Assalamu alaikum. Selamat datang di blog pribadi saya. Silakan ambil apa yang menurut anda baik dan abaikan apa yang menurut anda salah. Sebuah kebahagiaan bagi saya bila anda bersedia menulis komentar, respon, kritik dan masukan untuk perbaikan yang lebih baik. Terima kasih.

Hikmah

Thursday, January 31, 2008

Susahnya Mengubah Persepsi (bagian 2)

[- Ditulis oleh Satria Sudadi, Demak, 31 Januari, 11.00 -]

Seorang pakar psikologi mengungkapakan, peta bukanlah wilayah. Peta disini mewakili pikiran dan persepsi. Dan wilayah adalah realitas dan kenyataan. Lewat ungkapan tersebut dia ingin menegaskan, bahwa antara persepsi dan realitas bisa jadi jauh berbeda.

Persepsi lah yang menjadi salah satu “dasar hukum” bagi kita untuk bersikap dan memutuskan sesuatu. Membuat kita merasa benci dan muak terhadap sesuatu. Atau pun sebaliknya.

Kita bisa mengubah rasa benci menjadi senang. Rasa muak menjadi rasa nyaman. Rasa malas menjadi gairah. Hanya dengan mengubah persepsi.

Seorang ibu pernah mengeluh bahwa dia sangat benci dan jijik dengan tikus. Sampai-sampai, kepalanya bisa langsung pusing hanya dengan melihat gambarnya. Hal itu masih dirasakannya hingga kini.

Kebenciannya berawal sejak dia dipusingkan oleh ulah tikus-tikus yang “menyerang”rumahnya beberapa tahun yang lalu. Banyak perabot rumah yang rusak. Selang elpiji terkoyak. Kabel-kabel terkelupas. Belum lagi kotoran yang berceceran dimana-mana.

Pengalaman itulah yang menghasilkan sebuah persepsi baru baginya, “bahwa tikus adalah binatang yang sangat menjijikkan”.

Seorang psikolog yang juga pakar NLP, Dr Ibrahim Elfiky bertanya padanya.

“Adakah teman atau kerabat Anda yang kalau hanya dengan mengingat wajahnya saja bisa membuat Anda tertawa terbahak-bahak?”

“Ada. Michael. Dia pria terlucu yang pernah kukenal. Teman sekantor” Jawab si ibu tadi.
“Apakah anak anda senang dengan coklat”
“Ya. Dia penggemar berat coklat. Saya selalu menyimpan untuknya di kulkas”

“Oke. Sekarang bayangkan Michel dengan telinga yang melebar dan tubuhnya berlumuran coklat berlari kesana kemari sambil mengatakan “aku Michael-Mouse. Si tikus lucu”

“Dan setiap kali Anda melihat tikus, yakinlah kalau itu si Michael yang sedang menyamar.”

Si Ibu pun tertawa terpingkal-pingkal mendengarnya. Dan sepertinya kini persepsinya mulai bergeser.

Ternyata persepsi dihasilkan oleh sebuah pola. Dan kita bisa mengubah pola itu untuk menghasilkan persepsi yang berbeda. Semau kita.

Lalu bagaimana mengubah pola persepsi “ewuh pakewuh” seperti apa yang ku alami di bagian pertama tulisan ini? Anda pun pasti bisa melakukannya.

Zuhud

Selain setan dan hawa nafsu, penghalang manusia dalam menggapai mardatillah adalah dunia yang diciptakan-Nya ini. Allah SWT menyifati seluruh dunia sebagai kesenangan sesaat (QS An-Nisa:77), sesuatu yang sebentar, jika dinikmati adalah permainan dan sesuatu yang melalaikan (QS Al-Hadid: 20).

Ibnu Iyad berujar, ''Seandainya dunia adalah emas yang akan sirna, dan akhirat hanyalah tembikar, tetapi akan kekal, maka kita wajib memilih yang kekal daripada yang fana.'' Selanjutnya dia berujar, ''Semua kebajikan disimpan dalam sebuah rumah dan kuncinya adalah zuhud di dunia, sedangkan seluruh kejelekan diletakkan di rumah lain dan kuncinya adalah cinta dunia.''

Bagaimana menyikapi dunia? Allah SWT memerintahkan dunia untuk menjadi pembantu bagi orang yang berorientasi kepada Allah semata. Sebaliknya, dunia adalah tuan bagi orang yang hanya berorientasi dunia belaka. Dalam hadis qudsi, Allah berfirman, ''Wahai dunia, siapa saja yang menolong-Ku bantulah dia, dan siapa yang melayanimu, jadikanlah dia sebagai pembantumu!''

Dunia tidak diciptakan sebagai tujuan, tetapi sebagai tempat berjalan bagi manusia, atau sebagai perantara untuk sampai pada rida Allah SWT. Maka dari itu, dia ibarat pelayan, dan pelayan akan bersifat rendah, tidak mungkin dinilai secara agung dan mulia.

Makna kezuhudan kita pada dunia adalah dengan berpaling darinya. Zuhud memunyai surah (contoh) dan hakikat. Surah zuhud, antara lain mencukupkan dan membatasi diri dari aneka ragam makanan, pakaian, dan perhiasan. Inilah yang dulu dilakukan Rasulullah dan sebagian besar sahabat beliau. Namun, ini bukan inti sebenarnya. Zuhud tidak lebih sebagai cara untuk membersihkan hati dari sifat keduniawian.

Dengan demikian hakikat zuhud adalah kesamaan pandangan dan sikap antara penerimaan dan berpalingnya manusia terhadap dunia. Tidak berbeda baginya antara ada dan tidak adanya kebahagiaan dunia di hadapannya. Dengan kata lain, zahid (ahli zuhud) akan merasa sama saat memakai baju seharga seratus ribu atau yang hanya berharga seribu. Jika hati dan perasaannya sama tatkala memiliki harta sejuta pada hari ini dan esoknya memiliki seribu, atau tidak memiliki sama sekali, maka dia zahid yang sebenarnya.

Jadi seorang zahid tidak harus miskin. Sebaliknya orang yang tidak punya harta belum tentu zahid. Terkadang seseorang tergolong fakir, tetapi dalam pandangan Allah termasuk ahli dunia, karena otaknya hanya memikir dan mengharap dunia, menghasud orang lain yang dikarunia rezeki, membenci, dan mendengki. Terkadang seseorang memunyai harta banyak, tetapi itu tidak membuatnya lupa. Bahkan, ia menafkahkannya di jalan Allah, menyedekahkannya dalam kebaikan, atau menggunakannya untuk kepentingan agama. (Faris Khoirul Anam )

Sumber: Republika - Selasa, 25 Pebruari 2003

Rasa Malu

Oleh Syamsul Arifin

Sungguh beruntung orang-orang yang memiliki rasa malu. Islam telah memberikan tempat yang mulia bagi perasaan malu. Simaklah beberapa hadits berikut:

Salim bin Abdullah dari ayahnya, mengatakan bahwa Rasulullah saw lewat pada seorang Anshar yang sedang memberi nasihat (dalam riwayat lain: menyalahkan) saudaranya perihal malu. (Ia berkata, "Sesungguhnya engkau selalu merasa malu", seakan-akan ia berkata, "Sesungguhnya malu itu membahayakanmu.") Lalu, Rasulullah saw. bersabda, "Biarkan dia, karena malu itu sebagian dari iman." (Shahih Bukhari)

Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Nabi saw. bersabda, "Iman itu ada enam puluh lebih cabangnya, dan malu adalah salah satu cabang iman." (Shahih Bukhari)

*Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya dengan lafal Sab'uuna 'tujuh puluh', dan inilah yang kuat menurut pendapat saya, mengikuti pendapat Al-Qadhi Iyadh dan lainnya, sebagaimana telah saya jelaskan dalam Silsilatul Ahaditsish Shahihah (Muhammad Nashiruddin Al-Albani, -red)

Luar biasa kan, bahwasanya rasa malu itu bahkan di masukkan ke dalam salah satu bagian dari keimanan.

Dan yang lebih luar biasa lagi adalah bahwasanya Rasulullah saw, sang teladan terbaik umat manusia, juga memberikan keteladanan dalam urusan rasa malu.

Nabi Saw lebih malu daripada seorang gadis dalam pingitannya. (HR Bukhari)

Hmmm.., lalu apakah rasa rasa malu yang kita miliki bisa menghambat kita dari pengembangan diri, dari tampil di muka umum, dari memberikan koreksi terhadap orang lain, atau dari kebaikan-kebaikan yang harus dilakukan dengan kepercayaan diri (PD), dan terkadang kita masih belum terlalu PD atau masih suka sering salah, seperti misalnya, berbicara di forum formal, forum massal, atau aktivitas yang terlihat orang?

Sesungguhnya bukan itu rasa malu yang sedang kita bicarakan. Rasa malu yang sedang kita bicarakan adalah perasaan malu untuk berbuat kemaksiatan, perasaan malu terhadap Allah, dan perasaan malu kalau tidak berbuat kebaikan. Nah, itulah rasa malu yang sebenarnya.

Kalau dalam konteks rasa malu untuk tampil di depan umum, belum percaya diri, grogi, takut salah, dll, maka mungkin itu lebih tepat digolongkan ke dalam rasa minder.

Karena sesungguhnya rasa malu itu punya tempat, dan rasa malu yang baik itu pasti kan membawa kebaikan bagi pemiliknya.

Hadis riwayat Imran bin Husaini ra., ia berkata: Nabi saw. pernah bersabda: Malu itu tidak datang kecuali dengan membawa kebaikan. (Shahih Muslim)

Jadi, jangan pernah malu jika mau berkembang, belajar, ataupun bertanya, meskipun untuk hal-hal yang terdengar sepertinya "tabu" jika harus diungkapkan di forum umum.

Simak kesaksian ibunda kaum muslimin ketika berbicara mengenai keutamaan wanita-wanita Anshar, yang menyatakan bahwa (kurang lebih), sebaik-baiknya wanita adalah wanita Anshar, rasa malu yang mereka miliki tidak menghalangi mereka dari memperdalam agama.

Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata: Seorang wanita bertanya kepada Nabi saw. tentang cara wanita mandi wajib dari haid? Perawi hadis berkata: Kemudian Aisyah menjelaskan bahwa beliau mengajarkannya cara mandi. (Di antara sabda beliau): Engkau ambil kapas yang diberi misik, lalu bersihkan dengan kapas itu. Wanita itu berkata: Bagaimana cara membersihkannya? Beliau bersabda: Maha suci Allah! Bersihkan saja dengan kapas itu. Dan beliau bersembunyi. (Sufyan bin Uyainah memberi isyarat tangan kepada kami pada wajahnya). Perawi hadis melanjutkan: Aisyah berkata: Aku tarik wanita itu mendekati aku. Aku tahu apa yang diinginkan Nabi saw, lalu aku berkata kepadanya: Bersihkan bekas darah haidmu dengan kapas itu. (Shahih Muslim)

Simak pula pertanyaan seorang muslimah yang sedang bertanya mengenai hal (sangat mungkin) berasal dari pengalaman pribadinya.

Hadis riwayat Ummu Salamah ra., ia berkata: Ummu Sulaim datang kepada Nabi saw. lalu berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak malu terhadap kebenaran. Apakah seorang wanita wajib mandi jika bermimpi? Rasulullah saw. bersabda: Ya, apabila ia melihat air (mani). Ummu Sulaim berkata lagi: Wahai Rasulullah, apakah wanita juga bermimpi? Beliau bersabda: Beruntunglah engkau. (Kalau tidak demikian), dari mana anaknya mirip dengannya. (Shahih Muslim)

Imam Ali ra pun memiliki rasa malu, namun rasa malunya tidak menghalanginya dari mencari kejelasan dalam urusan agamanya, lihatlah bagaimana ia dengan cermat mengambil solusi tuk mengatasi rasa malunya.

Hadis riwayat Ali ra., ia berkata: Aku adalah lelaki yang sering keluar mazi dan aku malu bertanya kepada Nabi saw., karena posisi putri beliau. Lalu aku menyuruh Miqdad bin Aswad. Miqdad lalu menanyakan hal itu kepada beliau. Beliau bersabda: Hendaknya ia membasuh kemaluannya lalu berwudu. (Shahih Muslim)

Jadi, intinya, milikilah rasa malu, karena rasa malu itu memiliki keutamaan yang tinggi dalam Islam, sehingga akhirnya rasa malu itu bisa menghalangi kita dari berbuat dosa maupun kemaksiatan. Namun, tempatkan rasa malu itu pada koridornya yang benar, untuk beberapa hal, menjadi seorang yang pemalu itu tidak tepat, contohnya ketika ingin menuntut ilmu, ataupun ketika kita akan berbuat kebaikan, karena sesungguhnya rasa malu itu membawa kebaikan.

