Assalamu alaikum. Selamat datang di blog pribadi saya. Silakan ambil apa yang menurut anda baik dan abaikan apa yang menurut anda salah. Sebuah kebahagiaan bagi saya bila anda bersedia menulis komentar, respon, kritik dan masukan untuk perbaikan yang lebih baik. Terima kasih.

Hikmah

Wednesday, January 16, 2008

Pemerintah Cari Kedelai Impor Murah

Pemerintah akan membantu mencarikan negara importir kacang kedelai murah selain Amerika Serikat. Upaya ini untuk mengatasi lonjakan harga bahan baku tempe dan tahu.

"Mungkin harganya lebih murah dibanding kita impor kedelai dari Amerika Serikat," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono setelah menggelar rapat koordinasi ketahanan pangan di Departemen Pertanian kemarin.

Presiden juga memastikan pemerintah akan membebaskan bea masuk kedelai dari 10 persen menjadi nol persen. Selain itu, pemerintah akan meminta importir ikut mengatasi lonjakan harga kedelai agar tidak menjadi guncangan baru bagi perekonomian nasional. "Tidak logis kalau setiap hari kedelai meningkat harganya," ujarnya.

Adapun sebagai upaya jangka menengah dan panjang, kata Yudhoyono, pemerintah akan meningkatkan produksi kedelai lokal dengan cara menambah area baru. "Barangkali di Nusa Tenggara Timur yang dekat dengan Australia," katanya.

Harga kedelai di dalam negeri terus melonjak dari sekitar Rp 3.000 per kilogram pada akhir tahun lalu menjadi Rp 8.000 per kilogram. Lonjakan harga disebabkan oleh naiknya harga kedelai di pasar internasional dari US$ 300 per ton menjadi US$ 600 per ton. Indonesia mengimpor kedelai karena produksi dalam negeri yang sekitar 800 ribu ton per tahun tak mampu memenuhi kebutuhan 1,8 juta ton per tahun.

Lonjakan harga kedelai memukul ribuan pedagang tahu dan tempe dalam negeri, yang mayoritas adalah pengusaha kecil. Beberapa penghasil tahu dan tempe bangkrut dan menutup usaha mereka. Akibatnya, dalam beberapa hari terakhir, tahu dan tempe menghilang di pasar.

Senin lalu, ribuan pedagang tahu dan tempe menggelar unjuk rasa di depan Istana Presiden. Mereka meminta pemerintah mengendalikan harga kedelai. Pemerintah langsung merespons dengan menjanjikan pembebasan bea masuk impor kedelai menjadi nol persen.

Menteri Pertanian Anton Apriyantono menjelaskan, para petani lebih senang menanam jagung ketimbang kedelai. Sebab, dengan biaya per hektare yang sama--sebanyak Rp 4-5 juta--penghasilan menanam jagung lebih tinggi dibanding menanam kedelai. Penghasilan menanam jagung sekitar Rp 12 juta, sedangkan menanam kedelai hanya Rp 8 juta.

Departemen Pertanian, kata Anton, tetap akan mendorong petani menanam kedelai. Sebagai insentif, pemerintah akan membagikan benih kedelai, mendistribusikan pupuk dan teknologi, serta memperbaiki infrastruktur pertanian. "Selain itu, kami akan memperluas area ke Aceh, Nusa Tenggara Barat, dan Jambi," katanya.

Menurut Ketua Umum Serikat Petani Indonesia Henry Saragih, pembebasan bea masuk menjadi nol persen tidak akan membantu karena harga kedelai sudah naik hingga 200 persen. "Mana mungkin dengan menurunkan tarif impor dari 10 persen menjadi nol persen bisa menurunkan harga," ujarnya dalam siaran pers di Jakarta kemarin.

Henry berpendapat solusi jangka pendek yang lebih tepat adalah melakukan stabilisasi harga di pasar. "Harus ada operasi pasar agar harga stabil," ujarnya.

sumber : korantempo

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...