Assalamu alaikum. Selamat datang di blog pribadi saya. Silakan ambil apa yang menurut anda baik dan abaikan apa yang menurut anda salah. Sebuah kebahagiaan bagi saya bila anda bersedia menulis komentar, respon, kritik dan masukan untuk perbaikan yang lebih baik. Terima kasih.

Hikmah

Tuesday, January 22, 2008

Laki-laki Berkaki Satu itu Membuatku Malu

[- Ditulis oleh Satria Sudadi, Demak, 22 Januari 2008, 16.55 -]

Sore itu (tepatnya kemarin), kupacu Moganku dengan kecepatan sedang. Seperti sore-sore sebelumnya, menjelang maghrib, aku sengaja keluar mencari masjid yang belum pernah kusinggahi. Jalanan kota Demak memang sepi. Tak seramai di Semarang.

Belum jauh kami berjalan, ada pemandangan yang menarik perhatianku di depan. Seorang anak muda dengan kruk di sisi kanan, tampak berjalan menyusuri sisi kanan jalan. Dengan baju koko warna hitam, dipadu sarung kotak-kotak hijau dengan peci putih di kepala. Tak lebih 10 detik aku mengamati. Laju Mogan memisahkan dia dari pandanganku. Terlintas dalam hati kecilku, dia laki-laki hebat.

Akhirnya kami sampai di sebuah masjid, ketika suara adzan mulai bersahutan. Masjid megah di samping sekolah Muhammadiyah. Baru sekali itu aku kesana.
Setelah rampung menghadap Sang Khalik, kususuri jalan di sepanjang alun-alun kota Demak. Sebuah warung kaki lima kecil menarik perhatianku untuk singgah. Aku pun memesan indomi rebus dan teh hangat. Cukup untuk mengusir rasa laparku. Ssst..sst mumpung ngga ada istri, aku bebas makan apapun yang kumau he..he..Soalnya dia yang paling menentang kalau tahu aku sering makan mi instan.

Selesai makan dan membalas sms yang seharian terabaikan, aku segera melaju kembali. Melewati jalan yang sama saat berangkat tadi.

Sesampai di depan kantor Depag, aku mampir dulu untuk shalat Isya. Kupercepat shalat sunnahku saat iqamah mulai dikumandangkan. Sesaat bersamaan aku bangkit dari tahiyat akhir, pandangan periferalku menangkap sesuatu. Seorang laki-laki tampak melompat-lompat kecil di atas kaki kirinya, merangsek menuju shaf paling depan. Sempat kukira dia anak kecil yang sedang bermain. Sampai akhirnya kupastikan kalau ternyata dia adalah laki-laki yang kulihat di jalan tadi. Laki-laki yang memakai kruk itu, ternyata berjalan di atas satu kaki. Masya Allah...

Aku berdiri tepat disampingnya. Pikiranku terhenyak sesaat, sampai kusadari imam telah membaca Al Fatihah. Dalam shalat, pikiranku bercampur. Antara harap, salut, sesal, dan syukur.

Selesai salam...aku seperti mendapatkan sesuatu. Lebih tepatnya sebuah tamparan.Sekaligus peringatan, agar aku mensyukuri apa yang ada padaku. Sebuah motivasi visual, melihat anak muda berkaki satu berjalan dengan susah payah ke masjid.

Lalu kemana rasa syukurku?
Aku laki-laki yang sehat, berjalan di atas dua kaki, dengan sebuah motor yang mendukung mobilitas.

Sejujurnya aku malu ...

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...