Wallahu 'alam

---

Sumber: eramuslim, 25 Januari 2008

Al Qur'an - Tafsir Surah Al-Fath (1-3): Keutamaan Perjanjian Hudhaibiyyah Atas Nabi SAW

Keutamaan Perjanjian Hudhaibiyyah

1. فتحنا = Yang dimaksud dengan Fath dalam ayat ini yaitu Hudhaibiyyah (nota kesepahaman perdamaian kaum muslimin dengan kaum musyrikin Quraisy), ALLAAH SWT menjanjikan kemenangan yang lebih besar lagi setelahnya yaitu Fathul Makkah, berkata Imam Az-Zuhri: Tidak ada kemenangan yang lebih besar dari tercapainya Shulhu (perdamaian) Hudhaibiyyah, dan kemenangan dalam ayat ini disebutkan dalam bentuk fi'il-madhi (menunjukkan wajib/pasti atasnya).

2. ليغفر لك = Bahwa jihadmu di Hudhaibiyyah tersebut wahai Muhammad SAW (yang di kemudian hari akan menyebabkan peristiwa Fathu Makkah) itu menyebabkan turunnya maghfirah dan pahala yang besar bagi kalian, ayat ini juga menjadi dalil bahwa jihad menjadi wasilah turunnya ampunan ALLAAH SWT[1]. Dan ada juga syawahid atas hadits ini[2].

3. ما تقدم وما تأخر = Secara balaghah ayat ini menunjukkan bahwa antara keduanya ada banyak tingkatan dosa-dosa manusia, yang keseluruhannya akan diampuni semuanya oleh ALLAAH SWT, ayat ini juga menjadi dalil adanya ke-ma'shum-an di kalangan para Nabi AS, yaitu pengampunan semua dosa baik besar maupun kecil. Dan penyebutan dosa Nabi SAW di sini sebagian mufassir menafsirkannya sebagai pahala para Al-Abrar dan kekurangan dari para muqarrabin (bukan sebagaimana dosa-dosa kita)[3] .

4. ويتم نعمته = Yaitu disempurnakan ni'mat-NYA, melalui pengampunan dosa-dosa-mu wahai Muhammad serta akan tingginya bendera Islam di bawah kakimu kelak, sehingga berkumpulnya dunia (kekuasaan politik) dan akhirat (ibadah mahdhah) pada dirimu (wahai Muhammad).

5. يهديك صراطا = Yaitu tegaknya kemenangan di atas jalan yang lurus, juga tegaknya agama ini (yaitu Dinul Islam), penyampaian risalah-NYA dan tegaknya semua syi'ar-syi'ar Islam tersebut. Imam Az-Zamakhsyari menyatakan bahwa jihad mendatangkan 4 manfaat: 1) Turunnya maghfirah, 2) Disempurnakan ni'mat ALLAAH SWT, 3) Diberi hidayah ke jalan yang lurus, 4) Pertolongan ALLAAH SWT dan kemenangan.

6. ينصرك الله = Yaitu pertolongan dan kemenangan yang tiada kekalahan lagi setelahnya dan kemuliaan yang tiada kehinaan lagi setelahnya, maka pribadi Nabi SAW disifati dengan kemenangan besar menunjukkan lil-mubalaghah (berlebihan). Yaitu tersebarnya Islam dan penaklukan bangsa-bangsa dari Timur sampai ke Barat yang belum pernah diberikan kepada Nabi AS yang manapun sebelumnya.

Kesimpulan:

Perjanjian Hudhaibiyyah ini menghasilkan banyak manfaat bagi kaum mu'minin:

1. Pengakuan dari kaum musyrikin atas eksistensi kaum muslimin dalam masalah politik dan hubungan internasional yang seimbang dan setara, saling menghormati dan menghargai hak dan kewajiban masing-masing.

2. Pemisahan kaum beriman dari orang-orang munafik, dari keraguan mereka yang terus-menerus dan penyelisihan mereka kepada kebijakan qiyadah tertinggi (yaitu Nabi SAW).

3. Perdamaian antara kaum muslimin dengan orang-orang musyrikin, yang dikemudian hari memberikan maslahat yang amat besaryaitu lebih dapat mengajak mereka kepada Al-Islam, menyusun kekuatan kaum muslimin sehingga pada akhirnya mampu mengalahkan kekuasaan politik mereka (kaum musyrik).

4. Ujian bagi kaum muslimin terkait ketaatan mereka kepada qiyadah dan ketsiqahan mereka kepada janji ALLAAH SWT dan kebenaran manhaj dakwah Nabi SAW.

5. Keutamaan Nabi SAW, pujian ALLAAH SWT kepada beliau dan tingginya derajat beliau SAW disisi ALLAAH SWT.

6. Tidak terpisahnya urusan agama dan politik, semuanya adalah urusan ALLAAH SWT, dan wajibnya orang beriman untuk memperhatikan dan mengikuti semuanya, sebagai tanda kebenaran dan totalitas keimanannya kepada manhaj RasuluLLAAH SAW.

7. Urutan tegaknya Daulah Islamiyyah, dimulai dengan pembinaan keimanan, lalu jihad, lalu siyasah (politik), yang memberikan hasil yaitu datangnya kemenangan yang hakiki yaitu ad-diin (keagamaan) dan ad-daulah (politik dan pemerintahan).

Sumber: al-ikhwan.net, 1 January 2008 22 Dzulhijjah 1428 H

Fosil Leluhur Manusia Asia Ditemukan

TIM arkeolog Henan Cultural Relics and Archaeology Research Institute, China, menemukan fosil manusia purba berusia sekitar100.000 tahun. Fosil ini adalah yang tertua kedua di Asia setelah fosil Peking Man.

Fosil Peking Man ditemukan di dekat Beijing, China, pada 1920-an. Fosil tersebut diperkirakan berusia antara 250.000–400.000 tahun. Kini, tim arkeolog China menemukan fosil manusia purba Asia tertua kedua setelah Peking Man.

Fosil berusia sekitar 100.000 tahun ini ditemukan di wilayah Xuchang, Provinsi Henan, China.Penemuan ini mengejutkan karena di Asia jarang ditemukan fosil berusia lebih dari 100.000 tahun. Fosil manusia purba berusia lebih dari 100.000 tahun umumnya ditemukan di Afrika.

"Fosil ini penting karena membuktikan manusia sudah hidup di Henan sejak sekitar 100.000 tahun silam.Penemuan ini diharapkan mampu mendorong penemuanpenemuan berikutnya yang tak kalah penting," ujar Profesor Chinese Academy of Sciences Wu Xinzhi. Fosil tersebut terdiri dari 16 keping serpihan tengkorak dan berada dalam kondisi relatif utuh,karena terkubur di dekat mata air yang memiliki air berkandungan kalsium tinggi.

Di samping fosil tengkorak itu, tim arkeolog juga menemukan lebih dari 30.000 fosil binatang serta artefak kayu dan batu.Fosil-fosil itu terkubur di wilayah seluas sekitar 260 meter persegi.Tim peneliti menduga, wilayah itu sempat menjadi sebuah perkampungan purba. Sebagian besar ilmuwan sepakat manusia menyebar dari Afrika ke Eropa, Asia, dan Australia.

Ilmuwan University of Cambridge,Inggris, Andrea Manica melakukan analisis terhadap lebih dari 6.000 tengkorak dan menyimpulkan manusia berasal dari Afrika. "Kami telah menggabungkan data genetik kami dengan analisis terhadap ribuan tengkorak. Hasilnya menunjukkan manusia modern berasal dari satu wilayah tunggal di Afrika Sub-Sahara," jelas Manica.

Dalam analisis yang diterbitkan dalam jurnal Nature, Manica mengungkapkan, variasi ukuran dan bentuk tengkorak manusia sesungguhnya semakin kecil apabila ditemukan semakin jauh dari Afrika. Penurunan variasi tersebut terjadi karena ketika manusia-manusia purba melakukan migrasi, populasi mereka terpangkas signifikan akibat perang, penyakit, atau bencana lain.

Alhasil, manusia purba harus melakukan perkawinan di antara anggota kelompok kecil mereka. Dengan demikian,keberagaman gen mereka menyusut dan level tertinggi variasi tipe tengkorak ditemukan di Afrika tenggara. Wilayah itu umum dianggap sebagai habitat pertama manusia. [afp/rtr/snd/www.hidayatullah.com]



Sumber: www.hidayatullah.com , 31 Januari 2008

RUU Perbankan Syariah 'Jalan di tempat', Pemahaman DPR Masih Lemah

Penolakan terhadap pembahasan dua RUU Syariah oleh Fraksi Partai Damai Sejahtera (FPDS) menunjukan ketidakpahaman mengenai keuntungan dalam bisnis perbankan syariah. Padahal keberadaan perbankan syariah ini, justru akan mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Saya kira itu lebih dari sisi mereka kurang paham, akan ke mana arah UU tersebut. Saya kira sangat tidak tepat sekali, kalau mereka mengatakan ini atas dasar agama, menjadi dasar kecurigaan mereka, "ujar Mantan Anggota Pansus RUU Perbankan Syariah Nursanita Nasution menanggapi penolakan Anggota FPDS yang menganggap RUU itu lebih menguntungkan agama Islam saja.

Ia mengakui, mandeknya pembahasan RUU Perbankan Syariah di DPR selama tiga tahun, selain karena jadwal Komisi yang padat, dan lebih mementingkan RUU Pajak yang terdiri dari tiga paket, juga disebabkan karena banyak anggota DPR yang belum mengerti tentang perbankan syariah.

"Istilah-istilah itu teks time membahasnya, mereka ingin tahu secara detail sehingga kaya kuliah saja, "tukasnya yang kini duduk di Komisi VI DPR.

Dalam pandangan Nursanita, proses pembahasan RUU di DPR itu sangat lambat, apabila itranya dalam tanda kutip memberikan service kepada anggota DPR. Ia menjelaskan, meski masih terdapat ganjalan-ganjalan, pembahasan RUU Perbankan Syariah masih terus dilanjutkan. Dan saat ini, pembahasannya baru lima puluh persen diselesaikan.

"Saya optimis, harus masa sidang ini sudah selesai, tapi kecuali sudut pandang mereka secara teknis berbeda saya tidak terlalu suka. Menurut saya sangat memperihatinkan kalau pembahasan RUU tergantung fasilitas yang diberikan oleh mitranya, "tegasnya.

Ia menjelaskan, tiga poin bersifat teknis yang krusial, antara lain terkait dengan Dewan Pengawas Perbankan, yang harus ada kaitannya dengan Dewan Syariah Nasional (DSN), serta masalah komisaris apakah harus berdiri sendiri, atau ada hubungan dengan syariah.

Senada dengan itu, Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto menilai sikap FPDS karena belum memahami pentingnya UU Perbankan Syariah.

Menurutnya, perkembangan sistem keuangan syraih bisa meningkatkan perekonomian negara, pemerintah juga tidak menilai penolakan dari salah satu fraksi menjadi hambatan penyelesaian RUU ini. "Saya melihat dari soal demokrasi politis okelah, setiap orang beda pendapat. Pemerintah go head saja, tidak ada masalah itu, "tandasnya. (novel)

'Pembela Ghaza' Itu Terpilih Menjadi Pemain Sepakbola Terpopuler di Dunia

Muhammad Aboutreika, pemain sepakbola asal Mesir menjadi menjadi pemain sepakbola paling populer sedunia berdasarkan polling yang digelar International Federation of Football History and Statistics (IFFHS) yang berbasis di Jerman.

Dari 2.727.548 orang peserta polling lewat situs IFFHS, 1.017.786 orang memilih Aboutreika sebagai pemain sepakbola favorit, mengalahkan pemain-pemain sepakbola legendaris seperti Kaka, David Beckham, Ronaldo, Ronaldinho, Thierry Henry dan Francesco Totti.

Kaka, pemain sepakbola asal Brazil yang dinobatkan sebagai "World Player" di tahun 2007, hanya menduduki peringkat ke-7 sedangkan Beckham berada di peringkat ke-14. Aboutreika, yang bermain untuk klub sepakbola Mesir El-Ahly, masuk nominasi pemilihan bersama 50 pemain sepakbola dunia lainnya dari berbagai klub sepakbola terkemuka seperti Barcelona, Liverpool dan AC Milan. Polling dilakukan pada akhir Desember sampai 3 Januari dan hasilnya diumumkan hari Senin (28/1) malam.

Aboutreika dikenal sebagai pemain yang rendah hati dan bersahaja. Hari Sabtu kemarin, ia menunjukkan solidaritasnya pada warga Ghaza yang sedang diblokade rejim Israel.

Saat itu tim Mesir sedang berhadapan dengan tim Sudan dalam kejuaraan Africa Cup of Nations. Ketika berhasil memasukkan bola ke gawang lawan, Aboutreika tiba-tiba mengangkat bagian depan kaos seragam timnya dan terlihatlan tulisan "Sympathize With Ghaza" di T-Shirt putih yang dikenakannya. Tindakan Aboutreika itu sempat membuat Israel berang.

Pada kejuaraan yang sama tahun 2006, Aboutreika melakukan tindakan serupa setelah berhasil mencetak satu gol. Ia memperlihatkan T-Shirt yang dikenakannya bertuliskan "We Sacrifice Ourselves for You Prophet Muhammad" sebagai reaksi atas munculnya kartun yang melecehkan Nabi Muhammad di Denmark.

Oleh media Barat, Aboutreika dijuluki sebagai "The Smiling Assasin" karena ketangkasannya mencetal gol dan senyumnya yang selalu mengembang.

