuk menyingkirkan Hamas dari Ghaza.

Isi dokumen-dokumen tersebut, menurut Vanity Fair, juga menguatkan tuduhan yang dilontarkan Hamas dan sebagian rakyat Palestina selama ini, bahwa AS telah memberikan bantuan persenjataan dan uang untuk menumpangkan pemerintahan Hamas yang terpilih lewat pemilu yang demokratis di Palestina.

Setidaknya ada tida memo rahasia yang dikeluarkan jajaran pemerintahan Bush, yang dibeberkan oleh Vanity Fair terkait dengan rencana jahat Bush terhadap Hamas. Memo pertama dibuat oleh Konsul Jenderal AS di al-Quds, Jake Walles. Dalam memo disebutkan bahwa pada tahun 2006, pemerintahan Bush memerintahkan Walles untuk mengatakan pada Abbas di Ramallah agar presiden Palestina itu membubarkan pemerintahan Hamas, jika Hamas tidak mau mengakui rejim Zionis Israel.

"Kami yakin sudah waktunya buat Anda (Abbas) untuk bergerak dengan cepat dan meyakinkan. Jika Hamas dalam batas waktu yang telah ditentukan tidak sepakat (tidak mau mengakui Israel), Anda harus tegas menentukan tujuan dan segera mendeklarasikan situasi darurat serta membentuk pemerintahan darurat yang secara eksplisit memegang komitmen platform tersebut. Jika Anda bertindak sesuai jalur, kami akan membantu Anda baik dari sisi material maupun sisi politik... Kami akan di sana mendukung Anda, " demikian bagian isi memo pertama.

Memo kedua disusun oleh Departemen Luar Negeri AS. Dalam memo itu disebutkan bahwa harus dicari cara-cara yang bisa "mengakhiri permainan" di mana Abbas harus menyingkirkan Hamas dari tampuk kekuasaan sampai akhir tahun 2007. Untuk itu, Abbas harus diberi perlengkapan untuk memperkuat pasukannya.

Sedangkan memo ketiga, berisi perencanaan di mana Abbas akan membubarkan pemerintahan bersatu Fatah-Hamas dan kesepakatan keamanan akan dilakukan antara Dahlan dan Dayton untuk memperkuat pasukan Fatah. Yang dimaksud dengan Dayton adalah Letnan Jenderal Keith Dayton, yang pada saat itu menjadi kordinator pasukan pengamanan AS di Palestina. (ln/presstv)

Sumber: www.eramuslim.com , 4 Maret 2008

Ilmuwan AS Menggugat Teori Evolusi Darwin

Teori evolusi dan para evolusionis semakin tersudut dengan penemuan ilmiah terbaru. Selain para ilmuwan penentangnya yang bertambah lantang, pernyataan Charles Darwin pun semakin tidak terbukti.

Dr. Michael Egnor, profesor bedah saraf dan kedokteran anak di State University of New York, Stony Brook, AS, adalah termasuk yang mempertanyakan keabsahan ilmiah teori evolusi Darwin. Pada 27 Februari 2008 prof Egnor mengisahkan bagaimana ia menjadi ragu akan kemampuan teori evolusi Darwin dalam menjelaskan kemunculan informasi baru berupa DNA pada makhluk hidup.

Dalam wawancara itu, pakar bedah otak yang tercantum dalam New York Magazine sebagai salah satu dokter terbaik New York ini menjelaskan kemustahilan penjelasan evolusionis seputar asal mula kehidupan. Menurutnya, tidaklah mungkin peristiwa seleksi alam dan mutasi acak tak sengaja, tak terarah, yang tidak memiliki kecerdasan mampu menciptakan kerumitan molekul pembawa informasi di dalam sel makhluk hidup, sebagaimana diyakini para Darwinis.

Wawancara dengan ahli bedah penerima sejumlah penghargaan ini diliput situs www.idthefuture.com dengan judul "How Does a Brain Surgeon Become a Darwin Skeptic?" (Bagaimana Seorang Ahli Bedah Otak Menjadi Ragu terhadap Teori Darwin?). Situs ini adalah kumpulan wawancara para ilmuwan dan intelektual Barat yang mempertanyakan keabsahan Teori Evolusi.

Semakin dipertanyakan

Selama beberapa dasawarsa terakhir, bukti-bukti ilmiah terbaru dari berbagai bidang seperti kosmologi, fisika, biologi, kecerdasan buatan dan sebagainya telah mendorong para ilmuwan di negara-negara maju mempertanyakan kembali dogma dasar Darwinisme, seleksi alam. Mereka juga mulai mengkaji ulang dengan lebih rinci bukti-bukti yang mendukungnya.

Akan tetapi acara-acara TV, berbagai pernyataan seputar kebijakan pendidikan dan buku-buku pelajaran ilmu pengetahuan alam menyatakan bahwa teori evolusi Darwin menjelaskan secara sempurna kerumitan pada makhluk hidup. Masyarakat diyakinkan bahwa seluruh bukti-bukti yang ada mendukung teori evolusi Darwin dan boleh dikata setiap ilmuwan di dunia meyakini kebenaran teori itu.

