Assalamu alaikum. Selamat datang di blog pribadi saya. Silakan ambil apa yang menurut anda baik dan abaikan apa yang menurut anda salah. Sebuah kebahagiaan bagi saya bila anda bersedia menulis komentar, respon, kritik dan masukan untuk perbaikan yang lebih baik. Terima kasih.

Hikmah

Monday, April 16, 2007

Ketika Cinta Menuntut Bukti

[- Ditulis ole Satria 16 April 2007 16.00 WIB -]

Malam itu belum larut. Orang-orang masih enggan menutup pintu rumahnya. Anak-anak kecil tampak berlarian di sekitar musholla sederhana itu. Teriakan-teriakan nakal mereka seolah tak mau kalah dengan suara lantang para orang tua yang sedang mengumandangkan syair-syair Al Barzanji. Sangat Lantang. Mereka tampak bersemangat. Meski tak tau arti setiap kata yang terucap.

Saya jadi teringat seorang tokoh yang pernah menorehkan tinta emas dalam sejarah Islam. Salahudin Al Ayyubi. Idenya yang cemerlang serta keberaniannya yang luar bisa mampu membuat gentar pasukan salibis.

Disaat semangat pasukan muslim mulai melemah akibat tekanan demi tekanan, hatinya tergerak. Beliau meminta ijin pada penguasa khilafah waktu itu, untuk mengadakan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. Tujuannya hanya satu. Untuk mendobrak kembali semangat kaum muslim agar bangkit.

Salah satu peringatan itu adalah, beliau menggelar perlombaan menulis kisah dan syair yang berisi puji-pujian terhadap Rasulullah Muhammad SAW. Kaum ulama dan sastrawan merasa tertantang untuk mengambil bagian. Al hasil, pemenangnya adalah Syekh Ja'far Al Barzanji. Karyanya yang monumental, masih tersohor hingga kini.

Dampak yang luar bisa dari ide cemerlang Salahudin Al Ayyubi adalah, semakin meningkatnya semangat kaum muslim pada waktu itu untuk meneladani pribadi, sifat, kegigihan, dan semangat juang Rasulullah SAW. Dan indikator yang bisa dilihat adalah, kemenangan demi kemenangan yang di raih oleh pasukan muslim dalam pertempuran salib. Subhanallah.

Lalu apa yang terjadi hari ini ? Mampukah kita memahami, dan yang paling penting adalah menerapkan sifat, kepribadian, semangat juang, dan kegigihan Rasulullah SAW dalam setiap sendi kehidupan kita ?

Mungkin kita mahir dalam bersenandung menyanyikan syair-syair pujian indah dalam kitab Al Barzanji. Kita pandai mengekspresikan cinta kita kepada Rasulullah SAW. Kita Rajin bershalawat ratusan hingga bahkan ribuan kali.

Namun... saat cinta menuntut bukti, saat komitmen meminta aksi, saat Rasulullah memimpikan sunnahnya mengkristal dalam setiap pribadi ummatnya, mampukah kita memenuhinya..??

Wallahu A'lam bishshawab.



Tuesday, April 3, 2007

Awon Penyono (baca: negatif thinking)

[Ditulis oleh Satria Sudadi]

Sahabat, pernahkah kita tiba-tiba merasa asing, aneh, dan kurang nyaman di lingkungan kita berada? Rasanya sungguh-sungguh tidak mengenakkan. Padahal kita merasa keberadaan kita sudah cukup lama dan akrab sebelumnya.

Kondisi seperti ini mungkin sering kita alami. Terutama kaum hawa yang notabene berperasaan peka. Namun tidak sedikit pria yang mengalami hal sama. 

Pikiran tiba-tiba keluar dari batas logika, prasangka yang macam-macam pun bergelayut hingga tak mampu membedakan mana kawan dan mana orang asing. Dampaknya, hati menjadi mudah curiga dan menduga-duga. 

Apa yang salah ? Bagaimana seharusnya ?

Intinya pada pikiran kita. Kita tidak mampu mengendalikannya, menyetel sedemikian rupa sehingga kita mendapat ketenangan darinya. Ketidak mampuan kita berbaik sangka (husnudzon) menyebabkan kita tersiksa dan terjebak dalam balutan rasa tidak nyaman.

Dan akibatnya sungguh luar biasa. Selain membuat hati tidak tenang, suudzon atau ”awon penyono” (dalam bahasa jawa) akan merenggangkan hubungan kita dengan sahabat dan orang-orang yang sebelumnya akrab dengan kita.

Maukah kita mengorbankan ukhuwah yang menjadi pilar utama agama ini hanya karena kita tidak mampu memanage hati dan pikiran kita ?


Type rest of the post here
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...