Assalamu alaikum. Selamat datang di blog pribadi saya. Silakan ambil apa yang menurut anda baik dan abaikan apa yang menurut anda salah. Sebuah kebahagiaan bagi saya bila anda bersedia menulis komentar, respon, kritik dan masukan untuk perbaikan yang lebih baik. Terima kasih.

Hikmah

Monday, January 14, 2008

Outbond Training FIKR 08 at Tinjomoyo, Semarang


[- Ditulis oleh Satria Sudadi, Demak, 14 Januari 2008, 10.40 -]
Ahad kemarin (13 Januari 2008), FIKR, sebuah LSM kepemudaan di Gajahmungkur, Semarang, mengadakan Outbond Training di Outbond Area Tinjomoyo Semarang. Saya diminta oleh teman-teman untuk turut mengkonsep sekaligus memandu acara tersebut.

Diikuti oleh 85 peserta (56 putra 29 putri) dari berbagai Remas dan Karang Taruna di Kecamatan Gajahmungkur plus 20an panitia. Tepat pukul 07.30 acara dimulai. Di awal acara, peserta dijelaskan apa itu outbond, tujuan, sarana, dan aturan main yang akan disepakati. Setelah pembagian kelompok, snack, dan yel-yel per kelompok, peserta siap diberangkatkan.

Di pos pertama, peserta diharuskan menyusuri sebuah jembatan kayu 3 x 30m, lalu turun menuju bibir sungai. Di sana, panitia sudah menyiapkan tantangan Pipa Bocor. Setiap kelompok dituntut secepat mungkin mengeluarkan bola pingpong dari dasar pipa (diameter 10cm, tinggi 1,5m yang di beri lubang-lubang di sisinya), dengan mengisi air dari sungai. Tak bisa dibayangkan susahnya. Namun hampir semua kelompok mampu menyelesaikannya meski harus basah kuyub.

Di pos dua. Di tengah hutan buatan, ada tantangan Ranjau Tanah. Setiap anggota kelompok harus mampu melewati area yang dipenuhi ranjau yang tak terlihat. Sehingga peserta dituntut menghapal titik-titik mana yang bebas ranjau.

Di pos tiga. Di tepi sungai kecil dan curam, setiap kelompok harus mampu menyeberangi sungai tersebut, melalui ban bekas yang disusun sedemikian rupa oleh panitia. Di pos ini lah, tidak sedikit peserta yang terpeleset jatuh.

Di pos empat. Di lereng bukit dengan kemitingan 30 derajat. Peserta dituntut mampu membawa bola-bola ranjau (balon berisi air) secara estafet. Berlari secepat mungkin melalui halang rintang yang telah disusun panitia, tanpa memecah balon.

Di pos lima, ada game Kapal Karam. Setiap kelompok diminta berdiri bersama-sama dalam sebuah alas sesempit mungkin.

Alhamdulillah, secara umum, acara berjalan sukses. Dalam sesi sharing di akhir acara, beberapa peserta meminta untuk diadakan lagi kegiatan serupa. Seperti camping, naik gunung, dll.

Jadi inget FOPSKInya GRESIK...hiks...

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...