Selain sebagai pemain sepakbola, Aboutreika adalah salah satu duta PBB untuk Program Pembangunan (UNDP) bersama 40 bintang sepakbola lainnya seperti Ronaldo dan Zinedine Zidane, yang pada tahun 2005 menggelar pertandingan persahabatan "Match Against Poverty" di Jerman. Sekarang, Aboutreika menjadi duta bagi World Food Program untuk memerangi ancaman kelaparan. (ln/iol)



Sumber: www.eramuslim.com , 30 Januari 2008

Monday, January 28, 2008

KETIKA HATI DAN KAKI ENGGAN MELANGKAH

Oleh: Kitty (10.4.6.79 )

Hari demi hari , kita disibukan dengan rutinitas kesibukan kehidupan duniawi, berangkat pagi-pagi sekali kemudian kembali petang bahkan ada yang malam hari bahkan dulu mungkin sampai sekarang ada istilah P6 (Pergi Pagi Pulang Petang Penghasilan Paspasan). Semua itu rela dilakukan demi mendapatkan maisyah/penghasilan atau dengan kata lain untuk memenuhi kebutuhan jasmani/fisik manusia.

Tiba saatnya kita memenuhi kebutuhan ruhiah/jiwa kita. Karena pemenuhan kehidupan manusia tidak hanya semata kebutuhan fisik, sebagaimana Allah telah berfirman dalam Surat Al Anfal ayat 24 "Hai orang-orang beriman penuhilah seruan Allah dan seruan Rosul apabila Rosul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi manusia dan hatinya dan sesungguhnya hanya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan".

Dalam ringkasan tafsir Ibnu Katsir , Al-Bukhari meriwayatkan, Istajibu berarti ajibu (penuhilah) "kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu", yakni dengan kemaslahatamu. Para ulama menafsirkan: Yakni kepada kebenaran. Para ulama lainnya mengatakan bahwa sesuatu itu ialah Al Qur'an yang didalamnya mengandung keselamatan, kekekalan dan kehidupan.

Kita sadar dengan kesadaran tinggi bahwa kita butuh semua pasokan-pasokan yang bisa menentramkan jiwa kita.Namun disisi lain kelelahan fisik mendera kita bahkan menahan jiwa kita untuk melangkah menuju kehidupan ruhiah yang lebih baik. Karena setiap mukmin yang memahami dan menghayati hakekat kehidupan pasti akan menempuh jalah menuju Marthotillah(Ridho Allah), kebahagian abadi disisi Allah SWT.

Namun kesadaran itu kadang tidak kita barengi dengan amaliah/tindakan kita , kita merasa berat berangkat menghadiri acara liqo setiap pekan, kita merasa berat untuk datang menghadiri dauroh-dauroh di majlis ilmu, kita merasa berat untuk berangkat mukhayam(berkemah/simulasi jihad ringan), kita merasa berat kita ditugaskan untuk berinfak lebih banyak, kita merasa berat kalau ditugaskan untuk menghadiri acara yang membutuhkan ekstra energi dan pikiran kita, kita merasa berat apabila kita ditugaskan tanpa diberitahu maksud dari tugas tersebut, kadang kita lebih sering bertanya dulu manfaat apa yang diperoleh jika menunaikan tugas itu dan sanksi apa apabila kita melalaikan tugas itu , bahkan kadang kita tidak mau tahu, menutup mata dan telinga terhadap tugas-tugas yang sebenarnya melatih kita untuk selalu tetap dalam jalan menuju Ridho Allah semata.

Ketika hati dan kaki kita berat melangkah, ingatlah akan firman Allah dalam surat At-Taubah :38 "Hai orang-orang beriman, mengapa kamu apabila dikatakan kepadamu, "Berangkatlah pada jalan Allah,"lalu kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Kenikmatan kehidupan di dunia itu dibandingkan kehidupan di akhirat hanyalah sedikit." Banyak alasan yang membuat kita malas berangkat menghadiri majlis ilmu pekanan yang sebenarnya jadwalnya sudah disepakati bersama oleh pesertanya, bagi pekerja/pegawai alasan lelah karena sepekan bekerja dan enggan meninggalkan waktu bersama keluarga, bagi mahasiswa banyak tugas kampus yang tidak bisa ditinggalkan, bagi pengusaha/pedagang sayang meninggalkan niaganya karena sedang banyak pelanggan bahkan untuk seorang aktivis da'wah yang belum bisa memprioritaskan kegiatannya mereka punya alasan ada tugas bakti sosial, rapat2 yang tidak dapat diwakilkan. Kadang malas itu tidak hanya berupa ketihadirann tapi berupa ketidakdisiplinan terhadap waktu dan atau hanya fisik kita saja yang hadir tapi jiwa/pikiran kita melayang entah kemana memikirkan keluarga yang ditinggalkan, harta niaga yang ditinggalkan, tugas-tugas kampus, tugas-tugas rumah tangga . Kita tidak bisa melebur dalam esensi pertemuan itu , karena hanya sekedar menggugurkan kewajiban untuk hadir.

Sekali lagi, ketika hati dan kaki kita enggan melangkah menuju Ridho Allah, kita perlu mengingat kembali firman Allah dalam surat At-Taubah :24

"Katakanlah," Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluarga, harta kekayaan yamg kamu usahakan, perniagaan yang dikhawatirkan kerugiaannya, dan rumah-rumah yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai daripada Allah, Rosul-Nya, dan jihad di jalan Allah, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik."

Terakhir, apapun bentuk beban kehidupan dunia yang kita hadapi, jangan sampai membuat kita lalai, atau kehilangan kepekaan dan kesigapan memenuhi seruan da'wah dan jihad di jalan Allah.

Ditujukan untuk motivasi diri pribadi agar tetap semangat dan ikhlas

Demi jiwa serta penyempurnaan(ciptaan)Nya, Maka Dia mengilhamkan kepadanya(jalan) kejahatan dan ketaqwaannya. Sungguh beruntung orang yang menyucikannnya(jiwa itu). Dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.

Sumber: Ringkasan Tafsir Inu Katsir, Muhammad Nasib Ar-Rifa'i, GIP, Jakarta,2006

Saturday, January 26, 2008

Susahnya Mengubah Persepsi (bagian 1)

[- Ditulis oleh Satria Sudadi, Sabtu, 26 Januari 2008, 11.50 -]

Duh, penyakit lamaku kambuh lagi. Kejadiannya kemarin. Waktu makan siang di warung "pink" (warung langganan kami). Suasananya ramai siang itu. Maklumlah, jam makan siang. Hari jumat lagi. Begitu sholat jumat usai, orang-orang langsung datang berduyun-duyun.

Sambil menunggu antrian, aku ambil tempat duduk terlebih dahulu. Tak lama kemudian, muncullah rombongan teman-teman dari seksi lain. Mereka datang berlima. Meski jarang ngobrol, tapi kami sudah saling kenal wajah sebelumnya.

Setelah saling menyapa, mereka pun duduk satu meja denganku. Sesaat kemudian, suasana berubah menjadi kaku. Semua diam. Hanya celoteh komentar singkat yang terdengar. Salah satu diantara mereka berucap lirih "Wah, antri nih". Terdengar juga seorang teman yang ngobrol dengan teman lain disebelahnya. Sesekali mereka diam. Di antara mereka ikut juga kepala seksinya. Namun tak ada sepatah kata pun yang terucap setelah kata sapaan tadi. Sebagai "minoritas" sekaligus junior, aku pun tak berani berinisiatif membuka pembicaraan. Entah kenapa seolah ada sebuah jurang pemisah antara kami. Aku pun hanya menunggu umpan yang mungkin akan mereka lontarkan. Namun yang ditunggu ternyata tak kunjung tiba. Dan suasana kaku pun terus berlangsung hingga aku pamit balik ke kantor.

Lagi-lagi aku tak mampu melawan rasa itu. Rasa yang membuatku minder untuk bicara.
Meski diatas kertas, harusnya beliau sebagai senior yang membuka pembicaraan terlebih dahulu. Namun sebagai orang yang pernah mempelajari NLP, ternyata aku tak mampu mempraktikkan apa yang sudah kupelajari. Aku tak mampu membawa suasana. Aku gagal.

Kata kuncinya adalah bagaimana kita bisa merubah persepsi. Terkadang kita masih memiliki persepsi "ewuh pakewuh" (sungkan) terhadap atasan, senior, atau orang yang derajatnya di atas kita. Sehingga atas dasar itulah kita seolah tak wajib untuk bertanggungjawab dalam membawa suasana. Terkecuali kalau memang karakter dasar kita populer dan ekstrovert. Tentu hal itu bukan menjadi masalah. Namun bagi orang-orang bertipe introvert, pendiam, dan pasif, butuh sebuah terapi khusus untuk berubah. Bagaimana kita mampu mengubah persepsi tersebut, namun masih tetap dalam batasan moral yang dibenarkan.

Kita ketahui, bahwa persepsi sangat dipengaruhi oleh pengalaman kita dimasa lampau yang melibatkan seluruh indera kita. Sehingga keberadaannya tertanam kuat dalam benak kita, dan menjadi dasar dalam bertingkah laku kita. Meskipun dalam konteks yang tidak tepat.

(bersambung)

Terorisme Akibat Kesalahan Persepsi terhadap Islam

Aksi terorisme yang banyak terjadi pada terakhir ini sebagai akibat akumulasi beberapa faktor di antaranya, kesalahan persepsi terhadap agama Islam. Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum PBNU KH. Hasyim Muzadi usai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (25/1)

"Faktor pertama adalah kesalahan persepsi terhadap agama itu sendiri. Jadi mungkin beragama benar tapi membawakan agama di dalam masyarakat plural ini adalah kesalahannya, "ujar
Ia menegaskan, pikiran ekstrimisme dan terorisme bukan watak umat Islam Indonesia. Pikiran itu, merupakan pelarian dari pikiran-pikiran politik transnasional itu.

Karena itu, lanjut Hasyim, salah satu cara untuk menghadang masuknya pemikiran ekstremisme dan terorisme adalah kembali kepada kepentingan kebangsaan dalam wawasan keagamaan. Selain itu, juga dengan memberikan wacana kepada masyarakat tentang Islam yang lurus dan bagaimana cara membawakannya di dalam pluralitas.
"Kalau sudah terjadi ekstrimisme apalagi terorisme, maka represi itu dilakukan oleh negara. Tapi represi oleh negara harus diselesaikan by law, bukan sekedar by security atau by militer, "tukas Hasyim.

Ia berpendapat, kemunculan perang global antara Barat dengan Timur Tengah dikhawatirkan membawa pemikiran ekstrimisme itu semakin banyak mengalir ke Indonesia dan mempengaruhi pola pikir umat.(novel/mol)
Type rest of the post here

sumber: www.eramuslim.com Sabtu, 26 Jan 08 05:13 WIB

Pung ...Pung ...Bing ...

 


[- Ditulis oleh Satria Sudadi, Semarang, Ahad, 26 Januari 2008, 11.30 -]


Pung.. pung.. bing...
Ketug .. ketug …
Nang ning nang ...
Ning nung ...


Begitulah kira-kira kebiasaan kami "ngudang" si Arfan, keponakanku. Usianya baru tiga minggu. Bayi mungil yang kehadirannya mampu menghadirkan keceriaan itu, selalu terlihat lucu dan menggemaskan. Lihat saja, hidungnya mancung. Mirip siapa yaa? Ada yang bilang mirip Bapak (mertuaku).

Setiap pulang ke rumah, selalu kusempatkan untuk menggendongnya. Itung-itung latihan. Biar ngga kikuk kalo ngemong bayiku yang akan lahir Juli nanti (baru perkiraan dokter). Berbekal syair-yair sholawat yang pernah ku hapal waktu SMP dulu, tak jarang aku mampu membuatnya tertidur pulas. Memang dulu sempet punya grup shalawat modern waktu nyantri di Miftahul Ulum, di kampungku. Ada juga syair-syair santri TPA yang masih kuhapal sampai sekarang. Karena waktu kuliah, aku nyambi juga jadi guru TPA. Bahkan sempet juga jadi salah satu vokalis tim nasyid Langgam Kejayaan (Meski hanya berbekal nekat doang :)). Hiks, jadi inget Ibnu & Fadhli. Jadi inget juga waktu tampil nekat di aula gedung G Kampus STAN, meski cuman bertiga doang ha..ha..ha. (Padahal undangan yang hadir ratusan, karena ada Utadzah Yoyoh ngisi seminar "Ada Apa dengan Cinta" waktu itu) Duh..maluuuu.

Tapi hikmahnya, aku jadi hapal tembang-tembang nasyid lawas nan "jadul". Ada "Naik Sepeda Mini-nya Suara Persaudaraan (lupa judulnya apa). Trus ada "Duhai ananda..buah hati yang pintar..Lihatlah Matahari...", punya SP juga. Ada lagi "Seorang bayi mungil..lahir ke dunia. Lagi-lagi punya SP. Pokoknya banyak deh..

Ngudang, atau menyanyikan syair adalah bentuk komunikasi kita dengan si buah hati. Ini sangat dianjurkan sekali. Bahkan sejak dalam kandungan sekalipun (terutama mulai bulan keempat). Karena saat itu fungsi pendengarannya sudah mulai tumbuh). Bahkan kita sangat juga sangat dianjurkan berdialog langsung melalui bahasa kita. Heart to heart. Dengan menanamkan kata-kata positif yang berisi harapan, nasihat, dan ayat-ayat Allah.

