Assalamu alaikum. Selamat datang di blog pribadi saya. Silakan ambil apa yang menurut anda baik dan abaikan apa yang menurut anda salah. Sebuah kebahagiaan bagi saya bila anda bersedia menulis komentar, respon, kritik dan masukan untuk perbaikan yang lebih baik. Terima kasih.

Hikmah

Monday, January 14, 2008

Haniyah: Kita Tentang Upaya Pengkerdilan Negara Palestina

Perdana Menteri terpilih Islamil Haniyah yang berasal dari HAMAS, Sabtu kemarin (12/1), menyampaikan pandangannya soal rencana masa depan negara Palestina yang beberapa hari lalu telah dibahas oleh Presiden Bush dengan Mahmud Abbas, yang nyata-nyata menjadikan negara Palestina sebagai ‘negara kerdil’ karena diharuskan berbagi tanahnya dengan Zionis-Israel.

“Kami tidak akan pernah menerima segala upaya pengkerdilan negara Palestina sampai kapan pun!” tegas Haniyah kepada Kantor Berita Maan News Agency, Sabtu sore (12/1).

Pandangan Ismail Haniyah yang lebih nasionalis terhadap negaranya, beda dengan Mahmud Abbas yang berkali-kali berusaha menjual negara dan rakyatnya sendiri kepada pihak Amerika dan Zionis-Israel, diamini oleh mayoritas rakyat Palestina. Hal ini sangat masuk akal mengingat Tanah palestia secara keseluruhan memang milik sah bangsa Palestina dan bangsa Yahudi sama sekali tidak memiliki hak secuil pun atas tanah suci milik umat Islam sedunia tersebut. Klaim-klaim Yahudi atas Tanah Palestina seluruhnya dibingkai dalam kebohongan dan kedustaan. Namun karena kebohongan ini didukung oleh mesin propaganda dan media massa dunia maka seolah-olah klaim palsu Yahudi atas Palestina adalah benar adanya.

“Kita menginginkan tanah kita, tanah suci milik umat Islam sedunia, kembali sepenuhnya ketangan umat Islam. Tidak ada tawar-menawar sedikit pun dalam masalah yang sebenarnya sudah sangat jelas ini. Bagi HAMAS, kita akan berpegang erat pada hal ini dan tidak akan pernah rela menjual negara ini secuil pun kepada pihak penjajah Zionis-Israel!” tegas Haniyah.(Rizki)
Satu Syarat Dialog Palestina: Hentikan Kerjasama dengan Zionis
PM Palestina asal Hamas, Ismail Haniyah tegas menyatakan siap berdialog dengan Presiden Palestina Mahmud Abas, dengan satu syarat; hentikan kerjasama keamanan dengan Israel di Tepi Barat.

Ini adalah pernyataan kesekiankali dari Haniyah soal kesiapannya untuk berdamai dan berdialog dengan Mahmud Abbas asal Fatah.

Haniyah dalam pidatonya menyambut kedatangan para jamaah haji Ghaza yang kembali ke kampung halamannya melewati perbatasan Rafah, mengatakan, "Agar dialog nasional bisa berjalan dngan baik dan kondusif, seluruh pihak yang melakukan kerjasama keamanan dengan Israel harus dihentikan. Karena dialog nasional dan kerjasama dengan pihak penjajah tak mungkin bisa dipertemukan, " ujarnya.

Ia mengomentari hasil kunjungan Bush ke Palestina dan Israel yang baru saja dilakukan. Menurutnya, "Kami tidak akan menerima negara Palestina yang menganulir hak kembali para pengungsi, tidak mencantumkan Yerusalem, dan tanpa pembebasan sebelas ribu tahanan yang masih mendekam di penjara Israel. Kami juga tidak akan menerima adanya kamp-kamp pemukiman Israel di Palestina. "

Haniyah menyinggung tentang dialog Bush dalam kunjungannya yang membahas tiga hal yakni masalah politik, keamanan dan ekonomi Palestina. Secara politik, Bush menegaskan keharusan berdirinya negara Isrel dan ingin merevisi perbatasan 1967, menghapus hak kembali para pengungsi Palestina, dan menjadikan Yerusalem serta lokasi pemukiman Israel sepenuhnya di bawah kendali Zionis Israel.

Sedangkan di aspek keamanan, Bush membicarakan kemestian pemberlakuan agenda Road Map, yang memiliki sasaran menghantam semua organisasi perlawanan Palestina yang ingin mengusir penjajah Israel. Lalu, secara eknomi, Buh ingin mendukung perekonomian Palestina dengan memberikan bantuan apada angkatan bersenjata Mahmud Abbas di Tepi Barat sedangkan rakyat Palestina tidak mendapat bantuan ekonomi apapun dari AS. (na-str/iol)

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...