Assalamu alaikum. Selamat datang di blog pribadi saya. Silakan ambil apa yang menurut anda baik dan abaikan apa yang menurut anda salah. Sebuah kebahagiaan bagi saya bila anda bersedia menulis komentar, respon, kritik dan masukan untuk perbaikan yang lebih baik. Terima kasih.

Hikmah

Wednesday, November 22, 2006

Mempertahankan Kebiasaan Positif

[- Ditulis oleh Satria, 22 Nov 2006, 12.00 WIB-]

Setiap orang pasti menginginkan sebuah perubahan. Perubahan menuju kearah kebaikan tentunya. Keinginan untuk berubah terkadang dipicu oleh kesadaran sesaat yang tiba-tiba muncul dalam benak kita. Hanya dalam hitungan menit, tiba-tiba muncul semangat, tekad, dan motivasi baru untuk melakukan suatu kebaikan. 


Namun selang beberapa hari kemudian, ternyata kebiasaan baru itu hilang begitu saja. Fenomena ini pasti sering kita alami. Betapa sulitnya kita memulai dan mempertahankan suatu kebiasaan baru dalam diri kita.

Menurut saya, selain karena faktor keikhlasan dalam niyat awal kita, hal itu juga disebabkan karena lemahnya respon otak kita terhadap momentum pencetusnya. Ini yang menyebabkan kita kehilangan motivasi ditengah jalan.



Untuk menghindari hal itu, kita harus benar-benar pandai mencari momentum yang tepat dan memberikan balutan emosi agar sensasi motivasi itu bisa kita rasakan dalam waktu yang lama, sampai menghasilkan kebiasaan yang tertanam kuat dalam diri kita.

Sebagai contoh kasus, saya akan berbagi pengalaman dengan anda.
Suatu ketika, dalam sebuah forum mutabaah yang saya ikuti, forum yang mengevaluasi amalan ibadah harian, seorang ustadz yang memimpin forum itu mengumumkan bahwa diantar 12 peserta, sayalah orang yang paling sedikit tilawahnya. (Gubraak...!!). Lalu salah seorang teman berseloroh,” Lha iyo, yaopo se, mosok sing bujang kalah karo sing wis keluarga....”. Memang di antara mereka, saya lah yang masih single, dan justru ini yang membuat saya benar-benar malu. Masya Allah... iya ya.. justru masih bujang, belum diribeti masalah anak dan istri, harusnya lebih banyak waktu luang. Lalu ngapain aja selama ini ?? (Doeeeeengggg...ng..ng.) Ditengah-tengah rasa malu, sadar, dan gregetan atas diri sendiri, tiba-tiba muncul berton-ton motivasi dalam diri untuk menambah porsi tilawah harian. Berton-ton motivasi itu kemudian saya bahasakan dalam tulisan.
“Kalau mereka bisa Kenapa Aku tidak Bisa....Maka Aku Harus Bisa”
Seminggu pertama sejak peristiwa itu, kebiasaan baru tilawah satu juz per hari masih bisa saya lakukan dengan ringan. Memasuki minggu kedua, saya mulai kehilangan motivasi sehingga nyaris menyerah kalah.


Dalam literatur yang pernah saya baca, saat kita tidak bergairah untuk melakukan sesuatu, maka kita harus mencoba untuk “menghidupkan” kembali emosi yang sama saat awal menanam kebiasaan baru kita. Tahapan ini dikenal dengan anchoring. Yaitu menghubungkan antara perasaan dengan pengalaman yang meninggalkan kesan di masa yang lalu.


Pernahkan ketika kita mendengar lagu , pikiran kita akan langsung terbawa ke sebuah peristiwa yang berkesan dimasa lalu ? Atau ketika kita mendengar sebuah kata diucapkan, kita langsung teringat sebuah kenangan buruk yang pernah kita alami. Bahkan meskipun peristiwa itu terjadi bertahun-bertahun yang lalu. Ini adalah salah satu keajaiban otak yang dianugerahkan Allah kepada kita. Dan berdasarkan penelitian, ternyata fungsi ingatan jangka panjang dan membentuk emosi ada pada satu bagian otak yang sama, yaitu sistem limbik atau otak tengah.


Hal yang sama terjadi ketika saya membaca kembali tulisan yang dulu pernah saya tulis
“Kalau mereka bisa Kenapa Aku tidak Bisa....Maka Aku Harus Bisa” maka secara spontan otak akan membawa kembali pada suasana emosi yang persis sama dengan apa yang saya rasakan dua minggu sebelumnya. Saat berton-ton motivasi memenuhi jiwa dan melahirkan sebuah kebiasaan baru yang sungguh luar biasa. Sehingga ini seolah menjadi “mantra ajaib” yang bisa mengembalikan motivasi positif kita.

Namun pembaca, dibutuhkan latihan rutin agar otak kita peka terhadap anchor (tautan emosi dimasa lampau) yang telah kita pilih. Dengan sesering mungkin mencoba dan menghadirkan kembali emosi masa lampau, meskipun tidak dalam keadaan lemah semangat.

Adapaun langkah-langkah untuk mempertahankan sebuah kebiasaan positif dapat saya uraiakn sbb:

  1. Pilih momen yang tepat untuk memulai kebiasaan baru, yang melibatkan emosi secara kompleks
  2. Pilih anchor yang bisa anda ingat dikemudian hari, biasanya berupa kata, atau rangkaian kata yang mengingatkan kita pada momentum awal
  3. Ketika semangat mulai turun, berhenti sejenak, tarik napas dalam-dalam dan buatlah serileks mungkin kondisi anda
  4. Ucapkan anchor-nya, dan biarkan emosi positif di masa lampau memenuhi pikiran, rasakan kembali apa yang anda rasakan dahulu, lihat kembali ekspresi wajah mereka dahulu, dengarkan kembali ucapan yang dahulu anda dengar, biarkan selama 3 samapai 5 menit, lalu hentikan sebelum kehilangan efektifitasnya

  5. Ucapkan anchor-nya sekali lagi dengan mantap.


    Wallahu A’lam bi Showab.

3 comments:

Anonymous said...

Semoga Bermanfaat..Tetap Semangat

Someone

Anonymous said...

Wah setelah baca jadi tambah info nich, ternyata bukan aku saja yang mudah kehilangan motivasi. Semoga teman laen yang baca juga tambah semangat jadi lebih baek. Sekedar saran buat penulis apa ga' sebaiknya pake bahasa yang dimengerti banyak orang takutnya pembaca yang ga ngerti bahasa jawa gimana? Afwan, kita memang musti banyak belajar ya kan? (Adhek Henny)

ksatriapembelajar said...

Syukron, jazakillah, maturnuwun, sampun purun mampir datenng blog kulo. Mugi2 tansah saged mbeto manfaat, tumprap panjenengan kalian kanca-kanca sedaya.Salam kagem Kangmas Bagus Panuntun nggih..
(Trimaksih sudah bersedia berkunjung di blog saya. Semoga senantiasa bisa membawa manfaat, bagi anda dan teman-teman semua. Salam buat Mas Bagus Panuntun ya..)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...