Insya Allah, seiring dengan pertumbuhan otak yang maksimal di awal-awal kelahiran, apa yang didengar dan diterima oleh si bayi, akan menjadi ilmu yang tertanam kuat dan menjadi pembentuk kepribadiannya kelak.

Friday, January 25, 2008

Barakallahu yaa Akhi ...

[- Ditulis oleh Satria Sudadi, Demak, 25 Januari 2008, 17.00 -]

Wahyu Setia Budi. Ketemu pertama kali waktu di kantor. Saat itu aku masih di Gresik. Dia datang menemui saat liburan kuliah. Sesama almamater, seneng juga sharing degannya. Kita sempat kerja bareng di FOPSKI. Go to school gitu deh. Waktu masih bujang, kita sering diskusi bareng tentang nikah. Banyak kenangan bersamanya.

Barusan aku dikejutkan imel darinya. Dia ngirim undangan nikahan. Februari depan. Mbak Ir, calon istrinya, aku kenal juga. Sering bantu-bantu juga di FOPSKI.
Yaa Akhi..Yaa Ukhti...Barakallahulakum. Semoga kalian menjadi pasangan yang solid dalam rumah tangga dan dakwah. Amiin.

Biar Ga BeTe

Perlu Kerja Sama Atasi Korupsi

JAKARTA -- Pemerintah terus mematangkan rencana pelaksanaan Konferensi Kedua Negara-negara Pihak Konvensi PBB Melawan Korupsi (UNCAC) yang akan digelar di Bali, 28 Januari-1 Februari 2008. Empat agenda UNCAC, dibahas dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (23/1).

Usai rapat, Jaksa Agung, Hendarman Supandji, mengatakan konferensi internasional tersebut memiliki delapan agenda. Namun, dalam pertemuan dengan Presiden, pembahasan dititikberatkan pada empat agenda. Pertama, soal kerja sama organisasi pemberantasan korupsi. Saat ini, kata Hendarman, praktik korupsi dinilai sudah mendunia, sehingga tidak mungkin lagi diatasi oleh satu negara saja. ''Koruptor dan aset yang dicurinya bisa dilarikan ke negara-negara lain,'' katanya.

Kedua, tindak lanjut prakarsa pengembalian aset negara yang dicuri (stolen asset recovery/StAR). Menurut Hendarman, setiap negara memiliki tim pakar yang akan membahasnya. Salah satu masalah dalam pelaksanaan agenda ini, adalah sistem hukum berbeda yang dianut setiap negara. ''Sistem hukum kontinental seperti yang dianut Indonesia, berbeda dengan sistem hukum negara-negara persemakmuran yang berkiblat ke Inggris,'' kata Hendarman.

Sebelumnya program StAR yang dikeluarkan PBB dan Bank Dunia menyebutkan bahwa mantan presiden Soeharto telah mencuri kekayaan negara 15-35 miliaar dolar AS, sepanjang 1967 sampai 1998. Ketiga, menyangkut mekanisme kaji ulang Undang-Undang (UU) Pemberantasan Korupsi. Kejaksaan Agung, kata Hendarman, perlu meneliti lagi kesesuaian UU Antikorupsi di Indonesia dengan Konvensi Antikorupsi PBB.

Keempat, masalah suap terhadap pejabat publik. ''Namanya korupsi, di Indonesia baru terkait dengan pejabat negara. Ke depan tidak hanya pejabat publik, tapi juga yang melakukan suap,'' katanya. Dirjen Hukum dan Perjanjian Internasional Deplu, Eddy Pratomo, berharap negara-negara peserta UNCAC melaksanakan kesepakatan di Bali. Sebab, kerja sama antarbangsa, kata dia, merupakan unsur mutlak dalam penanganan perkara korupsi.

Sementara, Menlu Hassan Wirajuda, dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu, melaporkan persiapan pelaksanaan UNCAC di Bali. Konferensi itu dijadwalkan dihadiri 140 negara. Terdiri atas 104 negara dan 36 negara penanda tangan konvensi. Selain itu dari organisasi internasional, kalangan parlemen, LSM, cendekiawan, dan pengusaha. Jumlah peserta yang akan hadir diperkirakan seribu orang. djo/ant

Sumber: www.republika.co.id , 25 Januari 2008

Taufik Ismail: Film -Sinetron 'Ekspresi Syahwat' yang Mengubah Perilaku

Keberadaan film dan sinetron Indonesia yang muncul sejalan dengan proses reformasi merupakan salah satu komponen gerakan syahwat merdeka, sebab akhir-akhir terdapat kecenderungan perubahan budaya prilaku masyarakat yang tidak pernah terfikirkan sebelumnya. Perubahan perilaku itu ada enam antara lain, perilaku permisif (serba boleh), perilaku Adiktif (serba kecanduan), kemudian sifat brutalistik (serba kekerasan), selanjutnya transgresiv (serba melanggar aturan), hedonistik (mau serba enak, mau foya-foya), serta materialistik (serba benda/uang semua).

"Pembuatan film dan sinetron di televisi yang merupakan ekspersi syahwat yang itu ditonton tidak tanggung-tanggung oleh 170 juta pemirsa, "ujar Budayawan Taufik Ismail dalam sidang pleno pengujian UU No.8 Tahun 1992 tentang perfilman, di Gedung Mahkamah Kostitusi, Jakarta, Kamis(24/1).

Ia menjelaskan, selain film dan sinetron, komponen lain yang dibawa oleh kelompok permisif dan adiktif ini masuk ke dalam tanah air yaitu, perilaku seks bebas, penerbit Majalah dan tabloid mesum bebas tanpa SIUPP menjual wajah dan kulit perempuan muda, 4, 2 juta situs porno dunia dan 100 ribu situs porno Indonesia dengan berbagai imaji seks, VCD porno yang menjadikan Indonesia surga besar dari pornografi yang paling murah didunia, peredaran komik cabul yang sasarannya anak-anak sekolah, produsen dan pengedar narkoba yang mencengkram 3 juta anak-anak muda, pabrik dan pengguna alkohol yang bisa merdeka sampai ke desa-desa, serta produsen nikotin.

"Kenapa alkohol, narkoba, dan nikotin termasuk dalam kontributor arus ini, karena sifat adiktifnya kecenderungan fanatis, itu interaksi dengan seks, "jelasnya.

Ia menilai, perubahan politik yang membawa berkah ini melalui reformasi, akan tetapi disisi lain menimbulkan laknat yang tidak sedikit. "Rasa malu bangsa ini yang sudah terkikis, dengan mereka yang sudah mabuk karena reformasi ini. Apakah bisa berbicara dengan kaidah-kaidah agama atau kaidah moral, tidak lagi, karena akan ditertawakan, "imbuhnya.

Senada dengan itu, Ketua MUI H. Amidhan menyatakan, tanda-tanda mengaburkan suatu kebenaran yang bersumber pada nilai-nilai yang berlaku dalam agama dan masyarakat saat ini sudah terjadi pada beberapa kelompok masyarakat di Indonesia. Bahkan, lanjutnya, kelompok tersebut memandang pemikiran yang benar itu, sebagai sesuatu yang dokmatis, pragmatis, fundamentalis dan sebagainya.

Ia menambahkan, keleluasaan dan kebebasan untuk berekspresi, berimprovisasi dan berkarya sebenarnya tidak ada batasan bagi semua pihak, namun harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku, Islam pun mengajarkannya. "Lama sebelum diwacanakan tentang universalitas dari HAM itu, dalam Al-Quran itu banyak sekali konteksnya terhadap HAM dan kebebaan berekspresi, misalnya yang sering kita ucapkan kalimat laa ikraha fiddin, atau lakuum dinnukum waaliyadin, "imbuhnya.

Ketua Badan Pertimbangan Perfilman Nasional Deddy Mizwar mengatakan, masalah industri perfilman tidak hanya terkait dengan sensor saja, namun bagaimana meningkatkan kreativitas untuk memajukan industri perfilman Indonesia.

Ia menilai, meski lembaga sensor film dirasakan belum menjalan tugasnya secara optimal, karena itu perlu melakukan perbaikan untuk kedepannya. "Keberadaan LSF perlu disempurnakan, "ujar Pemeran Utama Ustadz Husein di Sinetron Lorong Waktu ini. (novel)



Sumber: www.eramuslim.com , 25 Januari 2008

Jalan Dakwah Sang Chaplain

Perasaan gentar seketika menyusup ke lubuk hati Muhammad Joban. Ia tak membayangkan akan bertemu dengan orang-orang berbadan tinggi-besar, tegap, dan berwajah sangar. Para 'raja tega' yang punya kepiawaian menghabisi nyawa orang lain tanpa merasa bersalah.

Mereka adalah gangster dan penjahat kelas kakap penghuni McNeil Island Correction Center (MICC). MICC adalah 'hotel prodeo' bereputasi angker di Negara Bagian Washington, AS. Seperti lembaga pemasyarakatan kelas kakap Nusa Kambangan di Indonesia, MICC berlokasi di sebuah pulau, yaitu Pulau McNeil.

Joban tidak sedang terjebak di sarang penyamun. Dia sengaja terjun ke sana untuk sebuah misi dakwah. ''Pertama bawaannya seram,'' katanya mengawali kisahnya kepada Republika, beberapa waktu lalu. Tapi, ia kemudian meluluhkan hati orang-orang bertampang keras itu. Aktivitas Joban berdakwah di penjara yang tak hanya di MICC tapi berlanjut ke penjara-penjara lain di AS bermula pada 1992 lalu. Ketika itu, Islamic Center Washington State mengumumkan pemerintah negara bagian itu membutuhkan seorang chaplain.

Chaplain adalah pegawai pemerintah yang bertugas melakukan pembinaan rohani. Pemerintah setempat tak hanya merekrut chaplain atau imam atau pembina rohani untuk narapidana Muslim, tapi juga merekrut chaplain untuk narapidana beragama lain. Pengumuman di Islamic Center itu menarik minat Joban. Kendati belum pernah berdakwah di penjara, pria kelahiran Purwakarta, Jawa Barat, Juni 1958, itu mengajukan lamaran ke Washinton State Correction Center. Dia memang telah memutuskan untuk meniti jalan dakwah.

Gayung bersambut. Pemerintah AS memanggilnya. Sejumlah fase seleksi kemudian dia lewati. Akhirnya ia pun diterima sebagai seorang chaplain dan resmi menjadi pegawai Pemerintah AS. Dakwah dari penjara ke penjara pun yang penuh tantangan pun bergulir. Joban pertama kali menjalankan tugasnya di Penjara Monroe, dua jam perjalanan dari Kota Olympia, ibu kota Negara Bagian Washington. Selanjutnya, dia berdakwah di MICC. Paling tidak, tiga jam sehari dia habiskan untuk menyampaikan cahaya Islam di sebuah penjara.

Ada bermacam cara yang dilakoni Joban untuk melakukan pembinaan rohani kepada para narapidana. Antara lain, dalam bentuk kelas, dengan jumlah narapidana hingga 30 orang per kelas. Ada pula cara personal, dengan pertemuan empat mata dengan seorang narapidana. Tak jarang, ceramahnya itu diikuti oleh narapidana non-Muslim. Bahkan, beberapa narapidana yang tersentuh oleh dakwahnya, kemudian memutuskan memeluk Islam.

Pengelola penjara, tutur Joban, umumnya gembira melihat seorang narapidana yang masuk Islam. Sebab, Islam membuat mereka berperilaku lebih baik. ''Islam telah mengubah hidup mereka,'' katanya. Salah seorang yang masuk Islam adalah Smith. Dia narapidana di Penjara Walawala, yang dihuni para pelanggar hukum kelas berat. Semula dia sangat temperamental. Perilakunya kasar. Bila tak suka pada seseorang, dia tak segan-segan memukul. Bila tak suka pada makanan yang disajikan, dia pun bisa langsung membuangnya.

''Namun, setelah dia masuk Islam, perilakunya sangat sopan. Semua orang dibuat heran,'' tutur Joban. Narapidana lainnya yang masuk Islam adalah Lukman. Menurut Joban, Lukman adalah orang yang senang dengan penjelasan mengenai fadilah-fadilah ibadah, termasuk shalat malam. Usai mendengarkan uraian mengenai fadilah shalat malam, hampir setiap malam Lukman bangun tengah malam, menunaikan shalat di selnya.

Teman satu selnya, John, yang selalu memerhatikan gerak-gerik Lukman, terdorong untuk bertanya: olahraga apa yang sering dilakukan Lukman malam-malam, di selnya. Lukman yang sering membaca Alquran di dalam sel, juga sering mendapat pertanyaan dari John: apa yang dibacanya. Lukman pun menjelaskan yang dia lakukan bukanlah olahraga, melainkan shalat --yang juga pernah dilakukan Nabi Isa. Soal yang dibacanya, Lukman mengatakan bahwa itu adalah kitab suci umat Islam. Tak lama kemudian, John pun masuk Islam, dan mengganti namanya menjadi Salman.

