Ini kisah tentang saya dan Aisya, anak pertama saya. Saat ini, usianya menginjak tahun ke-3. Ada yang ingin saya ceritakan kepada anda tentang Aisya.
Xixixi ...Bibir saya mulai meyungging senyum saat memulai tulisan ini. Mengingatkan kembali akan ocehan dan senyuman centilnya. Terlebih sejak istri saya hamil di bulan ke-3 nya. Praktis intensitas kebersamaan saya dengan Aisya begitu sering.
Tak seperti kehamilan pertamanya, bunda- begitu kami menyapa istri saya-sangat sensitif sekali terhadap aroma atau bau-bauan. Mulai dari sabun mandi, parfum mobil, sampai bau khas suami bahkan anaknya sendiri. Praktis kini saya dan Aisya tidur terpisah dari bundanya.
Sejak itu lah saya benar-benar menjadi wonder-man nya Aisya terutama saat saya ada di rumah. Mulai pipis, BAB, nyuapin, mandiin, sampai menemani ritual sebelum tidurnya.
Tapi saya tetap mencoba bersyukur akan situasi ini. Meskipun kadang kalau lagi tegangan tinggi saya suka mecucu, begitu istilah istri saya kalau melihat saya lagi cemberut. Hikmahnya, Aisya jadi benar-benar lengket seperti perangko.