Namun, sebagian ilmuwan dengan berani menyangkal pernyataan tersebut dan bersedia dimunculkan namanya sebagai bukti ketidakbenaran pernyataan bahwa setiap ilmuwan menerima dogma evolusionis itu. Situs www.dissentfromdarwin.org dan www.doctorsdoubtingdarwin.com menampilkan daftar ilmuwan dan dokter dari seluruh dunia yang tidak menerima begitu saja keabsahan ilmiah Teori tersebut.

Semakin pudar

Sementara itu, penemuan ilmiah terkini semakin memudarkan harapan Darwin. Setidaknya inilah yang diberitakan situs ilmiah www.sciencedaily.com 4 Januari 2008 lalu.

Darwin menyatakan bahwa keanekaragaman makhluk hidup berawal dari satu nenek moyang yang sama, yang kemudian berevolusi. Dengan kata lain, satu nenek moyang ini kemudian mengalami perubahan sedikit demi sedikit dalam kurun yang sangat lama untuk kemudian membentuk beraneka ragam kehidupan yang ada sekarang, baik dalam hal jumlah spesies maupun tingkat kerumitannya.

Secara sederhana sejarah evolusi makhluk hidup dapat diibaratkan sebagai sebuah piramida atau kerucut terbalik. Berawal dari satu titik puncak kerucut di bagian paling bawah, lalu semakin ke atas semakin melebar seiring dengan berlalunya waktu.

Demikianlah evolusi makhluk hidup, dari satu nenek moyang bersama (puncak kerucut) kemudian semakin lama semakin membesarlah jumlah kelompok dan tingkat kerumitan makhluk hidup itu.

Jika ini benar, maka harus ada bukti yang menunjukkan bahwa fosil-fosil berusia lebih tua memiliki tingkat keanekaragaman yang lebih sedikit dibandingkan fosil-fosil berusia lebih muda. Tidak hanya itu, fosil-fosil berumur lebih purba haruslah lebih sederhana dibandingkan fosil-fosil makhluk hidup yang muncul pada zaman setelahnya, yang semakin rumit dalam hal struktur dan bentuk.

Ternyata bukti fosil berbicara sebaliknya, menentang keyakinan evolusionis. Dengan judul "Two Explosive Evolutionary Events Shaped Early History Of Multicellular Life" (Dua Peristiwa Ledakan Evolusi Membentuk Sejarah Awal Kehidupan Multisel) tulisan di situs berita Sciencedaily itu mengulas temuan yang bertentangan dengan anggapan Charles Darwin.

"Pola ledakan evolusi mengkhawatirkan Charles Darwin, karena ia berharap bahwa evolusi terjadi dengan tahapan lambat dan tetap," kata Shuhai Xiao, pakar geobiologi di Virginia Tech. Ia menambahkan, "Gagasan Darwin dapat digambarkan sebagai sebuah kerucut terbalik dengan keragaman morfologi yang semakin membentang, akan tetapi rekaman fosil Ledakan Kambrium dan setelahnya lebih tepat digambarkan sebagai sebuah tabung dengan pancaran morfologis di bagian dasar dan penyempitan morfologis setelahnya."

Dengan kata lain, keanekaragaman sudah ada sejak awal kemunculan makhluk hidup, dan muncul secara tiba-tiba. Seiring perjalanan waktu, keanekaragaman itu justru semakin berkurang dengan adanya kepunahan, dan tidak bertambah melalui evolusi. Singkat kata, laporan yang juga diterbitkan media ilmiah EurekAlert! 3 Januari 2008 itu menyingkapkan bahwa sejarah kehidupan ternyata berbentuk kerucut tegak dan bukan kerucut terbalik sebagaimana perkiraan Charles Darwin.
Ledakan Avalon

Di antara ledakan fosil yang tidak sejalan dengan Teori Evolusi ini adalah kemunculan sebagian besar kelompok utama makhluk hidup kompleks yang terdapat pada rekaman fosil selama masa Kambrium, yang dikenal sebagai Ledakan Kambrium. Peristiwa ini adalah kemunculan tiba-tiba makhluk hidup, tanpa sejarah evolusi rekaan Darwin, yang terjadi sekitar 542 juta tahun lalu.

Setelah evolusionis dibuat bingung dengan Ledakan Kambrium, kini muncul ledakan lagi yang tidak sesuai dengan pernyataan teori Darwin: Ledakan Avalon. Temuan ini, yang diterbitkan jurnal ilmiah terkemuka Science, 4 Januari 2008 oleh Shen, Dong, Xiao, and Kowalewski asal Department of Geosciences, Virginia Polytechnic Institute and State University, Blacksburg, USA, mengenali adanya kemunculan tiba-tiba beragam makhluk hidup sekitar 33 juta tahun lebih muda dari Ledakan Kambrium. Tidak hanya itu, beragam kehidupan ini sama sekali berbeda dengan yang ada pada Ledakan Kambrium, dengan kata lain, tidak ada kaitan evolusi antara keduanya. [cr/www.hidayatullah.com]



Sumber: www.hidayatullah.com , 4 Maret 2008
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...