Alquran, tutur Joban, memang menjadi daya tarik tersendiri bagi para narapidana. Narapidana non-Muslim pun tertarik membaca Alquran, kendati tetap membaca Bible. Ketertarikan para narapidana kepada Alquran, kata Joban, sering membuat stok Alquran di penjara berkurang. Setelah belasan tahun berdakwah mencairkan hati para napi di antara dinginnya sel penjara, kini Joban tak begitu intens berdakwah di penjara. Ia mengatakan banyak mantan narapidana binaannya yang telah mengambil alih perannya, sebagai seorang chaplain.

Tahun lalu, Joban meninggalkan Olympia, tempat dia tinggal sejak menjejakkan kakinya di negeri Paman Sam, tahun 1989 lalu. Dia kini menetap di Redmond, tak jauh dari Olympia. Di sana, dia menjadi imam Masjid Ar Rahmah. Tapi, jalan dakwah selalu membawa alumnus Universitas Al Azhar, Kairo, itu kembali ke penjara. ''Sesekali saya masih memberikan pelajaran kepada para narapidana,'' katanya. fer



Sumber: www.republika.co.id , 24 Januari 2008

Wednesday, January 23, 2008

Antara Gresik-Semarang

[- Ditulis oleh Satria Sudadi, Demak, 23 Januari 2008, 17.03 -]

Ini waktu istirahat makan di Jenu, Tuban. Perjalanan Semarang-Gresik. Jalur yang tak asing lagi bagiku. Apalagi semenjak pindah ke Semarang setahun yang lalu. Butuh waktu sekitar tujuh jam via bus patas. Semarang-Demak-Kudus-Pati-Juwana-Rembang-Tuban-Babat-Lamongan-Gresik. Tujuh jam dalam posisi duduk. Bisa dibayangkan capeknya.

Beratnya jadi suami

[- Ditulis oleh Satria Sudadi, Demak, 23 Januari 2008, 14.30 -]

Dulu waktu belum nikah, aku sering bayangin enaknya kalo ada istri. Ada yang nyuciin, ada yang masakin, ada yang... Waaaa pokoknya semua serba dilayanin gitu deh.

Jadi inget taujihnya Ketua Depag Ponorogo, namanya saya lupa. Kata beliau yang waktu itu diminta ngisi ular-ular (mauidzatul hasanah) nikahannya adikku Chandra Desember kemarin. Sebenarnya tugus istri itu cuman satu. Ya, hanya satu. Yaitu "Patuh pada suami" (Dengan catatan tidak melanggar Syariat Allah). Tugas-tugas yang lain seperti cari nafkah, ngurus rumah, bla...bala...bla... semuanya tanggung jawab suami. Hanya saja dalam perkembangannya ada pendelegasian tugas dari suami ke istri. Jadi kalo ada apa-apa, kurang ini kurang itu, yang harus bertanggung jawab penuh adalah suami.

Lelaki berkaki satu itu ... (lanjutan)

[- Ditulis oleh Satria Sudadi, Demak, 23 Januari 2008, 13.16 -]

Kemarin malam, kembali aku ke masjid itu.
Aku pun melihatnya lagi. Kali ini dengan baju koko warna kuning gading.
Kulihat sandal jempit untuk kaki kirinya, dan kruk penyangga pengganti kaki kanannya, tergeletak di teras.

Tak sempat aku bicara dengannya.
Hanya syukurku yang masih tersisa.

Antara Semarang Demak

 
[- Ditulis oleh Satria Sudadi, Demak, 23 Januari 2008, 08.45 -]
Demi tuntutan maisyah (nyari nafkah. pen), aku harus membiasakan diri menyusuri jalanan bergelombang antara Semarang Demak sepanjang 20 km. Bagi para biker, ini tantangan tersendiri. Lengah dikit, bisa-bisa masuk lubang. Maklumlah. Jalur utama yang sering dilalui kendaraan berat. Apalagi kalo musim hujan. Lubang-lubang itu bisa tambah lebar karena terendam air.

Seperti penghujan beberapa minggu yang lalu. Parah banget. Belum lagi bis, truk trailer, kargo. Percikan lumpur yang muncrat dari roda-roda mereka, membuatku harus sering-sering nyuci celana. Sampe ngga habis pikir. Ini kan jalan lintas propinsi, kok DPRD nya ngga peka gitu ya?

Biasanya aku berangkat setengah tujuh. Nyampe kantor tujuh lima belasan lah. Empat puluh lima menit perjalanan. Itupun harus melaju pada angka 70-80 km/jam.
Awal-awal aku masih semangat, pulang-pergi Semarang Demak. Setelah jalan dua minggu, kerasa juga capeknya. Badan pegel-pegel semua. Akhirnya kuputuskan kos saja lah.

Kalo dari Semarang, disisi kiri jalan tu ada sungai. Nah, disitu itu biasanya masyarakat sekitar bersih-bersih diri. Mulai nyuci, mandi, dll. Mungkin itu sudah biasa bagi mereka.
Apalagi kalo lagi banjir. Banyak anak-anak yang latihan loncat indah bak atlet profesional. Melompat dari bibir jembatan. Dan.. Byuur..


Pemakaman Isteri Dr. Hidayat Nurwahid

Hari Selasa (22/1) pukul 14.00 WIB, telah dilakukan pemakaman jenazah Ny. Kastiyan Indriawati, isteri dari Ketua MPR-RI Dr. Hidayat Nurwahid, dalam usia 45 tahun. Para pelayat yang memberikan ungkapan bela sengkawa di rumah duka di Kadipaten Lor RT 3 RW 8 Kebondalem Kidul Prambanan Klaten terdiri dari banyak kalangan.

Sejak pagi hingga selesai pemakaman para tamu takziah masih berdatangan baik dari dalam maupun luar kota. Para pejabat seperti Presiden SBY beserta ibu, Ketua DPR Agung Laksono beserta ibu, Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimmly Assidhiqly, Ketua KY Busyro Muqoddas, Wakil Ketua MPR AM Fatwa, Menteri Perhubungan, Hatta Rajasa, Mendiknas, Bambang Soedibyo, selain itu juga hadir beberapa tokoh nasional seperti Prof. Amin Rais bersama ibu, Abu Bakar Baasyir, Ibu Moryati Soedibyo, Gubernur DIY, Sri Sultan HB X bersama Ratu Hemas, Syafi'i Maarif, Haedar Nasyir, Ketua Umum BAMNAS (Baitul Maal Nasional) dan Sekjen Bali Muslim, Ida Bagus Mayura, Rosyad Saleh, dan dari PP Modern Gontor KH. Sahal Mahfudz beserta rombongan, dan dari ormas NU Mbah Liem.

Doa dibacakan oleh Muhammad Muqoddas, sebagai ustad yang memberikan khutbah nikah pada pernikahan Dr. Hidayat bersama alm. Ny, Kastiyan Indriawati. Jenazah dimakamkan di makam Tloyo, Prambanan Klaten sekitar 600 m dari rumah duka.(Bs)


Sumber: www.eramuslim.com , 23 Januari 2008

Tuesday, January 22, 2008

Kantorku

[- Ditulis oleh Satria Sudadi, Demak, 22 Januari 2008, 20.30 -]

Inilah meja kerjaku. Tempat yang hampir 9,5 jam sehari aku bersamanya. Dari jam setengah delapan teet, ampe lima sore. Teet juga. Apalagi pake absen fingerprint. Doble teet dah.

Rekap...rekap...dan rekap... adalah makanan sehari-hariku. Konfirmasi pihak ke-3, analisa laporan keuangan, analisa arus kas, arus barang, bla..bla..bla yang ujung-ujungnya cuman atu'. Tunggakan pemeriksaan bisa kelar.

Baru setahun aku di fungsional pemeriksa. Jadi yaa... harus banyak belajar gitu deh...
Tapi ada Pak Asep, Ketua Timku yang seneng ngajak ngobrol. Jadi lebih terbuka aku dibuatnya. Kalo nanya-nanya tinggal colek aja. Ada Pak Sigit juga, sang supervisor. Pria berjenggot yang udah malang melintang di penjuru tanah air. Konon kabarnya pernah nyasar di Jayapura. Yaa begitulah nasib para fungsional. Mutasinya cepet.

Sebenarnya kalo kupikir-pikir ngapain juga aku dulu ikut fungsional ya. Ceritanya gini. Dulu waktu masih di struktural, waktu itu aku masih di Gresik. Bang Albert (korlakku) ngajakain daftar rekruitmen fungsional. "Sat, kamu nggak ikut? Nih ada rekruitmen fungsional." Waktu itu, karena aku masih lugu...Yaa hayuuk bang, siapa takut. Toh pasti nggak bakalan diterima. Pikirku waktu itu. Setahuku, ada tesnya. Dan pasti susah. Sebulan...tiga bulan...enam bulan ...ngga ada kabar. Nyaris setahun lebih lah.

Sampe-sampe aku udah kadung ngambil kuliah lagi di Unmuh Gresik. Belum dapet satu semester masuk kuliah, eee..temenku ngasih tau. Mas, sampeyan keterimo fungsional. Gubrakk...

Sempet nyesel juga sih waktu itu. Tapi gimana lagi. Jadi inget pesennya Mbak Eka (partnerku waktu masih aktif di FOPSKI), "Jangan pernah Menyesali setiap keputusan yang telah kita ambil" Nah lho..

Al hasil kuterima dengan legawa segala ketentuan yang Allah berikan padaku. Pasti ini yang terbaik untukku. Dan Akhirnya Semarang menjadi kota keempatku setelah Madiun Jakarta, dan Gresik.

Baru setahun di Semarang, eee...ladalaahhh. Modernisasi Direktorat Jenderal Pajak "melemparkanku" ke Demak. Meski baru nota dinas (belum pasti alias definitif gitu).

Tapi bagaimanapun, aku akan berupaya menggali potensi Demak untuk menunjang proses pembelajaran bagiku.

Semangat ...

Laki-laki Berkaki Satu itu Membuatku Malu

[- Ditulis oleh Satria Sudadi, Demak, 22 Januari 2008, 16.55 -]

Sore itu (tepatnya kemarin), kupacu Moganku dengan kecepatan sedang. Seperti sore-sore sebelumnya, menjelang maghrib, aku sengaja keluar mencari masjid yang belum pernah kusinggahi. Jalanan kota Demak memang sepi. Tak seramai di Semarang.

Belum jauh kami berjalan, ada pemandangan yang menarik perhatianku di depan. Seorang anak muda dengan kruk di sisi kanan, tampak berjalan menyusuri sisi kanan jalan. Dengan baju koko warna hitam, dipadu sarung kotak-kotak hijau dengan peci putih di kepala. Tak lebih 10 detik aku mengamati. Laju Mogan memisahkan dia dari pandanganku. Terlintas dalam hati kecilku, dia laki-laki hebat.

Akhirnya kami sampai di sebuah masjid, ketika suara adzan mulai bersahutan. Masjid megah di samping sekolah Muhammadiyah. Baru sekali itu aku kesana.
Setelah rampung menghadap Sang Khalik, kususuri jalan di sepanjang alun-alun kota Demak. Sebuah warung kaki lima kecil menarik perhatianku untuk singgah. Aku pun memesan indomi rebus dan teh hangat. Cukup untuk mengusir rasa laparku. Ssst..sst mumpung ngga ada istri, aku bebas makan apapun yang kumau he..he..Soalnya dia yang paling menentang kalau tahu aku sering makan mi instan.

Selesai makan dan membalas sms yang seharian terabaikan, aku segera melaju kembali. Melewati jalan yang sama saat berangkat tadi.

Sesampai di depan kantor Depag, aku mampir dulu untuk shalat Isya. Kupercepat shalat sunnahku saat iqamah mulai dikumandangkan. Sesaat bersamaan aku bangkit dari tahiyat akhir, pandangan periferalku menangkap sesuatu. Seorang laki-laki tampak melompat-lompat kecil di atas kaki kirinya, merangsek menuju shaf paling depan. Sempat kukira dia anak kecil yang sedang bermain. Sampai akhirnya kupastikan kalau ternyata dia adalah laki-laki yang kulihat di jalan tadi. Laki-laki yang memakai kruk itu, ternyata berjalan di atas satu kaki. Masya Allah...

Aku berdiri tepat disampingnya. Pikiranku terhenyak sesaat, sampai kusadari imam telah membaca Al Fatihah. Dalam shalat, pikiranku bercampur. Antara harap, salut, sesal, dan syukur.

Selesai salam...aku seperti mendapatkan sesuatu. Lebih tepatnya sebuah tamparan.Sekaligus peringatan, agar aku mensyukuri apa yang ada padaku. Sebuah motivasi visual, melihat anak muda berkaki satu berjalan dengan susah payah ke masjid.

Lalu kemana rasa syukurku?
Aku laki-laki yang sehat, berjalan di atas dua kaki, dengan sebuah motor yang mendukung mobilitas.

Sejujurnya aku malu ...

Belajar Bahasa Arab dari Al Quran (12)

Topik 12: Surat Al-Baqarah ayat 4

Sebenarnya saya mau lanjut ke ayat 5, tapi karena pada topik 11, di bagian comments ada yang "ngeluh" kok susah ya, akhirnya saya tunda dulu membahas ayat 5. Gak apa-apa deh, yang penting pemirsa ngerti... Kaif? eh gomong-ngomong kaif itu artinya "gimana".

