Assalamu alaikum. Selamat datang di blog pribadi saya. Silakan ambil apa yang menurut anda baik dan abaikan apa yang menurut anda salah. Sebuah kebahagiaan bagi saya bila anda bersedia menulis komentar, respon, kritik dan masukan untuk perbaikan yang lebih baik. Terima kasih.

Hikmah

Friday, January 18, 2008

Ekstrim Kanan Bersatu 'Melawan' Islam

Kelompok ekstrim kanan Eropa bergabung untuk “melawan” Islam, mereka menyerukan larangan pembangunan masjid. Perjuangan Muslim Eropa makin berat

Partai ekstrim kanan Belgia, Vlaams Belang, bergabung dengan kelompok dari Austria dan Jerman meluncurkan piagam yang bertujuan memerangi “islamisasi” kota-kota di Eropa Barat.

“Kami tidak anti kebebasan beragama namun kami tidak ingin Muslim memaksakan cara-cara dan tradisi mereka di sini, karena kebanyakan cara mereka itu tidak sesuai dengan kehidupan kami," demikian Ketua Vlaams Belang Flip Dewinter kepada Radio Nederland baru-baru ini.

Penolakan kaum ekstrim ini juga sudah sampai masuk wilayah-wilayah keyakinan kaum Muslim.

"Kami tak dapat menerima jilbab di sekolah, pernikahan yang dijodohkan dan penyembelian binatang ritual," ujar Flip Dewinter.

Secara khusus, gabungan kelompok penentang apa yang mereka sebuh “Islam radikal” itu menyerukan moratorium pembangunan mesjid-mesjid baru. Mereka menyatakan aksi tersebut merupakan katalisator bagi “islamisasi di seluruh wilayah bertetangga.” Tak jelas apa yang mereka sebut istilah “islamisasi” itu.

Simbol radikalisasi?

Namun kemungkinannya, kaum ekstrim Eropa ini begitu khawatir berkembangnya Islam dengan cepat di benua itu.

"Sudah ada 6000 mesjid di Eropa, yang tidak saja dipakai sebagai tempat ibadah namun juga sebagai simbol radikalisasi, sebagian di antaranya dibiayai oleh kelompok ekstrim di Arab Saudi atau Iran. Demikian tuduh Dewinter sambil menujuk mesjid besar yang akan dibangun di kota pelabuhan Rotterdam.

"Seperti menara dengan enam lantai, lebih tinggi dari lampu penerang di stadion sepakbola Feyenoord, teriaknya. "Simbol ini harus dihentikan," tambahnya.

Sementara itu belum jelas bagaimana kelompok itu mencegah apa yang mereka anggap sebagai ancaman

Selain Partai Austria FPÖ, ternyata partai-partai kanan kelas berat tidak hadir pada jumpa pers di Kota Antwerpen itu. Seorang jurubicara partai Allianza Nazionale dari Italia mennyatakan tidak tahu menahu soal piagam itu, walau pun katanya, partai ini juga memperhatikan masalah mesjid-mesjid baru.

Politikus sayap kanan Belanda Geert Wilders juga tidak hadir. Wilders adalah politisi yang kerap “menyerang” Islam. Meski banyak tidak dihadir partai-partai besar, Flip Dewinter tampaknya tidak goyah. Ia mengatakan, kampanyenya ini diperkirakan akan terus membesar.

"Gerakan ini bisa saja kecil sekarang, tetapi saya yakin ini akan menjadi besar," ujarnya.

Sementara itu, menyangkut Piagam untuk kaum Muslim itu banyak dicemooh. "Ini provokasi murni," kilah Said El Fetri, seorang keturunan Maroko yang memiliki took.

"Mereka yang berbelanja di toko saya adalah orang-orang Belgia, Eropa Timur, Yahudi dan Muslim. Kita tidak menghadapi masalah integrasi di sini. Berdiri di dekat tulisan "halal" di tokonya, Said berujar, "Saya memang Muslim, tapi itu tidak berarti saya tidak mentaati peraturan negeri ini."

Kaum Migran Kuatir

Sementara itu, pemilik toko lain, Mohammed, lebih pessimis lagi. "Saya sudah hidup di sini selama 40 tahun. Anak-anak saya sudah benar-benar terintegrasi. Tetapi kampanye seperti ini mengkhawatirkan saya. Dalam 10 tahun, tidak akan mungkin lagi hidup bertetangga seperti ini."

Sementara itu, beberapa orang keluar dari mesjid terbesar di Brussel. Mereka tampak khawatir karena tempat ibadah mereka disebut dalam Piagam itu.

"Masjid adalah tempat mengkhotbahkan perdamaian," kata Fatimah, seorang mahasiswa. "Setiap orang berhak memperoleh tempat ibadah. Orang Katolik punya gereja, orang Yahudi punya sinagoga, dan kami punya masjid. Inilah yang membuat kami merupakan bagian negeri ini, dan bukan terpisah darinya."



Sebelumnya, jamaah Tabligh menghadapai tekanan dan kecaman atas rencana pembangunan masjid agung di Newham, London Timur yang jaraknya tak jauh dari lokasi kompleks penyelenggaraan Olimpiade tahun 2012.

Nampaknya, perjuangan kaum Muslim di Eropa untuk mendapatkan hak-hak nya secara layak akan makin berat ke depan. [ranesi/cha/www.hidayatullah.com]
Sumber: www.hidayatullah.com , 18 Januari 2008

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...