Assalamu alaikum. Selamat datang di blog pribadi saya. Silakan ambil apa yang menurut anda baik dan abaikan apa yang menurut anda salah. Sebuah kebahagiaan bagi saya bila anda bersedia menulis komentar, respon, kritik dan masukan untuk perbaikan yang lebih baik. Terima kasih.

Hikmah

Monday, November 4, 2013

My sweet Qonita ...

Alhamdulillah Qonita sudah 15 bulan usianya. Dari hasil pantauan posyandu, berat badannya selalu bertumbuh tiap bulannya. Giginya pun juga bertambah.

Meskipun demikian, kemampuan berjalannya masih agak kurang. Di usianya yang sudah setahun lebih, Qonita belum berani melepas pegangan apalagi melangkah tanpa berpegangan. Namun sesekali tanpa sadar dia melepaskan pegangan. Biasanya kalau ada sesuatu yang menarik perhatiannya.

Pernah suatu ketika di masjid saat mengantar kakaknya mengaji, tanpa sadar dia melepaskan pegangan dan bertepuk tangan mengikuti anak anak lainnya yang bertepuk tangan. Namun itu hanya beberapa detik saja.

Di balik itu semua, syukur alhamdulillah Qonita jarang sekali sakit. Soal asi jangan ditanya. Bunda masih konsisten dengan asi ekskulsif dua tahun. Berkaca pada pertumbuhan sang kakak yang jg alumni asi eksklusif.

Saat dia tidur, sering saya pandangi wajahnya dan saya bisikkan pesan pesan dan juga harapan. Karena saya yakin hatinya pasti mendengar.

Friday, February 1, 2013

Mencintai-Mu, sungguh berat rasanya.............

oleh Priyo Ardi Nugroho pada 12 Oktober 2011 pukul 17:49 ·

Teman, tidaklah kamu merasa risau, ketika kita menjadi sangat mencintai kehidupan yang sedang kita jalani.

Ketika cinta kita begitu besar kepada keluarga; istriku, belahan jiwa dalam sakit dan senang, yang semakin hari semakin cantik; alif, sisulung yang semakin dewasa; riri, nomor dua tapi prestasinya selalu nomor satu; kaka, nomor tiga yg selalu tersenyum manis; dan willy sibontot, yang selalu membuat ayah malas bangun pagi  karena ingin selalu memelukmu.....

Lalu pada suatu saat kita sadar, bahwa cinta telah memberatkan langkah kita, cinta adalah sebuah ujian, karena ketika cinta menjadi semakin besar, semakin besar, dan semakin besar, maka Allah akan mengambilnya, karena Allah yang punya itu semua, dan Allah menjadi sangat pencemburu, melihat hamba-Nya mencintai sesuatu melebihi cintanya pada penciptanya...........

Ya Allah,
ampuni hamba, yang semakin hari semakin mencintai hidup ini...
ampuni hamba, yang mengabaikan panggilan-Mu ketika Adzan berkumandang...
ampuni hamba ya Allah, yang tidak bisa meneteskan air mata ketika mengingat dosa-dosa...
Ampuni hamba, yang menjadi penakut akan kehilangan semua yang Kau titipkan padaku....
Tuntunlah hamba-Mu ini untuk menata hati, membuat cinta ini menjadi sesuatu untuk merengkuh ridho-Mu....
Teman, ternyata untuk mencintai-Nya adalah berat luar biasa.....

ndemak, tanggal 12 oktober 2011, 16.40.

khusus buat 2 orang temen yang baru kehilangan istri tercinta, mas kuspriyono dan mas totok hantoro...
Demi Allah, kalian adalah yg terpilih utk lebih merasakan besarnya cinta hamba pada pencipta-Mu....

(Tulisan dari seorang kawan yang telah meninggalkan kami untuk selamanya kemarin. Setelah beberapa tahun berjuang melawan sakit yang dideritanya. Pergi tuk selama-lamanya menjumpai Dzat yang sangat dicintainya. Selamat jalan Mas Priyo, semua kegalauanmu kini terjawab sudah. Dzat yang berusaha kau cintai, betapa ternyata Dia juga sangat mencintaimu. Sangat mencintaimu. Hingga Dia memanggilmu dalam rengkuhan kasih sayang-Nya. Semoga engkau mendapat tempat terindah di sisi-Nya. Amin.

Saturday, January 12, 2013

Daripada bengong di cucian motor, posting ah ..

Tak terasa ya hidup ini berjalan begitu cepat. Perasaan seminggu ini terasa seperti sehari.  Apa memang waktu yang semakin cepat,  atau rutinitas yang membuat kita lupa waktu.

Tak terasa juga ternyata saya sudah kepala tiga. Namun belum banyak yang bisa saya perbuat. Buat orangtua,  keluarga,  lingkungan, atau buat saya sendiri.  Kadang diri ini malu melihat orang-orang dulu yang meskipun dalam keterbatasan tapi tetap bisa menghasilkan karya karya besar. Bagaimana Sayid Qutub bisa menulis Fi Zilalil Quran yang fenomenal itu meskipun di balik dinginnya terali besi. Atau tengok saja masyarakat Gaza yang banyak yang hafal Quran meski hari harinya akrab dengan suara bom dan tembakan. Bahkan obrolan basa basi merek kala bertemu biasa menanyakan berapa juz hafalan mu. Teman saya yang pernah ditugaskan meliput disana pernah bercerita kalau temannya pernah ditantang hafalan saat ngobrol santai do serambi masjid. Subhanallah..

Memang ya terkadang tekanan itu justru membuat kita semakin produktif. Semakin lama kita berada di zona nyaman,  semakin otak kita tumpul dan akhirnya mati. Benar nggak. Makanya banyak orang hebat yang justru mencari dan menciptakan tantangan  untuk meningkatkan produktivitas.

Yah, semoga dalam kondisi apapun, nyaman atau tidak,  kita masih punya gairah untuk maju, produktif dan tetap on the track. Kalau tidak, apa harus menunggu Allah menguji kita dengan musibah dulu ?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...