Assalamu alaikum. Selamat datang di blog pribadi saya. Silakan ambil apa yang menurut anda baik dan abaikan apa yang menurut anda salah. Sebuah kebahagiaan bagi saya bila anda bersedia menulis komentar, respon, kritik dan masukan untuk perbaikan yang lebih baik. Terima kasih.

Hikmah

Tuesday, January 22, 2008

Kantorku

[- Ditulis oleh Satria Sudadi, Demak, 22 Januari 2008, 20.30 -]

Inilah meja kerjaku. Tempat yang hampir 9,5 jam sehari aku bersamanya. Dari jam setengah delapan teet, ampe lima sore. Teet juga. Apalagi pake absen fingerprint. Doble teet dah.

Rekap...rekap...dan rekap... adalah makanan sehari-hariku. Konfirmasi pihak ke-3, analisa laporan keuangan, analisa arus kas, arus barang, bla..bla..bla yang ujung-ujungnya cuman atu'. Tunggakan pemeriksaan bisa kelar.

Baru setahun aku di fungsional pemeriksa. Jadi yaa... harus banyak belajar gitu deh...
Tapi ada Pak Asep, Ketua Timku yang seneng ngajak ngobrol. Jadi lebih terbuka aku dibuatnya. Kalo nanya-nanya tinggal colek aja. Ada Pak Sigit juga, sang supervisor. Pria berjenggot yang udah malang melintang di penjuru tanah air. Konon kabarnya pernah nyasar di Jayapura. Yaa begitulah nasib para fungsional. Mutasinya cepet.

Sebenarnya kalo kupikir-pikir ngapain juga aku dulu ikut fungsional ya. Ceritanya gini. Dulu waktu masih di struktural, waktu itu aku masih di Gresik. Bang Albert (korlakku) ngajakain daftar rekruitmen fungsional. "Sat, kamu nggak ikut? Nih ada rekruitmen fungsional." Waktu itu, karena aku masih lugu...Yaa hayuuk bang, siapa takut. Toh pasti nggak bakalan diterima. Pikirku waktu itu. Setahuku, ada tesnya. Dan pasti susah. Sebulan...tiga bulan...enam bulan ...ngga ada kabar. Nyaris setahun lebih lah.

Sampe-sampe aku udah kadung ngambil kuliah lagi di Unmuh Gresik. Belum dapet satu semester masuk kuliah, eee..temenku ngasih tau. Mas, sampeyan keterimo fungsional. Gubrakk...

Sempet nyesel juga sih waktu itu. Tapi gimana lagi. Jadi inget pesennya Mbak Eka (partnerku waktu masih aktif di FOPSKI), "Jangan pernah Menyesali setiap keputusan yang telah kita ambil" Nah lho..

Al hasil kuterima dengan legawa segala ketentuan yang Allah berikan padaku. Pasti ini yang terbaik untukku. Dan Akhirnya Semarang menjadi kota keempatku setelah Madiun Jakarta, dan Gresik.

Baru setahun di Semarang, eee...ladalaahhh. Modernisasi Direktorat Jenderal Pajak "melemparkanku" ke Demak. Meski baru nota dinas (belum pasti alias definitif gitu).

Tapi bagaimanapun, aku akan berupaya menggali potensi Demak untuk menunjang proses pembelajaran bagiku.

Semangat ...

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...