Oke, lanjut. Pada bagian lalu (topik 11), fokus kita adalah pada fi'il majhul. Aduh mas jangan kasih istilah-istilah yang berat dong... Oke. Pada bagian lalu (topik 11), fokus kita adalah pada kata kerja pasif. Mungkin makin tinggi topiknya terasa makin berat ya? Hmm... bisa jadi karena saya agak sedikit sibuk, sehingga tulisannya pendek-pendek (beda dengan topik awal kali ya, yang tulisannya panjang-panjang). Atau bisa jadi model penulisannya, dimulai dari teori, baru praktek. Model begini mungkin terasa membosankan. Oke deh, saya ubah modelnya, pertama latihan dulu baru terakhir teori.

Balik ke ayat 4 surat al-Baqarah :

Dan orang-orang yang beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan dan apa yang diturunkan kepada sebelummu, dan kepada hari akhirat mereka yakin.

Hafalkan kata-kata berikut (gak diafalin juga gak apa-apa):
و-wa : dan
الذين-al ladziina : orang-orang yang

يؤمنون- yu'minuuna : mereka senantiasa beriman (lihat ada يـ dan ون sebagai tanda dari KKS (ingat rumus YA ANITA) dan ون sebagai tanda untuk "mereka"
بـ-bi : dengan
ـما-ma : apa-apa yang
أنزل-unzila: (dia) diturunkan --> KKL pasif (lihat topik 11)
إليـ-ilay / asalnya إلي-ilaa : kepada
ك-ka : engkau
و-wa : dan
ما-maa : apa-apa yang
أنزل-unzila: (dia) diturunkan --> KKL pasif (lihat topik 11)
من-min : dari --> huruf jar (lihat topik sebelumnya)
قبلـ-qabli / asalnya قبل-qobla : sebelum
ك-ka : engkau
و-wa : dan
بـ-bi : dengan
الأخرة-akhiirat : akhirat
هم-hum : mereka
يوقنون-yuuqinuun : mereka senantiasa yakin --> KKS

Kesimpulannya adalah: bahwa pengetahuan mengenai KKS, KKL, dan rumus-rumusnya spt YA ANITA, AA dan UI, akan sangat membantu kita dalam menerjemahkan dan memahami Al-Quran. Allahu a'lam.

Belajar Bahasa Arab dari Al Quran (11)

Topik 11: Kata Kerja Lampau (KKL) Pasif

Bismillahirrahmanirrahim

Topik kali ini, kita akan melihat ciri-ciri kata kerja lampau pasif. Kenapa kita masuk topik ini? Ingat pada topik sebelumnya kita sudah sampai pada ayat 4 surat Al-Baqaroh. Pada ayat 4 ini kita Insya Allah temukan kata-kerja lampau pasif tersebut.

Oke oke... Ada gak beda kata kerja pasif dalam Bahasa Indonesia dan Arab? Sepintas saya lihat tidak ada (nanti Insya Allah kita akan bahas lebih dalam bahwa sebenarnya ada bedanya yang cukup signifikan).

Misal, dalam bahasa Indonesia kita berkata begini:

Umar telah memukul --> Kata kerja lampau aktif
Umar telah dipukul --> Kata kerja lampau pasif

Dalam bahasa Arab juga demikian.
ضَرَبَ عُمَرُ -- dhoraba 'umaru
(Umar telah memukul)

Oh iya sebelum saya lupa, dalam bahasa Arab (atau dalam Al-Qur'an)biasanya lebih umum meletakkan Pelaku dibelakang kata kerjanya. Contoh diatas: Umar memukul, dapat saya tulis
عُمَرُ ضَرَبَ ('umaru dhoraba) --> Umar telah memukul
ضَرَبَ عُمَرُ (dhoraba 'umaru) --> Umar telah memukul (lebih sering digunakan)

Nah sekarang untuk membentuk pasif, kata ضَرَبَ (dhoraba--telah memukul) berubah menjadi ضُرِبَ (dhuriba--telah dipukul).

Oh berarti perubahannya hanya pada harokat kata kerja lampaunya ya? Ya.. ya... Anda cerdas...

INGAT RUMUS INI : AA - UI
AA adalah kata kerja lampau (KKL) aktif
UI adalah kata kerja lampau (KKL) pasif

Ingat:
ضَرَبَ - harokat huruf pertama A (dho), harokat huruf sebelum akhir A (ra)--> telah memukul
ضُرِبَ - harokat huruf pertama U (dhu), harokat huruf sebelum akhir I (ri)--> telah dipukul

Kasih contoh lain dong Mas. Oke lihat surat Al-baqorah ayat 4.



Terlihat disitu ada kata: أُنْزِلَ (unzila-- telah diturunkan)

Kata kerja ini terdiri dari 4 huruf.
RUMUS AA - UI : AKTIF - PASIF
أُنْزِلَ -- unzila (telah diturunkan)
أَنْزَلَ -- anzala (telah menurunkan)

4 Huruf: (1) Alif, (2) Nun, (3) Zal, (4) Lam
AKTIF AA --> harokat huruf 1 = A (untuk huruf Alif), harokat huruf sebelum akhir = huruf 3 = A (untul huruf Zal)
PASIF UI --> harokat huruf 1 = U (untuk huruf Alif), harokat huruf sebelum akhir = huruf 3 = I (untuk huruf Zal)

Demikian rumus AA-UI untuk KKL (Kata Kerja Lampau). Insya Allah akan kita lanjutkan lagi minggu depan.


Belajar Bahasa Arab dari Al Quran (10)

Topik 10: Tinjau Ulang Kata Kerja (Fi'il)

Bismillahirrahmanirrahim

Pada topik yang lalu kita sudah melihat pembagian jenis kata kerja dalam bahasa Arab yaitu hanya terbagi dua macam: Kata Kerja Sedang (KKS), dan Kata Kerja Lampau (KKL)

Kembali ke Laptop, eh maksudnya ke Quran. Surat Al-Baqarah ayat 3:


Di ayat ini kita temui 3 KKS dan 1 KKL. Yang mana itu? Insya Allah Anda sudah tahu bukan? Saya ulangi kembali:
Yang bentuk sedang
يؤمنون – yu’ minuu-na (lihat ada tambahan يــ diawal kata) – mereka sedang beriman
يقيمون – yu qii-muu-na (lihat ada tambahan يــ diawal kata) – mereka sedang mendirikan (sholat)
ينفقون – yun fi-quuna (lihat ada tambahan يــ diawal kata) – mereka sedang berinfaq

Yang bentuk lampau
رزقناهم -- asal nya adalah رزق – ro-za-qo (yang artinya rezkikan) lalu mendapat akhiran نا (yang artinya kami telah) dan هم (yang artinya kepada mereka). Jadi Razaqnaahum artinya (yang kami telah rezkikan kepada mereka).

Fokus topik kali ini adalah menjelaskan Tips memeriksa apakah kata kerja itu termasuk KKS atau KKL.

Perhatikan contoh diatas sekali lagi. Sebelum saya kasih tips nya, kita lihat satu contoh dulu:

Terlihat bahwa untuk KKS: selalu ada tambahan diawal kata kerjanya. Maksudnya? Ya lihat saja contoh diatas. Kata asalnya adalah كتب-kataba. Lalu untuk membentuk kata kerja sedang (KKS), tambahan huruf sebelum كتب- yang biasa (sering muncul di Al-Quran adalah) أ, ت, يـ, يـ..ون . Jadi asal ketemu kata-kata tambahan tsb terhadap suatu kata kerja, maka bisa dikira-kira maksud kata kerja tsb adalah kata kerja sedang (KKS).

Hal itu dapat diringkaskan dalam rumus berikut:


Mas, oke deh... Saya dah ngerti, mengenai teknik membedakan KKS dan KKP. Tapi Mas... hmmm ngomong-ngomong kok kita gak beranjak dari Ayat 3 surat Al-Baqaroh. Padahal ini sudah topik yang ke 10 loh.

Ok. ok. Terima kasih diingatkan. Sekarang saya kasih tugas. Ada berapa Fi'il dalam ayat 4 ini?

Kalau jawaban anda 4, maka kita bisa lanjut ke topik berikutnya Insya Allah, mengenai kata kerja Pasif. Lihat di ayat 4 diatas kata أنزل-unzila, adalah kata kerja pasif (artinya diturunkan), karena dia KKL (fi'il madhy), maka lebih tepat artinya "telah diturunkan". Bagaimana ciri-ciri KKL Pasif. Insya Allah akan kita bahas setelah pesan-pesan berikut.



Belajar Bahasa Arab dari Al Quran (9)

Topik 9 : Dia, Dia Berdua, Mereka

Bismillahirrahmanirrahim.

Kata yang sering muncul dalam Al-Quran adalah kata ganti orang ke 3 untuk laki-laki, yaitu:
Dia هُوَ huwa
Dia berdua هُمَا humaa
Mereka هُمْ hum

Hafalkan: huwa, humaa, hum

Contoh kalimat:

Dia ganteng: هو جميلٌ huwa jamiilun
Dia berdua ganteng: هما جميلانِ huma jamiilaani
Mereka ganteng: هم جميلُوْن hum jamiiluuna

Kata ganti orang berdua (dia berdua atau هما-humaa) agak jarang ditemukan dalam Al-Quran, dibandingkan dengan Dia (seorang) هو-huwa, atau Dia banyak (mereka) هم-hum. Jadi ingat sekali lagi:

هو-huwa dia
هم-hum mereka

Latihan 1:
Farid adalah seorang siswa. Dia jujur.

Farid فريد-Fariid
adalah -- dalam bahasa Arab, tidak ada kata pengganti adalah
seorang siswa تلميذ-tilmiizun

Dia هو-huwa
jujur صادق-shoodiqun

Jadi kalimatnya menjadi:
فريد جميل-fariidun jamiilun (farid ganteng)
هو صادف-huwa shoodiqun (dia jujur)

Latihan 2:
Orang-orang muslim itu ganteng. Mereka orang-orang yang jujur.
المسلمون جميلون-almuslimuuna jamiiluuna (orang-orang muslim itu ganteng-ganteng)
هم صادقون-hum shoodiquuna (mereka jujur)

TIPS:
Terlihat bahwa untuk kata sifat (ganteng, jujur), jika untuk 1 orang (dia satu orang) tidak ada tambahan waw nun (ون). Lihat bedanya dengan untuk banyak orang (mereka) ada tambahan waw nun di akhir kata sifatnya. Ingat صادق dengan صادقون.


Sumber: islamdotnet

Belajar Bahasa Arab dari Al Quran (8)

Topik 8: Mengimani, Mendirikan, Rezkikan, Menginfakkan
Bismillahirrahmanirrahim

Topik kali ini insya Allah kita akan membahas mengenai fi’il (kata kerja). Dalam bahasa Arab kata kerja dibagi 2 jenis, yaitu kata kerja sempurna--perfect tense (atau telah lewat – Past Tense), dan kata kerja belum sempurnya--imperfect tense (atau sedang dilakukan, atau akan dilakukan – Present Tense/Future Tense). Bagi yang sudah biasa berhasa Ingris, kenyataan ini cukup mengherankan. Bahasa Arab ternyata lebih sederhana!!!

Kata kerja sempurna, dan belum sempurna... Nah loh, apa lagi tuh...?

Kalau dalam bahasa Indonesia kita bisa berkata begini:

”Muhammad membaca buku”.

Apa yang terbayang dalam pikiran Anda? Ya, anda akan tahu bahwa ada orang yang bernama Muhammad membaca buku? Kalau saya tanya, ”Kapan?”, ”Kapan dia membaca buku?”. "Apakah sekarang dia sudah selesai membaca buku?". Nah disini Anda mulai kerepotan. Yah itulah kelemahan bahasa Indonesia. Tidak ada indikasi kapan sesuatu perkejaan dilakukan. Bisa itu dikerjakan kemaren, saat ini, atau besok.

Bagaimana dalam bahasa Arab? Dalam bahasa Arab maka suatu perkerjaan dibedakan dalam 2 domain waktu saja, yaitu telah dilakukan (telah selesai dilakukan, atau telah lewat), atau belum selesai dilakukan (sedang dilakukan, atau akan dilakukan). Misalkan spt ini:

محمد يَقْرَأُ الكِتَابَ Muhammadun yaqra-u al-kitaaba (Muhammad sedang membaca buku)

محمد قَرَأَ الكِتَابَ Muhammadun qara-a al-kitaaba (Muhammad telah membaca buku)

Terlihat dari dua kalimat diatas, terdapat 2 isim (kata-benda) yaitu محمد dan الكِتَابُ . Sedikit mengulang topik yang lalu mengenai kata benda spesifik (ma’rifah) dan belum spesifik (nakiroh). Kata buku (كِتَابٌ – kitaab) maka karena ada ( al- الــ ) maka dia menjadi spesifik (artinya orang yang mendengar kalimat itu dianggap sudah mengerti buku mana yang dimaksud). Jika ingin tahu lebih detail masalah ini lihat topik-topik yang lalu.

