Assalamu alaikum. Selamat datang di blog pribadi saya. Silakan ambil apa yang menurut anda baik dan abaikan apa yang menurut anda salah. Sebuah kebahagiaan bagi saya bila anda bersedia menulis komentar, respon, kritik dan masukan untuk perbaikan yang lebih baik. Terima kasih.

Hikmah

Saturday, January 26, 2008

Pung ...Pung ...Bing ...

 


[- Ditulis oleh Satria Sudadi, Semarang, Ahad, 26 Januari 2008, 11.30 -]


Pung.. pung.. bing...
Ketug .. ketug …
Nang ning nang ...
Ning nung ...


Begitulah kira-kira kebiasaan kami "ngudang" si Arfan, keponakanku. Usianya baru tiga minggu. Bayi mungil yang kehadirannya mampu menghadirkan keceriaan itu, selalu terlihat lucu dan menggemaskan. Lihat saja, hidungnya mancung. Mirip siapa yaa? Ada yang bilang mirip Bapak (mertuaku).

Setiap pulang ke rumah, selalu kusempatkan untuk menggendongnya. Itung-itung latihan. Biar ngga kikuk kalo ngemong bayiku yang akan lahir Juli nanti (baru perkiraan dokter). Berbekal syair-yair sholawat yang pernah ku hapal waktu SMP dulu, tak jarang aku mampu membuatnya tertidur pulas. Memang dulu sempet punya grup shalawat modern waktu nyantri di Miftahul Ulum, di kampungku. Ada juga syair-syair santri TPA yang masih kuhapal sampai sekarang. Karena waktu kuliah, aku nyambi juga jadi guru TPA. Bahkan sempet juga jadi salah satu vokalis tim nasyid Langgam Kejayaan (Meski hanya berbekal nekat doang :)). Hiks, jadi inget Ibnu & Fadhli. Jadi inget juga waktu tampil nekat di aula gedung G Kampus STAN, meski cuman bertiga doang ha..ha..ha. (Padahal undangan yang hadir ratusan, karena ada Utadzah Yoyoh ngisi seminar "Ada Apa dengan Cinta" waktu itu) Duh..maluuuu.

Tapi hikmahnya, aku jadi hapal tembang-tembang nasyid lawas nan "jadul". Ada "Naik Sepeda Mini-nya Suara Persaudaraan (lupa judulnya apa). Trus ada "Duhai ananda..buah hati yang pintar..Lihatlah Matahari...", punya SP juga. Ada lagi "Seorang bayi mungil..lahir ke dunia. Lagi-lagi punya SP. Pokoknya banyak deh..

Ngudang, atau menyanyikan syair adalah bentuk komunikasi kita dengan si buah hati. Ini sangat dianjurkan sekali. Bahkan sejak dalam kandungan sekalipun (terutama mulai bulan keempat). Karena saat itu fungsi pendengarannya sudah mulai tumbuh). Bahkan kita sangat juga sangat dianjurkan berdialog langsung melalui bahasa kita. Heart to heart. Dengan menanamkan kata-kata positif yang berisi harapan, nasihat, dan ayat-ayat Allah.

Insya Allah, seiring dengan pertumbuhan otak yang maksimal di awal-awal kelahiran, apa yang didengar dan diterima oleh si bayi, akan menjadi ilmu yang tertanam kuat dan menjadi pembentuk kepribadiannya kelak.

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...