Isim yang kedua adalah محمد Muhammadun (atau kalau dalam bahasa lisan – Muhammad). Karena ini nama orang, bukan nama jenis, maka ini termasuk spesifik. Artinya pendengar (orang yang mendengar kalimat ini diucapkan), dianggap telah tahu Muhammad mana yang dimaksud (apakah Muhammad Rafli, Muhammad Satori, dll).

Kata yang ketiga yang kita temui dalam kalimat diatas adalah kata kerja : membaca. Ada 2 format yang kita temui yaitu:

يَقْرَأُ --ya'ra-u dia sedang membaca
قَرَأَ –-qa-ra-a dia telah membaca

Nah, pada topik kali ini kita telah mempelajari dua jenis kata kerja yaitu: kata kerja sedang, dan kata kerja telah (lihat contoh diatas).

Oke oke... bagaimana kita membedakan bahwa suatu kata itu bersifat sedang (fi’il mudhori’) atau bersifat lampau (fi’il madhy)?

Lihat contoh diatas baik-baik. Terlihat bahwa beda antara bentuk sedang dan telah hanyalah apakah ada tambahan kata didepan nya. Bingung?

Gini… gini… Kata membaca
قَرَأَ – qa-ra-a adalah asal kata dari membaca… Aduh apa lagi nih… apa maksud asal kata itu?

Gini. Dalam bahasa Arab, kata itu punya asalnya (atau akarnya). Misal kata
مُسْلِمٌ muslimun (1 orang pria muslim), asal kata nya أَسْلَمَ dan akar kata dari aslama adalah سَلَمَ – sa-la-ma. Sebagai informasi awal (Insya Allah akan dibahas lebih detail), akar kata "asli" bahasa Arab, terdiri dari 3 huruf. Akar kata ini menjadi indeks awal di kamus. Jadi kalau mencari kata muslim مُسْلِم jangan dicari di huruf
م , tapi carilah di huruf س.

Kembali lagi, dalam bahasa arab, akar kata itu berbentuk kata kerja telah (fi’il madhy). Jadi asal kata membaca itu
قَرَأَ – qa-ra-a kalau dicari di kamus dicari di huruf ق.

Jangan mentang-mentang ketemu kata-kata
يَقْرَأُ – yaq’ra’u (yang artinya juga membaca), maka Anda ujug-ujug mencari di kamus pada huruf
ي . Insya Allah gak bakalan ketemu…. Hahaha…

So, kesimpulannya apa? Kesimpulannya adalah: Kalau mau menjadikan suatu kata kerja menjadi bentuk sedang maka tambahkan
ي atau يـــ (ya) di depan kata kerja bentuk lampau (kata kerja telah). Gampangkan?

Sebagai latihan mari kita lanjutkan surat Al-Baqorah ayat 3



Perhatikan ada 4 kata kerja diatas, 3 merupakan bentuk sedang, 1 bentuk telah? Bisa Anda tebak? Mestinya bisa doongg... kan saya dah kasih rumusnya...

Yang bentuk sedang
يؤمنون – yu’ minuu-na (lihat ada tambahan يــ diawal kata) – mereka sedang beriman
يقيمون – yu qii-muu-na (lihat ada tambahan يــ diawal kata) – mereka sedang mendirikan (sholat)
ينفقون – yun fi-quun (lihat ada tambahan يــ diawak kata) – mereka sedang berinfaq

Yang bentuk lampau
رزقناهم -- asal nya adalah رزق – ro-za-qo (yang artinya rezkikan) lalu mendapat akhiran نا (yang artinya kami telah) dan هم (yang artinya kepada mereka). Jadi Razaqnaahum artinya (yang kami telah rezkikan kepada mereka). Mengenai akhiran ini akan kita bahas pada topik berikut.

Rasa Bahasa / Makna Sedang

Kalau kita baca “sedang beriman”, “sedang mendirikan (sholat)”, “sedang berinfaq”, kurang cocok dengan rasa bahasa Indonesia. Maka kembali ke hokum dasar, maka kata kerja bentuk sedang dalam bahasa Arab juga dapat diterjemahkan kebiasaan (atau pekerjaan yang rutin dilakukan).

Maka kalimat diatas dapat diterjemahkan:
Mereka terus beriman, dan mereka selalu mendirikan (sholat), dan mereka rajin berinfaq

Demikian dulu topik ini kita akhiri. Insya Allah, pembahasan yang lebih dalam akan kita lanjutkan nanti.

Belajar Bahasa Arab dari Al Quran (7)

Topik 7: Tinjau ulang topik 1 s/d 6

Bismillahirrahmanirrahim.

Pada topik 1 kita telah menjelaskan jenis-jenis kata dalam bahasa Arab, yaitu: (1) isim--kata benda, (2) fi'il--kata kerja, dan (3) harf (atau huruf)--kata tugas. Topik 2 sampai 5 kita telah jelaskan jenis-jenis isim dan harf. Topik 6 agak melenceng sedikit, menjelaskan masalah mudhof (atau kata majemuk).

Sekarang kita review ulang surat Al-Baqaroh 1-2:

Kitab itu, tidak ada keraguan di dalamnya, petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa.

Karena tujuan akhir kita adalah bagaimana dengan cepat kita bisa menerjemahkan (ingat bukan menafsirkan loh... karena untuk menafsirkan perlu ilmu-ilmu lain), maka cara tercepat menurut saya adalah kemampuan memenggal-menggal kata dalam kalimat. Perhatikan ayat 2 diatas, menurut Anda terdiri dari berapa penggalan kata? Kalau jawaban Anda 7 maka jawabannya salah. Jawaban yang betul adalah 9 kata yaitu:

ذلك.....الكتاب..... لا..... ريب...... في....... ـه...... هدى...... ل..... المتقين

Teknik selanjutnya adalah (ini menurut pendapat saya pribadi loh...) setelah mengetahui 9 kata tersebut kita mengetahui apakah dia termasuk isim, fi'il, atau harf. Why? Karena kalau sudah punya "feeling" jenis-jenis kata tsb, kita minimal bisa "nebak-nebak" artinya.

Okeh... sekarang kita urai satu-satu. ذلك itu, الكتاب buku, لا tidak ada, ريب keraguan, في didalam, ـه nya, هدى petunjuk, ل bagi, المتقين orang-orang yang bertaqwa.

ذلك dzalika: itu --> isim isyaroh (kata benda tunjuk)

الكتاب al-kitaabu: buku --> isim alam ma'rifah (kata benda yang sudah spesifik)

لا laa: tidak ada --> harf (kata tugas), tugasnya adalah meniadakan secara makna kata setelahnya

ريب roiba: keraguan --> isim

في fii: didalam --> harf jar (kata tugas), tugasnya adalah menjadikan kata setelahnya tidak berakhiran un atau u, tetapi in atau i. Lihat topik 5.

ـه hi: nya --> isim dhomir (kata ganti orang)

هدى hudan: petunjuk --> isim

ل li: bagi --> harf jar (kata tugas). Lihat topik 5

المتقين al-muttaqien: orang-orang yang bertaqwa --> isim alam.

Setelah tahu pembagian tsb, lalu ngapain? Apa pentingnya tahu pembagian isim, fi'il, harf? Nah kembali lagi kita lihat ayat 2 diatas, terdiri dari 9 kata. Adakah kata kerja (fi'il) didalamnya? Tidak ada khan?

So??? Ya, kalau tidak ada berarti kalimat tsb kalimat yang tidak ada kata kerjanya. Ah bingung... Gini2x... Kalau saya sebutkan:

Rumah dipuncak bukit itu indah rupawan, diatasnya ada pemandangan gunung yang menghijau.

Nah, walau kalimat itu panjang, adakah bayangan "pekerjaan" dalam kalimat diatas? Bandingkan dengan ini.

Rumah dibawah lembah itu ditimpa longsor, dari batu yang menggelinding dengan cepat, menimpa lalu meremukkan rumah tersebut.

Nah dalam kalimat ini ada kata kerjanya yaitu: ditimpa, menggelinding dengan cepat, menimpa, meremukkan. Terbayang ada "Action" disini kan, ada sesuatu yang bergerak, bekerja. Itulah kata kerja (atau fi'il) dalam bahasa Arab.

Kembali lagi ke ayat 2 surat Al-Baqaroh diatas, kita tidak menemukan fi'il (atau kata kerja). Semuanya kata benda dan harf (kata tugas) saja.

Buku itu, tidak ada keraguan didalamnya, petunjuk bagi orang-orang bertakwa.

Kalimat ini semacam kalimat pemberitahuan, bahwa kitab itu (yaitu Al-quran) tidak ada keraguan sedikitpun didalamnya, dan dia adalah petunjuk bagi orang-orang bertaqwa.

Perlu dilihat disini kata-kata لا yang diikuti kata benda yang berbentuk nakiroh (umum) ريب : keraguan. Tugas Laa itu adalah meniadakan apapun jenis kata benda setelahnya (yaitu keraguan). Yang bisa diterjemahkan, tidak ada setetespun (sedikitpun) terhadap segala jenis keraguan, didalamnya.

Demikian dulu topik ini kita tutup... Insya Allah akan kita lanjutkan lagi...

Sumber: islamdotnet

Harapan dan Doa YangTak Pernah Putus, Membuat Warga Ghaza Bertahan

Lebih dari satu setengah juta warga Ghaza mencoba bertahan dan menyesuaikan diri hidup tanpa listrik dan makin menipisnya kebutuhan sehari-hari seperti air bersih dan makanan. Banyak di antara warga Ghaza hari Senin kemarin berpuasa. Namun himpitan dan penderitaan yang mereka alami, tidak menggoyahkan keimanan dan keyakinan mereka bahwa Allah swt akan selalu melindungi dan mengulurkan tanganNya.

Tak ada lagi yang bisa dilakukan warga Ghaza menghadapi kekejaman dan blokade ekonomi tanpa ampun yang dilakukan rejim Zionis Israel yang sudah berlangsung selama empat hari ini. Hanya harapan yang kini tersisa di hati mereka dan doa yang senantiasa dipanjatkan.

"Ya, Allah yang Maha Besar, kami sudah tidak mampu lagi berkata-kata dan nafas kami terasa sesak untuk mengungkapkan semua kepedihan ini. Namun Engkau yang Maha Tahu penderitaan kami ini, " doa Umi Muhammad sambil meneteskan air mata.

Dengan lilin di tangan kanan dan tangan kiri memegang spanduk, Abu Ahmad, 65, menggumamkan harapannya, "Allah-lah penolong kami. Saya yakin Allah tidak akan membiarkan kami bersedih menghadapi situasi yang berat ini."

Spanduk bertuliskan "Cabut blokade pembunuh ini" yang dipegang Abu Ahmad seolah cuma tulisan tanpa arti, padahal itulah jeritan hati warga Ghaza. Antrian di toko-toko roti terlihat selama tiga hari ini di Ghaza. Pabrik-pabrik dan tempat pengisian bahan bakar sudah tidak beroperasi lagi, sejak rejim Zionis memperketat blokade jumat pekan kemarin, dengan menutup semua perbatasan di Ghaza, sehingga pasokan bahan bakar, makanan bahkan bantuan kemanusiaan tidak bisa mengalir ke Ghaza.

Yang memprihatinkan, dunia internasional, utamanya negara-negara Barat yang selama ini sibuk mendamaikan Israel-Palestina diam melihat kekejaman rejim Zionis Israel yang bukan hanya membuat warga Ghaza kelaparan, kegelapan, kekurangan obat-obatan, bahkan membantai warga Ghaza yang sudah tak berdaya.

"Tak ada seorang pun yang mengulurkan bantuan, air mata dan tangisa kami tak membuat hari mereka tergerak, " ujar Abu Ahmad prihatin.

Sejak Senin kemarin, banyak warga Ghaza yang memilih berpuasa menghadapi kesulitan mereka. Begitupula para tahanan warga Palestina di penjara-penjara Israel, sebagai bentuk solidaritas mereka pada warga Ghaza. Dalam pernyataan bersama mereka mengatakan, "Hati kami hancur, kami tak berdaya untuk membantu mereka."

Untuk tetap membangkitkan semangat dan menguatkan hati warga Ghaza, seruan agar warga Ghaza tetap tabah disiarkan lewat radio-radio dan mikrofon.

Di malam hari, warga Ghaza yang menghabiskan malamnya di masjid-masjid, berdoa agar Allah swt segera mengakhiri penderitaan mereka, melindungi para janda-janda tua, anak-anak dan para pasien yang kini dalam kondisi sekarat akibat blokade rejim Zionis.

Seorang imam masjid di Ghaza tidak bisa menahan emosinya dan melontarkan kemarahannya pada dunia. "Apakah Anda tuli? Tidakkah kalian mendengar suara tangis para ibu dan anak-anak? Tidakkah mereka mendengar tangisan para tahanan dan mereka yang tertindas?" tandas Syaikh Waed al-Zordi, imam masjid Al-Omari di Ghaza.

Semoga Allah swt senantiasa memberikan kekuatan dan melimpahkan kasih sayangNya pada saudara-saudara kita di Ghaza, serta membalas semua kesabaran mereka. (ln/iol)

Sumber: www.eramuslim.com , 22 Januari 2008

Ribuan Orang Antre Salatkan Jenazah Istri Hidayat Nurwahid


Klaten - Sejak pagi lebih dari 100 gelombang pelayat menyalatkan jenazah almarhumah Ny Kastian Indriawati (45), istri Ketua MPR Hidayat Nurwahid. Hingga pukul 13.10 WIB, Selasa (22/1/2008) ribuan orang masih antre ingin menyalatkan.

Padahal pihak keluarga lewat pengeras suara telah mengumumkan waktu salat jenazah telah habis, karena almarhumah akan dikebumikan pukul 14.00 WIB.

Ribuan pelayat yang masih mengantre sebagian besar kader PKS dan warga di sekitar Dusun Kadipaten Lor RT 3 RW 8, Kebondalem Kidul, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah.

Meski pengumuman disampaikan lewat pengeras suara, warga tetap meminta diberi perpanjangan waktu agar bisa melakukan salat jenazah.

Pihak keluarga meminta warga yang tidak bisa melakukan salat jenazah langsung menuju ke pemakaman Tloyo yang berjarak 300 meter dari rumah duka.

Semula waktu salah jenazah dibatasi hingga pukul 12.00 WIB. Namun waktu diperpanjang hingga pukul 13.10 WIB karena banyaknya warga yang ingin menyalatkan.

Selain ribuan pelayat, berbagai karangan bunga juga memenuhi rumah duka. Tampak di antaranya karangan bungan dari Presiden SBY, Menteri Kehutanan MS Kaban, Menhan Juwono Sudarsono, Ketua DPR Agung Laksono, Ketua DPP PKS Tifatul Sembiring dan berbagai parpol.

Hidayat sendiri masih terlihat berdiri di depan rumah untuk menerima ucapan belasungkawa dari warga. Sesekali dia mengangkat ponselnya. Dia berusaha tabah menerima cobaan ini.

( umi / nrl )
Presiden Melayat Istri Ketua MPR

Liputan6.com, Yogyakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono dalam kunjungan kerja ke Yogyakarta, Selasa (22/1) pagi, menyempatkan diri melayat almarhumah Kastian Indriawati, istri Ketua MPR Hidayat Nurwahid. Setibanya di Bandar Udara Adi Sucipto, sekitar pukul 08.50 WIB, Presiden bersama rombongan langsung menuju ke rumah duka di Kebondalem Kidul, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah.

Rombongan yang ikut melayat antara lain Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo, Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault, serta Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi.

Agenda melayat almarhumah istri Ketua MPR merupakan kegiatan spontan dan tidak dijadwalkan dalam kunjungan kerja Presiden ke Yogyakarta. Rencananya, almarhumah dimakamkan di pemakaman Prambanan sekitar pukul 14.00 WIB.

Almarhumah meninggal Selasa sekitar pukul 01.00 WIB di Rumah Sakit Jogja International Hospital, Sleman, Yogyakarta. Kastian sempat dirawat selama lima hari akibat terserang stroke ringan usai menunaikan ibadah haji


Sumber: www.detik.com , 22 Januari 2008

Friday, January 18, 2008

Erdogan Akan Cabut Larangan Jilbab, Tanpa Menunggu Konstitusi Baru

Perdana Menteri Turki Tayyip Erdogan memberi lampu hijau untuk mencabut larangan berjilbab di universitas-universitas tanpa harus menunggu konstitusi baru.

Erdogan menghadapi tekanan yang cukup kuat dari kalangan akar rumput agar segera mengambil keputusan, dan tidak menunggu selesainya konstitusi baru yang salah satu pasalnya memuat tentang pencabutan larangan berjilbab di kampus-kampus.

"Kami akan menyelesaikan masalah ini bersama-sama, tidak perlu menunggu sampai ada konstitusi baru. Memecahkan persoalan ini sangat sederhana, duduk bersama dan selesaikan hanya dengan satu kalimat, " kata Erdogan seperti dikutip harian Sabah.

Di Turki, keinginan Erdogan untuk melonggarkan kebijakan larangan berjilbab ditentang keras oleh kalangan elit sekuler, termasuk para jendral di kemiliteran. Menurut Erdogan, satu dari dua partai oposisi di parlemen, yaitu MHP mendukung pencabutan larangan berjilbab di kampus-kampus. Sedangkan partai oposisi lainya, CHP, menentang kebijakan itu.

Terkait masalah jilbab, dalam kunjungannya ke Madrid, Erdogan sempat mengeluhkan bahwa kaum perempuan di negara-negara Barat yang didominasi umat Kristen, boleh mengenakan jilbab di kampus-kampus. Tapi di Turki yang negara Muslim, jilbab malah dilarang di kampus-kampus.

Bagi Erdogan, mengenakan jilbab adalah salah satu wujud kebebasan berekspresi. Tapi bagi CHP dan kalangan sekuler, jilbab adalah ancaman bagi sistem sekuler di Turki.

Dari sejumlah polling yang pernah dilakukan, terbukti bahwa mayoritas responden mendukung pencabutan kebijakan larangan berjilbab di kampus-kampus. Namun sejumlah analis politik mengaku khawatir, mencuatnya masalah jilbab ini akan memicu ketegangan antara pemerintah dan kalangan sekuler. (ln/al-arby)
Sumber: www.eramuslim.com , 18 Januari 2008

Al-Qassam, "Bila Kehancuran Menimpa Kami, Mereka Juga Harus Mengalami Kehancuran Lebih Besar"

Hingga kini, pejuang Palestina menyatakan tetap dalam kondisi siap melakukan pembalasan dan menangkal serangan Israel.

Dalam tajuk "Pemboman Ghaza Kian Menguatkan Sikap Hamas", Mahmud Zahar salah satu pimpinan Hamas menyatakan kepada media Christian Science Monitor, bahwa Hamas memang siap menghadapi serangan Israel yang sudah lama diduga akan menggempur Ghaza.

Dalam wawancara itu, Zahar menyatakan keyakinannya, "Kami mempunyai pikiran dan tekad yang kuat. Setelah kami menguasai Ghaza, Fatah dan Israel bahkan mengira kami akan tumbang hanya dalam tempo tiga hari saja. "

Ia menambahkan, "Tapi semua yang mereka lakukan (AS dan Israel) justru menguatkan kebencian Palestina kepada mereka. Sementara di sisi lain, hal itu menjadi entry point bagi perjuangan kemerdekaan dan sikap kami. "

Terkait kesiapan Hamas menghadapi serangan Israel, disebutkan oleh Zahar bahwa para petinggi gerakan perlawanan Palestina yang lain juga sudah menyatakan dalam kesiapan sempurna. Pimpinan tertinggi Batalyon Izzuddin Al-Qassam telah menyatakan bahwa para anggotanya akan bekerja mengintensifkan produksi senjata dan missil serta bom.

"Jika mereka datang (Israel), maka kehancuran besar memang akan menimpa kami. Tapi kami akan berusaha sekuat tenaga agar kerugian besar juga terjadi pada mereka. Mereka mengatakan, bahwa alasan penyerangan mereka adalah karena rudal dan missil yang kerap dilakukan pejuang Palestina. Padahal mereka juga memecah belah pemerintahan Palestina agar mereka bisa menguasainya secara lebih sempurna, " ujar seorang pejuang bersenjata Hamas.

Terkait dengan tukar menukar tawanan dengan Israel, Zahar menegaskan bahwa perundingan memang sedang dilakukan melalui mediator. Tapi, "Kami akan lebih rasional dari mereka. Kebanyakan tawanan yang meminta pembebasan dari mereka itu sudah lebih dari 15 tahun dikurung dalam penjara. Sedangkan Israel mengatakan mereka menolak pembebasan tawanan yang terkait dengan pembunuhan Israel. Apakah PM Israel Ehud Olmert tidak berlumuran darah?"

Christian Science Monitor menurunkan analisa sejalan dengan pendapat Zahar. Bahwa kekejaman Israel di Ghaza justru memperkuat posisi perlawanan Palestina untuk mengusir penjajahan Israel, bukan melemahkannya. Pembantaian di kampung Az Zaitun yang membunuh 19 orang Palestina termasuk sejumlah pejuang, "Takkan menambah apapun kecuali kekuatan bagi Hamas dan takkan menambah apapun bagi para pejuang kecuali keteguhan. " (na-str/aljzr, pic)



Sumber: www.eramuslim.com , 18 Januari 2008

Ekstrim Kanan Bersatu 'Melawan' Islam

Kelompok ekstrim kanan Eropa bergabung untuk “melawan” Islam, mereka menyerukan larangan pembangunan masjid. Perjuangan Muslim Eropa makin berat

Partai ekstrim kanan Belgia, Vlaams Belang, bergabung dengan kelompok dari Austria dan Jerman meluncurkan piagam yang bertujuan memerangi “islamisasi” kota-kota di Eropa Barat.

“Kami tidak anti kebebasan beragama namun kami tidak ingin Muslim memaksakan cara-cara dan tradisi mereka di sini, karena kebanyakan cara mereka itu tidak sesuai dengan kehidupan kami," demikian Ketua Vlaams Belang Flip Dewinter kepada Radio Nederland baru-baru ini.

Penolakan kaum ekstrim ini juga sudah sampai masuk wilayah-wilayah keyakinan kaum Muslim.

"Kami tak dapat menerima jilbab di sekolah, pernikahan yang dijodohkan dan penyembelian binatang ritual," ujar Flip Dewinter.

Secara khusus, gabungan kelompok penentang apa yang mereka sebuh “Islam radikal” itu menyerukan moratorium pembangunan mesjid-mesjid baru. Mereka menyatakan aksi tersebut merupakan katalisator bagi “islamisasi di seluruh wilayah bertetangga.” Tak jelas apa yang mereka sebut istilah “islamisasi” itu.

Simbol radikalisasi?

Namun kemungkinannya, kaum ekstrim Eropa ini begitu khawatir berkembangnya Islam dengan cepat di benua itu.

"Sudah ada 6000 mesjid di Eropa, yang tidak saja dipakai sebagai tempat ibadah namun juga sebagai simbol radikalisasi, sebagian di antaranya dibiayai oleh kelompok ekstrim di Arab Saudi atau Iran. Demikian tuduh Dewinter sambil menujuk mesjid besar yang akan dibangun di kota pelabuhan Rotterdam.

"Seperti menara dengan enam lantai, lebih tinggi dari lampu penerang di stadion sepakbola Feyenoord, teriaknya. "Simbol ini harus dihentikan," tambahnya.

Sementara itu belum jelas bagaimana kelompok itu mencegah apa yang mereka anggap sebagai ancaman

Selain Partai Austria FPÖ, ternyata partai-partai kanan kelas berat tidak hadir pada jumpa pers di Kota Antwerpen itu. Seorang jurubicara partai Allianza Nazionale dari Italia mennyatakan tidak tahu menahu soal piagam itu, walau pun katanya, partai ini juga memperhatikan masalah mesjid-mesjid baru.

Politikus sayap kanan Belanda Geert Wilders juga tidak hadir. Wilders adalah politisi yang kerap “menyerang” Islam. Meski banyak tidak dihadir partai-partai besar, Flip Dewinter tampaknya tidak goyah. Ia mengatakan, kampanyenya ini diperkirakan akan terus membesar.

"Gerakan ini bisa saja kecil sekarang, tetapi saya yakin ini akan menjadi besar," ujarnya.

Sementara itu, menyangkut Piagam untuk kaum Muslim itu banyak dicemooh. "Ini provokasi murni," kilah Said El Fetri, seorang keturunan Maroko yang memiliki took.

"Mereka yang berbelanja di toko saya adalah orang-orang Belgia, Eropa Timur, Yahudi dan Muslim. Kita tidak menghadapi masalah integrasi di sini. Berdiri di dekat tulisan "halal" di tokonya, Said berujar, "Saya memang Muslim, tapi itu tidak berarti saya tidak mentaati peraturan negeri ini."

Kaum Migran Kuatir

Sementara itu, pemilik toko lain, Mohammed, lebih pessimis lagi. "Saya sudah hidup di sini selama 40 tahun. Anak-anak saya sudah benar-benar terintegrasi. Tetapi kampanye seperti ini mengkhawatirkan saya. Dalam 10 tahun, tidak akan mungkin lagi hidup bertetangga seperti ini."

Sementara itu, beberapa orang keluar dari mesjid terbesar di Brussel. Mereka tampak khawatir karena tempat ibadah mereka disebut dalam Piagam itu.

"Masjid adalah tempat mengkhotbahkan perdamaian," kata Fatimah, seorang mahasiswa. "Setiap orang berhak memperoleh tempat ibadah. Orang Katolik punya gereja, orang Yahudi punya sinagoga, dan kami punya masjid. Inilah yang membuat kami merupakan bagian negeri ini, dan bukan terpisah darinya."



Sebelumnya, jamaah Tabligh menghadapai tekanan dan kecaman atas rencana pembangunan masjid agung di Newham, London Timur yang jaraknya tak jauh dari lokasi kompleks penyelenggaraan Olimpiade tahun 2012.

Nampaknya, perjuangan kaum Muslim di Eropa untuk mendapatkan hak-hak nya secara layak akan makin berat ke depan. [ranesi/cha/www.hidayatullah.com]
Sumber: www.hidayatullah.com , 18 Januari 2008
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...